
Jadi, Alex hanya bisa menghela napas sambil berkata, “Kamu tunggu aku di perusahaan, sekarang aku akan pergi menemuimu.”
Setibanya Alex di perusahaan, dia sudah melihat Friska menunggunya di depan perusahaan, lalu buru-buru menghampirinya sambil berkata dengan panik, “Aku sudah mengutus orang untuk menyelidiki masalah ini dan Farraz sedang berjalan menuju pabrik terbengkalai di bagian barat.”
Alex mengangguk. “Tampaknya Farraz bukan hanya mau membunuh Geya, tapi juga berencana membunuhku dan kamu.”
Friska menatap Alex dengan bingung, sedangkan Alex menjelaskan, “Sebenarnya hal ini sangat sederhana. Jika dia hanya ingin membunuh Geya, maka dia tidak perlu membawa Geya ke pabrik terbengkalai itu. Dia berbuat seperti itu, karena ingin menarik perhatian kita, lalu kita ke sana. Kemudian mengepung kita dan membunuh kita.”
Ekspresi Friska langsung berubah, dia benar-benar tidak kepikiran hal ini. Jadi, dia segera mengeluarkan ponsel dan bersiap menelepon para pengawalnya.
Jika benar akan terjadi penyergapan, tentu saja perlu membawa banyak orang.
Alex langsung menghentikan gerakan Friska. “Aku rasa kali ini nggak usah membawa begitu banyak orang, karena ini akan membuat mereka waspada. Cukup kita berdua yang pergi saja.”
Friska berkata dengan khawatir, “Tapi, Farraz sudah membuat jebakan untuk kita. Kalau kita berdua pergi, bukankah kita sama saja masuk ke jebakannya tanpa memiliki bala bantuan.”
Alex berkata dengan senyum, “Nggak usah khawatir, orang tak berguna seperti Farraz bagaimana bisa membuat jebakan yang begitu sempurna? Mungkin hanya mencari banyak orang untuk bersembunyi di dua sisi. Setelah kita masuk, orang di kedua sisi pasti akan menyerang keluar. Hanya mereka yang merasa jebakan begini akan membuat orang takut.”
Sedangkan Friska menatap Alex dengan bingung. “Apa nggak akan ada masalah kalau hanya kita berdua yang pergi?”
Alex berkata dengan senyum, “Sebenarnya paling aman jika aku pergi sendirian. Karena kalau aku sendiri, maka aku bisa dengan mudah mengalahkan mereka semua, sekalian menolong Geya. Kalau kamu pergi bersama, aku hanya bisa melawan mereka dari depan.”
Friska segera berkata, “Kalau begitu, aku nggak usah pergi, deh. Aku tunggu kamu di sini. Kalau kamu sendirian bisa mengatasi orang itu dan menolong orang, kamu pergi sendiri saja. Aku akan memberitahumu lokasi Geya.”
Alex mengangkat bahu dengan acuh tak acuh, tapi dia mengerti situasi sekarang. Kalau dia pergi sendirian, peluang menyelamatkan Geya akan lebih besar.
Oleh karena itu, Friska hanya mengangguk, kemudian berkata, “Kalau begitu, aku berangkat sekarang. Mungkin Farraz sudah menunggu lama, kalau aku masih nggak pergi, mungkin dia akan membunuh Geya.”
Friska menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Di pabrik terbengkalai bagian barat, saat ini ada pengawal yang berpatroli di sekitar dan depan pintu. Tangan mereka memegang senjata seperti pedang dan lainnya, tapi ada beberapa orang yang memegang pistol.
Mereka terus berpatroli di depan pabrik, sedangkan orang di dalam pabrik sedang tertawa terbahak-bahak.
Saat ini, Farraz sangat senang setelah melihat tubuh Geya penuh dengan luka dengan ekspresi sengsara, dia suka melihat ekspresi sengsara di wajah Geya.
Dia dengan senang berjalan ke depan Geya sambil berkata dengan senang, “Katakanlah, apa kamu sudah menemukan kembali rasa bersama denganku seperti dulu? Rasa yang sangat senang itu!”
