
Tapi, Alex malah merasa ini adalah kesempatan baik untuk menyingkirkan Nova sementara waktu.
Oleh karena itu, Alex pun mulai mengenakan baju.
“Kamu…” Nova pun melompat, lalu memeluk Alex dari belakang, “Ja… jangan pergi.”
Alex menggertakkan giginya sambil menarik tangan Nova, “Aku harus menghadapi tantangan apa pun di kota AL.”
“Baiklah. Aku akan menemanimu.” Nova mengenakan baju tidurnya, lalu segera berjalan ke kamarnya, “Sebentar, aku pakai baju dulu.”
“Kamu jangan muncul, kamu di lobi hotel saja.” Alex tahu kalau Jaz mencari orang untuk membalas dendam, jadi orang yang datang pasti sangat banyak, selain itu orang-orang yang datang pasti hebat.
“Iya.” Bayangan cantik Nova yang mengenakan piyama, suaranya sangat lembut.
Eddie yang mengenakan pakaian hitam pelatih berdiri di depan bar dengan aura yang mengerikan sambil menatap ke arah tangga.
Saat ini, tidak ada banyak tamu yang keluar, jadi orang yang keluar pastilah orang yang dicari oleh Jaz!
Eddie bahkan nggak menanyakan siapa nama pemuda dari luar kota ini. Tapi, apa hubungannya? Yang terpenting sekarang adalah imbalan 20 juta. Demi mendapatkan uang itu, dia bisa melepaskan prinsip apa pun.
Alex hanya mengenakan pakaian kasual sederhana, ketika dia barangan keluar dari lift bersama Nova. Alex pun menatap Eddie dan kedua belah pihak tahu mereka adalah orang yang ingin dicari.
Dannie yang perkasa itu melirik Alex, seketika dia tersenyum meremehkan, “Kamu, ya? Beraninya kamu memukul Tuan Muda Jaz? Nyalimu sungguh besar! Haha! Keluarlah, bocah!”
Alex hanya melirik Eddie, “Apa kamu yang mau bersaing denganku?”
Saat ini, pelayan yang di bar pun gemetar. Sebagai penduduk lokal, dia tahu Eddie bukanlah orang yang bisa disinggung.
Ditambah dia mendengar Alex telah menyinggung Jaz, jadi dia pun memastikan kalau orang dari luar kota ini pasti akan dipukul hingga babak belur!
Kalau Eddie mau mengatasi masalah ini di lobi hotel, maka pelayan ini pasti akan ketakutan sampai setengah mati.
Eddie tersenyum sinis, “Iya, namaku Eddie Farman dari Dojo Sky, aku ingin bersaing denganmu.”
Alex melihat ke arah Nova, “Kamu di sini saja, jangan keluar.”
Kemudian, Alex menghampiri Eddie, “Kalau begitu di luar saja karena di luar lebih luas.”
Eddie pun memujinya dalam hati: Benar-benar pria sejati! Ketika menghadapi tujuh orang di lobi ini, Alex sama sekali nggak takut, bahkan membujuk wanitanyq sendiri untuk menunggunya di lobi!
Dannie beserta para senior lainnya menatap Alex dengan niat jahat.
__ADS_1
Sedangkan Nova duduk di sofa lobi sambil melihat ke arah Alex dengan senyum dan berkata, “Pergilah, ingat cepat pulang.”
Senyuman Nova tiba-tiba membuat lampu di lobi semakin terang!
Ketika melihat Nova tersenyum, hati Dannie serta enam seniornya pun luluh: Wanita ini benar-benar cantik!
Alex berjalan melewati Dannie dan beberapa seniornya. Begitu dia keluar dari hotel, dia pun melihat ada 20 orang yang berdiri di luar hotel!
Tangan orang-orang ini memegang pedang dan tongkat dengan temperamen ganas, lalu baju latihan seni bela diri mereka tertulis: Dojo Sky.
Kehadiran orang-orang ini di sini pada saat yang sama akan memberikan tekanan bagi siapa pun.
Kalau nyali Alex tidak besar, mungkin dirinya akan takut sampai tidak berani keluar karena adegan mengerikan di depan!
Eddie membawa tujuh murid, sedangkan tujuh murid itu berada di belakang Alex. Kalau Alex mundur, maka dia akan dihajar sama mereka.
Ini merupakan trik dari Eddie: Bocah, meskipun kamu takut, sudah tidak ada jalan keluar lagi untukmu!
Orang-orang ini setiap hari berlatih seni bela diri dan yang mereka latih adalah cara meninju orang!
