Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Terlalu Baik


__ADS_3

Jasmin semakin terpesona pada Alex! 98 set properti di luar kota?! Betapa banyaknya kekayaan di dalamnya!


“Tidak! Jangan! Ini ngak mungkin.” Mail bergumam, tapi nada bicaranya tidak sekuat tadi.


Alex tersenyum datar, "Hidup adalah pilihan. Pak Mail, jika kamu memilih untuk menentang salah satu dari tiga syarat yang aku berikan, itu berarti kerja sama kita berhenti. Begini, aku tetap ngak akan melaporkanmu, tapi jika sesuatu terjadi pada 2 anak di dalam video tadi, mungkin itu juga wajar-wajar saja."


"Jangan! Jangan!" Mail berteriak dan menangis sambil menutupi wajahnya, "Alex, kamu ini iblis."


“Terima kasih atas pujiannya.” Alex sangat tenang, “Sebenarnya, aku memperlakukanmu seperti ini karena kekayaan di tanganmu adalah hasil dari menggelapkan aset milik negara. Aku tidak lain hanya membantu negara mengambil kembali aset-aset ini dan menggunakannya pada proyek pembangunan negara. Selain itu, aku juga masih berbelas kasihan kepadamu dengan tidak membiarkanmu dihukum. Jadi, aku ini benar-benar terlalu baik. Gimana menurutmu?"


Meskipun Hengky terus mendengarkan dengan tenang, tapi dia juga diam-diam memberi Alex acungan jempol: Kak Alex memang hebat! Hanya dengan setumpuk dokumen saja dia bisa menundukkan Pak Mail yang arogan ini!


Mail yang tertekan terus menangis dan tidak bisa berbicara untuk waktu yang lama, yang terdengar hanya suara tangisan.


Dia masih punya umur yang panjang. Tentu saja dia tidak ingin masuk penjara, dan dia lebih tidak ingin sesuatu terjadi pada kedua putranya!


Meskipun Alex merampok sebagian besar kekayaannya dengan cara ini, tapi kekayaannya yang tersisa masih cukup untuk menafkahi para simpanannya!


Namun, setelah kehilangan begitu banyak properti secara tiba-tiba, Mail merasa jantungnya hampir berhenti berdetak!


Alex membuat gerakan menggores kepada Jasmin, dan Jasmin tiba-tiba tersenyum riang seperti bunga yang bermekaran.


Dia merasa kali ini benar-benar untung besar!


"Kuberi waktu 10 menit untuk pikirkan baik-baik. Aku benar-benar ngak takut kamu akan menyesalinya. "Alex berdiri, dan ketika dia berjalan keluar dari ruangan, dia menoleh ke belakang dan berseru, "Heng, jaga dia baik-baik. Tapi kamu juga ngak perlu khawatir, aku percaya Pak Mail ngak akan melarikan diri."


Setelah dia sampai di ruangan lain, Jasmin menatap Alex dengan terkesima, "Tuan Alex, trikmu benar-benar sempurna! Dia juga paling-paling hanya akan dimasukkan ke dalam penjara kalau kita melaporkannya. Trikmu kali ini benar-benar patut diacungi jempol! Habislah Mail kali ini! Haha."

__ADS_1


Alex menghela nafas, "Makanya, aku pikir aku sudah sangat baik kepada Mail. Dia salah sendiri, ada kerjaan baik-baik ngak mau, malah cari masalah denganku. Ini yang namanya cari penyakit sendiri."


Jasmin mengangguk, "Ya! Seperti peribahasa Bagaimana ditanam, begitulah dituai. Koruptor besar sepertinya memang sudah sepantasnya menerima ganjaran seperti itu. Tuan Alex, kamu memang sudah cukup baik dengan tidak membuatnya bangkrut."


Sepuluh menit kemudian, ketika Alex dan Jasmin kembali ke ruangan tersebut, Mail terlihat seperti orang bodoh.


Apa yang bisa dia lakukan selain mengakui kekalahan? Pada akhirnya dia mengangguk dan berkata, "Alex, aku setuju."


Alex tersenyum dan berkata, "Ngak terima ya? Tapi tidak apa-apa. Aku ngak masalah kok. Emang apa yang bisa kamu lakukan padaku? Mail, selanjutnya, dalam proses 'kerja sama' kita, aku harap, pertama, pasokan baja untuk lokasi konstruksi PT. Atish harus dipasok tepat waktu. Kedua, aku akan mengirim seseorang untuk menerima pengalihan properti-properti itu secara terpisah, dan kamu ngak boleh melawan sedikitpun. Ketiga, kompensasi  44 miliar kepada PT. Atish harus dibayar dalam waktu 1 jam."


