
“Heh.” Alex tidak mau beradu mulut dengannya.
Selanjutnya, keributan kembali terdengar, meskipun teman-teman yang hadir menyanyikan lagu, tapi kebanyakan dari mereka berteriak mati-matian, hanya Alea yang suaranya masih lumayan enak didengar, tampak jelas kalau dia pernah mendapatkan pelatihan profesional.
Charles merebut sebuah mic dan berkata, “Putar lagu ‘Kamseupay’!”
Saat dia bernyanyi dengan menghayati, Alex merasa orang ini benar-benar berlatih keras dalam hal bernyanyi sampai bisa menghayati begitu/
Selain itu, saat dia menyanyikan lirik Karena kamu bukan levelku, dia juga sengaja menatap Alex dengan tatapan menyindir.
Salma bertepuk tangan meriah dan disusul oleh yang lainnya, siapa suruh hari ini Charles yang traktir.
Mereka semua kelelahan setelah berteriak lebih dari 1 jam, kemudian kembali lagi ke ruang perjamuan barusan, dan seperti yang dikatakan sebelumnya, hidangan yang baru kembali disajikan.
Charles berkata sambil tertawa, “Ayo lanjutkan! Makan dan minumlah sepuasnya, jangan sungkan ya, ini semua sudah dibayar, dan tidak bisa dibungkus pulang! Haha!”
Setelah makan sejenak, dia kembali berkata, “Erika, kapan kamu mau masuk kerja?”
Erika merasa tidak berdaya ditanyai terus, tapi dia juga tidak bisa menyinggungnya, lalu dia berkata, “Uhm, aku pikir-pikir dulu.”
Charles berkata dengan lantang, “Mau pikir apalagi? Asalkan kamu datang, maka kamu yang jadi bosnya!”
Alea buru-buru mengingatkan, “Eh, Charles, jangan keterlaluan ya! Suaminya masih ada lho.”
Charles berkata, “Sudah nikah juga bisa cerai, kan? Memang kenapa kalau suaminya ada? Erika itu cuma ketipu sama dia karena tidak punya pilihan pas masih di Jakarta. Kalau dia ke Atish, dia pasti bakal langsung menendang suaminya itu jauh-jauh.”
Perkataannya penuh dengan sindiran, Julian yang mendengarnya mengerutkan kening dan berkata, “Charles…”
Alex tersenyum tipis dan berkata, “Charles, mungkin tadi di ruang karaoke kamu tidak dengar jelas. Aku bilang dalam beberapa hari aku akan membiarkan Erika mengambil alih Atish.”
“Hah? Apa? Coba ulangi lagi?” Charles mendadak berdiri dan memelototi Alex dengan marah. Meskipun dia ingin Erika jadi GM, tapi Direkturnya tetaplah anggota keluarga Kavindra!
__ADS_1
Alex tersenyum dingin, lalu berkata, “Kamu tuli? Aku bilang, Erika akan mengambil alih Atish dan menjadi Direktur PT. Atish.”
Charles langsung melemparkan gelasnya ke atas karpet, tapi gelas tersebut tidak pecah, dia lalu berkata, “Brengsek! Kamu kira kamu siapa, hah? Atish itu milik keluarga Kavindra! Sombong sekali kamu! Aku salut dengan kehebatanmu membual.”
Alea bergegas berdiri, dan berkata, “Eh, Charles, jaga ucapanmu ya! KIta hari ini datang untuk senang-senang, jangan buat masalah.”
Kemudian Alex melihat ke arah Alex dan berkata sembari tersenyum pahit, “Alex, ucapanmu itu terlalu berlebihan, masing-masing mengalah sedikit ya?”
Salma berkata, “Benar tuh, Alex tukang bual, dasar tidak tahu malu! Hmph!.”
Alex mengabaikan Salma, dan menatap Charles, lalu berkata, “Tidak penting siapa aku, yang penting, Direktur PT. Atish akan segera ganti orang.”
Alea menatap Erika dengan tatapan meminta bantuan, lalu berkata, “Ka, bujuklah dia…”
Erika menggelengkan kepala pelan dengan ekspresi tenang.
Ada api kemarahan di dalam hati Charles yang tidak dapat lagi ditahannya, “Oke, hebat ya kamu, kalau begitu kita taruhan saja di depan semua orang, gimana?”
