
Melihat pertengkaran di kedua keluarga, Alex diam-diam menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit. Erika bertanya, "Alex, apa yang kamu tertawakan?"
Alex berkata: "Menertawakan mereka berdua, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka, tapi masih saja bertengkar begitu."
Erika bertanya, "Menurutmu hadiah itu tidak ada hubungannya dengan mereka?"
Alex berkata: "Seharusnya begitu."
Erika mengerutkan kening, "Mungkinkah tuan muda kaya tertarik pada gadis di bawah umur keluarga kita? Yasmin berusia 13 tahun dan Kelly baru 9 tahun. Bagaimana mungkin? Aku tidak percaya. Kamu pasti salah tebak kali ini. "
Alex berkata, "Aku tidak mengatakan bahwa hadiah itu untuk mereka. Kurasa itu mungkin untukmu."
Erika tersipu, dia diam-diam meninju Alex, "Alex, jangan bicara sembarangan. Aku ... aku sudah menikah. Siapa juga yang akan memberiku hadiah. Bahkan jika memang benar, apa kamu akan menyetujuinya? "
Lasmi angkat bicara, "Cukup! Belum jelas juga masalah ini kalian sudah berdebat seperti ini, Jika kebenaran terungkap dan ini semua tidak ada hubungannya dengan keluarga kalian, mau taruh di mana wajah kalian?"
Riska akhirnya bersuara, "Nek. Aku punya teman kuliah yang kondisi keluarganya sangat baik, tapi dia bukan dari provinsi kita. Teman itu mendekatiku hingga sekarang, dan dia juga berkata ingin memberiku mobil mewah dan kapal pesiar ... Apa mungkin itu dia?"
Lasmi berkata: "Tanyakan saja, semua akan jelas nanti. Masalah ini cukup sampai di sini. Yang mana dari keluarga Buana kita yang orang itu sukai akan terungkap bulan depan. Aku akan menyimpan hadiah-hadiah ini untuk sementara. Bubar. "
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang, Saras berkata dengan iri: "Alex, kamu sudah lihat? Entah siapa yang begitu kaya sampai memberikan hadiah sebanyak itu sekaligus. Kuharap orang itu bukan Riska. Kalau tidak, Satriya pasti akan menggertak kita di masa depan dengan adik ipar sehebat itu. "
Alex tertawa dan berkata, "Bu, tenang saja. Mahar-mahar itu tentu saja bukan untuk Riska, meskipun itu memang untuk Riska, tidak peduli sekaya apapun keluarga yang dinikahi adiknya, dia juga jangan harap bisa menggertak kita lagi. "
Ferdi berkata: "Alex, kami tentu saja percaya padamu. Namun, Satriya selalu ingin melawan keluarga kita, kami harus tetap waspada."
Alex berkata: "Aku mengerti. Bulan depan, kebenaran akan terungkap."
Besok, Haris akan mengunjungi Jakarta secara langsung untuk dua tujuan: Pertama, masih ada waktu satu minggu sebelum pameran perabot mewah di Hari Nasional. Perusahaan Jaya Shield bertanggung jawab atas keamanan pameran tersebut. Haris memimpin sekelompok orang untuk datang lebih awal untuk memahami tempat pameran.
Kedua, Erika tidak memiliki pengalaman dalam mengelola armada transportasi, jadi dia dengan tulus mengundang keluarga Wibowo untuk bekerja sama. Buana Group akan menyediakan kapal dan keluarga Wibowo akan bertanggung jawab atas bisnisnya. Perusahaan transportasi baru didirikan, dan eksekutif sebelumnya dari keluarga Utama harus diganti. Haris membawa sekelompok elit yang akrab dengan bisnis perkapalan kali ini, dan kelompok orang ini akan diintegrasikan ke dalam armada baru.
Prosedur untuk 12 kapal kargo dengan berbagai ukuran telah diserahkan. Saat ini, kedua belas kapal tersebut diparkir di dermaga dekat Pulau Pari. Armada tersebut juga memiliki gedung perkantoran tiga lantai di Pulau Pari.
