Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Mati Semua


__ADS_3

Para preman ini hanya tahu jika bisa membunuh orang ini, maka mereka bisa memiliki uang sebanyak 200 miliar Rupiah.


Godaan inilah yang membuat mereka nggak bisa menolaknya sehingga memilih untuk menyerang Erika. Bos mereka, Kimi, yang mencari rute perjalanan Erika dan memerintahkan mereka untuk menyerangnya sekarang sedang dalam keadaan koma di rumah sakit.


Nova nggak mendapatkan petunjuk yang berguna setelah menginterogasi mereka seharian. Dia merasa sedikit putus asa, tapi dia segera menyemangati dirinya sendiri, “Asalkan sabar dan lebih teliti, pasti bisa menemukan musuhnya. Kak Erika sudah terlibat bahaya kali ini dan aku nggak bisa tinggal diam saja!”


Hanya saja, saat Nova memasuki ruang interogasi lagi, dia melihat orang-orang ini tergeletak di lantai. Ekspresi Nova spontan berubah. Dia segera memeriksa rekannya yang sedang berjaga dan langsung menyadari bahwa para rekannya telah pingsan di atas meja.


“Apa yang terjadi?!!” Setelah memastikan ruangan sudah aman, Nova segera masuk ke dalam. Tapi dia segera menyadari bahwa para pemuda ini bukan hanya sekedar pingsan, namun sudah meninggal.


Puluhan pemuda mati di dalam ruang penahanan!!


“Apakah ada orang yang masuk barusan? Tapi kenapa aku yang di depan pintu nggak melihat satupun orang masuk ke dalam?” Nova bingung bagaimana semua ini bisa terjadi.


Dengan dirinya yang berdiri di depan, meskipun ada seorang pembunuh yang datang, dia juga seharusnya langsung sadar.


Siapa yang punya keberanian untuk melakukan hal ini di kantor polisi?


Nova menggigit bibirnya, lalu memeriksa pemuda yang tergeletak di lantai satu per satu, pada akhirnya nggak ada satupun yang hidup dan dia merasa sangat emosi.


Nova mengerti keseriusan dalam masalah ini, dia segera menghubungi Ketua Bryan.


“Gawat, Ketua Bryan! Para preman yang ada di dalam kantor polisi telah meninggal semua!” Suara Nova sedikit rendah.


Ketua Bryan tertegun sejenak dan ekspresinya menjadi masam, “Ada apa ini?! Aku akan segera pergi ke tempatmu. Kamu amankan lokasi terlebih dulu, terus kamu harus menjaga keselamatanmu!!”


Nova menyetujuinya sebelum menutup telepon, kemudian mengeluarkan pistol di pinggangnya.


Dia segera merapat ke pojok dan mengamati sekitar dengan teliti.


Dia tidak yakin apakah pihak lain telah pergi atau belum, tapi karena pihak lain nggak membunuh rekannya, maka pihak lain pasti nggak akan menyerang polisi.

__ADS_1


Dia sama sekali nggak tahu apa tujuan pihak lain. Jika hanya demi membalas dendam terhadap orang di kantor polisi, pihak lain seharusnya menyerang para polisi.


Namun, pihak lain mengabaikan mereka, bahkan hanya membuat mereka pingsan. Pihak lain memiliki kesempatan untuk membunuh tapi malah melepaskan mereka.


Semua ini benar-benar sulit untuk dijelaskan.


Ketua Bryan segera berjalan masuk dari luar. Pada saat ini, para polisi yang pingsan juga telah sadarkan diri. Mereka sangat gelisah, karena tahanan di dalam kantor polisi semuanya telah mati dan ini adalah sebuah kelalaian bagi mereka.


Hanya saja, mereka nggak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini.


Tempat mereka adalah markas besar kantor polisi mereka, orang biasa nggak akan berani datang.


Jangankan melakukan hal seperti ini.


“Ada apa ini sebenarnya? Apakah kamu sudah menyelidiki apa yang telah terjadi?” Ketua Bryan berjalan ke depan Nova dengan penasaran.


Ketua Bryan mengerutkan alisnya sedang memikirkan semua kemungkinan. Pihak lain hanya membunuh para tahanan ini dan membiarkan para polisi tetap hidup.


Tujuannya sudah sangat jelas.


Nova menggigit bibirnya dan wakil biro berjalan kemari pada saat ini, lalu berkata dengan suara yang rendah, “Sebenarnya, sangat sulit untuk menginterogasi para tahanan ini, tapi juga mengetahui sedikit petunjuk.”


Ketua Bryan melihat wakil biro dengan serius, lalu menganggukkan kepala.


