Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 467 Ilody


__ADS_3

Roselline terdiam sejenak sebelum berkata, “Bagaimanapun, kamu telah bekerja sama dengan Red Shield. Ada banyak hal yang harus kamu selesaikan. Permintaanmu ini memang masuk akal, jadi aku akan melaporkannya kepada atasan.”


“Kuharap masalah ini bisa diluruskan sesegera mungkin. Bagaimanapun, kamu  juga tahu kalau para pembunuh itu akan segera tiba di Indonesia.” Alex berkata sambil berdiri.


Masalah ini sudah diutarakan dengan jelas, Erika juga sudah turun dari atas. Dia berencana untuk pulang setelah selesai bekerja, sehingga dia mengucapkan sampai jumpa pada Roselline dan berjalan ke arah Erika.


“Ayo kita keluar dan makan malam bersama.” Alex berkata sambil tersenyum.


Erika bertanya dengan sedikit penasaran, “Tumben, kenapa aku tidak pernah tahu kalau kamu suka makan di luar?”


Harus diketahui kalau Alex selalu masak di rumah. Karena keterampilan memasaknya bagus, dia lebih terbiasa untuk makan di rumah dan tidak terbiasa untuk makan di luar.


Alex tersenyum sembari melanjutkan, “Belakangan ini aku menemukan mi daging sapi yang sangat lezat, jadi aku ingin mengajakmu untuk mencicipinya.”


Erika menganggukkan kepala sembari meraih lengan Alex dan berjalan keluar bersama-sama.


Mobil dihentikan tepat di jalan masuk gang dan Alex pun membawa Erika ke dalam. Meskipun gang ini sangat sempit, nyatanya masih ada banyak kios yang buka di kedua sisi gang. Ada beberapa kios makan malam dan makanan ringan tengah malam.


Setiap kios terlihat sangat sederhana. Terlihat kepala kompor, beberapa meja panjang rendah dan bangku rendah. Pemilik kios menumis bahan-bahan dalam panci besi dan terlihat percikan api yang membumbung dari bagian tepi panci besi sebelum akhirnya menghilang.


Alex membawa Erika ke kios yang berada di tengah dan mencari tempat untuk duduk.


“Bos, aku ingin memesan dua mangkuk mi daging sapi!” Alex berteriak pada pemilik kios. Meskipun pemilik kios adalah seorang paman paruh baya dengan perut besar, dia sangat cekatan dan begitu telaten saat memotong bahan untuk memasak mie. Orang lain yang memperhatikannya pasti akan merasa senang ketika melihatnya.


Hanya saja orang-orang di sekitar yang sedang memakan mie tidak lagi menikmati aroma yang sedap dari mi dan malah melihat ke arah Erika.


Mereka sama sekali tidak tahu bagaimana cara menjelaskan perasaan yang mereka rasakan saat ini.


Cantik sekali!


Wanita cantik seperti dia mengikuti suaminya datang ke tempat terpencil untuk makan mi adalah sebuah hal yang tidak biasa dilihat.


Ini bagaikan seekor angsa cantik berada di antara kelompok anak ayam.


Sungguh terlalu menarik perhatian!


Pemilik kios melihat ke arah Alex dan langsung menjawab, “Baiklah, kamu duduklah dulu.”


Setelah pemilik kios selesai memasak mie, dia membawakan kedua mangkuk mie ke hadapan Alex dan Erika. Akan tetapi, dia tidak pergi setelah menyajikan mie dan malah mencari kursi untuk duduk.

__ADS_1


“Sungguh merupakan suatu kejutan bagiku untuk melihat Komandan Alex datang kemari. Seingatku nggak ada dendam di antara kita sebelumnya, kan?” Pemilik kios bertanya sembari terkekeh.


Erika melihat ke arah Alex dengan sedikit penasaran. Alex malah menunjuk ke arah mie yang ada di hadapannya dan berkata, “Cepatlah makan selagi masih panas. Kalau gak nanti mie akan mengental. Mie daging sapi Ilody memang sangat enak.”


Barulah Erika memfokuskan diri untuk makan mie.


Alex melihat pria paruh baya itu sambil makan, “Aku tahu, tetapi bisnis kalian di Indonesia juga bagus. Bukan hal yang keterlaluan bagiku untuk datang memberikan tugas, kan?”


Ilody tersenyum dan berkata, “Tentu saja nggak. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami, bisa membuat seseorang yang kuat juga terkenal seperti Komandan Alex menghargai keberadaan kami.”


“Aku sudah membawanya kemari. Aku akan menyerahkan tugas perlindungan pada kalian. Kurasa kalian juga sudah mendengar masalah di situs web. Aku nggak akan khawatir dengan bahaya yang akan kualami. Akan tetapi, masalah pembantaian yang melibatkan istri dan anak ini sudah kelewat batas. Bukankah menurutmu aku harus melakukan beberapa persiapan?”


