
Alex menepuk bahu Aswin dengan puas, “Nggak lama lagi, turis sudah diperbolehkan untuk pergi. Jangan bilang aku nggak memperingatkanmu kalau sampai tertangkap oleh Biro Red Shield. Transit akan segera dijaga dengan ketat, terutama dalam periode khusus ini.”
Aswin menganggukkan kepala dengan kuat. Pada saat inilah dia mengetahui dirinya telah lolos dari masa penuh bahaya.
Alex pun meninggalkan Hummer.
Aswin bercucuran air mata. Nggak pernah terpikirkan olehnya betapa indahnya masih bisa tetap hidup. Dia bersumpah kelak dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di sini lagi.
Negara ini akan selalu menjadi musuh yang kuat. Bukan hanya dia seorang, tetapi juga musuh yang kuat bagi semua pembunuh. Mereka yang berani datang adalah para petinggi yang berpengaruh besar.
Insiden pembunuhan itu langsung diselesaikan. Bantuan Biro Red Shield membuat segalanya menjadi sangat mudah. Semua anggota Biro Red Shield terlibat secara langsung dalam pertempuran dan membombardir para pembunuh dengan senjata berat.
Sebuah tank datang dan menghancurkan semua musuh.
Masih ada beberapa rudal kecil yang mengebom seluruh tempat yang ditempati oleh si pembunuh dan menjadi tidak karuan.
Keramaian ini segera mencapai bagian akhir. Meskipun kantor pusat PT. Atish terlihat dalam kondisi yang mengerikan, tidak ada lagi seorang pun di Manado yang berani mengatakan apa pun. Pada saat itulah PT. Atish menjadi pemimpin wilayah Manado.
Situs web tersebut juga telah mencabut penangkapan berhadiah dari Erika dan Alex, sehingga tidak ada lagi bahaya bagi Erika di Manado.
Setelah Alex dan Erika menetap sejenak, mereka berencana untuk pergi ke kota Kendari. Bagaimana pun, Biro Red Shield telah banyak membantunya, sehingga budi baik harus dibalaskan.
Ada baiknya untuk menyuruh Roselline kembali dan membuat laporan.
Friska datang ke arah pintu dan berdiri di depan Alex sabil tersenyum tipis, “Alex, baru-baru ini aku menemukan sekelompok pengawal dan berencana untuk mempekerjakan mereka di PT. Atish, jadi ayo ikut denganku untuk melihat mereka.”
Alex melihat Friska dengan ragu. Sebelumnya, kalau pun Friska telah merekrut pengawal baru, dia juga tidak akan membiarkannya untuk ikut membantunya menginspeksi mereka.
Sebenarnya apa yang terjadi?
__ADS_1
Dia merasa sangat penasaran. Akan tetapi, karena Friska telah memintanya, tentu saja dia tidak akan menolaknya.
Mereka berkendara sampai ke sebuah sarana tinju. Ada belasan orang di sana yang tengah menempati ring tinju. Wajah mereka terlihat begitu angkuh.
“Apa sudah nggak ada orang lagi? Bukankah kalian menginginkan kami untuk menjadi pengawal perusahaan kalian? Maka kemari dan kalahkan kami! Belasan saudara kami hanya bisa diyakinkan oleh mereka yang bisa mengalahkan kami. Jika mereka ingin kami melakukan sesuatu, maka harus mengalahkan kami dulu!” Si botak yang terlihat kuat berteriak dengan suara keras.
Tepat setelah memasuki pintu dan mendengar kata-kata seperti itu, Alex pun merasa sedikit terkejut dan melihat ke arah Friska. Friska hanya bisa mengangkat bahunya dan berkata, “Mereka ini berasal dari pegunungan yang dalam, tapi pastinya ada seorang ahli yang mengajarkan tinju silang pada mereka. Mereka memang memiliki kekuatan itu, tetapi setelah keluar dari pegunungan, mereka menempati beberapa tempat sebagai gangster.”
Alex bertanya dengan bingung, “Lalu bagaimana kamu bisa menemukan mereka?”
Friska tersenyum sambil berkata, “Sebenarnya nggak sulit untuk menemukan mereka. Setelah Richard terbunuh, Manado yang awalnya tenang mulai bergejolak dan banyak orang mulai bersaing untuk merebut wilayah. Mereka juga melakukan hal yang sama, kebetulan saja mereka telah merebut perusahaan kami, jadi aku membuat taruhan dengan mereka.”
“Jika perusahaan kami kalah, maka perusahaan pengawal perusahaan kami akan diserahkan kepada mereka. Tetapi jika mereka kalah, mereka akan bergabung dengan Perusahaan Jaya Shield.”
Friska menghadap ke si botak yang kuat dan berkata, “Orang yang berbicara dengan suara keras ini adalah pemimpinnya. Nama panggilannya adalah Bhadrika, tinju silangnya sangat hebat, kemungkinan tinjunya bisa mematikan orang dalam satu serangan.”
