Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Katak Giok Putih


__ADS_3

“Iya. CEO Damian, yang perlu kamu ingat adalah kalau kamu ingin bertahan lama di dunia bisnis, maka kamu harus mematuhi hukum negara, lalu mengikuti tren sejarah. Kalau gak, sekali ditekan oleh aparat negara, kamu akan hancur,” kata Alex dengan tersenyum. “Lalu, kalau perlu, kita harus membantu pihak polisi atau militer melakukan sesuatu.”


“Oke, Tuan Alex.” Damian mengangguk dengan hormat.


“Wow! Cantik sekali!” Ketika Erika melihat kodok giok putih itu, dia pun menunjukkan ekspresi senang, “Dari mana ini?”


Alex bertanya, “Apa kamu suka?”


Erika segera menarik tangannya, “Dari mana kamu mendapat barang ini?”


Alex berkata, “Adi yang mengirim ini kemari. Selain itu, dia ingin bekerja sama dengan kita dalam satu pembangunan tanah.”


“Adi? Kualitas orang ini nggak begitu baik. Menurutku, jangan bekerja sama dengannya.” Erika jelas telah mencari tahu tentang orang-orang ini, jadi dia tahu tentang Adi.

__ADS_1


“Iya. Kerja sama atau gak diputuskan olehmu. Tapi, katak giok putih ini bisa diterima.” Alex menunjukkan ekspresi acuh tak acuh.


Erika menggelengkan kepala, “Kalau kita nggak bisa menjadikannya sebagai teman, maka kita sebaiknya jangan menerima hadiahnya. Kirim balik saja ke dia.”


“Haha, oke.” Alex sengaja membawa katak giok putih ini kemari karena dia ingin melihat apakah Erika sangat suka atau tidak. Kalau Erika benar-benar mau, maka dia Alex akan memberikannya, lagi pula dia nggak peduli dengan Adi itu.


Meskipun Adi nggak pernah bertemu dengan Alex, tapi dirinya sangat senang karena bisa memberinya hadiah.


“Saudara-saudara, kelak kita akan mengikuti Bos Alex untuk mendapatkan keuntungan. Lebih baik mengikutinya daripada Richard.” Adi memegang kaki babi, lalu menyesap bir, kemudian menggigit daging dan mengunyahnya.


“Iya, Bos Adi, tampaknya Bos Alex sangat baik pada kita, setidaknya dia sudah menerima hadiah kita.”


“Haha!” Adi tertawa senang, “Katak giok putihku itu barang langka! Dulu, aku menemukan barang ini ketika mencelakai Willim Lucky. Memang barang bagus! Haha!”

__ADS_1


“Iya! Ini semua salah Willim. Bos sudah mengatakan kalau bos suka katak giok putih itu, tapi dia malah bilang mau menyerahkan barang ini pada negara! Hmm! Benar-benar cari mati!”


“Katak giok putih ini berguna untuk menyehatkan tubuh. Ibuku baru memakainya selama satu bulan, tapi dia sudah berbicara dan mendengar dengan jelas, bahkan bisa berjalan! Sejujurnya aku nggak rela mengeluarkan barang sebagus ini, kalau bukan untuk menyanjung Bos Alex,” kata Adi dengan sesal.


Martin memegang kotak kayu yang indah dengan isi katak giok putih itu. Begitu dia keluar dari PT. Atish, dia langsung melihat Nova yang buru-buru berjalan ke sini.


“Eh? Barang berharga apa yang kamu bawa?” tanya Nova.


Martin menjawab, “Katak giok putih, Dirut Alex bilang mau mengembalikan barang ini ke pemiliknya.”


“Apa yang kamu katakan? Apa isi di dalam kotak ini?” Nova tiba-tiba berhenti berjalan.


Martin menyeringai, “Satu katak giok putih.”

__ADS_1


“Coba kamu buka dan biarkan aku melihatnya.” Sekujur tubuh Nova pun menjadi dingin.


__ADS_2