Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Ada yang Membantunya


__ADS_3

Friska tersenyum pahit, “Sebenarnya aku juga ngak nyaman jika harus sembunyi terus.”


Alex berkata, “Kamu dapat bertindak sebagai bantuan rahasia kami dan bisa memberikan pukulan tak terduga pada musuh kapan saja.”


“Baiklah, kalau begitu bagaimana cara menyelidikinya?” Friska tentu saja setuju dengan pendapat Alex karena Alex sangat pintar.


Alex berkata, “Masalah ini dipimpin oleh Friska dan Hengky, jadi kalian harus memeriksa semua orang yang berencana mendekati Erika dan Jasmin, juga ngak boleh membiarkan karyawan mendekati mereka sendirian kapan saja. Musuh bisa menggunakan berbagai cara untuk mencelakai kita, kali ini dengan memberi racun, maka lain kali bisa saja langsung membunuh. Oleh karena itu, kita harus lebih hati-hati sebelum menghancurkan organisasi tikus!”


Jasmin menganggukkan kepala, “Iya! CCTV area kantor harus diperkuat! Selain itu, Ken, kamu bertanggung jawab atas keamanan luar gedung pusat dan jangan membiarkan orang yang mencurigakan masuk.”


Keano menganggukkan kepala, “Tenang saja! Aku jamin ngak akan membiarkan orang yang mencurigakan masuk ke dalam!”


Alex berkata, “Selama Erika pergi ke lokasi konstruksi, maka Keano dan Hengky harus melindunginya bersama-sama dan ngak boleh kurang seorangpun.”


Mereka berdua menganggukkan kepala, “Ya! Jangan khawatir.”


Jasmin berkata, “Fris, kamu si ‘orang transparan’, tugasmu adalah bertanggung jawab menjadi berbagai karakter untuk memeriksa di dalam perusahaan setiap hari. Jika ada yang aneh, langsung ditangkap saja!”


Friska tersenyum, “Bagus, kalau begitu! Martin, kamu akan ikut denganku.”


Martin lekas menjawab, “Baik!”


Setelah selesai rapat kali ini, seluruh perusahaan PT. Atish menunjukkan kondisi ketat di dalam, tapi lengah di luar, jika dilihat dari luar, keadaan PT. Atish seperti biasanya. Seolah-olah kematian Friska tidak menimbulkan pengaruh apapun.


Pada tanggal 2 Desember, pada malam hari, sosok Alex kembali muncul di kediaman keluarga Mahari.


Rumah kecil Andreas dan Nelson telah menjadi rumah berhantu, jadi tidak ada yang berani mendekat ketika malam tiba dan rumah ini sudah kosong.


Tambo yang terluka parah masih merawat lukanya dan tidak keluar dari rumah. Rumahnya berada di sebelah teras rumah utama Kennedy.


Alex sudah menginterogasi Larry sebelumnya, jadi dia lebih memahami struktur kediaman keluarga Mahari kali ini. Meskipun di malam hari, tapi Alex tetap datang seperti kembali ke rumahnya sendiri.


Deskripsi Larry tentang villa ini sangat rinci, mungkin orang itu merasa Alex sudah tahu kemampuan bela dirinya dengan rinci, jadi dia secara keliru menganggap Alex sebagai juniornya.


Tapi ketika Alex menanyakan lukisan bernama “Langit Biru” itu, Larry malah mengatakan tidak pernah melihatnya.

__ADS_1


Namun, Larry mengatakan ayahnya sangat menyukai lukisan itu, dan tidak pernah ditunjukkan kepada orang lain. Dia juga tidak tahu di mana lukisan itu ditempatkan, tapi seharusnya ada di gudang harta karun khusus milik Kennedy.


Larry pernah ke gudang harta karun ayahnya, tapi tidak menemukan lukisan itu.


Selain itu, Larry juga tidak bisa mengatakan dengan rinci bagaimana cara masuk ke gudang harta karun Kennedy. Bisa dilihat betapa liciknya si Kennedy ini, bahkan dia tidak mempercayai putranya sendiri.


Villa ini dibangun di lereng bukit, dan menempati lebih dari ratusan hektar tanah, di ketinggian juga terdapat lampu sorot khusus yang berfungsi sebagai patroli di malam hari.


Tiba-tiba ada api menyala di sudut tenggara villa.


“Kebakaran! Cepat padamkan apinya!”


“Panggil pemadam! Cepat panggil pemadam kebakaran!”


“Cepat padamkan apinya!”


