
Alex berkata, “Pak Harun, apa mereka akan bekerja sama denganku kalau aku ke sana?”
Pak Harun berkata, “Sebentar, aku minta sekretarisku, Ansel untuk mengantarkan surat izin kerja untukmu malam ini juga, lalu kamu langsung saja pergi periksa berkas itu dengan kartu tersebut, tidak ada yang akan berani menghalangimu!”
Alex berkata, “Kalau begitu terima kasih banyak, Pak.”
Malam itu juga, Ansel datang mengantarkan surat izin kerja untuk Alex, di atasnya terdapat stensilan Sekretariat Daerah, lalu Alex berterima kasih kepada Ansel. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Alex langsung datang ke Polres Sriwongso dengan izin kerja tergantung di lehernya.
Dan terbukti tidak ada yang berani menghalanginya saat melihat surat izin kerja tersebut, kemudian Alex datang ke ruang pertemuan, “Kalian, tolong ambilkan berkas-berkas kasus dokter jenius gunung Pandani 5 tahun yang lalu kemari.”
Para staf tidak berani mengabaikannya, sambil mengambilkan berkas, mereka juga melaporkan kabar tentang Alex yang datang memeriksa kasus tersebut kepada Bambang.
Bambang seketika tertegun, “Apa? Sekretaris Daerah datang memeriksa kasus dokter jenius? Kasus itu sudah berlalu sekitar 6 tahunan, si tua bangka itu melaporkannya ke Sekretariat Daerah sekarang? Gawat ini.”
Bambang segera datang ke kantor polisi, saat ini Alex sedang melihat berkas-berkas tersebut di dalam ruang kantor, Bambang terkejut melihatnya, “Lho? Bukannya ini menantu keluarga Buana di Jakarta, Alex? Paman Ketigaku saja sudah kritis gara-gara dia, bisnis keluarga juga sudah hancur, kenapa anak ini menyamar jadi setda dan datang Sriwongso? Jangan-jangan demi mencariku? Tapi aku hanya orang biasa, aku juga tidak mengganggunya, ngapain dia mengincarku?”
“Eh, bukannya ini Tuan Alex? Kenapa kamu jadi calo sekarang?”
Alex melirik sekilas ke arah Bambang, lalu berkata dengan dingin, “Aku sekarang asisten khusus Pak Harun! Izin kerja ini juga dari Pak Harun, kalau tidak percaya kamu bisa tanyakan langsung.”
Mana berani Bambang bertanya langsung pada Pak Harun, dia juga tahu kalau sekarang ini Alex berjasa besar! Pejabat tinggi Basinas saja dikalahkan olehnya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hubungan Pak Harun dan Alex juga spesial, hanya saja dia tidak mengerti kenapa Alex mau membantu dokter jenius?
Tepat pada saat ini, terdengar suara langkah kaki dari luar disusul oleh teriakan seseorang, “Pak Harun datang!”
__ADS_1
Bambang kembali dikejutkan sampai gemetaran, wajah Pak Harun terlihat jelas saat dia menoleh, di belakangnya juga diikuti oleh orang penting Sriwongso.
Bambang merasa menggigil, “Pasti akan terjadi sesuatu hari ini!”
Pak Harun bertanya, “Alex, gimana kasusnya?”
Alex berkata, “Lima tahun lalu terjadi kasus pembunuhan di desa tersebut, suami korban tidak hanya tidak mendapatkan kompensasi, tapi juga dimasukan dalam penjara dengan hukuman 5 tahun penjara, kesalahan yang tidak dilakukannya pun berakhir seperti itu. Kalau kasus ini tidak diselidiki dengan jelas, Pak, Anda sungguh akan berhutang penjelasan kepada seluruh penduduk Jakarta.”
Pak Harun berkata, “Kalau begitu kita selidiki kasus ini hari ini juga. Pak Malik, tolong beritahu semua penanggung jawab setiap divisi untuk rapat. Kalau kasus ini tidak diselesaikan, aku tidak akan bisa tidur malam ini.”
Pak Malik selaku Bupati Sriwongso segera berkata, “Saya akan segera menghubungi penanggung jawab utama Polres, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, serta kantor lurah untuk kemari membantu pekerjaan Anda.”
Pak Harun turun tangan menangani kasus ini, siapa yang berani tidak serius? Kasus ini kalau ditangani mana mungkin tidak ada hasil? Divisi mana yang diperlukan harus melaporkannya, kalau tidak jelas? Ya diberhentikan dari jabatan saat itu juga.
