Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Borez Bertemu Dengannya


__ADS_3

Oleh karena itu, Jenderal Barni sangat terkenal di kota Taranesa, dia tidak hanya seorang pengedar narkoba besar yang diperhatikan dan ditindas secara diam-diam oleh pemerintah, tetapi juga seorang pembunuh yang sadis.


Alex memperingatinya, “Orang ini bukanlah orang baik, kamu harus lebih berhati-hati.”


“Hmm! Aku tentu saja akan berhati-hati.” Nova meliriknya, tiba-tiba ponselnya bergetar, jadi dia mengeluarkan ponselnya dengan cepat dan melihat. Ternyata ini adalah pesan yang dikirim dari perangkat lunak internet: Telah dipastikan kalau Borez ada di kota Tomohon.


Nova pun menunjukkan ekspresi serius, “Sudah dipastikan kalau Borez ada di kota Tomohon. Tapi, tidak diberi tahu di mana alamat Borez. Mungkin informanku nggak bisa mendekati Borez.”


Dia memperlihatkan pesan tersebut kepada Alex. Alex pun mengangguk, “Jangan khawatir, biar aku yang menghadapinya!”


“Kamu? Atas dasar apa?” tanya Nova dengan bingung.


Alex berkata, “Atas dasar dia membuatmu khawatir, jadi bocah itu pantas mati.”


“Hahaha!” Nova tertawa senang, “Aku suka mendengar kata-kata ini.”


“Informanmu nggak bisa kemari lagi, kan?” Alex melihat ke luar jendela lagi.


“Iya. Nggak datang lagi. Aku sebaiknya mentraktirmu makan.” Nova melihat jam tangannya.


Alex baru saja mau menolak, tapi ponselnya sudah berdering, “Kapten Nova tolong kamu segera kembali ke kantor karena ada kasus yang harus didiskusikan denganmu.”


Nova tertawa pahit, “Baiklah.” Dia pun berdiri setelah mengakhiri telepon, “Maaf, aku harus kembali ke kantor dulu.”


Alex tertawa, “Sepertinya waktu bekerja dan istirahat polisi tidak pernah menentu. Pergilah, hati-hati di jalan.”


“Iya.” Ketika Nova hendak pergi, dia nggak bisa menahan diri untuk menoleh ke belakang. Sebenarnya dia ingin memeluk Alex dan menciumnya.

__ADS_1


Tapi pada akhirnya dia memilih untuk pergi begitu saja.


Alex tahu jelas kalau Friska dan Jasmin masih lembur, tetapi dia malah sangat santai. Ketika dia melihat ke luar jendela sekali lagi, tiba-tiba dia merasa pemikirannya sebelumnya bisa dipastikan yaitu: Ada orang yang sedang mengawasinya!


Alex yang merasakan ini, malah tidak mau pergi. Dia memesan segelas kopi lagi dan minum dengan perlahan.


Dia yang hidup dalam lingkungan berbahaya selama jangka panjang membuatnya tidak berani duduk di depan jendela, malah menyusut ke belakang jendela. Orang yang mengawasinya dari luar tidak bisa melihatnya lagi. Tak lama kemudian, pemuda yang memakai jaket warna-warni, juga diikuti seorang pria kekar, lalu dalam tubuh pemuda itu seolah-olah tersembunyi kekuatan yang besar dan mereka bersama-sama mendekati Alex.


Alex hanya menggunakan sudut matanya sudah dapat melihat kulit kedua orang ini sangat hitam! Tapi hitam ini karena sinar matahari bukan karena mereka orang yang berkulit hitam.


“Um.” Alex mengangkat gelas kopinya, lalu menengadahkan kepalanya untuk melihat dua pemuda yang muncul di depannya.


Wajah pemuda yang berjaket warna-warni itu penuh dengan janggut. Dia langsung duduk di depan Alex dengan sombong. Jari kirinya penuh dengan cincin dan setiap cincin sangat mahal!


“Alex?” Begitu pemuda berjaket warna-warni itu berbicara, Alex pun dapat mendengar bahwa dia orang luar negeri.


Saat ini, mata pemuda yang memiliki energi kuat itu melintas rasa kekejaman ketika mendengar Alex langsung memanggil nama Borez. Lalu dia mengeluarkan dan membuka sebuah kotak cerutu yang sangat berkilau.


Kotak cerutu ini terbuat dari emas murni! Di atas bertatahkan berlian! Dapat dilihat seberapa mewahnya kehidupan sekelompok orang ini.


Plak! Pemuda yang penuh dengan kekuatan itu membungkukkan badannya sedikit dan menyalakan cerutu untuk Borez.


