Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Rangga Tidak Terpilih


__ADS_3

Bukannya Rangga tidak membenci Wendy, apalagi tidak ingin membalas dendam terhadap Wendy, yang terpenting sekarang adalah dia tidak berani memprovokasi Alex.


Setelah itu, Surya pergi mencari Mega, "Nak, kamu mau berdiam diri melihat kakakmu ditembak?"


Mega juga tidak membuat pernyataan, sikapnya sama dengan ayahnya sekarang, jika dia tidak bisa bertentangan dengan Alex, maka lebih baik tidak.


Tapi siapa sangka, kurang dari sehari kemudian, Wendy secara terbuka menghubungi perwakilan bisnis di semua tingkatan di enam provinsi dan 1 kota di Jakarta untuk memilih ketua perwakilan bisnis yang baru. Perlu diketahui kalau Rangga telah menjabat sebagai ketua bisnis selama 6 tahun berturut-turut.


Meskipun ketua bisnis Jakarta tidak ada apa-apanya, tapi yang diwakili adalah sebuah identitas, yaitu posisi teratas dunia bawah di Kota Jakarta.


Siapa yang bisa duduk di posisi ini, maka dia lah yang akan menjadi pemimpin di Jakarta.


Terlihat jelas kenapa Wendy secara terbuka mengajukan pemilihan ulang ketua bisnis. Dia pasti diperintahkan oleh Alex untuk menggulingkan kerajaan bisnis yang dibuat oleh Rangga.


Jika Rangga berhenti menjadi ketua bisnis, maka bisnis keluarga Utama secara alami akan anjlok. Yang paling serius adalah pelabuhan kapal pesiar Teluk Indah mungkin akan dikelola oleh orang lain.


Penggantian pengelola dermaga adalah hal yang paling tidak dapat diterima bagi Rangga. Dia telah menginvestasikan ratusan miliar pada tahap awal. Jika pemerintah tidak terus bekerja sama dengannya, tidak hanya uang-uang itu hangus, tetapi juga akan mempermalukannya setengah mati.


Konferensi Bisnis Kota Jakarta diadakan tepat waktu di ruang konferensi di lantai tiga gedung kantor KADIN. Pada saat itu, semua tokoh terkemuka di kalangan bisnis akan hadir. Beberapa tokoh berpengaruh dari enam kabupaten juga akan hadir.


Dengan total 7 orang perwakilan ini semuanya adalah anggota Kamar Dagang dan masing-masing memegang hak pilih.


Rangga dan Alex juga hadir. Alex ada di sini untuk menggantikan Erika yang sedang dirawat di rumah sakit. Nama Erika sudah masuk daftar calon.


Rangga tahu dalam hatinya bahwa tidak peduli seberapa hebat Alex, tidak akan mudah untuk merebut posisinya sebagai ketua bisnis. Bagaimanapun, perwakilan dari enam provinsi dan 1 kota semuanya adalah orang pilihan Rangga.


Meskipun Wendy mungkin memilih Erika, tapi 6 orang lainnya tidak mungkin memihak Alex begitu cepat.

__ADS_1


Bahkan jika Alex kemungkinan akan menyuap satu atau dua dari mereka, setidaknya setengah dari mereka juga masih berhubungan denganku.


Setelah Alex tiba, dia menyapa semua orang dan duduk dengan tenang tanpa banyak bicara.


Aturan pemilihan adalah setiap suara dari masing-masing ketujuh anggota di tempat tersebut dihitung sebagai 10 poin. Anggota bisnis lainnya akan dihitung sebagai satu poin per suara.


Mega duduk di sebelah Rangga, dia berbisik pada ayahnya: "Yah, menurut pengamatanku barusan, ada yang aneh dengan ekspresi wajah sekelompok orang yang kamu pilih ini."


Rangga berkata, "Mungkinkah mereka semua memihak Alex sekarang?"


Mega berkata, "Alex terlalu kuat sekarang, dan hanya sedikit dari orang-orang ini yang bisa dipercayai."


Rangga berkata: "Belum pasti. Royadi dari provinsi Doho, Prasmulyo dari provinsi Wongso dan Wanto dari provinsi Raton. Mereka masih mengundangku untuk makan beberapa hari yang lalu dan berkata akan terus mendukungku.


Mega menghela nafas dan berhenti berbicara. Pemungutan suara sudah dimulai, dan setiap perwakilan menerima surat suara (kecuali kandidat) yang dibagi menjadi dua warna, putih dan merah. Poin warna putih adalah satu, sedangkan yang merah adalah 10 poin.


