
Alex melambaikan tangan ke arah Philips, “Keluarlah! Masalahnya sudah selesai.”
Wajah Philips dipenuhi keringat, saat melihat delapan pria kekar yang tergeletak di lantai, dia berdiri di depan pintu kantor pengacara dengan badan gemetaran dan berkata “Hm, Tuan, lebih baik kamu yang datang ke sini.”
Ternyata, kedua kakinya tidak bisa bergerak karena gemetaran hebat.
Nova menghentikan mobilnya di tempat semula lagi, sedangkan Alex memegang tongkat baseball dan berjalan di hadapan para pria kuat itu sambil berkata, “Kalian dengar ya, aku akan mematahkan kaki orang yang berani melawanku! Pergi sana!”
Wush! Alex tiba-tiba mengangkat tongkat baseball sehingga membuat para pria kekar yang tergeletak di tanah langsung kabur secepat kilat.
“Tuan, silakan masuk.” Philips membungkuk dengan hormat, lalu membawa Alex dan Nova ke lantai dua. Ada sebuah ruangan yang sangat sunyi di sini, seolah terisolasi dari dunia luar saat pintu ditutup.
“Biaya konsultasi untuk kalian berdua hari ini gratis! Hanya saja, apa yang ingin kalian tanyakan?” Philips berangsur-angsur tenang, tapi dia masih merasa sedikit takut kepada Alex dan Nova.
Alex tersenyum padanya, “Pak Philips, kamu harus menjawab pertanyaanku dengan jujur, kalau ngak…hehe.”
“Tentu saja aku akan jawab dengan jujur!” ujar Philips yang hampir bersumpah.
“Bagus, kalau gitu siapa yang mencarimu untuk menjadi pengacara Susanto? Berapa banyak fakta kriminal yang dimiliki Susanto? Berapa biayamu?”
“Hah? Ini…aku ngak bisa sembarang mengatakan hal ini, aku harus menghormati privasi pihak yang berkaitan,” kata Philips dengan gugup.
Alex tetap melihatnya sambil tersenyum, “Hanya kita yang tahu percakapan hari ini. Jika Pak Philips bersiteguh ngak mau mengatakannya…” Tangan Alex yang berada di sudut meja kayu mahoni bergerak, Tak! Sudut meja mahoni langsung patah!
Philips melihatnya dengan penuh ketakutan dan berkata dalam hati, “Aku pasti bakal mati jika jari itu mencekik leherku.”
“Oke, aku akan mengatakan semuanya!” Philips mengalah setelah ragu sejenak.
__ADS_1
Orang yang datang mencari Philips untuk membela Susanto bernama Rusell Sugiharto, seorang manajer di sebuah perusahaan dan biaya pengacaranya adalah 100 juta.
“Rusell Sugiharto ya…” kata Alex.
“Tuan Alex, ini kartu namanya.” Karena sudah mengatakannya, maka Philips pun sekalian mengatakan semuanya.
“Perusahaan Investasi Deltomed?” Alex mengangguk, “Bagus, Pak Philips, terima kasih. Aku akan memberimu 400 juta dan memintamu untuk tidak membantu Susanto lagi. Selain itu, minta temanmu juga untuk tidak ikut terlibat dalam hal ini, bisakah kamu melakukannya?”
“Hah?” Philips tercengang, “Tuan Alex, ini tidak sesuai dengan aturan! Aku bisa ngak membela Susanto, tapi aku ngak bisa mengendalikan teman-teman pengacaraku!”
“Aku akan menambah 200 juta lagi.” Alex langsung menggunakan uang untuk menekannya.
“Hmm, baiklah! Tuan Alex, aku pasti akan berusaha sebaik mungkin.” Philips berjanji dengan sangat terpaksa. Penakut sepertinya berkemungkinan berubah pikiran setiap saat.
Alex berkata, “Sebenarnya, masih ada satu nyawa dalam bayaranmu ini.”
“Satu nyawa?” Sekujur tubuh Philips gemetaran.
“Ah?!” Philips tercengang sampai dia bahkan tidak menyadari kapan Alex dan Nova pergi.
Perusahaan Investasi Deltomed merupakan perusahaan investasi yang berdiri kokoh di Kota Tomohon. Orang-orang kaya di Provinsi Sulawesi Utara bergabung di dalamnya, dan tentu saja ini karena Tuan Richard.
Tuan Richard adalah bos di balik Perusahaan Investasi Deltomed. Rusell hanyalah wakil yang ditunjuk oleh Tuan Richard.
Tentunya, gaji Rusell juga sangat tinggi. Dia mengemudikan mobil Maybach dan gaji tahunannya sebesar 4 miliar. Selain itu, masih ada tambahan bonus lagi jika ada tugas lain.
Karena itu, pendapatan Rusell termasuk yang tertinggi di seluruh penjuru kota Tomohon.
__ADS_1
Sama seperti saat ini, demi mencari pengacara untuk Susanto, Tuan Richard memerintahkannya untuk menyewa pengacara terbaik di Kota Tomohon dengan harga tinggi selama bisa mengurangi hukuman Susanto.
Oleh karena itu, Rusell menyewa Philips, dan yang terpenting dia tidak menghabiskan banyak uang.
Rusell sedang berada di dalam kantornya, sekretaris seksinya yang berpakaian minim sedang menebarkan pesonanya di depan Rusell.
“Oh? Mana yang sakit? Sini, kubantu pijit,” kata Rusell memegang bahunya.
Tok, tok! Terdengar suara pintu diketuk dan seseorang langsung masuk.
“Keluar!” teriak Rusell dengan nyaring sehingga gadis dalam pelukannya langsung berdiri dan merapikan pakaian yang sulit menutupi tubuhnya.
“Siapa yang suruh masuk?” Mata Rusell melotot, “Keluar, ketuk pintunya lagi!”
Sedangkan Gina, berteriak kepada gadis yang masuk itu, “Keluar! Kamu ngak lihat apa Pak Rusell sedang sibuk?”
Nova dengan lincah segera memegang kedua tangan Gina dan menekannya ke sofa, “Diam! Aku akan mematahkan tanganmu kalau kamu bicara lagi!”
“Ukh!” Gina langsung diam.
“Eh? Kalian! Jangan macam-macam ya! Satpam! Mana satpam? Cepat ke sini!” Saat Rusell masih belum selesai bicara, Alex sudah membungkam mulutnya terlebih dahulu.
Alex berkata pelan di telinganya, “Aku akan mematahkan lehermu kalau masih teriak!”
Rusell merasakan kekuatan tangan Alex yang tidak bisa dilawannya!
Rusell biasanya juga giat latihan, seni bela dirinya juga bagus. Tiga atau lima pria kekar bukanlah lawan baginya.
__ADS_1
Tapi, kekuatan tangan Alex seperti tangan robot yang bisa menghancurkan apa saja!
“Aku ngak akan berteriak, aku ngak akan teriak,” kata Rusell yang membuat Alex melepaskan tangannya.