“Mau taruhan apa?” kata Alex, dia sesungguhnya tidak tertarik.
Otot wajah Charles tampak menegang, dia lalu berkata sambil menggertakkan giri, “Alex, kita taruhan kalau kamu mengakuisisi PT. Atish milik keluarga Kavindra dalam waktu 10 hari, maka aku akan kembali mengadakan perjamuan di ruangan ini lagi di hari ke-11 untuk bersujud meminta maaf padamu!”
“10 hari ya… boleh juga.” ucap Alex sambil tersenyum.
Semua teman sekolah yang hadir terlepas dari pria atau wanita seketika merasa tidak tenang, “Ada apa ini? Jangan-jangan si Alex konglomerat yang super kaya? Tapi tidak mirip lho!
Charles menatap Alex dengan marah, “Tapi, gimana kalau kamu kalah?”
Alex berkata dengan acuh tak acuh, “Katakan saja syaratmu.”
“Hahaha!” Charles seketika tertawa mendengarnya, “Oke! Kalau begitu, aku tidak akan sungkan! Di hari ke-11, kalian semua ingat baik-baik ya! Di hari ke-11, kita jadi saksi taruhan besar ini di tempat ini! Tapi, Alex, kalau kamu kalah, kamu harus memberikan Erika padaku!”
__ADS_1
Syarat ini sudah keterlaluan! Julian dan Alea masing-masing mengerutkan kening, tapi mereka tidak berkata apa-apa.
Erika mendengus, lalu berkata, “Jangan mimpi kamu!”
Alex berkata, “Charles, syaratmu sudah keterlaluan, kalau begitu tidakkah sujudmu itu terlalu ringan?”
Charles mengangguk, lalu berkata, “Benar juga! Kalau dalam 10 hari PT. Atish berpindah tangan, maka aku akan bersujud dan memanggilmu Ayah!”
Alex menggelengkan kepala, lalu berkata, “Aku tidak mau putra bodoh sepertimu.”
Semua orang ingin tertawa mendengarnya, tapi mereka tidak berani. Taruhan ini terlihat biasa, tapi terikat dengan PT. Atish yang memiliki aset ratusan miliar! Jadi ini bisa disebut taruhan besar.
Charles kembali menatap Alex dengan marah, lalu berkata, “Kalau kamu kalah, aku akan melakukannya dengan Erika di hadapanmu… Hehe! Kamu tahu apa maksudku.”
Charles sebenarnya masih belum mengerti kalau keinginan Alex melawan PT. Atish disebabkan oleh ketidaksopanannya terdahap Erika hari ini. Kalau tidak, Alex benar-benar tidak akan memandang PT. Atish karena perusahaan seperti ini tidak terhitung jumlahnya di kota besar seperti Medan.
Alex berkata dengan nada dingin, “Kuharap kamu masih bisa tertawa di hari ke-11, Charles.”
Alex kemudian menggandeng tangan Erika, “Ka, ayo kita pergi.”
Erika langsung berdiri tanpa ragu, Alea segera berkata, “Jangan pergi dong, Ka! Kita sudah lama tidak ketemu, kita juga janjian mau tidur bareng.”
Erika tersenyum kepada Alea dan berkata, “Lain kali saja. Aku mungkin akan tinggal beberapa saat di Medan.”
Alea juga tidak tahu harus berkata apalagi saat melihat Alex dan Erika memasuki lift, jadi dia kembali ke ruang perjamuan.
Charles berkata dengan marah, “Kalian semua sudah lihat, kan? Suami Erika yang tidak punya otak itu sombong sekali! Aku pasti akan memberinya pelajaran! 10 hari kemudian, kalian harus ingat untuk datang lagi ke sini dan jadi saksi!”
Salma menjawab setuju, kemudian disusul juga oleh yang lainnya, tapi suara mereka tidak nyaring.
Alea menggelengkan kepala sambil tersenyum pahit, “Charles, dengan posisimu sekarang ini, untuk apa membuat Erika marah? Apa kamu tidak bisa menggunakan cara yang lebih gentleman? Lagipula, Erika sudah menikah, kamu kira menghancurkan pernikahan orang itu bagus?”
__ADS_1
Perkataan ini memiliki makna baik dan buruk, dan bisa dikatakan lumayan berkualitas sebagai kata bujukan.
Julian berkata, “Sudahlah, bubar semuanya, perjamuan hari ini berakhir.”