Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Seharusnya Merasa Puas


__ADS_3

Tiba-tiba, tangan lawan berubah menjadi selembut kapas, lalu tiba-tiba menjadi sekeras besi!


Ketika Alex menggenggam kembali, mata Marvel menunjukkan ekspresi ketakutan!


Untungnya, keadaan ini hanya berlangsung sebentar dan langsung melepaskan Marvel. Namun, hal ini sudah membuat Marvel ketakutan sampai berkeringat dingin: Ya Tuhan! Kekuatan seperti itu benar-benar nggak bisa dilawan! Jika Tuan Alex benar-benar menggenggamnya dengan kuat, maka tanganku pasti hancur!


“Tuan Alex, terima kasih telah berbelas kasih.” Begitu ahli turun tangan, maka semuanya akan terkuak. Sekarang, Marvel telah takluk padanya.


Markus segera berkata saat melihat kakaknya yang canggung. “Tuan Alex, namaku Markus Pranata.” Dia tidak menggunakan tenaga ketika berjabat tangan dengan Alex.


Damian tertawa terbahak-bahak, “Marvel, gimana? Udah tahu ‘kan kehebatan Tuan Alex? Haha!”


Marvel berkata dengan malu, “Iya, Guru. Tuan Alex benar-benar hebat.”


“Baiklah, kita duduk dulu.” Damian sangat menghormati Alex. Dia menunggu Alex duduk terlebih dahulu sebelum dirinya beserta Marvel dan saudaranya duduk di kursi tamu.


Alex berkata, “Damian, mereka adalah CEO Friska dan CEO Erika. Kedatangan mereka untuk mengurus masalah penggabungan PT. Atish dan Grup Athena. Selain itu, dengan menggabungkan dua perusahaan menjadi satu, maka kita juga bisa melawan Richard dalam aspek bisnis. Kamu lebih familiar dan memiliki banyak kenalan di Tomohon, jika mereka ada masalah, maka kamu harus membantu mereka.”


Damian segera berdiri, “Tuan Alex, aku memiliki ide yang belum matang, bisakah kamu mendengarkannya?”


“Katakan.” Alex mengangguk.


Damian berkata, “Tuan Alex, meskipun kita baru kenal, tapi aku dapat melihat bahwa kamu akan menakluk dunia cepat atau lambat. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menggabungkan PT. Makmur ke cabang PT. Atish, kelak juga akan menjadi bagian dari cabang dari PT. Atish dan akan dikelola oleh Bu Friska dan Bu Erika. Gimana?”

__ADS_1


Marvel dan Markus saling memandangi, lalu memberi isyarat pada Damian. Maksudnya: Masalah ini masih perlu dipertimbangkan! Jangan membuat keputusan dengan gegabah.


Alex tentu saja menyadari ekspresi mereka berdua, dia lalu berkata pada Damian, “Damian, sekarang skala PT. Makmur sudah cukup besar, sedangkan Marvel dan Markus harusnya juga merupakan 2 manajer utama perusahaan, kan? Menurutku, kamu perlu menanyakan pendapat mereka.”


Damian menggelengkan kepala dan memelototi Marvel serta saudaranya, “Tuan Alex, aku terus terang saja. Aku adalah pemegang saham terbanyak di PT. Makmur, jadi aku bisa memutuskan masalah besar di PT. Makmur! Marvel, Markus, kalian berdua jangan asal menebak karakter orang. Kedatangan Tuan Alex ke sini bukan merebut PT. Makmur, melainkan melawan Richard!”


Damian kembali berkata dengan tegas, “Asal bisa memusnahkan Richard, maka aku bersedia mengorbankan nyawa sekali pun, jadi bagaimana mungkin aku nggak bisa merelakan PT. Makmur yang cuma kekayaan nggak penting begitu?”


Markus berkata, “Tapi, karyawan PT. Makmur adalah saudara kami selama bertahun-tahun!”


Damian memelototinya, “Markus! Apa maksudmu? Aku beritahu ya, semua saudara di PT. Makmur akan jadi semakin baik jika mengikuti Tuan Alex daripada aku! Kalian masih belum ngerti ya? Jika kalian berdua belum tahu, maka tolong periksa dulu perubahan terbaru di Medan! Sekalian cek pencapaian apa yang dibuat oleh Bu Friska dan Bu Erika!”