Tinju silang saat ini telah berubah menjadi lebih sederhana dan setiap gerakan adalah gerakan mematikan.
“Apakah perusahaanmu nggak bisa menemukan seseorang yang bisa mengalahkan mereka? Seingatku perusahaan kalian memiliki master dari alam grandmaster, bukan?” Alex menjadi semakin kebingungan.
Friska menghela napas, “Para master dari alam grandmaster sudah pergi. Kebetulan saja mereka memiliki tugas. Di tempat ini, hanya ada kamu yang memiliki kekuatan luar biasa. Meskipun kamu bukan anggota perusahaan kami, sekumpulan orang bodoh ini juga nggak mengetahuinya.”
Alex tersenyum tipis, “Nggak baik untuk menipu mereka seperti ini.”
Friska memutar bola matanya, “Kamu harus memikirkannya dengan baik. Jika orang-orang ini bekerja di perusahaan kami, maka mereka akan dikirim ke PT. Atish dan menjadi pengikut Erika. Apa kamu nggak ingin mempertimbangkannya demi istrimu?”
Alex melipat lengan bajunya sambil bertanya, “Apa syarat pertarungannya? Apa aku harus mengalahkan mereka semua?”
Pada saat ini, Bhadrika menunjuk ke arah Friska. Mereka berdualah yang membuat taruhan ini, sehingga taruhan Friska harus bisa membayar taruhan ini bagaimanapun caranya.
__ADS_1
“Di perusahaan kalian nggak ada seorang pun yang bisa bertarung, jadi bukankah inilah saatnya bagimu untuk memenuhi janjimu?”
Friska menyipitkan mata dan tersenyum, “Jangan cemas, bukankah masih ada satu orang di pihakku? Jika kamu bisa mengalahkannya, aku akan mengakui kekalahan dan akan melakukan apapun yang kamu inginkan. Selama kalian bisa mengalahkannya, pengawal Manado akan menjadi milik kalian.”
Bhadrika tertawa dan berkata, “Sudah kubilang, kamu nggak perlu membuang-buang waktu lagi. Pernahkah kamu mendengar tinju silang? Kami adalah keturunan asli dari tinju silang. Orang biasa bukanlah lawan kami. Dengan tubuhnya ini, satu pukulan saja sudah bisa membuatnya kehilangan nyawa di sini. Kami ini bukan pembunuh, loh!”
Friska menutup mulutnya dan tersenyum. Sekarang semuanya menjadi semakin menarik. Bagaimanapun juga, sudah waktunya bagi Alex untuk tampil.
Alex melompat ke atas ring tinju sambil bertanya, “Bagaimana pertarungan ini akan berlangsung? Apa kamu akan melawanku seorang diri atau berkelompok?”
Bhadrika mengangkat alisnya dengan kesal, “Jangan banyak omong kosong, kamu pikir dirimu bisa menyelamatkan dunia? Sudah kubilang, kamu datang hanya untuk menjadi karung pasirku!”
Melihat Bhadrika nggak menjawab, Alex pun mengalihkan pandangannya ke arah Friska yang tersenyum tipis, “Tentu saja, ini adalah pertarungan satu lawan satu, tetapi jika kamu ingin mengalahkan mereka semua, maka pertarungan ini akan menjadi pertarungan bergilir.”
Alex menyipitkan kedua mata dan berkata, “Jadi maksudmu nggak ada pengawal perusahaanmu yang datang untuk mengalahkan mereka?”
Friska menggelengkan kepalanya. Raut wajahnya terlihat sangat licik.
Alex pun merasa nggak berdaya, “Kamu benar-benar memperlakukanku seperti seorang kuli, aku telah tertipu olehmu.”
Friska merentangkan tangannya tanpa memedulikan Alex dan berkata, “Bagaimanapun juga, semakin kuat beberapa orang ini, tentunya semakin baik untukmu, bukan? Mari kita lihat apa kamu bisa menaklukkan mereka.”
Alex bertanya dengan nada dingin, “Pernahkah kamu melihat seseorang yang nggak bisa kutaklukkan?”
Dia menghadap ke arah Bhadrika sembari menggoyangkan jarinya, “Jangan banyak omong kosong lagi. Karena sudah seperti ini, ayo cepat serang aku. Masih ada hal yang harus kulakukan nanti.”
Bhadrika mendengus kesal, “Kamu masih bisa bersikap begitu sombong karena kamu benar-benar nggak tahu kekuatan kami yang sebenarnya! Kuberitahu ya, saat aku benar-benar menggunakan seluruh kekuatanku! Dengan tubuhmu yang kecil ini, cukup dengan satu pukulan saja bisa membuatmu terbaring di rumah sakit selama tiga sampai lima tahun!”
Alex terus menggoyangkan jarinya dengan acuh, seolah-olah nggak mendengar apa yang dikatakan oleh Bhadrika.
__ADS_1