Alex tersenyum tipis dan melihat ke mulut gang. Dia bisa melihat beberapa orang mulai memasuki gang.


Dia sama sekali tidak merasa khawatir dan tidak perlu untuk menyerang. Lagi pula, dia mengenal Ilody juga mengetahui Organisasi Wind.


Kantor pusat Organisasi Wind tersembunyi dengan sangat baik di Indonesia. Selama mereka bersikap sangat rendah hati dan tidak menimbulkan masalah bagi Red Shield, Red Shield juga senantiasa menutup sebelah mata terhadap mereka.


Bagaimanapun juga, ada peraturan yang harus ditaati oleh Organisasi Wind, yaitu tidak boleh melakukan apa pun yang akan mengancam keamanan Indonesia.


Ilody dari Organisasi Wind adalah sosok terkenal di seluruh dunia. Dia juga sangat aktif di seluruh dunia saat menjadi Bos Gang Beruang Hitam.


Sejak saat itulah, seluruh mitra internasional memberinya panggilan seperti itu.


Sedangkan nama asli Ilody sendiri, tidak begitu banyak orang yang mengetahuinya.


Organisasi Wind selalu berpusat di Indonesia dan pada dasarnya, tugas yang mereka kerjakan juga di Indonesia. Akan tetapi, kemunculan Ilody telah membuat semua orang mengetahui Organisasi Wind.


Munculnya Ilody bisa disebut sebagai puncak kemunculan badai internasional.


Pada awalnya, Ilody adalah mimpi buruk yang telah mengendalikan banyak orang dan tidak ada yang tahu siapa yang akan dibunuh oleh Ilody selanjutnya.


Alex sudah pernah mendengar bagaimana Ilody bisa kembali ke Indonesia dan menjadi anggota di balik Organisasi Wind. Akan tetapi, hal ini tidak benar dan dia juga belum mendengarnya dari mulut orang yang bersangkutan.


“Tugas perlindungan akan selalu diambil alih oleh Organisasi Wind, tapi ruang lingkup bisnis Organisasi Wind hanya sebatas di Indonesia. Kurasa kamu juga pasti mengetahui hal ini.” Ilody berkata dengan nada datar.


Alex menganggukkan kepala dan berkata, “Tentu saja aku mengetahuinya.”


Tepat setelah dia menyelesaikan ucapannya, empat atau lima orang yang tadinya di mulut gang sudah sampai di sisi Alex dengan kedua tangan terselip di dalam saku mereka. Mereka langsung berhenti sejenak setelah sampai di depan Alex.

__ADS_1


Mereka mulai mengeluarkan senjata dari dalam saku satu per satu. Akan tetapi, mereka tidak menghadap ke arah Alex melainkan Erika.


Sekarang semua orang tahu bahwa Erika sama sekali tidak memiliki kemampuan seni bela diri dan hanya merupakan seorang wanita biasa.


Oleh karena itu, membunuh Erika akan jauh lebih mudah daripada membunuh Alex.


Sayangnya, mereka hanya bisa mengeluarkan senjata mereka tanpa bisa melakukan apa yang hendak mereka lakukan.


Alex menyipitkan kedua mata dan melihat ke arah Ilody.


Meskipun sosok Ilody sudah berubah, cara membunuhnya masih terlihat aneh dan gesit.


Tepat saat Ilody menyerang, Alex diam-diam mulai bersikap waspada.


Kekuatan pihak lain tidak terlihat begitu lemah. Kalau mereka berniat untuk menyerangnya, maka dia harus menggunakan 80% dari kekuatannya untuk membunuh mereka.


Srak!


Terlihat darah segar yang mulai bercucuran dari leher beberapa orang yang mengeluarkan senjata itu sebelum akhirnya terjatuh ke atas tanah.


Adegan ini sontak membuat orang biasa yang ada di sana menjadi ketakutan dan langsung melarikan diri.


Tidak lama kemudian, hanya tersisa Alex bertiga yang masih ada di dalam gang kecil ini.


Melihat Erika sudah selesai makan, sorot mata Alex melembut sambil berkata, “Apa kamu sudah kenyang? Kalau belum maka pesanlah satu mangkuk lagi.”


Erika menggelengkan kepalanya, “Aku sudah kenyang. Aku ini bukan babi, bagaimana mungkin bisa makan begitu banyak?”


“Kamu terlihat seperti babi di mataku.” Alex tersenyum senang.


Erika yang mendengarnya menjadi marah dan mencubitnya.


Keduanya berdiri dan berjalan keluar, sementara Ilody berdiri di depan kiosnya. Pandangan matanya tertuju pada Alex dan Erika.


“Alex!”


Setelah menunggu beberapa saat, dia baru meneriakkan namanya setelah kedua orang tersebut sudah sampai di mulut gang.


Alex menoleh dan melihatnya dengan kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2