
“Bunuh dia!”
“Potong dia!”
“Bunuh dia!”
“Aku mau mencabik-cabiknya!”
Teriak 16 orang tersebut sambil mengepung Alex dengan nafsu membunuh yang tajam.
Masing-masing dari 16 orang ini memiliki ilmu bela diri yang bagus. Mereka semua pernah membunuh banyak musuh di medan perang, bahkan mereka tidak ingat sudah membunuh berapa banyak orang.
Situasi Alex pasti sangat bahaya karena dikepung oleh 16 orang yang begitu kejam.
Namun, Alex yang dikepung di tengah tidak melakukan persiapan apapun, melainkan melihat ke arah Dakson, “Bisakah aku memulai pembunuhan ini?”
Mata Dakson sudah memerah, “Tentu saja! Bunuh saja!”
Kemudian, Dakson melihat ke 16 penembak yang telah penuh semangat, “Kalian gak usah memperdulikan langgaran karena ini gak ada peraturan! Siapa yang bisa membunuh Alex akan diberi hadiah jutaan dolar! Mulailah!”
“Auau!” teriak berbagai pria kejam. 16 pria kejam ini menyerang ke arah Alex! Siapa pun akan menjadi pria pemberani demi hadiah itu!
Orang pertama yang menyerang di depan Alex adalah master karate dari Negara H. Tubuhnya sangat gemuk dan sedang meninjunya, “Matilah kamu!”
Sosok Alex berubah menjadi bayangan di depan orang itu. Bang!
Semua orang dapat mendengarkan suara keras itu!
Kemudian, semua orang dapat melihat jelas tinjuan Alex langsung menembus ke dahi master karate!
Srsh! Alex menarik tangannya, lalu berbalik untuk menendang kepala master hitam itu!
Krek! Kepala pria hitam itu ditendang oleh Alex dan jatuh ke tanah bahkan terbang ke tanah yang jauh!
Sh! Bukan hanya 14 penembak itu tercengang, bahkan Mr. Brown, Dean dan Dakson juga menarik napas dingin!
Ya Tuhan! Bocah ini benar-benar seperti Iron Man! Kemampuannya sungguh hebat!
Bang! Saat ini master karate yang jatuh ke tanah sudah mati.
Dua pukulan membuat dua orang mati.
Sementara Alex seolah-olah tidak terjadi sesuatu, dia berjongkok untuk menyeka tinjunya dengan pakaian master karate. Seolah-olah sedang membersihkan senjatanya, juga seolah-olah ada kotoran di atas.
Suasana di sekitar menjadi beku! Gerakan 14 orang itu pun berhenti.
Mengejutkan sekali! Di antara 14 orang ini, ada beberapa orang yang mulai bertarung dengan dua kaki!
__ADS_1
Alex benar-benar seperti iblis, bahkan bisa sebanding dengan Satan di barat.
Alex berdiri perlahan, lalu memandang 14 orang di sekitarnya dengan acuh tak acuh. Dia menunjuk kepala sendiri dengan jari telunjuk, “Jutaan dolar, nggak akan bisa hidup untuk menghabiskan uang itu. Ayo maju.”
Dakson pun tercengang dan berteriak dengan suara gemetar, “Maju! Maju! Kalian akan mendapatkan 5 juta dolar jika bisa membunuh Alex itu!”
Alex tersenyum, “Kalian nggak berhak menjadi pejuang dengan nyali begini.”
“Ah!” Master kulit putih menyerang Alex!
Dia menggunakan kickboxing, jadi kaki dan tangan terpakai, bahkan membentuk satu set pukulan.
Tapi, orang yang lain nggak bergerak!
Kejutan barusan tetap tertinggal di benak mereka.
Ketika master kulit putih meninju dan menendang Alex. Alex sama sekali tidak menangkis, dia hanya meninjunya!
Bang! Dada master kulit putih tertinju. Tubuhnya merasa seperti ditabrak oleh kereta api dan tiba-tiba terbang tiga meter ke belakang!
Bang! Dia menabrak seorang petinju muay thai di belakangnya, kemudian jatuh ke belakang.
Petinju muay thai itu merasa malu. Bisa-bisanya dia tidak bisa menghindari ketika dia sangat fokus. Dalam hatinya, ia merasa terpukul.
