Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bertarung Melawan Raymond


__ADS_3

"4 triliun ya ..." Alex memandang Erika, dan Erika mengangguk, "Aku juga sudah membawa semua berkas terkini PT. Atish. Menurut perkiraan saat ini, nilai pasar PT. Atish setidaknya 16 triliun, dan bahkan lebih dari itu. Di sini ada materi evaluasi profesional, Ghaston, kalian bisa memeriksanya."


Alex tersenyum dan berkat, "Oke, kalau begitu aku akan bertaruh menggunakan PT. Atish! Kennedy, kamu juga harus memasang taruhan yang setara dengan PT. Atish, jika tidak, aku juga anggap kamu menyerah!"


"Oke!" Ghaston dengan tegas menjawab, "Aku punya berkas tentang semua pabrik dan real estat keluarga kami, 16 triliun bukanlah masalah."


Kedua belah pihak menyiapkan berkas dan menyerahkannya kepada Tuan Bob yang ditunjuk khusus untuk memimpin keadilan.


Setelah memeriksa dengan cermat, Tuan Bob mengumumkan dengan lantang, "Pertarungan antara Keluarga Mahari dan PT. Atish dapat dimulai sekarang!"


Kedua belah pihak bergerak ke tim mereka masing-masing, lalu Alex berkata, "Kennedy, barusan kamu menyebutkan bahwa ini adalah pertaruhan nyawa, apa kamu takut sekarang?"


Kennedy mencibir, "Aku hanya ngak ingin kamu mati karena kalah taruhan! Aku ngak akan membiarkan kamu mati terlalu cepat!"


“Oh, kalau gitu… ayo kita mulai." Alex menatap Kennedy dengan dingin, "Walaupun pertarungan ini ngak bisa mengguncang titik fatal keluarga Mahari, tapi setidaknya juga akan membuatmu rugi besar!"


“Haha!” Kennedy tertawa terbahak-bahak, “Alex, aku ingin PT. Atishmu menjadi milik keluarga Mahari mulai dari detik ini! Tambo, siapa yang akan bertarung lebih dulu dari pihak kita?”


Tambo memberi Alex pandangan tajam, "Hei Alex, suruh orangmu maju!"


Ketika Alex sedang melihat sekeliling, Roselline muncul tanpa disadari dan berjalan perlahan, "Alex, jangan khawatir, aku sudah datang!"


"Hah?" Hati Tambo bergetar hebat, "Roselline, kamu ..."


Raymond yang sudah tidak sabaran merasa bingung saat melihat Tambo sangat takut pada Roselline, "Dia cuma seorang wanita, ngapain begitu takut padanya?"


Tambo berbisik kepada Raymond, "Orang ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan seratus kali lebih baik dariku."


Raymond berkata dengan terkejut,"Wanita juga bisa bertarung? Konyol! Tambo, aku akan menyiksanya jadi ratusan keping hari ini!"


Sambil berbicara, dia melangkah maju dan mengaitkan jarinya kepada Roselline, "Ayo! Cantik, aku janji akan membuatmu nyaman! Haha!"


“Bajingan!” Roselline berjalan menuju Raymond seperti biasa, “Raymond, hari ini, aku akan memberitahumu bahwa aku bukanlah orang yang bisa dilecehkan oleh kalian!”

__ADS_1


Meskipun Raymond berbicara dengan kasar, tapi saat pertarungan dimulai, dia sangat berhati-hati, dia terus mengamati dengan tinjunya dan tidak terburu-buru untuk merobohkan wanita mungil di depannya.


Roselline berdiri tegak, ini sebenarnya adalah hal tabu dalam pertarungan, tetapi dia tampak tidak peduli, dia memandang Raymond dengan jijik.


“Jangan gegabah, orang ini punya kulit tebal dan sangat kuat.” Alex buru-buru mengingatkan.


Roselline mundur sedikit secara perlahan, tapi dia mengambil waktu sejenak untuk melihat ke belakang dan tersenyum pada Alex, "Jangan khawatir, aku tahu."


Alex tentu mempercayai Roselline. Kemampuan Roselline memang sangat kuat sehingga orang biasa bahkan tidak bisa membayangkannya.


Di seluruh negeri, tidak banyak pria yang bisa mencapai tingkatan Roselline, apalagi wanita.


Tubuh Raymond sangat besar, dan sosoknya memang sangat kekar, terlebih lagi otot-otot tubuhnya, pasti lebih kuat beberapa kali lipat dari binaragawan biasa.


