Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 515 Pergilah


__ADS_3

Alex tersenyum sambil menatap Trevor, “Wah! Berani sekali kalian melakukan hal ini diam-diam! Tapi, apakah kalian sanggup menerima amarahku selanjutnya?”


Trevor menatap Robert dan berkata, “Lihatlah. Bahkan saat kamu di sini, dia juga berani mengancam kami. Sepertinya orang seperti dia memang nggak akan bisa berubah. Kalau dia dihukum, paling nggak dia harus dikurung selama sepuluh tahun!”


Robert berkata dengan acuh tak acuh, “Hal seperti itu nggak bisa diputuskan oleh kamu ataupun aku. Tapi sepertinya dia akan dihukum karena sudah merusak properti pribadi dan mencederai orang.”


Alex hanya menatap beberapa orang itu dengan acuh tak acuh.


Trevor menganggukkan kepalanya dengan puas. Saat Friska ingin berdebat dengan Robert, Alex malah menahannya.


Dia tahu bahwa Robert pasti memiliki hubungan dengan Trevor. Jika tidak, Robert tidak akan membela Trevor.


Namun, dia sudah mengamati lingkungan di kantor ini dengan sangat jelas. Jika dia mendapatkan kesempatan, dia bisa menemukan dokumen yang dibutuhkan Amel.


“Kenapa? Apakah aku masih harus mengundangmu?” tanya Robert dengan dingin.


Alex pun mengambil borgol itu dan memborgol tangannya sendiri. Akan tetapi, dia tetap tersenyum sambil menatap Robert, “Borgol ini nggak akan mudah dilepaskan nanti.”


Robert hanya menatap Alex dan mencibir, “Kita sudah sampai di tahap ini, jadi kamu nggak perlu berpura-pura lagi. Bawa dia pergi!”


Kalimat terakhirnya itu ditujukan kepada bawahannya.


Setelah Alex dan Friska ditangkap, semua orang pun meninggalkan kantor itu. Kemudian, Trevor dan Morgan tersenyum sambil menatap Robert.


Robert menatap kedua orang itu dengan dingin, “Lain kali, jangan merepotkanku dengan masalah kalian. Aku sangat sibuk mengurus kasusku sendiri.”


Trevor tersenyum menyanjung, “Kak Robert, aku meminta pertolonganmu karena sudah kehabisan cara. Tadi kamu juga sudah melihat Fandi dan temannya yang sudah cedera itu. Kalau aku nggak memanggilmu, kami nggak akan punya cara untuk mempertahankan tempat ini.”


Morgan juga menganggukkan kepalanya, “Kak, kamu juga tahu kalau Fandi adalah orang terkuat di PT. Zrank, kan? Tapi si bajingan itu dapat menghabisi Fandi dengan santai. Lagi pula, aku juga sudah tahu bahwa Alex ternyata adalah direktur PT. Atish dari Kota Manado. Setelah membereskan Kota Manado, tujuan pertamanya bukanlah untuk menstabilkan situasi di sana, melainkan menyerang Provinsi Sulawesi Tenggara.”


Trevor lanjut berkata, “Jadi, dapat diketahui bahwa ambisi Alex sangat besar. Alasannya datang kemari pasti nggak sesederhana itu. Lihat saja apa yang terjadi pada Richard.”


Robert mengusap-usap pelipisnya, “Urusan bisnis kalian terlalu rumit dan nggak cocok denganku. Pokoknya kalian jangan merepotkanku. Hal ini pada akhirnya akan seperti apa juga nggak ada hubungannya denganku.”

__ADS_1


Morgan tahu sifat kakak sepupunya itu, jadi dia cepat-cepat menganggukkan kepalanya dan menyalakan sebatang rokok untuk Robert.


Setelah itu, Robert baru membalikkan badannya untuk pergi.


Morgan dan Trevor akhirnya bisa menarik napas lega. Mereka duduk di meja kerja masing-masing dan mengangkat kepala mereka.


 “Akhirnya selesai juga. Sebenarnya seberapa hebat kemampuan Alex? Dia bahkan bisa mengalahkan master seperti Fandi dan temannya itu!” Morgan sangat penasaran akan hal itu.


“Siapa yang tahu? Tapi akhirnya kita bisa memenjarakan Alex juga. Asalkan kita memberitakan kabar ini, apa kamu pikir nggak ada orang yang mau membunuhnya?” kata Trevor dengan gembira.


Morgan mengacungkan jempolnya. Dia nggak kepikiran tentang itu. Cara Trevor ini sangat bagus dan efektif!


