
Mark sangat marah menghadapi ucapan kejam seperti itu, dia mengambil kayu dan memukul kaki Monster, “Cepat beri tahu aku, di mana alat peledak itu? Kalau ngak, aku…”
Tapi Mark segera menyadari bahwa dia tidak punya apapun yang bisa digunakan untuk mengancam Monster.
Jadi, meskipun bisa membuat Monster bersimbah darah sampai patah tulang, tapi pria tua ini benar-benar keras kepala seolah-olah rasa sakit di tubuhnya ini bukan miliknya.
Sampai-sampai Mark jadi mengagumi pria sejati yang terlatih ini.
Di luar sangat ramai, klakson mobil terus berbunyi, lampu mobil menyala di mana-mana dan pihak pemerintah serta polisi sedang bekerja sama mengevakuasi orang-orang dengan tertib. Namun, kecepatan ini masih terlalu lambat, Keringat Pak Daniel tiada hentinya karena cemas dan terus melihat jam tangannya.
Jika Jenderal Roselline tidak bisa menemukan bom musuh tepat waktu, maka seluruh pelabuhan baru akan menjadi lautan kembang api! Dan pada saat itu, insiden mengerikan juga akan tetap terjadi walaupun Pak Daniel mengorbankan dirinya!
“Wa…” Tangisan seorang anak menarik perhatian Pak Daniel, sehingga dia buru-buru ke sana untuk menggendong seorang anak yang berusia sekitar 3 tahun dan menghiburnya, “Sayang, jangan menangis, kenapa kamu?”
Anak itu menangis terisak-isak, lalu mengatakan situasinya dengan terbata-bata. Ternyata dia terbawa kemari karena arus kerumunan, dan tidak bisa menemukan orang tuanya!
Pak Daniel juga sangat panik, tiba-tiba seorang polisi wanita berjalan kemari dan menggendong anak itu dari tangan Pak Daniel sambil bertanya dengan sabar, “Siapa namamu?”
Tapi anak itu tidak bisa mengatakan dengan jelas informasi kontak orang tuanya karena ketakutan. Meskipun polwan sangat panik, tapi yang bisa dia lakukan hanyalah mengantar anak itu ke pos komando.
“Lihat anakku ngak? Jordy! Jordy!” Sepasang suami istri muda berteriak dengan panik sampai suara mereka serak.
Polisi wanita yang baru saja mengantar anak tersebut ke pos komando segera melihat sepasang suami istri ini, kemudian dia lekas menanyakan ciri-ciri si anak, dan semuanya sesuai. Polwan tersebut segera menghubungi mobil yang baru saja menjemput anak tadi, namun karena kekacauan di lokasi kejadian, kendaraan beroda empat hanya diperbolehkan keluar dan tidak bisa masuk, oleh karena itu dia meminta pasangan muda itu untuk berjalan terus kedepan agar dapat berkumpul dengan sang anak.
Waktu masih tersisa 30 menit! Hal yang paling dikhawatirkan Alex adalah lokasi konstruksi pelabuhan. Saat ini sebagian besar orang sudah dievakuasi, dia berjalan pelan di lokasi konstruksi, lalu saat merasa ada yang mencurigakan, dia akan mendekati dan menyelidiki tempat tersebut.
Dia terlihat berjalan dengan santai, tapi berapa banyak orang yang paham dengan kecemasan di dalam hatinya?
__ADS_1
Tiba-tiba dia berjalan beberapa langkah dengan cepat, lalu melewati mesin pengaduk semen, kemudian berlari menuju sebuah pintu masuk dengan cepat.
Dugaannya tidak salah, dia menemukan sesuatu yang bersinar terang dengan angka yang terus berjalan di dekat pintu masuk! Benda itu terlihat seukuran speaker bluetooth kecil, tapi Alex tidak berani meragukan kekuatan ledakannya!
Alex mengeluarkan ponsel dan menyalakan senter untuk memeriksanya dengan cermat. Bisa dipastikan bahwa ini adalah alat peledak nirkabel yang dikatakan Monster! Selain itu, alat peledak ini sendiri juga disertai sebuah bom yang setidaknya bisa merobohkan gedung baru di depannya yang baru selesai dibangun setinggi 20 m!”