Hal terpenting adalah, garis otot di tubuh Raymond tidak seperti binaragawan yang hanya bisa dijadikan pajangan.


Setiap otot Raymond dapat dikendalikan dengan pikirannya sendiri, dan dapat dikerahkan dengan bebas tanpa jeda.


Terlepas dari kesombongan dan kekejaman Raymond, nyatanya, latihan keras yang dia lakukan di balik ini semua juga berada di luar imajinasi orang biasa.


Semua kekuatan mentalnya benar-benar terkonsentrasi pada wanita mungil dan menakutkan di depannya, bahkan jika sehelai rambut Roselline bergerak, dia tampaknya juga dapat menyadarinya dengan jelas.


Firasatnya yang tajam ini adalah alasan sebenarnya dari kemenangan tak terkalahkan Raymond.


Dia sudah menilai perbedaan kekuatan antara keduanya dalam sekejap. Dalam hal kekuatannya sendiri, Raymond memang memiliki keunggulan, hal ini tidak perlu diragukan. Namun, Raymond dapat melihat bahwa mungkin kemampuan melawan Roselline tidak sebaik miliknya, tetapi temperamen seorang master yang tidak dapat dijelaskan ini membuat Raymond terkejut.


Ini adalah lawan yang kuat! Raymond tidak tahu dari mana pikiran ini berasal, tetapi pikiran itu muncul begitu saja di dalam hatinya.


Oleh karena itu, Raymond bergerak selangkah demi selangkah, dan tidak terlalu sombong.


Selisih antara kedua sisi terlalu jelas, lengan Raymond hampir setebal pinggang Roselline.


Saat bertarung satu sama lain, itu hampir seperti beruang hitam yang berhadapan dengan cerpelai!

__ADS_1


Wush! Ketika pukulan Raymond datang, gerakan Roselline memang mencengangkan, dia bergerak mengikuti gerakan angin akibat tinju Raymond, dan berpindah dengan santai! Dia menghindari tangan besi Raymond.


Pada saat yang sama, sosok mungilnya berbalik dan menepukkan telapak tangannya ke lengan Raymond.


"Haha! Gatal!" Raymond tertawa, merasakan telapak tangan Roselline tergores di lengannya. Hanya ada perasaan 'gatal', yang memang tidak mematikan.


Tapi setelah dia melayangkan beberapa pukulan, meskipun setiap kali dia merasa bisa mengenai Roselline,tapi tubuh Roselline seperti kehilangan gravitasi. Dia merasa meskipun mengenainya, Roselline juga masih bisa menghindarinya. Dia bahkan bergerak seperti tertiup angin mengikuti kekuatan tinju tersebut!


Ya, rasanya seperti tertiup angin!


Setiap kali Raymond meninju, Roselline akan seolah-olah berkibat, seakan tubuhnya sama sekali tidak bertenaga sama sekali.


Namun dalam setiap pukulannya, Raymond fokus pada semua kekuatannya!


Lima menit kemudian, kecepatan tinju Raymond secara bertahap melambat, dan kekuatan fisiknya turun tajam.


Tentu saja, Alex sangat percaya pada Roselline, tidak peduli taktik apa yang dia gunakan, dia pasti akan menang pada akhirnya!


Kennedy dan Tambo perlahan-lahan menyadari masalahnya, "Tuan Raymond, harap berhati-hati!"


Peringatan mereka berasal dari sudut pandang penonton.


Tapi Raymond sendiri memang sudah menyadari masalahnya, jika membuang tenaga dengan sia-sia, maka dia pasti akan kehabisan tenaga pada akhirnya!


Oleh karena itu, Raymond mengubah gerakannya sebelumnya dan mulai mengambil posisi bertahan, bertarung dengan mantap, dan berhenti menyerang dengan sekuat tenaga.


Kennedy dan Tambo yang telah menonton video pertarungan Raymond merasa bingung: Roselline tidak menggunakan tenaga sama sekali dari tadi, tapi mengapa Raymond menjadi berhati-hati?


Tetapi setiap gerakan Raymond masih penuh dengan kekuatan, yang memberikan perasaan antusias kepada orang-orang.


Syut! Roselline kembali menebas lengan Raymond dengan telapak tangannya!


Berdasarkan perasaannya sebelumnya, Raymond sama sekali tidak peduli, tapi kenapa lengannya terasa dingin?

__ADS_1


Kemudian, darah hangat mengalir keluar dari lengannya! Astaga!


__ADS_2