Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 507 Aku yang Membeli Perusahaanmu


__ADS_3

Saat itu, Aston tidak menyangka bahwa Alex dan Friska akan membantu mereka meninggalkan tempat ini.


Wajah Geya terlihat sangat tenang. Dia melihat gaun pengantinnya dan tersenyum sambil berkata, “Aku ganti baju dulu.”


Aston mendorong keluar dua koper mereka. Semua barang mereka sudah disusun dalam koper. Berly bertanya dengan cemas, “Apakah kamu sudah membawa semua dokumen?”


Aston menganggukkan kepalanya.


Melihat kedua orang yang begitu sibuk itu, Alex pun menuang teh sendiri. Dia lalu mengetuk meja dan berkata, “Sebenarnya kalian berdua boleh duduk dan mengobrol pelan-pelan.”


Kedua orang yang sedang menyusun barang itu menatap Alex dengan penasaran. Sedangkan Alex hanya tersenyum dan berkata, “Sebenarnya kalian nggak perlu meninggalkan tempat ini. PT. Infood sangat besar dan juga berkembang dengan baik. Akan sangat disayangkan kalau kalian menelantarkannya.”


Aston menjawab dengan tidak berdaya, “Sebenarnya sebelum melakukan persiapan untuk pergi, aku sudah menjual saham PT. Infood dengan harga yang murah. Saat ini, aku bukan lagi Direktur PT. Infood.”


Alex tersenyum, “Aku tahu. Kalau begitu, apakah kamu mempunyai minat untuk bekerja di PT. Infood? Aku bisa memberimu sepuluh persen sahamnya.”


Aston menatap Alex dengan pandangan bingung, apa maksudnya itu?


Kenapa Alex menyuruhnya datang bekerja di PT. Infood dan bahkan mau memberinya sepuluh persen saham?


Apakah ada kesalahpahaman?


Alex menjelaskan, “Orang yang membeli PT. Infood adalah aku. Saat ini, PT. Infood adalah salah satu perusahaan cabang di bawah kelolaku.”


Aston tercengang, “Kamu ... kamu yang membeli perusahaan kami? Tapi kenapa aku nggak tahu? Aku selalu memperhatikan kepada siapa saham itu aku jual dan yang membelinya adalah PT. Atish.”


Alex menganggukkan kepalanya, “Benar. PT. Atish adalah perusahaanku. Biarkan aku memperkenalkan diri secara resmi. Aku adalah Alex Gunawan, direktur dari PT. Atish.”

__ADS_1


Melihat Alex yang mengulurkan tangannya, Aston pun melongo. Ada apa ini?


Akan tetapi, dia menyalami tangan Alex tanpa sadar.


Alex pun tersenyum, “Aku baru datang dari tempat lain, jadi mungkin kamu belum mengenalku dengan baik. Tapi kalau kamu pergi bertanya pada orang-orang, kamu akan tahu kalau reputasiku sangat bagus dan bekerja padaku adalah pilihan yang tepat. Lagi pula, kamu juga nggak ingin meninggalkan Provinsi Sulawesi Tenggara dan rumahmu ini, kan?”


Alex ingin Aston tetap tinggal di sini. Bagaimanapun juga, dia memerlukan seseorang untuk mengurus PT. Infood karena tidak ada orang dari PT. Atish yang bisa melakukannya saat ini. Lagi pula, Aston pada dasarnya juga sangat pintar berbisnis. Jadi, dia adalah pilihan yang tepat untuk mengurus PT. Infood.


Dia juga memerlukan orang lokal yang bisa dia tarik untuk bekerja sama dengannya. Dengan begitu, dia baru bisa memahami peraturan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan baik.


Aston menjawab dengan cepat, “Kalau dulu, aku pasti akan menyetujuinya. Tapi saat ini, aku sudah menyinggung keluarga Bazel. Jadi, keluarga Bazel pasti nggak akan membiarkan kami untuk tetap tinggal di sini. Kalau kami nggak cepat-cepat pergi, kami pasti akan mati di sini!”


Dia mengetahui dengan jelas kedudukan keluarga Bazel yang bisa dengan gampang membangkrutkan sebuah perusahaan. Jadi, jika dia lanjut mengelola PT. Infood, dia pasti akan menghadapi kesulitan besar.


Bahkan nyawa seluruh keluarganya juga akan terancam.


Dia menasehati Alex, “Setelah apa yang kamu lakukan hari ini, keluarga Bazel juga nggak akan melepaskanmu. Jadi, kamu juga sebaiknya meninggalkan tempat ini dengan cepat.”


