
20 menit kemudian, Alex dan delapan orang lainnya tiba di pelabuhan baru pada pukul 23.20 malam. Jika Monster mengatur ledakan pada jam 00.00, maka masih ada waktu 40 menit sebelum pelabuhan baru menjadi lautan kembang api!
Tapi pelabuhan baru terlalu besar, dengan radius lebih dari 100 kilometer persegi! Terlebih lagi tempatnya sangat rumit, dan juga ada banyak penduduk yang tinggal di sana, jadi mereka tidak mungkin bisa mengevakuasi warga dalam waktu 40 menit.
Pelabuhan memang penting, tapi keselamatan masyarakat lebih penting!
Bukan hanya Alex, tapi Roselline juga tercengang ketika menghadapi lokasi konstruksi yang luas, bangunan tua di sekitar pelabuhan baru dan medan area yang rumit.
Wiuwiu! Sudah ada petugas polisi dari kantor polisi terdekat di tempat kejadian yang sedang mencoba mengevakuasi para penduduk di sekitar.
Mereka mendapat perintah yang dikeluarkan oleh Pak Olga, jika ada satu orang pun yang tak terselamatkan, maka ini adalah kesalahan yang sangat fatal dan setiap orang harus dihukum berat!
Jalan tol dan jalan raya lebar menuju pelabuhan baru dipenuhi dengan lampu mobil, sedangkan polisi lalu lintas berusaha sebaik mungkin untuk mengatur ketertiban lalu lintas.
Ketika ada mobil yang berhenti di jalan raya, polisi lalu lintas segera membujuk mereka pergi, agar tidak menghalangi kelancaran arus lalu lintas.
Roselline lekas menghampiri tim polisi khusus, dia yang memiliki kemampuan hebat juga membutuhkan banyak upaya untuk bisa sampai di depan kendaraan yang dikomando oleh polisi khusus.
“Jenderal Roselline! Jacob Harahap selaku kapten Korps Brimob kota Medan melapor pada Anda!”
“Bagus sekali, kedatangan kalian sangat cepat. Sekarang, segera bertindak. Perhatikan untuk melacak secara teliti, karena kita ngak bisa memprediksi posisi bom akan dikubur! Tapi, kita bisa menemukan tempat terbaik untuk meledakkan bom berdasarkan pengalaman kita. Mulai dari sini dulu, kirim pasukan yang paling berpengalaman ke sana!” Nada suara Roselline sangat buru-buru dan waktu sudah berlalu lima menit!
“Baik!” jawab Jacob, lalu berteriak keras, “Tim pertama bertanggung jawab untuk menyelidiki titik ledakan utama! Tim kedua sampai tim keenam bertanggung jawab untuk pelacakan menyeluruh, lakukan sesuai pembagian area sebelumnya dan segera laksanakan! Jangan lewatkan apa pun!”
Walikota Daniel yang juga berada di antara kerumunan untuk mengomando tindakan evakuasi sudah dibasahi oleh keringat.
__ADS_1
“Pak Daniel, Anda ngak perlu mengatasinya secara pribadi, Anda bisa mengomando sambil duduk.” Sekretaris yang berada di sampingnya berkata, “Saat ini belum tahu berapa banyak bom yang dikubur oleh musuh, tapi musuh sudah mengatakan akan menjadikan pelabuhan baru lautan kembang api, mungkin bomnya sangat banyak, jadi Anda harus hati-hati.”
Walikota Daniel membentaknya, “Brengsek! Untuk apa aku selamat jika masyarakat ngak selamat? Aku lebih rela mati di pelabuhan baru ini daripada membiarkan masyarakat terluka! Cepat evakuasi orang-orang, ngak usah peduli padaku!”
“Baik!” Sekretaris yang dimarahi lekas berlari ke dalam kerumunan.
“Alex, ayo kita ke tempat yang paling berbahaya!” Ucap Roselline saat tiba di sisi Alex.
Alex menganggukkan kepala, “Aku sudah mengamatinya sejenak, kurasa lokasi konstruksi adalah tempat yang paling mencurigakan, selain itu di sana ada sebuah gunung. Jika meledak, maka akan menyebabkan pergeseran gunung sehingga menyebabkan desa terkubur di dalam. Jadi, aku akan mulai memeriksa dari lokasi konstruksi.”
“Bagus, terus di mana lagi?” Roselline meminta pendapat Alex tanpa dia sadari.