Meskipun Alex yang sangat berpengalaman dalam pertempuran sekali pun juga berkeringat dingin saat ini sambil menatap angka yang terus berjalan. Segera, sebuah ide terlintas di benaknya, lalu dia menelpon, “Roselline, segera hubungi helikopter tim polisi khusus untuk datang ke lokasi konstruksi. Aku menemukan bom nirkabel yang akan meledak dalam 40 menit! Cepat! Segera!”
Roselline berkata, “Oke, aku akan segera melakukannya! Kamu sendiri segera lakukan sesuatu agar helikopter bisa menemukanmu secepat mungkin!”
“Baik! Cepat sedikit, aku berada di sisi timur lokasi konstruksi. Sekarang, aku akan melepaskan bom itu dulu, lalu biarkan helikopter membawanya pergi sejauh mungkin. Kemudian buang ke dalam laut, dengan begitu mesin peledaknya ngak akan aktif,” kata Alex dengan panik.
“Mengerti! Aku akan segera mengaturnya! Kamu tunggu saja!” Roselline mengakhiri panggilan, lalu memerintahkan melalui komunikator, “Panggilan untuk helikopter, cepat menuju sisi timur lokasi konstruksi, lalu cari tempat perhentian. Di sana ada orang yang bernama Alex, nanti kalian dengarkan perintah Alex saja, cepat! Sangat mendesak!”
“Di sini helikopter bersenjata nomor satu dari polisi khusus, Jenderal Roselline, kami telah menerima arahan Anda untuk menuju ke sisi timur lokasi konstruksi dan berada mendengar instruksi Alex, selesai.”
Kemudian, Roselline berteriak ke arah komunikator, “Kapten polisi khusus, Jacob! Aku Roselline, jawab jika dengar!”
“Jacob di sini, Jenderal Roselline, silakan beri arahan.” Suara Jacob terdengar dari komunikator.
Roselline berkata, “Segera kirimkan tiga helikopter ke sini untuk menantikan perintah! Cepat! Waktu adalah nyawa!”
“Baik! Siap laksanakan perintah!” Jacob mengiyakan, lalu segera mengirim helikopter.
Alex menggigit ponsel dengan mulutnya untuk menyinari alat peledak nirkabel ini, setelah memastikan bahwa tidak ada perangkat anti-rusak, dia pun lega. Atau, dia mungkin akan menjadi debu setelah menarik alat peledak nirkabel itu!
Meskipun Alex merasa sudah yakin, tapi dia tetap merasa takut ketika mengambil bom itu dan merasa tenang setelah bom itu tidak meledak.
__ADS_1
Alex segera berlari ke pintu masuk, dan mulai menyinari ke atas dengan senter ponselnya dan melambai dengan kuat, karena dia tidak bisa menemukan barang lain yang dapat menarik perhatian di saat seperti ini.
Alex berlari sambil melambaikan ponselnya dengan kuat.
Helikopter sudah berputar di atas kepalanya, sedangkan pilot helikopter juga sangat cemas sampai meminta temannya membuka pintu masuk dan menatap ke bawah, “Sudah ketemu belum? Cepat!”
“Mendarat! Seseorang berlari sambil melambaikan benda yang bercahaya! Cepat mendarat!”
Helikopter sudah menjatuhkan tangga, tetapi hembusan angin baling-baling membuat Alex tidak bisa melihatnya dengan jelas. Namun, dia mengandalkan kegigihannya dan pemahamannya terhadap helikopter sehingga dapat segera menemukan tangga dan memanjat ke atas.
“Apa kamu Alex?” teriak rekan pilot dengan sekuat tenaga.
“Iya! Ini adalah alat peledak nirkabel! Kita perlu meninggalkan tempat ini secepat mungkin, dan terbang ke arah laut! Cepat!” teriak Alex.
“Baik! Cepatlah masuk!”
“Tarik aku!” Alex langsung melompat ke dalam. Bang! Pintu kabin ditutup dan helikopter segera lepas landas.
“Cepat! Pergi dari sini dengan kecepatan tercepat, lalu aku akan membuang barang ini ke laut, mengerti?” teriak Alex.
“Baik, jangan khawatir, kecepatannya sudah ditambah!” Pilot berkata dengan tenang, “Apa yang kamu pegang?”
Alex berkata, “Ini adalah bom yang dirancang khusus untuk meledakkan bom yang berkaitan dengannya.”
Pilot terkejut, “Bom? Berapa lama lagi bom akan meledak?”
__ADS_1