
Memang benar perkataan istrinya, belum 3 menit Rico sudah game over. Dia berkata dengan kesal, “Sayang, apa energi fisikku menurun belakangan ini?”
Istri pertamanya memelototinya dan berkata, “Pas masih muda juga kamu begini, apanya yang menurun! Kalian para pria hanya tahu nanam benih doang, habis itu kami para wanita yang menderita! Huh!”
“Iya deh iya, jangan mengeluh lagi ya! Malam ini aku masih ada perjamuan untuk cari duit buat kamu!” Rico lekas memakai pakaian setelah selesai berkata.
“Iya deh, suamiku emang yang terbaik!” Istri pertamanya jelas-jelas tahu Rico punya banyak selingkuhan di luar sana, tapi dia tetap saja mengantar Rico dengan penuh kasih sayang demi uangnya.
Istri keduanya sudah mendesak hampir seratus kali! Rekeningnya tiba-tiba menerima uang 600 juta, dan setelah dipastikan bahwa Rico yang mengirimkannya, istri kedua sangat senang dan segera menyuruh orang untuk menyiapkan beberapa masakan seperti sedang merayakan hari besar dan menunggu kedatangan Rico.
Istri keduanya tinggal di sebuah vila kecil. Ketika tiba di depan vila, Rico menekan remote kontrol sehingga pintu listrik perlahan terbuka.
Wush! Dari sisi kiri dan kanan muncul seorang wanita dan pria. Mereka berdiri di depan mobil Rico sambil menatap Rico yang berada di dalam mobil hingga merinding.
Si pria melambaikan tangan dan memberi isyarat agar Rico menghentikan mobil.
Rico berada di depan rumahnya sendiri saat ini! Tapi, dia tidak tahu siapa mereka! Namun, orang yang bisa muncul di depan rumahnya pasti bukanlah orang biasa!
Jika bukan orang biasa, maka siapa yang telah disinggung Rico?
Oleh karena itu, Rico menghentikan mobil dengan enggan, meskipun dia enggan turun dari mobil, tapi dia tidak berani membangkang.
“Em, bung, halo halo, ada apa kalian mencariku?” kata Rico sambil segera menyodorkan sebatang rokok dan mengeluarkan korek api dengan sikap menyanjung dan hendak menyalakan rokok untuk Alex.
Alex melambaikan tangan dan tidak menerima rokok darinya, “Rico Regan ya?”
Rico menganggukkan kepala, “Betul, bung, siapa Anda?”
__ADS_1
Alex tidak menjawabnya, “Kemarilah, ada yang ingin kutanyakan padamu.”
Rico merasa gugup, “Em. Bung, apa Anda orangnya Tuan Richard?”
Nova mengabaikan Rico, tapi Alex malah merangkul bahu Rico dan berjalan ke sudut vila, “Tuan Richard bilang uang yang kamu kirim ke Jody mungkin bermasalah.”
“Hah?” Rico ketakutan sampai hampir ngompol di celana, “Em, bung, aku benar-benar sudah mengirim semua uang itu!”
Buk! Alex menendang Rico, kemudian menginjaknya dengan satu kaki, “Bajingan! Katakan yang jujur, kalau ngak kamu akan mati!”
Rico sangat ketakutan, “Bung ampun! Ampun! Aku akan katakan dengan jujur! Begini ceritanya, sebenarnya yang kuantar memang 10 miliar, tapi yang aku korup hanya 2 miliar! Tolong ampuni aku! Uhuhuh…”
Alex berkata dalam hati: Tuh kan!
Dia mengeluarkan ponsel untuk merekam video, “Tuan Richard menyuruhku untuk membunuhmu, lalu membuangmu ke laut untuk jadi makanan ikan. Tapi, aku lihat kamu juga cukup kasihan. Kalau gitu kamu sebaiknya menjelaskan hal ini secara jujur padaku, kemudian aku akan membantumu meminta ampun pada Tuan Richard.”