Alex menunjuk beberapa bangunan tempat tinggal yang dibangun di sisi tenggara gunung, “Ada banyak orang di sana dan bom juga mudah disembunyikan di sana. Selain itu, akan menyebabkan kerusakan terbesar setelah meledak, jadi jika aku adalah Monster, mungkin aku akan memasang bom di sana dan di sana mungkin adalah titik utama.”
Kening Roselline penuh dengan keringat dingin, “Jika memang bomnya di sana, maka konsekuensinya tak bisa dibayangkan jika meledak! Aku akan segera ke sana dan memulai pelacakan secepat mungkin!”
“Bos, lihat ke sana, aku merasa pelabuhan juga sangat berbahaya!” Andi berkata dengan cemas, “Ada beberapa kapal besar di sana, jika meledak dan terbakar, maka akan menyebabkan insiden yang sangat fatal.”
“Benar! Bawa saudara-saudara ke pelabuhan! Aku akan meminta Pak Daniel untuk meminta bantuan pihak polisi!” Alex sendiri tercengang, memang tidak salah, meskipun pelabuhan berada jauh dari lokasi konstruksi, tapi pelabuhan adalah tempat terpenting dari semuanya!
“Pak Daniel, aku Alex, aku ingin meminta bantuan pihak kepolisian untuk menuju ke pelabuhan dan melakukan pengecekan kepada semua kapal besar di dekat pelabuhan, serta menemukan bom yang dikubur oleh musuh!”
“Baik! Aku akan segera mengutus orang!” Respon Pak Daniel sangat cepat, dia lekas menelepon Pak Olga, “Pak Olga, pelabuhan! Cepat periksa pelabuhan! Cepat!”
“Baik! Pak Daniel jangan khawatir, aku sudah memperhatikan tingkat bahaya di pelabuhan, dan sudah mengutus empat tim polisi khusus menuju ke pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan!” Pak Olga bukanlah orang bodoh, dia sangat berpengalaman terhadap pencegahan insiden ledakan.
__ADS_1
Waktu terus-menerus berlalu, tapi malah terlihat sangat mendesak dan lama.
Setiap komandan polisi yang hadir di tempat kejadian, setiap pejabat pemerintah dari berbagai tingkatan terlihat sangat cemas seperti batu besar menimpa hati mereka.
Mark mendorong Monster yang terluka parah, “Cepat jalan! Cepat katakan, apa yang telah kamu lakukan?”
Monster menyeringai sambil melihat orang-orang yang sibuk kepalang lalu tertawa keras, “Kematianku sangat berharga karena ada begitu banyak orang yang menemaniku!”
Srh! Mark langsung menusuk lengan Monster dengan belati di tangannya, lalu mencabutnya lagi, “Katakan! Cepat katakan!”
Monster seperti mati rasa, dia menatap Mark yang panik dengan dingin, “Brengsek, aku pasti akan mencekikmu di neraka saat kita mati bersama!”
“Sialan!” Mark pun murka mendengarnya, dia mengambil kayu sepanjang 1 m dari sisi jalan, lalu memukul tubuh Monster dengan kuat, “Benar-benar bejad! Aku pasti akan memotongmu menjadi seribu potong, puluhan ribu potong dan membuatmu hidup tersiksa!”
“Haha, ayo kalau berani! Keluarkan pisaumu dan gunakan dengan kuat. Jangan-jangan kamu banci? Haha!” Monster terus-menerus memancing Andi seolah-olah takut dirinya akan mati perlahan.
Menghadapi si Monster yang tidak takut mati, Mark pun mematahkan beberapa jari tangannya, lalu mematahkan beberapa jari kakinya. Tapi saat melihatnya terkadang tertawa senang dan terkadang bersikap dingin, hal ini membuat Andi kehabisan akal.
“Hei bocah, lagian aku juga ngak berencana untuk hidup, jadi bunuhlah aku! Oh ya, aku bisa memberitahumu satu hal, sini!” Ucap Monster kepada Mark.
Mark tidaklah bodoh, meskipun Monster diikat erat, tapi ada kemungkinan bahwa pria tua ini bisa diam-diam mencelakainya.
Oleh karena itu, Mark hanya mendekat sedikit, “Cepat katakan! Kesabaranku sudah habis, aku akan segera membantaimu di sini!”
Monster mengabaikan ancamannya dan berkata dengan dingin, “Aku beri tahu ya, ada tiga mesin peledak otomatis di pelabuhan baru yang bisa mengendalikan semua bom di tempat itu dari jarak jauh. Begitu waktu yang ditentukan tiba, duar!”
__ADS_1