Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Mengandalkan Backingan


__ADS_3

Yudo baru menyadari bahwa ada seseorang di balik pintu setelah dia mendobrak masuk!


Bagaimanapun juga Yudo adalah ahli tingkat master, kemudian dia lekas berhenti dan hendak mundur.


Srh! Tangan Alex seperti kilat dan menggenggam leher Yudo dengan akurat!


Pada saat yang sama, Alex menyandungkan kakinya sehingga membuat Yudo terjatuh ke lantai. Selain itu, Alex langsung memegang sepasang tangan Yudi pada saat dia jatuh, lalu menekan punggung Yudo dengan lutut kanannya dan menekannya kuat-kuat di atas lantai!


Bang! Bisa-bisanya Alex mengulurkan sebuah kaki dan menendang pintu hingga tertutup.


Semua ini memakan waktu tidak lebih dari sedetik.


Sedangkan, Wilson dan Elbert hanya dapat melihat pose terakhir, dan tidak melihat bagaimana Alex menaklukkan Yudo.


“Ah? Sialan! Siapa kamu? Beraninya mencelakaiku di wilayahku, hah?!” Yudo tidak bisa bergerak dan perlawanannya juga tidak berguna. Dia merasa terkejut di dalam hati, tapi mulutnya masih saja begitu pedas. Bagaimanapun dia sudah semena-mena lama di kota Tomohon. Kapan Yudo pernah diperlakukan seperti begini?


Alex berkata, “Aku mencarimu karena ada masalah, sedangkan kamu hanya perlu menjawab pertanyaanku dengan jujur.”


Yudo mendengus, “Gue ini pria perkasa yang terkenal di Tomohon! Jika lu membunuh gue, gue juga nggak akan mengatakan sepatah kata pun! Nggak peduli apa yang lu tanya, jangan berharap mendapatkan jawaban dari gue!”


“Kamu nggak terima?” tanya Alex dengan acuh tak acuh.


Yudo tersenyum dingin, “Bagaimana gue bisa terima diserang diam-diam olehmu? Kecuali lu bertarung dengan gue secara terang-terangan, jika lu bisa menang dariku, maka lu boleh tanya apa pun yang ingin kamu tanyakan.” Yudo sangat percaya diri dengan kemampuan bela dirinya.


Meskipun dia nggak bisa melawan ketika Alex menangkapnya, tapi dia merasa itu karena dirinya nggak waspada, bukan karena Alex lebih hebat dari dirinya.


“Haha.” Alex tersenyum, “Kamu ingin duel secara adil ya? Lalu, jawab pertanyaanku?”


Yudo menganggukkan kepala, “Betul! Asalkan lu menang, maka gue bakal menjawab pertanyaan lu!”


“Yakin?” kata Alex.

__ADS_1


“Yakin!” jawab Yudo. Tadi, dia nggak melihat jelas tampang Alex, jadi rasa kesal di hatinya semakin meningkat.


Bagaimanapun, dia harus mendapatkan kembali keadilan dengan tinju sendiri!


Alex tidak melukainya ketika menangkapnya tadi, oleh karena itu Yudo langsung melompat sambil meregangkan anggota tubuhnya setelah Alex melepaskan tangan. Lalu, dia melihat ke arah Alex dan berkata, “Ih? Kok muda banget? Bocah, siapa lu? Ngapain lu ke Tomohon? Beraninya lu mukul gue di Klub Bintang, gue benar-benar mengagumi keberanian lu.”


“Yudo, beraninya kamu berlagak sombong di depanku, memang minta dihajar!” Alex menyipitkan mata dan menatap Yudo dengan acuh tak acuh, lalu berkata “Ayo maju.”


“Oke! Lu mau hajar gue ya? Oke kalau gitu sini!” Yudo memasang kuda-kuda, ternyata itu adalah jurus kaki aliran utara. Ruangannya agak sempit, tapi keterampilan kakinya sangat bagus, bisa-bisanya dia membuatnya terlihat kuat dan akurat di tempat sekecil ini.


Srh srh srh! Sepasang kaki Yudo berputar ke arah Alex seperti kincir angin!


Wilson dan Elbert berusaha menyusut ke sudut dinding karena ketakutan dan nggak berani melihat pertarungan mereka.


Sosok Alex melintas ketika Yudo merasa pandangannya kabur,  lalu terdengar suara tamparan!


Bisa-bisanya dia kena tampar dua kali? Bahkan dirinya ditampar sampai terhuyung dan hampir jatuh?


Rasa sakit di wajahnya memberitahunya bahwa ini adalah kenyataan.