Wakil biro baru terus berkata, “Kekuatan di belakang para preman ini adalah sebuah keluarga kecil. Keluarga kecil ini telah melakukan bisnis ilegal di Sulawesi Utara dan kebanyakan berhubungan dengan tokoh jahat. Sejak setengah tahun yang lalu, keluarga kecil ini berteman dengan para preman dan membiayai mereka, lalu menyuruh mereka melakukan sesuatu.”


Ketua Bryan telah mengerti bahwa orang-orang ini disuruh oleh keluarga kecil ini.


Wakil biro terus menganalisisnya, “Sebenarnya kita tahu bahwa Alex ini mencari dalang dalam insiden pembunuhan di Corp. Supaya identitasnya nggak terbocorkan, keluarga kecil ini membunuh orang untuk menutupi masalah ini juga sangat wajar.”


Mendengar analisa wakil biro, Ketua Bryan merasa ini sangat masuk akal, karena sekarang sudah tidak ada penjelasan lainnya.

__ADS_1


Namun, Nova malah mengerutkan alisnya. Dia selalu merasa hal ini tidak semudah itu, terutama karena dia pernah berhubungan dengan keluarga kecil itu sebelumnya. Dia tahu bahwa majikan dalam keluarga kecil itu adalah orang yang sangat licik. Perkembangan keluarga kecil itu tidak terlalu baik, tapi masih bisa bertahan.


Ada begitu banyak tiran di Sulawesi Utara, tapi keluarga kecil ini masih bisa bertahan di sini.


Ini semua berkat Raffi, majikan mereka sekarang.


“Jadi, kita sekarang bisa langsung menangkap orang, harap Ketua Bryan bisa mengeluarkan surat perintah penangkapan Raffi,” wakil biro berkata dengan tersenyum.


Ketua Bryan malah menggelengkan kepala, “Kita sekarang tidak memiliki bukti apa pun, pergi melakukan hal seperti ini adalah tindakan yang logis, itu juga hanya akan menahan Raffi selama beberapa hari saja dan nggak bisa menjatuhkan hukuman padanya.”


Wakil biro hanya bisa menanggapinya, karena Ketua Bryan yang bertanggung jawab dan dia juga hanya bisa memberi saran saja.


Namun, hal yang bisa dilakukan wakil biro telah selesai, masalah selanjutnya tergantung pada Ketua Bryan.


Ketua Bryan berpikir sejenak, lalu melihat Nova, “Bukankah Alex sedang mencari sekelompok orang ini? Beri tahu dia kabar ini saja.”


Nova tentu saja tahu maksud Ketua Bryan. Ketua Bryan ingin Alex membantu mereka, selagi Alex masih ada di Tomohon.


Jika bisa memusnahkan Raffi, maka kehidupan mereka di Tomohon juga akan menjadi damai.


“Tapi, Alex juga punya masalah yang harus dilakukannya, tidakkah kita terlalu kejam jika memanfaatkannya?” Nova tidak berani mengatakan hal yang lebih kasar.


Dia adalah orangnya Alex, bagaimana mungkin membiarkan Alex melakukan hal yang merugikan seperti ini.


Ketua Bryan mengerutkan alisnya, “Kamu juga tahu kalau kita tidak bisa sembarangan bertindak karena harus mengikuti prosedur, sedangkan Alex tidak terikat oleh peraturan seperti itu. Alex mewakili Pasukan Khusus Red Shield, sedangkan Pasukan Khusus Red Shield boleh melangkah di tepi aturan saat bertindak. Jadi, hanya dengan memberitahu masalah ini pada Alex, maka Alex bisa membantu kita untuk mengatasi Raffi.”


Ketua Bryan juga tahu bahwa Nova tidak bersedia, tapi sekarang tidak ada pilihan lain. Mereka membutuhkan orang yang berkecimpung dalam Pasukan Khusus Red Shield seperti Alex, jika ingin meruntuhkan Raffi.


Apalagi anggota Pasukan Khusus Red Shield selalu menyelesaikan masalah dengan gesit. Selama Alex bertindak, seluruh keluarga Raffi akan dipaksa untuk meninggalkan Tomohon.


Hal ini juga merupakan hal yang sangat diharapkan Ketua Bryan.

__ADS_1


“Aku tidak mungkin pergi mengatakan hal ini. Ketua Bryan, kalau kamu ingin menyuruh Alex membantumu melakukan hal ini, kamu pergi bilang sendiri dengan Alex.” Nova tidak menyetujuinya.


Ketua Bryan menghela napas, “Apakah kamu masih nggak mengerti? Masalah ini pada akhirnya harus dilakukan oleh Alex. Lagian itu juga merupakan hal yang mudah bagi Alex, sedangkan kita malah membutuhkan waktu dan tenaga yang lama. Lagi pula, hal itu lebih baik diatasi oleh Alex.”


__ADS_2