Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 516 Paling Tidak Boleh Menyinggungnya


__ADS_3

Orang yang dapat menelepon ke nomor ini hanyalah anggota Biro Red Shield.


Saat ini, Roselline sedikit kebingungan karena tidak ada orang yang berbicara setelah telepon itu tersambung. Akan tetapi, suara latarnya agak bising.


“Aku adalah Kapten Robert dari kantor polisi,” Robert berkata sesuai instruksi Alex.


Roselline langsung mengerti, “Apakah Alex yang menyuruhmu meneleponku?”


Setidaknya Robert dapat memastikan bahwa orang yang dia telepon itu mengenal Alex. Itu berarti bahwa Alex tidak membohonginya.


Namun, dia masih tidak percaya bahwa dia akan melepaskan Alex setelah panggilan telepon ini. Hal itu sangat tidak masuk akal.


Alex memang bersalah karena sudah memukuli orang hingga cedera. Ini adalah masalah serius.


Robert tidak akan berpihak pada siapapun meskipun Morgan adalah sepupunya.


“Benar. Saat ini, Alex ditangkap karena sudah sengaja melukai orang lain. Kalau kamu memerlukan pengacara ....”


“Lepaskan dia.” Roselline hanya mengucapkan satu kalimat itu dengan cuek.


Robert sedikit tertegun, “Apa katamu?”


“Aku bilang lepaskan dia. Aku adalah anggota divisi ketiga, divisi tertinggi Biro Red Shield dengan kode nama Serigala Salju. Lepaskan Alex, dia adalah anggota Biro Red Shield!” kata Roselline dengan nada penuh dominasi.


Ronald malah merasa bahwa Roselline itu sedikit gila karena sudah mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Biro Red Shield. Apakah dia pikir Biro Red Shield itu dapat diakses dengan begitu gampang?


Mereka adalah pahlawan yang bersembunyi di dalam kegelapan!


Mereka sangat sulit ditemui dalam keseharian. Bahkan meskipun ada peristiwa besar, Biro Red Shield juga sangat sulit ditemukan. Akan tetapi, Biro Red Shield memang benar-benar menjalankan tugas di seluruh Negara Indonesia dengan frekuensi yang sangat tinggi.


Jadi, Robert merasa bahwa dirinya tidak mungkin begitu beruntung untuk bisa bertemu dengan anggota Biro Red Shield.


Dia menatap Alex dengan tidak berdaya, “Kalau kamu memang ingin berbohong, bukankah lebih baik kamu mengarang sebuah cerita yang lebih gampang dipercaya orang? Biro Red Shield? Dia mengatakan bahwa kamu adalah anggota Biro Red Shield?”


Melihat Robert yang tertawa begitu senang, Alex jadi tidak tega mengganggunya.

__ADS_1


Namun, Alex tahu bahwa Roselline akan mengambil tindakan meskipun dia tidak turun tangan sendiri.


“Sebenarnya, kamu sudah dalam bahaya, Bro. Kamu sudah menyinggung wanita yang tidak seharusnya kamu singgung. Untungnya dia nggak ada di sini. Kalau gak, kamu pasti sudah lewat.” Alex sedikit kebingungan melihat Robert yang begitu percaya diri.


Kenapa dia begitu yakin bahwa Roselline bukanlah orang Biro Red Shield?


Nomor telepon yang dia berikan pada Robert itu jelas-jelas sangat aneh dan bahkan lebih mirip dengan serangkaian kode.


Friska juga tidak berdaya melihat Albert yang tertawa begitu senang. Orang ini benar-benar tidak tahu bahwa dia sedang berada dalam masalah besar.


Sepertinya masa depannya akan menjadi suram!


Setelah mobil mereka tiba di kantor polisi, Robert malah berkata pada Alex, “Ingat, kamu masih berhutang padaku. Tadi saat di mobil, kamu sudah bilang bahwa kamu akan membiarkanku menghajarmu tanpa perlawanan kalau aku nggak melepaskanmu.”


Alex tertawa sambil menganggukkan kepalanya, “Benar. Tapi, permainan kita masih belum selesai. Apakah kamu merasa kamu sudah menang?”


Robert membuka tangannya, “Bukankah sudah sangat jelas? Saat ini, aku hanya perlu mengurungmu di dalam dan tugasku sudah selesai.”


Setelah turun dari mobil, beberapa orang polisi membawa Alex masuk ke dalam. Amel sangat terkejut saat melihat kejadian itu dan buru-buru menghampiri mereka.


