Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 537 Nggak Bisa Masuk


__ADS_3

Setelah Farrel kembali ke kamarnya, dia juga tidak bisa tidur, karena dia merasa musuh masih ada di dalam rumahnya, selain itu dia belum tahu siapa musuh itu.


Jadi, di bawah situasi ini, dia tidak berani tidur.


Dia menarik napas dalam, lalu berkata pada pengawal di luar, “Masuk!”


Pengawal lainnya melihat Farrel dengan penasaran.


Meskipun Farrel bukan anggota resmi Keluarga Bazel, tapi dari bagian kerabat luar, Farrel adalah anak yang disukai Harry. Jadi, dia bisa memberikan Club Sky pada Farrel.


Oleh karena itu, anak buah juga tidak berani menyinggung Farrel.


“Kak Farrel, ada apa?” tanya pengawal.


Farrel menunjuk ke depan, “Coba kamu lihat, apa ada orang yang bersembunyi di sana?”


Kedua pengawal saling menatap dengan bingung, karena mereka tahu sekarang musuh itu belum datang ke daerah kediaman, suara tembakan juga hanya bergema di luar saja. Ini menyatakan musuh masih berkeliling di luar kediaman.


Selain itu, sudah ada begitu banyak pengawal yang membunuh musuh. Sedangkan tugas mereka adalah melindungi keamanan tempat tinggi ini, jadi kalau mereka melaksanakan perintah Farrel, maka mereka sudah melewati batas tugas mereka.


Aturan Keluarga Bazel sangat ketat, siapa yang berani melanggar, akan mendapatkan hukuman yang kejam. Meskipun hukuman itu membuatmu tidak mati, juga akan membuatmu sengsara.


Jadi, mereka tidak langsung menyetujui perintah Farrel.


“Kak Farrel, kalau kami keluar, kamar ini akan menjadi tempat bahaya, karena nggak ada pelindungan kami. Kalau musuh tiba-tiba datang, kamu akan dalam bahaya.”


“Benar, Kak Farrel. Menurutku, kami tetap berjaga di sini, sedangkan masalah di luar sana bisa diserahkan pada pengawal lain, lagian ada pengawal lain yang akan berpatroli.”


Wajah Farrel langsung masam, “Jadi, maksud kalian, kalian nggak mau mendengar perintahku? Kalau begitu, ngapain aku membiarkan kalian menjagaku di sini?”


Ekspresi kedua pengawal langsung berubah.


Sedangkan Farrel mengeluarkan ponselnya. “Hadrian, kemari kamu, aku ingin memerintah kalian melakukan sesuatu.”


Tak lama kemudian, Hadrian dan Joshua datang ke hadapan Farrel. Hadrian bertanya dengan bingung, “Tuan Farrel, ada perintah apa?”


Farrel menunjuk rumah yang di kejauhan itu. “Kalian pergi ke sana untuk mengecek kondisi di sana, karena aku mencurigai ada orang yang bersembunyi di sana.”

__ADS_1


Hadrian mengangguk dan pergi.


Sedangkan Joshua berdiri di samping Farrel. “Harus ada seseorang yang menjagamu di sini, kalau memang mau periksa, Hadrian sendiri sudah bisa.”


Farrel mengangguk, lalu melambaikan tangan pada kedua pengawal yang berdiri di depan. “Kalian keluar saja, di sini nggak membutuhkan kalian!”


Setelah kedua pengawal itu saling melihat, mereka pun merasa tak berdaya.


Mereka hanya melaksanakan tugas sesuai aturan Keluarga Bazel, alhasil tidak bisa membuat Farrel merasa puas. Namun, mereka juga tidak berani menuruti perintah Farrel untuk meninggalkan posisi kerja mereka.


Karena mereka tahu, kalau mereka ketahuan pergi dari tempat kerja, Farrel pasti akan menyalahkan mereka tanpa ragu.


Juga tidak akan memedulikan permohonan ampun mereka.


Harry sudah memberi peraturan yang ketat. Kalau mereka di saat ini meninggalkan area kediaman, Harry pasti akan membiarkan mereka pergi.


Namun, sebelum pergi, mereka harus mematahkan satu tangan dan satu kaki.


Di dalam kota Provinsi Sulawesi Tenggara sering melihat beberapa pengemis yang patah kaki dan patah tangan, mereka semua adalah pekerja Keluarga Bazel yang melakukan kesalahan.


Tampak mereka sangat kasihan, lalu karena mereka pernah bekerja di Keluarga Bazel, jadi tidak ada banyak orang yang akan memberi uang pada mereka.