“Lu…” Asal master turun tangan pasti tahu kemampuan lawan bagaimana. Lawan bisa menamparnya dua kali dengan mudah, maka juga bisa memukulnya sampai pingsan dengan satu tinjuan!


“Bung, sebenarnya ngapain kamu ke sini? Gue merasa beruntung bisa kenal dengan master sepertimu selama hidupku!” Yudo segera mengubah sikapnya dan mengabaikan  Elbert yang tangannya telah dipatahkan.


Wilson dan Elbert segera menciut ketika melihat Kak Yudo ditampar dua kali dan merasa frustasi: Gimana alur cerita ini sih?


Alex berkata, “Kedatanganku untuk memeriksa kasus Oktavia diracuni sampai tenggorokannya rusak dua tahun lalu. Aku harus membuat orang yang mencelakai Oktavia mendapatkan balasan setimpal.”


“Memeriksa kasus?” Ekspresi Yudo langsung berubah, “Bung, teman-teman yang datang dari berbagai tempat paling mementingkan kesetiaan. Meskipun gue nggak sehebat lu, tapi gue sungguh nggak bisa menjawabmu mengenai masalah ini.”


Alex tersenyum sambil mengangguk, “Umm, Yudo, aku berharap kamu bisa mempertahankan katamu ini.”

__ADS_1


“Apa maksudmu?” Sebenarnya Yudo terkejut dan segera waspada ketika melihat jari Elbert yang patah tadi, “Emang lu berani menindak hukum di Klub Bintang?! Selain itu guruku adalah Raja Kaki Utara!”


Nova diam-diam terkejut karena semua orang tahu akan nama Raja Kaki Utara. Orang ini adalah master yang sudah mengasingkan diri. Dia memiliki bakat seni bela diri yang sangat baik ketika masih muda, kemudian dia mengunjungi berbagai guru terkenal. Sekarang dia adalah master terhebat di sisi Richard, dengar-dengar sudah mencapai tingkat Dewa Perang!


Sedangkan Richard bisa melakukan usaha yang sukses di sini karena berkat Raja Kaki Utara.


Alex merasa lucu terhadap sikap setia Yudo. Dia mengatakan backingannya karena nggak bisa mengalahkan Alex. Ini adalah trik yang dimainkan anak-anak.


Dia mengaitkan jari pada Yudo, “Aku juga menghormatimu sebagai seorang pria, jadi kamu bisa menyerangku dengan seluruh kekuatanmu!”


Yudi menggertakkan gigi, lalu memutuskan untuk menyederhanakan masalah ini. Dia nggak akan menggunakan jurus yang terlihat indah lagi, melainkan menggunakan tendangan tiga kalinya untuk melihat bagaimana Alex menghadapinya.


Yudo sangat percaya diri dengan tendangan tiga kalinya, karena jurus ini sudah mengalahkan banyak teman-teman dari berbagai tempat yang menantangnya. Oleh karena itu, pemuda di depannya ini juga belum tentu bisa mengalahkan dirinya meskipun kuat.


Yudo menggesekkan kakinya ke depan, lalu sepasang tinjunya dan satu kakinya menyerang ke arah Alex!


Jika Alex menghindar, maka dia akan melakukan tendangan keduanya secara bertubi-tubi.


Namun, Alex nggak memberinya kesempatan untuk menendang kedua kali. Alex menyampingkan tubuh ketika kaki Yudo menendang ke arahnya dan gerakan ini sangat akurat hingga beberapa milimeter.


Bukan hanya menghindari lawan, tapi Alex juga meraih kaki kanan Yudo di saat yang sama!


Kaki Alex hanya menendang secara ringan saja sudah membuat Yudo jatuh ke lantai dan menimbulkan suara. Meskipun Yudo menggunakan sepasang tangan untuk menahan lantai, tapi pergelangan kaki kanannya masih di tangan Alex!


Syuh! Alex seperti mengangkat tas kain, dia segera mengangkat Yudo yang tingginya lebih dari 180 cm dengan enteng!


Bang! Yudo diangkat sampai membentuk setengah lingkaran sebelum dilempar ke lantai dengan kuat!


“Ah!” Yudo nggak sempat berteriak kaget dan segera pingsan karena lemparan itu! Bahkan organ tubuhnya seperti berpindah tempat!


Kesenjangan antara mereka berdua sangat besar!

__ADS_1


Plak plak, Alex melangkah ke depan untuk menampar wajah Yudo, lalu menampar dengan pelan lagi dan menekan filtrumnya dengan kuat!


__ADS_2