Geya hanya menatap Farraz dengan dingin, seolah-olah tak peduli.
Farraz menampar wajah Geya, kemudian memaki, “Kenapa kamu bisa berubah?! Dulu, kamu nggak seperti itu, dulu kamu nggak akan menunjukkan tatapan ingin membunuhku! Bukankah kamu sangat mencintaiku?”
Geya hanya mencibir, “Iya, dulu aku benar-benar bodoh dan polos. Sekarang aku sudah tahu, juga sudah menyadari kalau kamu hanya orang yang menjijikkan dan menjengkelkan!”
Farraz mengambil tongkat bisbol di samping dan memukul ke perut Geya.
Terdengar desahan sakit, tapi Geya hanya menggertakkan gigi agar tidak menjerit sakit. Tekadnya sangat kuat, setelah mengalami masalah ini, dia tidak takut mati lagi.
Sementara Farraz hanya memukulnya dengan kuat, karena dia tidak pernah terpikir seorang wanita yang dulunya lemah lembut, sekarang akan menunjukkan ekspresi keras kepala dan tekad yang kuat di depannya.
Dia terus memukul tubuh Geya dengan tongkat bisbol, sampai hampir membuat Geya pingsan.
Tindakan penyiksaannya memang kejam, hingga preman yang melihat dari samping juga merasa tindakan Farraz terhadap wanita ini sangat kejam.
Hanya saja mereka sebagai bawahan tidak bisa berkata apa-apa.
“Apa Alex si brengsek itu belum datang?” Farraz dengan tak senang melemparkan tongkat bisbol ke samping. Dia sudah memukul Geya hingga lelah.
Sedangkan Geya hampir saja pingsan dan kesadarannya sudah sangat menipis.
__ADS_1
Seorang preman segera menjawab, “Belum datang, tim patroli kita nggak menemukan informasi tentang Alex.”
Farraz tertawa cemooh, “Mungkin dia nggak berani datang, bagaimanapun juga, dia tahu kalau ada jebakan di sini. Kalau dia berani datang, aku pasti akan membunuhnya di sini.”
Preman itu segera mengangguk. “Benar kata Tuan, kalau Alex itu berani datang, dia pasti akan dibunuh olehmu.”
Sedangkan Farraz berkata dengan dingin, “Aku hanya takut dia nggak berani datang. Kalau dia berani, aku pasti akan membunuhnya di sini.”
Selesai bicara, terdengar suara tembakan dari luar, semua preman pun mulai waspada dan melihat ke arah suara tembak. Mereka mengangkat senjata di tangan sambil melihat ke depan.
Semantara Farraz hanya terkejut saja. Setelah itu, dia segera memukul tangan kedua preman dan berkata dengan marah, “Cepat lihat apa yang terjadi di luar? Apa Alex sudah datang?!”
Beberapa preman itu segera berjalan keluar.
Saat ini, di dalam pabrik mobil hanya tersisa 20 lebih pengawal, tapi dia nggak panik, karena dia tahu jumlah preman di sini sebanyak 150 orang.
Meskipun kemampuan mereka tidak hebat. Dari jumlah orang, mereka sudah bisa mengalahkannya.
Farraz menunjukkan senyuman puas, “Akhirnya kamu datang, kali ini aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini!”
Saat ini, setelah Alex menarik perhatian semua preman ke sini, dirinya masuk dari sisi lain. Kemudian, segera berlari ke dalam.
Dia tahu di luar tidak akan ada Geya, jadi tidak ada artinya melakukan perkelahian di sini.
Setelah dia menyingkirkan musuh itu, dirinya masuk dari tempat lain, dengan begitu dia tidak akan menyia-nyiakan banyak waktu. Yang paling penting adalah aksinya ini akan mengelabui para musuh sehingga tidak bisa menebak posisinya.
Farraz juga tidak mungkin tahu keberadaannya di mana.
Mungkin pabrik terbengkalai ini tidak dipasang CCTV, kalau tidak Alex tidak akan masuk dengan lancar.
__ADS_1