Di lantai tiga di seberang hotel, Jaz secara pribadi mengambil teleskop dan menyaksikan situasi di sini. Alex sendirian menghadapi puluhan orang itu, jadi Jaz pun berkata dengan percaya diri, “Hahaha! Orang luar kota, waktunya aku melihatmu dipukul hingga babak belur.”
“Sialan! Apa hanya satu orang? Perlukah kita semua turun tangan? Mungkin saja dia sudah keburu takut dengan jumlah kita sebelum kita turun tangan!”
“Dannie seorang bisa menggunakan tubuhnya untuk menimpanya sampai mati! Kamu lihat tubuhnya yang kurus itu, aku benar-benar meremehkannya.”
“Bisa-bisanya orang luar kota begitu sombong, memang minta hajar saja!”
“Minta hajar? Salah, dia itu tipe cari mati! Haha.”
Ketika mereka berdiskusi dengan nada meremehkan, Alex sudah berjalan di depan mereka dengan tenang.
Alex yang datang dengan tangan kosong tidak merasa takut ketika menghadapi para murid dari dojo, malah bertanya, “Apa Adi nggak datang?”
“Yoh? Bocah sombong sekali kamu! Apa kamu ada hak memanggil nama Bos Adi?”
“Benar, Bos Adi bernama Adie Lucky, apa kamu nggak tahu? Perlukah aku mengajarimu?”
“Bisakah kamu hormat pada Bos Adi? Apa kamu sudah bosan hidup?”
“Bocah cepat kemari, biar aku membantu Bos Adi memberimu pelajaran!”
__ADS_1
“Jangan basa-basi lagi, cepat kemari!”
Alex tersenyum dingin, “Adi itu pengecut sehingga nggak berani keluar, malah membiarkan pasukan tak berguna seperti kalian datang mencari masalah. Sungguh lucu.”
Eddie yang mendengar kata ini pun terpikir: Apakah kedatangan pemuda ini ke kota AL untuk mengalahkan Bos Adi? Gawat! Orang yang datang ini berniat nggak baik!”
Dannie pun berteriak keras seperti guntur, “Sialan! Beraninya kamu memarahi Bos Adi? Apa kamu nggak mau hidup lagi?! Kalau begitu, aku kabulkan permintaanmu!”
Bang, bang, bang! Dannie segera datang ke samping Alex untuk meninjunya.
Wow! Begitu Dannie turun tangan, enam murid Dojo pun menyerangnya. Mereka masing-masing mengambil tombak, lalu melihat perkelahian Alex dan Dannie dari jarak dekat. Mereka masing-masing melakukan persiapan untuk menghajar Alex!
Terhadap orang persilatan biasa, pergabungan perkelahian enam lawan satu merupakan perkelahian yang merugikan satu orang itu.
Bahkan satu orang itu akan di hajar mereka sampai babak belur, kemudian disiksa sampai berteriak minta ampun.
Ini merupakan trik Eddie dalam menghadapi musuh yang kuat.
Apalagi sekarang adalah musim dingin, jadi rasa sakit tombak yang dilemparkan ke tubuh orang akan membuat orang merasa sakit!
Ketika Jaz melihat adegan itu dari kejauhan, dia pun merasa dirinya sudah menang sambil tertawa terbahak-bahak, “Brengsek! Aku mau lihat kamu masih bisa sok hebat atau gak?”
Huh! Sebuah tinjuan Dannie melayang ke arah Alex, membelah udara dengan suara angin yang tajam.
Alex melangkah mundur sambil memutar pinggangnya. Begitu kakinya bergerak, dia sudah tiba di sisi kanan Dannie, lalu dia meninju Dannie hingga sepasang kakinya tak bisa berdiri stabil. Kemudian terdengar suara gedebuk sampai tanah pun ikut bergetar!
“Apa? Senior Dannie!”
“Kok bisa bocah itu secepat itu? Apa dia menggunakan sihir?”
“Kenapa Senior Dannie bisa jatuh? Apa ada batu bata di tanah?”
“Siapa yang menyandung Senior Dannie?”
Ada beberapa orang dari mereka yang menolak untuk percaya. Jelas-jelas tahu Dannie dikalahkan Alex, tapi mereka bersikeras mengatakan itu tersandung.
Sedangkan Eddie yang dari jarak dekat melihat Dannie jatuh pun tercengang: Hebat bocah ini!
Meskipun gerakan Alex sangat sederhana, hanya membalikkan tubuh, lalu meninju. Tapi, trik yang begitu sederhana malah digunakan dengan baik dan efeknya sangat luar biasa!
Selain itu, gerak kaki yang tampaknya sederhana itu terlihat misterius, hanya melangkah sedikit ke samping sudah bisa menghindari tinjuan kuat dari Dannie.
__ADS_1