
Semakin bicara semakin spekulatif karena Jody merasa Alex berwawasan luas dan pendapat Alex semakin sesuai dengan keinginan Jody! Jody merasa Alex semakin lucu jika dilihat dan rasa tidak suka sebelumnya sudah hilang setelah keduanya menghabiskan dua botol bir.
Nova yang di samping duduk dengan cemas, sambil melihat kedua pemabuk berbicara dengan tak berdaya.
“Tuan Richard, masalah kita memfitnah Jody sudah diketahui!” Rusell tidak berani melapor pada Richard karena takut Richard balas dendam padanya setelah tahu dirinya mengkhianatinya. Sehingga Richard baru mendapat berita ini satu jam sebelum Jody dibebaskan!
Richard sangat marah, “Apa yang terjadi? Bukankah pihak polisi selalu mudah ditipu? Kenapa tiba-tiba jadi hebat gini? Bagaimana mungkin mereka bisa mengetahuinya? Cepat telpon Rusell dan tanya yang jelas.”
“Baik.” Seorang pria cerdas di sebelah Richard langsung menelepon Rusell, “Rusell, ini aku, Rafatar. Tuan Richard suruh aku menanyakan masalah Jody padamu, kenapa bisa ketahuan?”
Rusell merasa ketakutan, dia berkata dengan tidak jelas karena dua giginya patah, “Em, Kak Rafatar, aku juga nggak tahu! Apa yang terjadi?” Meskipun dia yang mengungkapkan hal ini dilakukan oleh Rico, tapi dia nggak boleh mengaku! Kalau tidak, dia pasti akan mati sengsara, bahkan nasib istri dan anaknya juga akan ikut sengsara.
Siapa yang nggak tahu cara penyiksaan Tuan Richard di seluruh Sulawesi Utara?
Rafatar berkata, “Pihak BPK telah membebaskan Jody! Jika pihak polisi nggak menemukan bukti yang pasti, maka Jody nggak akan dibebaskan! Rusell, kamu benar-benar nggak becus…”
“Kak Rafatar! Tolong Kak Rafatar selidiki dulu! Aku mengutus Rico untuk melakukan hal ini! Rico juga sangat terkenal di Tomohon, apa jangan-jangan dia yang membocorkan berita ini?” Rusell berusaha melindungi dirinya.
“Rico?” Baru saja berkata begini, tiba-tiba terdengar Rusell berkata, “Hei, kenapa kalian polisi bisa asal menangkap orang?! Aku ini punya status loh ya! Hei…” Telepon ditutup.
__ADS_1
“Tuan Richard, sekarang Rusell juga telah ditangkap,” ucap Rafatar dengan cemas, “Mungkinkah pihak polisi telah menemukan bukti perbuatan Anda?”
Richard tertawa terbahak-bahak, “Rafatar, aku Richard sudah semena-mena di Sulawesi Utara puluhan tahun, siapa yang berani mengatakan nggak padaku? Siapa yang berani menyinggungku? Jangan khawatir, meskipun mendapatkan bukti kesalahanku, mereka juga nggak bisa berbuat apa-apa.”
Rafatar menganggukkan kepala, “Iya, tapi Tuan Richard juga harus waspada. Kudengar dari teman polisiku, katanya surat laporan tentang kejahatan Anda sudah menumpuk tinggi di kantor polisi, jadi Tuan Richard kedepannya harus hati-hati.”
Richard menganggukkan kepala, “Sudah, sudah, nggak usah ceramahi aku tiap hari! Di bidang literatur ada Rafatar, di bidang seni bela diri ada Gala dan Kenzie si Tuan Besar Kenzie ahli dalam kemampuan kaki, jadi siapa yang berani menantangku? Meskipun pejabat tinggi tiba ke Sulawesi Utara juga harus hormat padaku!”
“Makasih atas didikan Tuan Richard.” Rafatar tertawa, “Tuan Richard, kemarin ada sesuatu yang terjadi pada Athena Grup, dengar-dengar Nikita ingin bercerai dengan suami tak bergunanya, lalu dia bertemu sepasang kekasih di kantor pengacara, dan ada konflik dengan mereka, sehingga Nikita membawa 8 pria perkasa ke sana, tapi orang-orangnya malah dipukul sampai babak belur.”