Borez menyesapnya dengan senang, lalu pelan-pelan menghembuskan asap dan tersenyum, “Baik! Alex, kamu sungguh hebat.”


Alex dapat merasakan permusuhan dari pemuda yang penuh kekuatan itu, jadi mulai mengamati seni bela dirinya yang terlihat dalam gerakannya.


Dia dapat memastikan orang ini adalah master muay thai yang sudah berlatih dalam jangka waktu yang panjang. Jika di Indonesia, dia pasti adalah grandmaster muay thai yang sulit dikalahkan.

__ADS_1


Selain itu, pinggang orang ini terselip sebuah pisau dan pistol. Meskipun dia terus menyembunyikannya, tapi bagaimana dia bisa menyembunyikannya dari penglihatan Alex?


“Borez, kita harusnya nggak kenal juga nggak pernah ada persimpangan, kan?” Alex menyesap kopinya sambil mengerutkan dahi. Entah itu karena dirinya tidak suka dengan kopi atau asap yang dihembuskan oleh Borez.


“Haha. Alex, ngapain kamu bersikap begitu sombong padaku? Aku dapat melihat kalau masa depan kota Tomohon akan menjadi milikmu. Jadi, aku mencarimu untuk membahas perihal kerja sama. Menurutku kamu adalah orang yang pintar, pasti nggak akan menolak kerja sama ini. Jika menggunakan kata Indonesia bilang siapa yang nggak mau mendapatkan uang banyak.” Borez menatap Alex dengan momentum yang kuat.


Alex tidak berpendapat, hanya berkata, “Tuan Borez, bukankah sebelumnya kamu bekerja sama dengan Richard?”


Borez mengangguk, “Iya. Tapi, Richard nggak bisa mengumpulkan uang tunai di bisnis kali ini sehingga membuatku kecewa.”


“Mungkinkah dia nggak bisa mengumpulkan uang? Haha, sebenarnya aku juga nggak bisa mengumpulkan uang segitu di dalam waktu singkat. Selain itu, Tuan Borez, aku mempunyai kelebihan yaitu gak menyentuh narkoba.” Alex meletakkan gelas kopinya dengan pelan.


“Em? Apa kamu sedang mempermainkanku?” Borez pun tidak senang, lalu petinju muay thai di sampingnya mulai mengepalkan tangan dan menatap Alex dengan marah seolah-olah ingin meninju Alex.


“Bagaimana mungkin aku berani mempermainkan Tuan Borez? Aku hanya mengatakan sebuah fakta. Aku mengatakan kita sebelumnya nggak ada bisnis apa pun, selain itu masalah Tuan Borez ke kota Tomohon sudah menarik perhatian pihak polisi. Tempat ini memiliki peraturan ketat terhadap narkoba, jadi Tuan Borez bisa kembali ke kota Taranesa atau gak sudah menjadi masalah, oleh karena itu aku pasti nggak akan bekerja sama dengan kalian.”


Ucapan Alex sangat masuk akal. Tapi, Borez tidak akan menerimanya jika kata ini bukan dikatakan oleh ketua Geng Serigala.


Sekarang, Borez hanya menganggap dia bertemu seorang preman di kota Tomohon, jadi bagaimana mungkin dia mau mendengarkan hal ini?


Jari tangan Borez mengetuk pelan di meja, “Alex, yang kamu tolak adalah kekayaan yang bernilai puluhan milyar, juga kekayaan yang tak akan habis. Kamu ini gangster, tapi nggak menyentuh narkoba, jadi bagaimana kalian mendapatkan uang?”


Alex terus menggeleng, “Aku tentu saja mempunyai cara sendiri untuk mendapat uang.”


“Oh?” Begitu petinju muay thai mendengar penolakan Alex, dia pun membelalak matanya dan menatap Alex dengan kejam seolah-olah tidak akan mengampuninya.


Alex sebagai ketua Geng Serigala tetap bersikap tenang menghadapi Borez serta anak buahnya, bahkan mengabaikan ancaman dari petinju muay thai itu, “Tuan Borez, jika nggak ada masalah lain, maka aku pamit dulu. Aku khawatir akan menarik perhatian pihak polisi jika bersamamu terlalu lama, bagaimana kalau polisi salah membunuh orang, bukankah itu nggak adil padaku?”

__ADS_1


Selesai berbicara, Alex pun berdiri bersebelahan dengan petinju muay thai, tapi dia nggak melihatnya, hanya berjalan keluar dari kedai kopi.


__ADS_2