
Jika Alex adalah orang pemerintah, kenapa dia begitu hebat? Lagi pula, kejadian ini bagaikan plot film James Bond.
Alex hanya tidak menyangka bahwa keluarga Bazel mempunyai keinginan yang begitu besar untuk membunuh Ruby. Saat dia membawa Ruby berjalan keluar, tiba-tiba ada sekitar tiga puluh pengawal yang menerjang masuk ke dalam sekolah.
Mereka semua memegang pistol dan sama sekali tidak memedulikan bahwa tempat ini adalah sebuah universitas. Saat melihat Alex dan Ruby, reaksi pertama mereka adalah langsung mengangkat pistol mereka.
Alex pun mengerutkan keningnya, “Nggak bisa. Dari aku masuk ke sekolah ini sampai sekarang, aku sudah berusaha membuat para murid untuk nggak menyadari adanya kejanggalan. Kalau kalian berbuat begini, bukankah semua usahaku sebelumnya menjadi sia-sia?”
Ruby menatap Alex dengan heran lantaran tidak mengerti apa yang dipikirkan Alex. Dalam situasi yang begitu berbahaya, dia malah masih memikirkan murid lainnya. Ya ampun, jika mereka tidak bertindak cepat, mereka pasti akan segera dibunuh oleh para pembunuh itu! Para pembunuh itu bahkan membawa pistol!
Alex menarik Ruby untuk langsung meninggalkan tempat ini dan berbelok menuju gedung sekolah di samping. Para pengawal itu juga tidak jadi menembak lantaran Alex dan Ruby sudah hilang dari pandangan mereka.
Meskipun para murid memandang pengawal-pengawal itu dengan penasaran, mereka juga tidak berpikir terlalu banyak karena tidak mendengar suara tembakan. Mereka sama sekali tidak tahu betapa berbahayanya para pengawal itu. Pistol di tangan para pengawal itu bisa langsung mengambil nyawa mereka!
“Apa yang sedang kamu lakukan? Gedung sekolah ini hanya memiliki dua pintu keluar. Kalau kita naik ke atas, kita pasti akan dikepung oleh mereka!”
Alex tersenyum, “Jangan khawatir. Aku berani datang ke tempat ini karena aku yakin bisa menghabisi mereka.”
Kata-kata Alex membuat mata Ruby melebar. Dia sama sekali tidak mengerti dari mana keyakinan Alex itu datang. Situasi saat ini sangat berbeda dengan situasi dalam menghadapi pembunuh perorangan tadi.
Saat ini, orang-orang itu sudah datang secara terang-terangan untuk membunuh mereka tanpa perlu menyamar lagi. Jika mereka bisa bersikap terang-terangan, itu berarti mereka tidak akan memedulikan hal lainnya lagi. Tujuan mereka sangat sederhana, yaitu membunuh Ruby!
__ADS_1
Ruby tentu saja sangat panik, terutama saat melihat Alex yang menariknya untuk keluar dari pintu lain. Dia tahu bahwa pintu keluar itu pasti sudah dikepung.
Tepat pada saat itu, Alex malah tersenyum dan berkata, “Sebenarnya, aku masuk ke gedung ini bukan untuk menghindari mereka, melainkan untuk meringankan bebanku. Nanti, kamu hanya perlu ikut di belakangku. Aku akan menghabisi para pengawal yang mengepung di pintu keluar.”
Ruby menatap Alex dengan sedikit ragu.
Namun, Alex malah berkata dengan sangat yakin, “Jangan khawatir. Beberapa pengawal itu nggak akan bisa melukaiku.”
Saat ini, Ruby menatap Alex dengan penuh kebingungan lantaran tidak mengetahui identitas Alex dan juga kemampuannya. Meskipun Alex sudah menunjukkan keterampilan yang luar biasa saat menghabisi dua pembunuh tadi, Ruby tetap merasa bahwa Alex hanya bisa menang tadi karena satu lawan satu. Jika musuh mereka banyak, Alex pasti kalah.
Lagi pula, Ruby juga sudah memerhatikan bahwa para pengawal ini bersenjata. Jadi, dia tentu saja ketakutan.