“Hm?” gumam Richard mengejek, “Jadi maksudmu bisa saja sepasang kekasih itu adalah sewaan suami tak bergunanya untuk memberi pelajaran kepada Nikita?”
Rafatar menggelengkan kepala, “Kudengar Pak Philips bilang bukan seperti itu. Menurut Pak Philips, sepasang kekasih itu nggak kenal dengan Nikita, malah Nikita yang mencari masalah. Jadi saat itu pemuda itu mengatakan satu kata yang membuatku merinding sampai sekarang.”
Rafatar berkata, “Pak Philips bilang bahwa pemuda itu berkata akan mengakuisisi Athena Grup dalam tiga hari.”
“Hahaha! Rafatar, kamu nggak pernah lihat orang membual ya?! Pemuda itu pasti tukang bual, mau sekaya apapun dia juga nggak bisa membeli Athena Grup dengan satu kata karena di dalam ini melibatkan banyak hal,” ucap Richard.
Rafatar cukup cepat dalam mendapat informasi, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tuan Richard, ini bukan intinya. Intinya adalah pagi ini PT. Teflaski dari Rusia mengutus seorang komisaris ke Tomohon untuk membincangkan masalah akuisisi Athena Grup milik Nikita. Selain itu, Anda juga tahu usaha PT. Teflaski dimulai dari persenjataan, sekarang mereka sedang mengoperasikan industri berat dan teknologi tinggi, kekuasaan mereka juga sangat besar, bahkan kita saja nggak berani menentang mereka sesuka hati.”
__ADS_1
“PT. Teflaski? Kenapa perusahaan Rusia bisa melakukan usaha di Tomohon?” Richard merasa bingung.
Rafatar menghela napas, “Tentu saja demi keuntungan. Yang membuatku merasa aneh adalah hubungan pemuda ini dengan PT. Teflaski.”
Richard berkata, “Pemuda tukang bual itu orang Indonesia atau orang asing?”
Rafatar berkata, “Tentu saja orang Indonesia, namanya Alex Gunawan, dia sangat hebat dalam berkelahi. Tentang informasi lain belum ditemukan.”
“Ke… kenapa orang Indonesia ada hubungan dengan PT. Teflaski?” Richard mengerutkan kening dan merenung.
Rafatar berkata, “Aku juga nggak mengerti, seharusnya PT. Teflaski ini jarang berinteraksi dengan orang-orang Indonesia, tapi PT. Teflaski malah memasuki kota Tomohon. Pagi ini mereka telah mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi di provinsi dan ini adalah fakta yang tak bisa dibantahkan.”
Otot-otot di wajah Richard berkedut, “Meskipun PT. Teflaski amat hebat, tapi aku, Richard juga bukan orang yang lemah! Rafatar, kamu perhatikan situasi ini. Jika PT. Teflaski berani menargetkan kita, maka beri paham dia siapa yang punya kekuasaan terbesar di sini!”
“Baik! Tuan Richard nggak usah khawatir, aku akan memperhatikan gerak-gerik PT. Teflaski.” Rafatar berkata dengan hati-hati, “Pemuda itu juga patut diperhatikan.”
“Iya, segera kamu selidiki! Oh ya, cari tahu dulu alasan Jody dibebaskan! Entah itu terkait dengan siapa, cari cara untuk membunuhnya!” Ucap Richard menjadi serius.
“Baik, kalau gitu gimana kalau suruh Gala yang melakukannya?” Tanya Rafatar kepada Richard sambil menatapnya.
__ADS_1
Inilah sisi kepintaran Rafatar, dia sudah mengusulkan cara untuk mengatasi masalah, tapi dia masih meminta pendapat Richard dengan tujuan sengaja menunjukkan rasa hormat pada Richard.
Richard menganggukkan kepala, “Iya, suruh Gala yang melakukannya! Tapi kamu harus menasehatinya agar nggak terlalu kasar, suruh dia pakai otak dalam segala hal.”