
Terus! Trang, buk, plak…penghancuran ekstrim Alex berlangsung lagi.
“Bajingan! Alex! Kenapa kamu bisa di sini? Masuk dari mana kamu?” Terdengar suara marah Kennedy!
Sepasang tangan Alex yang sedang melakukan penghancuran tiba-tiba berhenti dan menyesal dalam hati: Mampus! Terlalu fokus! Ditambah suara membuka kulit sapi itu sangat nyaring sehingga ngak dengar suara Kennedy masuk! Gimana ini?
Namun, Alex selalu bersikap tenang meskipun berada dalam situasi berbahaya. Tangannya sedang memegang sebuah lukisan dengan kasar, lalu melihat Kennedy yang berdiri di depan pintu, “Tuan Mahari, aku datang membantumu memeriksa lukisan-lukisan ini, haha! Aku berkunjung untuk melihat lukisan-lukisan koleksi mu yang mahal, kamu ngak keberatan, kan?”
Kennedy sangat marah, “Alex, dasar bajingan! Lukisan di tanganmu adalah lukisan asli Picasso! Bisa-bisanya kamu memegangnya dengan cara begitu? Sungguh bikin kesal!”
Alex melemparkannya ke atas meja, entah apakah lukisan itu akan rusak karena robek atau tidak.
Dia merentangkan tangan dan berjalan ke arah Kennedy, “Maaf, Tuan Mahari. Kalau begitu aku ngak akan melihat lukisanmu lagi, aku pergi saja.”
“Pergi? Alex, aku punya dendam denganmu, karena kamu sudah datang, maka jangan berharap bisa pergi!” Kennedy tidak menyembunyikan tujuannya, “Kamu akan mati di sini dan ngak akan bisa pulang lagi!”
Alex mengedipkan mata, “Mungkin kamu tak bisa mengalahkanku jika dengan dirimu seorang.” Lalu, dia berjalan ke arah Kennedy!
Meskipun Kennedy sangat marah, tapi dia mundur selangkah, dan menepuk ke salah satu bagian pintu secara tiba-tiba!
Srh! Dua buah pintu kaca tertutup seketika di bawah sinar lampu!
Sedangkan Alex sudah menyerang ke sana seperti tombak dan menyerang ke arah pintu kaca!
Bang! Tubuh Alex menabrak pintu kaca yang tebal, tapi pintu kaca itu lebih keras dari baja sehingga tidak bergerak sama sekali!
__ADS_1
Alex menabraknya sampai pusing, dan jatuh ke lantai. Dia menggelengkan kepala dengan kuat dan berusaha berdiri, “Kennedy, ngapain kamu membuat pintu kokoh begini? Kamu mau mengurungku ya?”
Dalam hati Alex pun kaget ketika berkata begitu: Aduh! Ini adalah ruang bawah tanah, ngak ada air dan makanan lagi! Meskipun aku hebat, tapi aku juga bakal mati kelaparan karena kekurangan asupan makanan!
Kennedy menyeringai, “Haha! Alex, rasakan itu! Gudang harta karunku ngak boleh dimasuki orang lain dan siapa yang masuk akan mati! Karena sudah masuk, maka waktu kematianmu akan tiba! Kamu boleh mengatakan kata-kata terakhirmu.”
“Mengatakannya padamu? Haha.” Alex duduk santai di kursi sambil menyilangkan kakinya, “Kennedy, apa kamu bisa membantuku mengabulkannya jika aku memberitahumu?”
Kennedy menyeringai, “Tentu saja ngak akan! Aku ingin kamu meninggal dengan membawa penyesalan! Sekarang kamu adalah tikus kecil di tanganku. Apa kamu tahu permainan kucing menangkap tikus?”
Alex memiringkan kepalanya untuk melihat Kennedy melalui kaca tebal, “Ayo sini kalau bisa.”