Rupanya, Rico merasa membawa uang 10 miliar itu sangat berat, jadi dia menyewa seorang pria perkasa untuk membantunya membawa tas besar itu ke kediaman Jody. Selain itu, dia juga menyewa tukang kunci. Lalu Rico dan pria perkasa itu masuk setelah membuka pintu rumah Jody, kemudian dia menaruh uang tunai 10 miliar ke bawah ranjang Jody dan pergi secara diam-diam.
Dalam proses ini, pria perkasa dan tukang kunci yang disewa oleh Rico sma sekali tidak tahu bahwa barang yang dimasukkan Rico ke rumah Jody adalah uang tunai sebesar 10 miliar! Kalau tidak, mereka pasti akan merebut uang itu dan tidak akan kembali lagi!
Kedua orang ini adalah kuli, jadi tidak akan terpikirkan oleh mereka kalau Rico membuka kunci rumah orang hanya untuk mengantarkan uang!
Rico melaporkan hal ini ke Tuan Richard setelah mengantarkannya, kemudian pelapor yang diutus oleh Tuan Richard melaporkan Jody dan seluruh masalah ini sangat sempurna sehingga menjebloskan Jody ke dalam penjara selama puluhan tahun pasti bukan masalah.
Sedangkan kelanjutannya seperti yang sudah diketahui.
Nova sangat kesal mendengarkan pengakuan Rico, dia ingin sekali menendang bajingan ini sampai mati.
__ADS_1
Namun, Rico adalah saksi penting! Bukan hanya perlu merekam video, tapi dia juga tidak boleh membunuhnya agar bisa dijadikan bukti.
Oleh karena itu, Nova segera meminta seorang rekan dari kantor polisi Tomohon untuk membawa Rico kembali ke kantor, sedangkan Rico malah membantah, “Aku ngak mengatakan apa-apa tadi! Polisi itu yang memaksaku mengatakannya!”
Nova menendang punggungnya, “Bajingan! Sudah begini masih berani menyangkal?”
Rico berteriak, “Kalian ini sedang memaksakan bukti! Aku akan melaporkan kalian!”
“Diam! Perhatikan sikapmu!” Polisi sangat membenci orang seperti Rico.
Selanjutnya, menurut pengakuan Rico tadi, Alex menemukan toko tukang kunci itu dan Nova membawa empat anggota polisi bersamanya.
“Halo? Halo, apa ini tukang kunci? Aku perlu tukang membuka kunci sekarang! Betul, aku meninggalkan kunciku di rumah. Aduh, maaf ganggu malam-malam gini, kalau begitu aku akan membayarmu dua kali lipat asal kamu mau ke sini! Iya iya, datanglah!”
Setelah Alex menghubungi orang itu, dia pun menunggu di depan rumah si tukang kunci. Tak lama kemudian, orang itu membuka pintu dan berjalan keluar, lalu dua orang anak buah Nova menangkapnya saat dia hendak masuk ke dalam mobil, “Jangan bergerak! Perhatikan sikapmu!”
“Eh? Tokoku sudah terdaftar di kantor polisi! Mengapa kalian menangkapku?” Keluh si tukang kunci karena tidak senang.
Nova memarahinya, “Kamu dicurigai terlibat dalam kasus kriminal besar! Kamu adalah komplotan Rico! Ngerti sekarang?”
Tukang kunci seketika menjadi lesu, dia mengikuti kedua petugas polisi masuk ke dalam mobil polisi tanpa mengatakan apa-apa.
Terakhir, si pria perkasa adalah seorang kuli di sebuah desa dalam kota, dia tidak pintar, jadi dia tidak tahu apa kesalahannya ketika ditangkap polisi. Dia terus memohon, “Pak polisi, aku benar-benar ngak tahu apa-apa! Jika enggak percaya, kamu boleh tanya ke orang-orang, aku enggak pernah melakukan kesalahan, bahkan makan saja biasanya ngak sampai kenyang…”
“Jangan omong kosong, bicarakan saja di kantor polisi!” Polisi memarahinya, “Kalau masih ngak mau diam, aku akan menyumpal mulutmu!”
Pria perkasa itu langsung diam dan tidak berani mengomel lagi.
__ADS_1