Alex juga menyadari bahwa setelah Geya mengalami hal-hal ini, seluruh auranya juga menjadi berbeda. Dulu, Geya terkesan seperti seorang wanita yang sangat rendah.


Namun sekarang, dia akhirnya terlihat sedikit mirip dengan seorang putri kecil.


Geya berjalan ke samping Friska dan langsung memeluknya. Kemudian, dia menolehkan kepalanya ke arah Aston, “Oh iya. Ayah, aku belum memberitahumu. Sahabatku ini adalah bos besar Perusahaan Jaya Shield. Yang satu ini malah lebih hebat lagi, dia adalah direktur PT. Atish.”


Aston mendengus, “Sudah terlambat. Aku sudah tahu.”


Geya menjulurkan lidahnya, “Aku juga baru teringat untuk memperkenalkan kalian. Aku sudah mendengar pembahasan kalian tadi dan merasa bahwa apa yang dikatakan Alex itu masuk akal. Aku juga nggak ingin meninggalkan tempat ini. Bagaimanapun juga, tempat ini adalah rumahku.”

__ADS_1


Raut wajah Aston langsung berubah, “Jangan membuat ulah! Apakah kamu tahu bahwa keluarga Bazel pasti sudah bersiap-siap datang kemari. keluarga Bazel juga terlibat dalam industri yang melanggar hukum. Jadi, mereka tinggal menyuruh beberapa preman bawahan mereka untuk datang kemari dan kita nggak akan bisa menanganinya!”


Berly juga merasa bahwa Geya sedang bercanda. Waktu itu, mereka sudah memutuskan untuk meninggalkan tempat ini setelah menyelesaikan masalah ini.


Mereka baru susah payah kabur dari hotel itu. Jadi, saat ini, mereka hanya perlu menyusun barang-barang mereka dan naik ke dalam pesawat.


Masalah yang harus mereka bereskan juga sudah terselesaikan.


Pada akhirnya, perubahan mendadak seperti ini adalah yang paling tidak bagus.


Wajah Alex penuh dengan senyuman. Dia sedang menunggu Geya untuk meyakinkan mereka.


Geya menunjuk ke arah Alex, “Asalkan ada dia, keluarga Bazel bukanlah apa-apa. Bukankah Richard juga sangat berkuasa? Tapi pada akhirnya, bukankah mereka juga dikalahkan oleh PT. Atish? Saat ini, direktur PT. Atish sudah datang ke sini secara pribadi. Tentu saja dia nggak akan membiarkan keluarga Bazel hidup tenang.”


“Apa yang kamu tahu? Kita nggak boleh meremehkan kemampuan keluarga Bazel di sini. Dalam kondisi seperti ini, hal sekecil apapun bisa mempengaruhi seluruh situasinya. Kamu akan menjadi musuh semua orang kalau kamu melakukan apapun pada keluarga Bazel.”


Aston mengetahui dengan jelas seberapa penting kedudukan keluarga Bazel. Keluarga Bazel bagaikan inti dari kota ini, jadi semua industri yang ada di sini pun berhubungan dengan keluarga Bazel.


Alex mengatakan bahwa dia ingin melawan keluarga Bazel, bukankah itu berarti dia ingin melawan semua orang?


Bagaimana mungkin dia bisa berhasil?


Aston menatap Alex dengan serius, “Mungkin kamu nggak tahu. Masalah Richard setidaknya masih mempunyai titik tengah. Namun di sini, kalau kamu menyentuh keluarga Bazel, seluruh kota ini akan memasuki kemerosotan ekonomi. Menurutmu, siapa yang akan mengizinkanmu berbuat begitu?”


Alex menunjuk ke langit, “Hal seperti ini bukanlah keputusanku sendiri. Pemerintah juga ingin coba menyentuh keluarga Bazel karena mereka sudah berakar terlalu lama di sini sehingga menyebabkan pemerintah kehilangan kontrol atas tempat ini secara berangsur. Semua hal yang ada di sini mulai ditentukan oleh keluarga Bazel. Jadi, tentu saja mereka nggak akan mengizinkan hal itu terjadi.”


Aston tertegun sejenak setelah mendengar kata-kata itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa inilah situasi yang sebenarnya. Jika memang pemerintah yang ingin turun tangan, sifat masalahnya akan berbeda.

__ADS_1


Alex tersenyum, “Jadi, kamu boleh mempertimbangkannya lagi. Kalau kamu nggak ingin meninggalkan tempat ini, aku masih bisa membantumu untuk dapat hidup dengan damai di sini.”


Kali ini, Aston benar-benar tenggelam dalam keraguan karena dia tentu saja tidak ingin meninggalkan tempat ini.


__ADS_2