Alex berjalan ke bawah dan segera tiba di pintu keluar. Saat ini, hanya ada dua pengawal yang berjaga di sana. Kedua pengawal itu sedang mengawasi arah tangga dengan waspada.
Alex tetap berdiri di pojok. Saat melihat bahwa hanya ada dua pengawal, dia pun langsung menginjakkan kakinya ke dinding dan menyerang mereka. Sebelum kedua pengawal itu sempat menembak, Alex sudah berada di belakang mereka.
Kedua pengawal itu sangat terkejut dan langsung berbalik. Namun, Alex sudah lebih dulu mematahkan leher mereka dalam proses berbalik sehingga mereka langsung jatuh ke atas tanah.
Kemudian, Alex melambaikan tangannya pada Ruby dan Ruby baru berjalan ke hadapan Alex dengan patuh. Dia baru menyadari bahwa pria di sampingnya ini sangatlah kuat.
Kedua pengawal itu dilengkapi dengan senjata, tetapi mereka malah sudah mati sebelum sempat menembak sekali pun.
__ADS_1
Saat melihat gerakan Alex tadi, Ruby benar-benar sudah menyaksikan secara langsung gerakan orang terbang di atas dinding yang biasanya hanya dapat dilihat dalam film-film. Jadi, dia merasa sangat takjub!
Alex lanjut membawanya berjalan ke depan, tetapi dia malah bertanya dengan sangat kebingungan, “Memangnya di dunia ini, benar-benar ada satu orang yang bisa mengalahkan banyak orangi seperti di film-film?”
Alex mengangguk, “Aku nggak berani mengatakan banyak orang, tapi memang ada ahli yang bisa langsung mengalahkan sekitar 30 orang biasa sendirian. Mereka biasanya bisa sedikit teknik bela diri.”
Alex tidak ingin menutupinya. Lagi pula, dia juga tahu bahwa orang biasa seperti Ruby tidak pernah berhubungan dengan hal seperti ini. Namun, sekarang, Ruby sudah bukan orang biasa lagi. Dia sudah pernah berhubungan dengan orang-orang yang mempunyai latar belakang yang dalam dan juga mengalami hal-hal yang mengharuskan Alex dan yang lainnya untuk ikut campur.
Jika Alex mau memanfaatkan Ruby, dia juga tidak ingin menyembunyikan sesuatu darinya. Dia akan mengatakan segala sesuatu yang bisa dia beri tahu padanya.
“Apakah aku juga bisa mempelajarinya?” tanya Ruby dengan penasaran.
Alex menatap Ruby dengan sedikit kebingungan, lalu menggeleng dan berkata, “Kamu nggak mempunyai bakat seperti itu. Lagi pula, umurmu sudah melewati batas umur berlatih seni bela diri. Nggak peduli seberapa banyak usaha yang kamu kerahkan, itu juga nggak akan berguna. Kamu paling banyak juga hanya bisa mencapai tahap di mana kamu bisa mengalahkan sekitar 4-5 orang pria sendirian.”
Ruby membelalakkan matanya dan berkata dengan sangat terkejut, “Kalau memang bisa seperti yang kamu katakan, aku pasti akan berlatih. Aku memang hanyalah orang biasa, jadi aku sudah sangat puas kalau bisa mencapai tahap itu. Setidaknya, aku nggak akan ditindas orang lain lagi kelak. Aku malah bisa memberi pelajaran pada orang yang berani menindasku atau keluarga dan teman-temanku!”
Alex tahu bahwa Ruby sudah banyak menderita, jadi wajar saja jika dia ingin belajar seni bela diri.
Dia juga tidak ingin membohongi Ruby, jadi dia tersenyum dan berkata, “Kalau kamu memang ingin belajar, aku bisa mengenalkanmu pada beberapa orang. Aku memang nggak bisa menjamin apakah orang-orang itu mau menerimamu. Tapi, kamu juga tahu bahwa asalkan kamu cukup tulus, mereka pasti akan membantumu.”
Ruby mengangguk dengan yakin, “Aku pasti bisa. Demi diriku sendiri dan supaya keluarga dan teman-temanku nggak ditindas, aku pasti akan berhasil berguru!”
__ADS_1