
Alex tentu saja nggak keberatan, jangankan wakil manajer perusahaan cabang, bahkan wakil manajer kantor pusat saja dia bersedia memberikannya.
Terlebih lagi, kalau bukan Martin yang menahan orang-orang itu sendirian, istrinya pasti sudah mati di sini.
Ini adalah hal yang sangat mungkin terjadi.
"Aku akan menyuruh orang kemari untuk melindunginya, tapi ada beberapa hal yang perlu ditangani. Provinsi Sulawesi Utara tampaknya juga nggak aman, kalau nggak aku antar kamu kembali ke Jakarta dulu." Alex nggak ingin Erika berada dalam bahaya di Manado.
Namun, Erika menggelengkan kepalanya, "Gak bisa, aku berada di mana pun kamu berada. Selain itu, aku sama sekali nggak takut. PT. Atish masih membutuhkanku untuk menangani beberapa hal. Kalaupun mau kembali ke Jakarta, juga harus menyelesaikan semua masalah ini dulu."
Alex nggak bisa berbuat apa-apa, dia tahu istrinya bukanlah orang yang suka melarikan diri.
Dia memeluk Erika, "Baiklah, tapi kamu harus menjaga dirimu sendiri. Kalau ada bahaya, kirimkan lokasinya padaku sesegera mungkin. Aku akan menggunakan kecepatan tercepat untuk sampai ke sampingmu."
Erika tersenyum bahagia dan mengangguk.
Malam hari, Alex duduk santai di sofa di ruangan sendiri, sementara Andi masuk dengan tergesa-gesa, "Bos, aku sudah menemukan bajingan mana yang menyerang kakak ipar."
Setelah menangani Ryanza, Andi dan yang lainnya seperti menghilang dan baru muncul sekarang, Alex masih mengira terjadi sesuatu padanya.
Tidak disangka dia menyelidiki masalah ini.
Alex sama sekali tidak terkejut Andi bisa mengetahui siapa dalang dari kejadian kemarin lebih dulu daripada Damian. Bagaimanapun juga, kemampuan investigasi Andi adalah yang terbaik di antara 4 Raja Dunia.
Asalkan ada sedikit petunjuk, Andi dapat mengikuti petunjuk ini untuk menyelidiki semuanya. Meskipun kemampuan Andi bukanlah yang terkuat di antara 4 Raja Dunia, dia yang paling cepat menyelesaikan tugas dengan mengandalkan kemampuannya untuk menganalisis masalah dengan rinci.
"Katakanlah."
__ADS_1
Ekspresi Andi sangat bangga, dia duduk di samping Alex, "Bos, ternyata semua orang ini diinstruksikan oleh Dakson. Sejak kalah pertempuran waktu itu, Dakson mengandalkan perlindungan anak buahnya untuk kabur. Tapi sebelum meninggalkan Manado, dia menyayembarakan 200 miliar. Kalau ada yang bisa membunuh Erika atau pun kamu, orang itu bisa mendapatkan hadiah 200 miliar yang dikirimkan oleh Dakson di situs tersebut."
Alex tentu saja tahu tentang situs yang menawarkan hadiah untuk menyewa pembunuh, tapi dia tidak menyangka ternyata Dakson begitu licik, bahkan menargetkan Erika.
Jika hanya menargetkannya, tentu saja tidak akan ada masalah apa pun. Dia yakin bisa membunuh semua orang yang menginginkan nyawanya, tapi Erika hanyalah seorang wanita lemah yang tidak punya kemampuan bela diri sama sekali. Kalau ada pembunuh menyerangnya, dia sudah pasti mati.
Semua orang tahu kemampuannya, juga mengerti tidak mungkin bisa membunuhnya, jadi semua orang menargetkan Erika.
200 miliar sangat menarik bagi para pembunuh itu. Tidak hanya bagi pembunuh, bahkan bagi beberapa kelompok kecil di Manado juga menarik.
Seperti yang terjadi kemarin, orang-orang itu bukanlah pembunuh, mereka hanyalah kelompok kecil di Provinsi Sulawesi Utara.
"Jadi apakah kamu tahu di mana Dakson sekarang?" tanya Alex dengan santai.