Damian melihat Alex dengan sikap serius sambil berkata, “Tuan Alex, aku sudah memutuskan untuk menggabungkan PT. Makmur ke dalam PT. Atish. Kalau gitu, kita sudah bersepakat!”


Marvel dan Markus mengangguk, “Oke! Guru, kami akan mendukung keputusanmu, sebenarnya maksud kami adalah agar guru memikirkan saudara-saudara PT. Makmur yang lain, bukannya bermaksud menentang bergabung dengan PT. Atish.”


Damian bertanya dengan penasaran, “Terus… bagaimana dengan Tuan Alex?”


Alex melihat Erika, “Semua milikku adalah miliknya, jadi dia dapat mengambil keputusan dalam semua bisnisku.”


Damian terkejut, “Eh? Tuan Alex, di dunia ini pasti nggak ada pria kedua sepertimu yang begitu memanjakan Bu Erika. Bu Erika benar-benar beruntung.”


Erika menatap Alex dengan senang, “Tapi, Alex, menurutku usaha yang kamu buat terlalu besar. Meskipun aku memperoleh banyak pengalaman dan juga sudah tumbuh pesat sekarang. Namun, kami juga merasa kewalahan untuk mengurus bisnis sebesar ini.”

__ADS_1


Alex tertawa terbahak-bahak, “Kelak kota Tomohon bahkan Provinsi Sulawesi Utara akan dikelola oleh Damian. Kamu hanya perlu menjadi dirut saja, jadi apa yang kamu pusingkan?”


Marvel membelalakan mata: Ternyata Tuan Alex sedang memainkan permainan yang besar! Nggak heran guru rela menggabungkan PT. Makmur ke dalam naungan PT. Atish!


Selain itu, jika Alex benar-benar mengalahkan Richard, maka nggak ada lagi yang berani melawan Damian di Provinsi ini! Kelak, gurunya akan menjadi Raja Timur Laut! Mau dari segi bisnis ataupun kekuasaan, dia lah yang berhak menjadi Raja Timur Laut!


Mereka berdua menjadi antusias ketika memikirkan hal ini dan bertekad: Kelak, Tuan Alex adalah bos kami!


Erika mengerutkan alisnya, “Baiklah! Aku rasa kamu terus mendorongku ke depan dari belakang, jadinya aku nggak bisa mengambil keputusan secara pribadi.”


Friska berkata, “Ka, kamu pasti nggak tahu kalau ada banyak wanita yang iri padamu di dunia ini! Jika Alex bersedia mendukungku untuk melakukan ini, maka aku akan tertawa senang dalam mimpiku.”


Erika berkata, “Kalau gitu aku serahkan saja posisi dirut padamu, gimana?”


“Jangan! Kamu jangan sampai punya niat begitu lho ya!” Friska menunjukkan tatapan liciknya, “Bos, kamu ‘kan pemimpin nih, maka kamu perlu mengkhawatirkan banyak masalah, jadi nggak boleh lempar tanggung jawab ya.”


Damian dan kedua muridnya benar-benar kagum pada Alex saat melihat adegan ini: Kedua wanita ini jelas-jelas menaruh hati mereka pada Alex! Tapi, di antara mereka nggak hanya nggak berniat untuk memperebutkan keuntungan, bahkan mereka saling bersikap rendah hati! Bagaimana Tuan Alex bisa melakukan hasil begini?


Hal terpenting adalah, mau itu Friska atau Erika, mereka berdua adalah wanita yang hebat, bukan wanita biasa.


Alex berkata, “Sebenarnya, kalian hanya mendirikan markas di sini. Kelak, mau kapan saja, Kak Damian adalah saudara kita selamanya! Jadi, jika terjadi sesuatu pada kita, maka tempat ini akan menjadi tempat di mana kita berlindung.”


Damian segera berdiri dan berkata dengan lantang, “Benar! Tuan Alex, aku jamin.  Asalkan aku hidup sehari, nggak peduli situasi apa yang kamu hadapi, kamu bisa pulang ke sini karena di sini adalah rumahmu!”

__ADS_1


Marvel dan Markus juga menjadi antusias dan berkata dengan lantang, “Benar yang dikatakan guru!”


“Terima kasih.” Alex tertawa, “Aku sudah seharusnya merasa puas dalam hidupku dengan adanya sikap Kak Damian yang seperti ini padaku.”


__ADS_2