Kennedy menatap Alex dengan marah, “Hmm! Alex, aku ingin kamu mati! Ingin kamu mati pelan-pelan!”
“Apa maksudmu?” Kennedy menatap Alex dengan marah, “Apa yang ingin kamu lakukan?”
Alex merasa bosan, jadi dia berkata, “Aku ngak bermaksud apa-apa, lagipula aku sudah terkurung di sini, dan ngak bisa melakukan apa-apa. Eh kebetulan ada banyak mainan di sini, jadi aku bisa memainkannya.”
Sreeet! Setelah berdiri, dia datang ke samping meja untuk mengoyak lukisan Picasso itu! Kemudian dia merobeknya menjadi kepingan dengan sabar dan membuangnya ke lantai.
“Ah!” Kennedy berteriak keras, “Bajingan! Dasar bajingan! Kenapa kamu merobeknya? Harga lukisan ini saat ini bernilai miliaran! Dasar bajingan!”
Alex tertawa senang ketika melihat Kennedy sakit hati, kemudian dia membuka sebuah kotak aluminium dengan kasar. Ternyata di dalamnya tersimpan sebuah botol hitam dengan dua pegangan. Dia mengambilnya sambil berkata, “Botol hitam jelek ini, apa gunanya? Jika dipakai untuk buang air terlalu besar, jika dijadikan bak air terlalu kecil, benar-benar ngak berguna.”
Plak! Alex langsung melempar botol itu ke lantai dan pecah menjadi puluhan keping!
__ADS_1
“Apa? Dasar bajingan! Hentikan! Hentikan!” Kennedy sangat sakit hati ketika melihat pecahan di lantai, dia benar-benar ingin membunuh Alex.
Alex mengambil sebuah botol yang cantik, lalu melihatnya di bawah sinar cahaya mutiara.
Kennedy sangat cemas: Botol ini lebih mahal dari botol tadi, ini setidaknya senilai ratusan miliar, jika dilelang, maka bisa dilelang empat ratus miliar!
Alex sengaja membuatnya marah, “Kennedy, pernahkah kamu mendengar suara giok hancur?”
“Tidak! Jangan dilempar! Aku bisa memberikan semua harta karun ini padamu! Jangan lempar lagi! Aku mohon padamu!” Harta yang telah dikumpulkan dengan susah payah oleh Kennedy setidaknya senilai ratusan miliar per satuan, jika dihancurkan secara sewenang-wenang, maka itu benar-benar pemborosan namanya.
“Mengapa aku harus mendengarkan ucapanmu?” Selesai berbicara, Alex sengaja mengangkat tinggi-tinggi botol itu, lalu melepaskan genggamannya.
Plak! Suara yang renyah!
Kennedy langsung terduduk di lantai, “Dasar bajingan! Benar-benar biadab!”
“Terima kasih atas pujianmu.” Alex menatapnya dengan acuh tak acuh, “Sebenarnya, ruangan sebesar ini harusnya sangat tertutup, jika kamu membuang gas beracun, maka aku akan segera mati.”
“Kamu!” Kennedy telah melihat banyak pahlawan akan ketakutan ketika mereka menghadapi kematian, mereka juga akan meminta ampun, bahkan bisa melakukan berbagai cara agar diampuni…tapi Alex yang berdiri di depannya ini berbeda, apa dia tidak waras? Apakah dia benar-benar ingin mati?
Sebenarnya Alex sangat kesal, dia masuk ke kediaman keluarga Mahari sendirian, lalu malah dikurung di tempat begini. Dia selaku bos Gang Beruang Hitam merasa sangat malu!
Selain itu, dia sudah diam-diam melihat ponselnya tadi, di sini tidak ada sinyal, jadi dia kehilangan komunikasi dengan dunia luar.
“Baik, jika kamu ingin mati, maka aku akan mengabulkannya!” kata Kennedy dengan marah dan dia sudah berpikir jelas.
__ADS_1