Andi menggaruk kepala sedikit tidak enak, "Aku sudah menyuruh orang melacaknya, tapi membutuhkan waktu. Dakson bajingan itu sangat licik, dia sengaja mengambil beberapa rute yang nggak bisa kita selidiki."
Alex mengangguk.
"Kita bisa mengesampingkan masalah Dakson dulu, tapi hadiah 200 miliar itu harus dicabut, kalau nggak itu akan sangat berbahaya bagi istriku." Alex tahu hal terpenting yang harus dilakukan sekarang adalah mencabut pengumuman hadiah itu. Untuk masalah Dakson, dapat dibicarakan di lain waktu. Lagipula, suatu hari nanti Dakson juga pasti akan tertangkap.
Andi tersenyum, "Sebenarnya kamu juga tahu siapa yang membuat situs ini. Kalau kamu ingin mencabut hadiah itu, kamu harus maju sendiri."
Alex sangat nggak berdaya, dia tentu saja tahu. Waktu itu saat meluncurkan situs ini, orang itu sudah datang mencarinya dan hubungan mereka berdua cukup baik.
Hanya saja kedua pihak perlahan menjadi jauh karena keuntungan Geng Beruang Hitam, tapi Alex juga tahu asalkan dia berbicara, orang itu pasti akan melakukan apa yang dia katakan.
__ADS_1
Tapi masalah yang lebih banyak akan menyusul.
"Sudahlah, sepertinya masih harus memikirkan cara lain." Alex menggelengkan kepala nggak berdaya.
Dia nggak akan pergi mencari orang itu kalau nggak terpaksa.
"Kalau begitu, sewa lebih banyak pengawal untuk melindungi kakak ipar. Lagi pula, kemampuan pembunuh yang bisa disewa dengan 200 miliar juga terbatas, setidaknya gak setingkat empat Raja Dunia seperti kita." Andi tersenyum.
Namun, Alex juga tahu, walaupun pembunuh yang datang tidak sekuat Andi, pembunuh yang bisa disewa dengan harga 200 miliar juga tidak biasa.
"Sepertinya masih perlu meminta bantuan orang." Alex tahu dengan kedudukannya saat ini di Indonesia, dia nggak bisa menyelesaikan masalah ini sepenuhnya.
Jadi masih harus meminta bantuan orang.
Alex tahu urusan internasional seperti ini, kalau dia yang maju, hasil akhir adalah identitasnya yang pernah menjadi komandan Geng Beruang Hitam akan terekspos. Saat itu, bukan hanya para pembunuh ini yang akan masuk ke Indonesia.
Jadi identitasnya tidak boleh terekspos, setidaknya tidak boleh terekspos sebelum dia menjadi yang terkuat di Indonesia.
Masih harus menahan diri untuk beberapa waktu!
Andi menghela napas, "Kalau dulu, masalah seperti ini bukanlah masalah bagimu, kamu bisa membunuh siapapun yang berani menyinggungmu. Kalau soal jumlah orang, jumlah anggota Geng Beruang Hitam tidaklah sedikit. Kalau soal kemampuan, orang yang bisa menjadi anggota Geng Beruang Hitam juga tidak lemah."
"Tapi lihatlah, kamu berada di Indonesia bahkan takut pada orang kecil seperti Dakson. Hal yang dia lakukan sudah memprovokasimu, tapi kamu nggak bisa maju sendiri untuk menanganinya."
"Jadi Bos, kalau kamu kembali ke Geng Beruang Hitam, Dakson bukanlah apa-apa. Dia juga hanya bisa dengan patuh pergi ke Geng Beruang Hitam dan berlutut di depanmu untuk meminta maaf."
Alex mengerutkan kening, "Lupakan saja masa lalu. Kamu pergi carilah Dakson, kalau menemukan dia, langsung eksekusi di tempat. Mempertahankan orang seperti dia juga hanya akan membawa bencana."
__ADS_1
Andi mengangguk, menepuk dadanya dengan bersemangat, kemudian berbalik dan pergi.
Setelah tahu apa yang sudah dialami Erika, Nova sangat marah dan langsung menginterogasi para tahanan itu. Tapi orang-orang ini hanyalah pembantu, sama sekali nggak tahu siapa dalang di balik masalah ini, bahkan mereka nggak tahu siapa orang yang ingin mereka bunuh.