Semua orang yang hadir sudah jelas dengan kasus ini. Waktu itu, dokter jenius membuka sebuah lahan untuk menanam tanaman obat-obatan, dan pihak desa memang telah melakukan prosedur resmi. Bambang lah yang sengaja membuat ulah. Saat keluarga tersebut ingin memanen hasil tanamannya, dia malah pergi membuat keributan dan memulai perkelahian, menantu dokter jenius terdorong jatuh ke dalam jurang karena kesalahannya, sedangkan putra dokter jenius, Dafa dihukum penjara 10 tahun.
Karena semua pihak terkait sudah hadir ditempat, orang yang waktu itu mendorong Istri Dafa juga mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa dirinya menanggung hukuman untuk Bambang. Setelah kejadian tersebut, Bambang memberinya uang sebesar 66 juta dan memberhentikannya dari jabatan untuk sementara waktu. Satu tahun kemudian, dia dipindahkan kembali ke posisi lamanya. Saat ini, dia sudah dipindahkan ke Kabupaten dan bekerja di Biro SDM. Demi berjasa, dia juga mengekspos kasus korupsi dana umum Bambang 5 tahun lalu sebesar 2 miliar.
Semua kejahatan yang dilakukan Bambang diekspos satu per satu, Alex berkata dalam hati, “Semua kejahatan pasti ada balasannya, karma berlaku, koruptor memang pantas mendapatkannya!”
Kasus desa tersebut sebenarnya tidak rumit. Kebenaran di baliknya terungkap satu per satu dengan penanganan Pak Harun, Beliau hampir muntah darah setelah mendengar laporan yang disampaikan, raut wajahnya sangat buruk. Bisa-bisanya Bambang tidak punya hati nurani begitu. Semua kasus yang dilakukannya benar-benar mampu membuat orang mati kesal. Bambang tidak bisa berdalih dengan adanya saksi mata.
Bambang langsung berlutut melihat situasi yang tidak akan bisa dihindarinya hari ini, dia menampar dirinya sendiri dan berkata, “Pak Harun, ini semua kebodohan saya, tolong ampuni saya.”
__ADS_1
Pak Harun tidak akan mengampuni orang seperti Bambang. Beliau juga menyangkut pautkan kasus ini dengan Ayah mertua Bambang, Tuan Besar Utama yang tidak lama ini pensiun. Semuanya diserahkan untuk diselidiki oleh Sekretariat Daerah.
Sidang kasus ini akhirnya selesai, putra dokter jenius, Dafa juga dibebaskan karena terbukti tidak bersalah. Karena telah dipenjara selama sekitar 6 tahun, ditambah dengan kematian Istrinya, kantor kelurahan memutuskan untuk memberikan kompensasi sebesar 2 miliar.
Dafa tidak begitu peduli dengan uang, dia berkata, “Aku ingin pulang bertemu Ayah dan putriku.”
Alex berkata, “Dafa, Beliau baik-baik saja. Christie juga baik-baik saja. Kita makan siang dulu, setelah itu aku temani kamu pulang.”
Karena masih ada prosedur penyelesaian yang perlu ditangani, Dafa juga tidak bisa pergi untuk sementara waktu. Jadi, Dafa setuju untuk pergi saat sore hari. Setelah masalahnya teratasi, Alex berkata kepada Pak Harun, “Terima kasih banyak, Pak. Kasus ini juga sudah selesai. Orang sebanyak ini tidak perlu berdiam diri di sini lagi.”
Pak Harun segera memberi perintah agar mereka kembali mengerjakan tugas masing-masing. Semua pidana dibawa kembali ke sel tahanan untuk menunggu keputusan pengadilan.
Sorenya, Alex menemani Dafa kembali ke desa.
Pihak desa juga telah mendengar kabar tentang hal ini. Alex sebelumnya menelepon Christie kalau dia pasti akan membantu Ayahnya memenangkan gugatan hari ini, dan membawanya pulang.
Seluruh warga desa tahu Alex membantu putra dokter jenius mengajukan gugatan. Namun, apakah mereka bisa menang? Semua orang tidak berani berharap banyak.
Erika tidak jelas dengan situasi di kabupaten, tapi dia mendengar Alex berbicara lewat telepon bahwa kasus ketidakadilan putra dokter jenius telah terselesaikan, dia juga merasa sangat senang. Kemudian dia segera memberitahu kabar baik ini kepada Christie.
Christie sangat senang mendengarnya, lalu berkata, “Kak, Kak Alex beneran memenangkan gugatannya untuk Ayahku? Aku tidak sedang mimpi, kan?”
Erika berkata, “Chris, ini beneran. Cepatlah beritahu Kakekmu. Hari ini Ayahmu akan pulang!”
__ADS_1