Kalau bukan karena Keluarga Bazel memiliki kekuasaan besar di Sulawesi Tenggara, pasti sudah ada banyak orang yang menuntut Keluarga Bazel.


Saat ini, Roselline bersandar di tepi rumah, jarak dia dengan posisi yang ditandai tidak jauh, hanya perlu berjalan sebentar sudah bisa sampai ke posisi yang ditandai itu. Saat itu, dia akan memikirkan cara untuk masuk ke dalam, dengan begitu misinya termasuk selesai 50%.


Meskipun tidak bisa membawa keluar “Mata Air” itu keluar, dia hanya perlu memastikan bahwa lukisan itu diletak di tempat yang ditandai.


Saat itu, dia bisa langsung menyerang Keluarga Bazel.


Namun, ketika dia ingin pergi, ekspresinya langsung berubah, karena dia mendengar suara langkah kaki yang samar, sepertinya ada orang yang mendekat ke sini.


“Aku sudah bersembunyi dengan baik, selain itu sekarang semua orang fokus melawan Alex, kok bisa ada orang yang memeriksa tempat ini?”


Awalnya Roselline mengira posisinya sudah ketahuan, tapi dia sangat percaya dengan kemampuan dia bersembunyi, jadi dia tahu ini bukanlah masalah dirinya.


Pasti ada orang yang peka terhadap tempat ini, jadi merasa ada orang yang bersembunyi di sini.

__ADS_1


‘Kalau yang datang adalah pengawal, aku akan langsung membunuhnya tanpa mengeluarkan suara apa pun,” kata Roselline di dalam hati sambil mengeluarkan belatinya. Lalu, dia bersandar di dinding untuk menunggu orang itu mendekat.


Namun, tak lama kemudian, dia menyadari lawan itu semakin mendekat, tapi lawan itu tidak bermaksud kemari.


Wajah Roselline pun semakin dingin, sekarang dia sudah bisa memastikan kalau lawannya bukan pengawal, karena seorang pengawal tidak akan begitu waspada.


Selain itu, dia bisa memastikan kalau lawan sudah tahu posisinya di mana.


Roselline sedang memikirkan cara untuk membunuh lawan, selain itu Hadrian sedang bersandar di dinding dengan ekspresi semakin gugup, bahkan bercucuran keringat dingin.


Karena dia tahu ada seseorang yang bersembunyi di sudut dan menunggunya datang.


Selain itu, kemampuan lawan sangat hebat.


Hadrian menatap lurus ke depan sambil mengepalkan tangan, lalu dia membungkukkan tubuh, akhirnya memilih untuk mundur.


Hadrian selangkah demi selangkah mundur, tapi tidak berani meninggalkan punggungnya pada Roselline.


Setelah dia mundur sejauh dua hingga tiga puluh meter, dia baru berbalik badan dan berlari keluar.


Sedangkan Roselline berjalan menuju posisi yang ditandai, dia tahu posisinya sudah ketahuan. Jadi, dia harus memeriksa kamar itu sebelum musuh datang.


Penembak jitu sudah ditangkap oleh Alex, jadi dia tidak akan peduli dengan masalahnya di sini.


Oleh karena itu, Roselline bisa dengan lancar masuk ke kamar yang ditandai itu.


Namun, ketika dia tiba di depan pintu kamar itu, matanya langsung membelalak, karena pintu di depannya adalah pintu keamanan yang canggih, juga terbentuk dari ribuan roda dan pintu ini hanya bisa dibuka dengan cara memasukkan sandi.


Kalau menggunakan cara mendengar, juga tidak bisa mendengar perbedaan perputaran roda itu.


Roselline tidak menyangka pintu begitu besar bisa menggunakan teknologi yang canggih.


Selain itu, dia tahu pintu keamanan seperti ini harus dibuka dengan scan mata. Ini artinya, tidak hanya perlu sandi, juga perlu scan mata.


Roselline hanya bisa segera keluar dengan kesal.


Pada saat ini, Hadrian berteriak pada pengawal di kediaman, “Ada musuh yang bersembunyi di sana!”

__ADS_1


Seketika semua pengawal terkejut. Mereka sudah melintasi area kediaman, tapi kenapa mereka tidak tahu ada musuh di sana. Apa yang terjadi?


Dondon Bazel yang bertanggung jawab untuk melindungi area kediaman melihat beberapa orang di sampingnya. “Coba kalian lihat, apa yang terjadi?”


__ADS_2