Karena pemungutan suara ini bersifat rahasia, setelah surat suara ditulis, dimasukkan ke dalam kotak suara, dan kemudian notaris mulai menghitung suara.


Tidak ada yang mengira skor Rangga dan Erika bisa berbeda jauh, Rangga berdiri dengan terkejut, "Kalian, tidak salah hitung?"


Notaris berkata dengan tenang: "Tuan Rangga, kami tidak akan pernah membuat kesalahan. Jika Anda tidak percaya, Anda dapat memeriksa jumlah suara secara langsung."


Rangga melambaikan tangannya, "Tidak perlu." Dia tampak tak berdaya, dan duduk kembali di kursi.


Selanjutnya, notaris mengumumkan bahwa Erika terpilih sebagai ketua Kamar Dagang saat ini. Karena Erika masih belum pulih dari lukanya di rumah sakit, dia tidak bisa hadir ke tempat ini. Maka dari itu Alex yang menggantikan Erika untuk berbicara.


Ketua kamar dagang akan memiliki sebuah ruangan kantor di gedung KADIN, serta sebuah papan nama bertulis Wakil Ketua. Karena jabatan ini perlu diangkat kembali oleh pemerintah kota, jadi untuk sementara gelar ini masih menjadi milik Rangga. Semua orang tahu betul kalau dalam beberapa hari lagi, posisi Rangga sebagai wakil ketua bisnis Jakarta akan dicabut.

__ADS_1


Erika yang masih sangat muda akan menjadi wakil ketua KADIN Jakarta dan juga ketua bisnis. Pada saat yang sama, diumumkan juga bahwa keluarga terkaya No. 1 di Jakarta akan berganti kepemilikan, dan keluarga Utama secara resmi tergeser mulai hari ini.


Ketika Mega membantu ayahnya meninggalkan tempat tersebut, dia menyadari bahwa Rangga terlihat menua drastis.


Ketika hampir keluar dari pintu utama, mereka berpapasan dengan Wendy yang baru saja datang. Wendy memberi selamat, "Tuan, selamat atas pensiun mu yang gemilang! Sejujurnya, kamu benar-benar sudah tua dan tidak lagi mampu. Kamu tidak bisa lagi memimpin kami para anak muda. Tapi, bagaimanapun juga, kamu adalah senior kami. Jika ada masalah di Jak-Tim kelak, kamu bisa mencariku kapan saja. Wendy masih dengan senang hati membantumu. Haha. "


Rangga mendengus, "Kalau begitu terima kasih Wendy. Mega, ayo pergi."


Rangga jatuh sakit begitu pulang, dia demam tinggi, dan berbicara omong kosong.


Mega tahu kalau Ayah begini karena terlalu emosi, "Alex, Wendy, kalian sudah keterlaluan."


"Wendy, kamu bahkan sengaja mengejeknya. Kamu pasti sudah bosan hidup!"


Mega mondar-mandir di dalam kamar, dia sedang memikirkan cara untuk membalas dendam pada Wendy. Pada saat ini, seseorang di luar pintu berkata, "Nona, saya Wanto. Bisakah saya masuk?"


Mega tahu kalau Wanto adalah orang kepercayaan ayahnya, yang juga merupakan orang terkemuka di provinsi Raton, "Tuan Wen, Anda bukan orang luar, jangan sungkan. Masuklah."


Setelah Wanto memasuki kamar, dia terlebih dahulu menjenguk Rangga yang sakit, lalu pergi ke ruang tamu, "Nona. Saya rasa penyakit Tuan Rangga karena emosi berlebihan."


Mega berkata, "Ya. Dia emosi karena sekelompok bajingan itu. Awalnya, mereka semua mendapat manfaat dari keluarga Utama, tetapi sekarang semuanya berpihak pada Alex. Ayahku masih belum bisa menerima kenyataannya."


Wanto berkata: "Suara Tuan Rangga tidak lebih dari 20. Itu berarti hanya satu anggota yang memilih Rangga. Jika saya katakan, orang itu adalah saya, apakah nona percaya?"


Mega berkata, “Tentu saja. Dengan kedatangan Anda kemari hari ini sudah membuktikan semuanya. Tidak ada orang lain yang akan datang lagi."


Wanto berkata: "Nona, katakan saja. Saya akan mengatur orang untuk membunuh Alex."

__ADS_1


 


 


__ADS_2