“Kalau salah satu di antara ketiganya ngak terpenuhi, maka salah seorang anak akan kehilangan beberapa bagian tubuh atau semacamnya. Tentunya, jika hanya sekedar jari atau sejenisnya, itu ngak masalah jika hilang. Tapi jika bagian penting yang hilang…"


"Tidak! Jangan! Aku akan melakukannya! Aku pasti akan melakukannya sesuai dengan perkataanmu! Aku jamin ngak akan menunda sedikitpun." Saat Mail ingin berdiri, kakinya malah jadi lemas dan jatuh ke lantai, dia hanya bisa berkata dengan panik.


Suprianto telah mati! Saat Bernard mendengar berita itu, dia sedang berada di dalam perjalanan. Mobil yang dikendarainya tiba-tiba menabrak tiang listrik dan berhenti.


“Alex! Aku pasti akan balas dendam!” Bernard meraung, kemudian memundurkan mobil, dan mengendarai mobil yang bagian depannya telah penyok menuju ke kantor pusat PT. Atish.


"Alex! Keluar! Aku akan membunuhmu! Aku akan mencincangmu! Akan kukuliti kamu hidup-hidup!" teriak Bernard di luar pintu utama kantor pusat PT. Atish dengan mata memerah.


Keano dengan cepat memerintahkan semua orang untuk menjaga pintu utama begitu melihatnya, sementara Jasmin mengeluarkan ponsel dan mulai merekam video.


Setelah berteriak sebentar, Bernard lalu melangkah masuk ke dalam gedung PT. Atish.


“Dasar orang gila, berhenti! Pengen nyari masalah di sini, hah?” Sosok hitam kekar Keano muncul dan menghalangi Bernard di depan pintu utama.


Bernard menggertakkan giginya dan berkata, "Suruh Alex keluar! Aku mau balas dendam!"

__ADS_1


Keano bertanya-tanya, "Dasar gila, apa yang kamu bicarakan? Tuan Alex masih tidur, punya dendam apa dia sama kamu?"


Bernard berkata, "Dia membunuh anakku, Suprianto, aku ingin membunuhnya!"


Pikirannya sedang dikendalikan oleh kesedihan saat ini, dan telah jatuh ke dalam keadaan setengah gila. Melihat Keano masih menghalangi jalan, dia pun mengulurkan tangannya untuk mendorong Keano.


Keano meraih pergelangan tangan Bernard dengan mudah, lalu mendorong ke belakang secara tiba-tiba, Bernard terhuyung-huyung dan mundur beberapa langkah ke belakang!


Awalnya, kekuatannya hampir sebanding dengan Keano, tetapi baru-baru ini Keano telah dibimbing oleh Alex, sedangkan kondisi Bernard saat ini sedang tidak baik. Satunya mengalami peningkatan dan satunya mengalami penurunan, kesenjangan antara keduanya terlihat jelas terpaut jauh.


“Suruh Alex keluar! Alex, keluar kalau berani! Dasar biadab, beraninya kamu membunuh anakku!” Bernard terus mengaum dengan keras sehingga suaranya segera menjadi serak.


"Ken, tangkap orang gila ini dan sumpal mulutnya." Alex akhirnya muncul, dia memerintahkan dengan dingin sambil menatap Bernard yang sudah setengah gila.


“Oke!” Keano melangkah maju, dan berhasil mengamankan Bernard dengan satu jurus, kemudian mengikat tangannya, dan menyumpal mulutnya dengan kain.


Pada saat ini, mobil polisi juga telah tiba, Kapten Yudi mengerutkan alisnya saat melihat Bernard diikat, "Alex, tidakkah ini keterlaluan? Bagaimana kamu bisa menculik orang seenaknya?"


Jasmin berkata, "Pak Yudi, tolong lihat apa yang dilakukan pria gila ini sebelum berbicara." Dia memperlihatkan video yang dia rekam kepada Yudi, "Kami berencana mengirim orang gila semacam ini ke rumah sakit jiwa! Karena Pak Yudi sudah di sini, maka tolong tangani dengan baik."


Yudi menyipitkan matanya dan menatap tajam ke arah Alex, lalu membantu Bernard melepaskan ikatannya, "Tuan Bernard, Anda baik-baik saja?"


Bernard masih berteriak seperti orang gila, "Alex adalah seorang pembunuh! Kapten Yudi, kamu harus menembaknya! Dia harus membayar nyawa anakku!"


Yudi merendahkan suaranya dan berkata, "Tuan Bernard, kita ngak punya bukti, kita ngak bisa melakukan apapun padanya. Sama seperti kejadian keluarga Mahari sebelumnya ..."


 

__ADS_1


 


__ADS_2