“Kapten, apa yang kamu lakukan? Dia adalah penyelamatku!” Amel menatap Robert dengan heran.


“Benarkah? Siapa yang dia pukul?” Amel sedikit kebingungan.


“Dia memukul pengawal PT. Zrank hingga patah tulang. Saat ini, mereka berdua sedang diantar ke rumah sakit. Jadi, aku harus membawanya kembali ke sini.”


Amel sangat tidak mengerti kenapa Alex bisa muncul di hadapannya dengan begitu dramatis. Dia bahkan muncul dengan identitas sebagai orang biasa.


“Tapi dia pasti mempunyai alasan kenapa dia berbuat begitu!” Amel buru-buru menjelaskan.


Dia tidak ingin Alex benar-benar dipenjara.


Robert berkata dengan serius, “Hentikan perbuatanmu ini! Kita harus menangani masalah ini dengan serius. Akhir-akhir ini, atasan sudah memberi perintah untuk mengambil tindakan keras bagi orang yang membuat masalah dan berkelahi!”


Setelah mendengar kata-kata itu, Amel hanya dapat menutup mulutnya dan melihat Alex dikurung di dalam sebuah jeruji besi. Jeruji besi ini ada di lantai satu yang dibuat dengan mengelas dan menyambungkan beberapa baja.

__ADS_1


Alex dan Friska dikurung secara terpisah. Tapi mereka juga hanya dipisahkan oleh sebuah pagar besi.


Amel berjalan ke hadapan Alex dan bertanya dengan terkejut, “Apa yang kalian lakukan di sana dan kenapa bisa muncul masalah seperti ini?”


Alex tersenyum, “Tentu saja untuk menemukan bukti yang kamu mau. Bukankah kamu selalu membutuhkan bukti? Makanya aku pergi untuk mencarinya. Tapi untuk sementara, aku masih belum menemukan petunjuk apapun.”


Amel menatap Alex dengan haru. Dia tidak menduga bahwa Alex akan menepati janjinya. Kemarin, dia baru pergi melindungi Aston dan hari ini, Alex langsung pergi ke PT. Zrank untuk mencari informasi yang dia butuhkan.


Hal ini membuatnya merasa sangat terharu.


Amel buru-buru berkata, “Aku nggak buru-buru. Kalau kamu masih belum mendapatkannya, pelan-pelan saja. Meskipun kamu nggak menemukannya juga nggak apa-apa.”


Sebenarnya Amel tidak ingin melibatkan Alex. Kasus ini benar-benar sangat menggeramkan dan juga melibatkan terlalu banyak orang.


Jadi, dia tidak rela untuk menyerah. Lagi pula, dia juga memiliki alasan yang tidak boleh dia lupakan.


Alex berkata dengan serius, “Aku selalu menepati kata-kataku. Kalau aku sudah berjanji untuk menemukan buktinya, aku akan menemukannya secepat mungkin. Dengan begitu, aku juga bisa mempertanggungjawabkannya kepadamu.”


“Tapi saat ini kamu malah dikurung. Bagaimana kalau kamu benar-benar dihukum? Kamu akan dipenjara beberapa tahun!” Amel sangat mengkhawatirkan hal ini.


Alex hanya tersenyum mendengarnya, “Tenang saja. Mereka akan melepaskanku sebentar lagi. Bisa jadi, direkturmu yang akan datang sendiri.”


Amel menatap Alex dengan sedikit penasaran. Dia tahu bahwa Alex tidak pernah membual.


Namun, alasan apa yang bisa membuat direktur mereka untuk datang ke tempat ini?


Robert menarik sebuah kursi dan duduk di depan pintu. Saat dia sedang memikirkan kasus berikutnya, tiba-tiba dia melihat ada seseorang yang bergegas ke arahnya.


Dia sedikit kebingungan, tapi buru-buru berdiri dan memberi hormat, “Direktur! Kenapa kamu datang ke sini?”


Ternyata orang yang datang itu adalah Max Donal, direktur mereka.


Robert tahu bahwa Max pergi menghadiri rapat dan seharusnya tidak akan kembali begitu cepat. Tapi, kenapa dia tiba-tiba kembali?


Wajah Max tampak gugup, “Apakah kamu menangkap seseorang yang bernama Alex?”

__ADS_1


Robert menganggukkan kepalanya.


Ekspresi wajah Max langsung berubah menjadi marah, “Dasar kamu ini! Kenapa kamu begitu kepo? Apakah kasusmu masih kurang banyak? Atau mungkin kamu terlalu menganggur akhir-akhir ini?”


__ADS_2