Haris juga berencana membangun resor besar di pulau itu. Dia memberi tahu Alex tentang rencananya, dan Alex langsung setuju. Oleh karena itu, Haris segera mulai beroperasi, dia mengakuisisi lereng bukit di selatan Pulau Pari.
Pagi ini, matahari bersinar terang dan perusahaan pelayaran keluarga Buana dan Wibowo secara resmi didirikan. Erika, sebagai perwakilan dari keluarga Buana, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Haris. Setelah keduanya berjabat tangan, terdengar suara tepuk tangan meriah di sekitar.
Alex dan Haris berjalan ke bukit Mentari dan menatap laut di depannya. Haris berkata: "Bos, waktu berlalu begitu cepat. Sudah 5 tahun dalam sekejap mata. 5 tahun tahun lalu, keluarga Wibowo kami menghadapi situasi putus asa. Jika bukan karena pertolonganmu, keluarga Wibowo mungkin sudah lama binasa. "
__ADS_1
Alex tersenyum tipis, "Haris, aku dan Teddy sudah melalui banyak hal bersama, dan hubungan kami sangat baik. Kamu adalah kakaknya, dan juga kakakku. Bagaimana mungkin aku tidak peduli jika keluarga Wibowo dalam masalah? Ngomong-ngomong, kamu memang elit di dunia bisnis. 5 tahun lalu, keluarga Wibowo kira-kira hanya memiliki aset 2 triliun. Tapi hanya dalam beberapa tahun, kamu telah melipatgandakannya 10 kali lipat. Seketika melonjak ke urutan empat besar di provinsi. Sungguh luar biasa, aku benar-benar mengaguminya. "
Haris tertawa, "Kemampuanku terlalu jauh di belakang Bos Alex. Kamu bertanggung jawab atas 100.000 tentara bayaran Beruang Hitam, asetmu tidak mungkin hanya jutaan triliun, kan?"
Pada saat ini, Erika dan Friska juga memanjat bukit sambil berpegangan tangan. Melihat mereka sedang berbicara dengan senang, Friska bertanya, "Ayah, Alex, apa yang kalian berdua bicarakan sampai senang begitu?"
Haris tahu bahwa Alex tidak ingin orang lain mengetahui identitasnya sebagai Bos Gang Beruang Hitam, jadi dia berkata: "Alex dan aku sedang meneliti cara mengembangkan industri pariwisata di sini."
Friska bertanya, "Alex, apakah kamu punya rencana bagus?"
Alex merentangkan tangannya dan tersenyum pahit, "Aku tidak tahu apa-apa tentang ini. Erika dan aku sudah mengatakan bahwa kamu dan ayahmu adalah genius di dunia bisnis. Kami hanya bertanggung jawab atas investasi dan dividen saja. "
Erika juga berkata, "Ya. Friska, kuserahkan semuanya padamu.."
Friska menunjukkan kepada Erika lokasi dermaga, hotel, stadion, bar, dan vila mewah yang akan dibangun di sini.
"Erika, coba lihat, apa ada masalah dengan rencana kita?"
Erika memuji: "Friska, kamu sudah merencanakan dengan sangat tepat, masih ada masalah apa lagi?"
__ADS_1
Ketika semua orang sedang asyik berbicara, tiba-tiba mucnul 5 speedboat di lautan luas. Kemunculan kelima speedboat ini mendadak memecah kesunyian di pulau itu.
Ketika melihat lima speedboat itu, Alex menjadi muram, dan firasat buruk muncul dari lubuk hatinya. Ada masing-masing 3 orang di atas 5 speedboat yang melaju, semuanya adalah tentara bayaran bersenjata lengkap. Pemimpinnya adalah Edwin. 5 speedboat mendekati pulau. Melalui teleskop berkekuatan tinggi, Edwin melihat Alex, Erika, Haris dan Friska di puncak bukit. Tugasnya hari ini adalah membunuh Alex dan yang lainnya bersama-sama, lalu memimpin anak buahnya menyelinap ke dalam Jakarta dan menunggu kesempatan untuk menyelamatkan adiknya, Edward.