Di tengah malam, suasana villa tiba-tiba menjadi ramai.


Alex mengalihkan pandangan: Apakah ada orang lain yang memasuki villa?


“Tuan, kami belum tahu penyebab kebakarannya, tetapi yang terbakar adalah rumah Tuan Kelima.”


“Apa? Rumah Nelson?” Kennedy tercengang, putranya sudah meninggal, tapi rumahnya malah kebakaran, “Cepat padamkan apinya! Cepat!”


“Iya! Jangan khawatir, Tuan. Kami sedang berusaha memadamkan api!”


Ghaston dan Bernard pun terbangun oleh suara keributan, mereka lekas memimpin orang untuk mulai memadamkan api dengan segala cara.


Alat pemadam api dan selang air saling disemprotkan ke rumah Nelson yang terbakar.


Kennedy tak bisa duduk diam lagi, dia juga datang ke rumah Nelson dan mulai mengarahkan.


Tim patroli tentunya juga bergabung dengan tim kecil pemadam, setelah lewat dari setengah jam, api pun padam, tapi rumah Nelson sudah hangus terbakar.


Selain itu, ada banyak tempat yang masih berasap, lalu udara dipenuhi dengan bau gosong dan asap menyelimuti seluruh villa.

__ADS_1


Orang-orang yang memadamkan api secara bertahap bubar dan mobil pemadam kebakaran telah pergi.


Suasana villa menjadi tenang, Kennedy pulang ke kediamannya, sedangkan Ghaston serta Bernard datang untuk melaporkan situasi kepada sang ayah.


Hal yang tidak diketahui Kennedy adalah ketika dia meninggalkan rumahnya untuk memadamkan api, Alex sudah menyelinap ke dalam rumahnya dan bersembunyi di ruang kerja Kennedy.


Sedangkan saat Alex menyelinap ke dalam rumah, ada sepasang mata di kejauhan yang melihat jelas semua gerakan Alex, tapi dia tidak menghalanginya maupun mengikutinya, melainkan bersembunyi di suatu tempat di dalam villa.


Alex tidak membawa anak buah, jadi dia tidak tahu siapa pemilik mata itu.


Tindakan Alex tidak mengejutkan empat pengawal yang menjaga di dalam sekitar rumah karena kemampuan empat pengawal itu berada di tingkat master, jadi mereka tidak mungkin bisa mengetahui keberadaan Alex.


Langit semakin gelap, suasana villa juga pelan-pelan menjadi sunyi, bahkan tim patroli juga tidak berani mengeluarkan suara apapun agar tidak mengganggu tidur Kennedy.


Alex tetap diam di ruang kerja Kennedy, dia menggunakan persepsinya untuk mengamati struktur ruang kerja di dalam kegelapan dan berharap menemukan pintu masuk ke gudang harta karun Kennedy.


Namun, dia benar-benar tidak menemukan hal yang istimewa selain rak buku, meja besar, serta kursi dan peralatan teh.


Rak bukunya ada beberapa baris, sepertinya Kennedy punya banyak koleksi buku. Selain itu, ada banyak kaligrafi dan lukisan terkenal yang digantung di dinding, ini menyatakan bahwa selera pemiliknya cukup bagus.


Alex mondar-mandir beberapa kali di dalam ruang kerja dengan langkah pelan, dia memeriksa bagian belakang setiap lukisan, tapi tidak menemukan jejak ruangan rahasia.


Kemudian, dia terus memikirkan satu hal di dalam kegelapan: Jika aku adalah Kennedy, maka di mana aku akan memasang pintu masuk gudang harta karun?


Dia menggunakan kesabaran yang luar biasa, berpikir sambil mencari. Waktu sudah berlalu satu jam, tapi dia masih tidak menemukan apa-apa.


Dia tidak rela untuk pergi begitu saja karena dia telah mengamati struktur rumah ini. Jika Kennedy memang punya gudang harta karun, maka seharusnya ada di dalam ruang kerja, bukannya di kamar.


Tapi, mengapa tidak ditemukan adanya pintu masuk? Alex mulai mengamati perabotan yang ada di dalam ruang kerja lagi. Lukisan, kaligrafi, meja, peralatan teh, rak buku…benar! Seharusnya rak buku!


Alex segera memeriksa semua rak buku yang menempel di dinding, tapi dia tetap tidak menemukan pintu masuk setelah menggunakan waktu setengah jam untuk menyentuh bagian belakang semua rak buku yang menempel di dinding.


 


 

__ADS_1


__ADS_2