Master berkulit putih menyemburkan darah, lalu kejang beberapa kali sebelum menarik nafas terakhir.
Orang yang lain pun mundur selangkah pada waktu yang sama!
Dakson berteriak, “Maju! Di mana senjata kalian? Ambil dan bunuh!”
Oh ya, masih ada pistol!
Mungkin karena Dakson mengingatkan mereka, sehingga dua orang membungkuk untuk mengambil senapan mereka.
Sosok Alex tiba-tiba melintas lagi, lalu datang ke samping seseorang. Gerakannya sangat cepat!
Orang lain dapat dengan jelas melihat bahwa tangan Alex memutar di atas kepala yang penembak itu dengan kuat.
Krek! Semua orang dapat mendengar suara leher yang patah.
Ini belum selesai. Alex melintas lagi dan tiba di sisi seseorang yang baru saja mengambil pistol!
“Ah? Jangan!” Orang itu tiba-tiba mengarahkan pistol ke Alex secara tak sadar dan pada saat yang sama duduk di atas tanah!
Gerakan Alex berhenti, dia berdiri di depan orang yang ketakutan sampai gemetar, “Jangan! Jangan membunuhku!”
Meskipun terlihat pengecut, tapi bisa menyelamatkan nyawanya.
__ADS_1
Alex berkata, “Ambil pistolmu dan berdirilah seperti pria!”
“Aku gak mau, gak mau!” Pria itu bersujud kepada Alex, “Tolong ampuni aku, ampuni aku!”
Mati empat orang, lumpuh satu.
Sisa 11 orang merasa bingung.
“Yang mengaku kalah boleh berlutut!” Alex berdiri tegak, “Aku gak suka membunuh banyak orang.”
“Jangan berlutut!” Dakson belum selesai bicara namun, dirinya sudah melihat 11 orang itu berlutut!
Alex berbalik dan berjalan ke arah Dakson, “Aku sudah menang. Omong-omong, kakak keduamu masih berutang 1 juta dolar AS padaku. Selain itu, saksinya adalah Dean.”
“Apa? Kakak keduaku berhutang uang padamu? Benarkah?” Dakson melihat Dean dengan heran.
Dean tidak menjawab, hanya memalingkan wajah.
Dakson segera meneriakinya, “Dean! Jelaskan padaku! Bagaimana bisa kakak keduaku berutang 1 juta dolar AS padanya?!”
Dean menjawab dengan canggung, “Jenderal Dakson, itu karena pertandingan bela diri. Selain itu, saat itu aku kalah padanya sehingga membuat Jenderal Borez berhutang 500 dolar AS padanya.”
“Jadi, 500 dolarnya lagi?” Dakson menatap Dean dengan kejam.
Dean tertawa pahit, “Sisa 500 dolar AS itu gak berkaitan denganku. Itu karena beberapa master India.”
Dakson berkata dengan kesal, “Bagus! Alex, kakak keduaku memang berhutang padamu, maka aku yang lunasi! Aku akan mengumpulkan 1 juta dolar AS dalam tiga hari dan menyerahkannya padamu.”
“Terima kasih.” Alex sangat tenang.
Dakson berkata, “Tapi, aku masih perlu bertanya padamu. Apakah kematian kakak keduaku gak berhubungan denganmu?”
Alex mengangguk, “Memang gak berhubungan denganku. Aku nggak akan mengakui hal yang gak kulakukan.”
“Baik. Alex, aku percaya padamu! Pergilah!” Dakson melambaikan tangannya. Sementara empat mayat di tanah seolah-olah nggak berkaitan dengan Alex.
Alex mengangguk, “Baik!” Dia pun pergi dan meninggalkan Dakson.
Dean pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berteriak ketika melihat Alex keluar, “Jenderal Dakson…”
Dakson melihatnya dengan dingin, “Apa kamu ingin aku menjadi orang yang gak bisa dipercaya?”
“Um. Aku tidak berani.” Dean menyeka keringat di dahinya, “Tapi, apa kamu akan membiarkan Alex pergi begitu saja?”
Dakson berkata, “Seperti yang dikatakan Mr. Brown. Dia bukan pembunuh.”
Dean berkata, “Tapi, pihak kita tewas empat orang!”
__ADS_1
Dakson melambaikan tangannya, “Bersihkan! Mereka pantas mati karena kemampuan mereka gak sehebat Alex.”