Alex dan Friska duduk di dalam mobil dan diapit oleh beberapa orang polisi. Polisi-polisi itu memandang Alex dan Friska dengan penuh waspada.


Robert juga duduk di antara mereka. Dia mengamati Alex dengan penasaran.


“Kenapa? Apa kamu nggak pernah melihat wajah setampan ini?” canda Alex.


Alex hanya mengangkat bahunya. Sepertinya hanya dia sendiri yang bisa menghargai ketampanannya.


Robert menatapnya dengan penasaran lagi, “Apakah benar kamu yang mengalahkan Fandi dan temannya itu?”


Alex menganggukkan kepalanya. “Iya. Kenapa? Kemampuan mereka juga hanya begitu saja. Kalau aku nggak bisa mengalahkan mereka, bagaimana mungkin aku bisa lanjut hidup di Sulawesi Tenggara?”


Robert tetap tidak percaya, “Kemampuan Fandi dan temannya itu sangat hebat. Kamu masih begitu muda tapi kemampuanmu malah lebih hebat dari mereka berdua? Bukankah itu sedikit berlebihan?”


“Kenapa berlebihan? Kemampuan mereka nggak setinggi kemampuanku karena mereka nggak punya bakat. Kalau gak, mereka nggak perlu menjadi seorang preman untuk perusahaan keamanan,” kata Alex meremehkan.


“Kata-katamu itu masuk akal. Saat ini, mereka berdua memang hanyalah seorang preman. Tapi, mereka tetap memiliki kemampuan. Jangan kira aku nggak tahu mengenai tingkat kultivasi yang kalian sebut itu. Kedua orang tadi adalah petarung alam master. Kalau kamu bisa mengalahkan mereka dengan santai, bisa jadi kamu adalah petarung alam dewa.”


Ada sebuah senyuman yang muncul di wajah Robert.


Sebenarnya dia tidak begitu menyukai PT. Zrank. Hanya saja, Morgan itu adalah sepupunya. Jadi, kadang-kadang dia akan membantu Morgan tanpa melanggar prinsipnya.

__ADS_1


Prinsipnya adalah dia tidak akan pernah melakukan perbuatan melanggar hukum demi PT. Zrank.


Namun, dia juga tidak menyelidiki tentang PT. Zrank karena atasannya juga tidak menugaskannya untuk berbuat begitu.


Alex tersenyum dan menatap Robert, “Aku juga nggak tahu termasuk apa kemampuanku ini. Pokoknya aku bisa mengalahkan mereka yang mau menyerangku.”


Robert tertegun setelah mendengar kata-kata itu karena kalimat itu memiliki banyak makna lain.


Tidak peduli seberapa kuat musuh yang berani menyentuhnya, dia tetap bisa menyelesaikan mereka.


Bukankah itu berarti dia tidak terkalahkan?


“Kamu memang pandai membual. Sok sekali kata-katamu itu,” kata Robert meremehkan.


Alex hanya tersenyum dan nggak menjelaskan lebih banyak lagi. Dia lalu berkata pada Robert, “Apakah aku boleh menelepon sebentar?”


Robert berkata dengan acuh tak acuh, “Kita bicarakan nanti setelah sampai. Kamu akan diberikan kesempatan untuk menelepon di kantor polisi.”


Alex tersenyum, “Bukankah itu sangat buang-buang waktu? Aku hanya ingin minta tolong kamu untuk menelepon seseorang. Kamu pasti akan langsung melepaskanku setelah telepon itu tersambung.”


“Kamu membual lagi?” Robert terlihat sedikit tidak senang.


Alex menggelengkan kepalanya, “Bagaimana mungkin aku membual? Kamu hanya perlu membantuku membuat sebuah panggilan. Kalau aku memang membual, aku akan membiarkanmu menghajarku tanpa melawan, bagaimana?”


Meskipun Robert merasa sedikit risih dan tidak percaya, dia tetap mengeluarkan ponselnya.


Setelah Alex menyebutkan nomor teleponnya, Robert pun menekan tombol memanggil dan panggilan itu berhasil tersambung.


Terdengar suara seorang wanita, “Halo?”


Robert menatap Alex dengan sedikit keraguan, tapi Alex hanya tersenyum, “Kamu hanya perlu memberitahunya identitasmu.”


“Bicaralah.” Roselline sedikit kebingungan karena ini adalah nomor telepon yang tidak dikenalnya. Akan tetapi, dia juga tahu bahwa nomor telepon mereka sudah ditangani secara khusus. Jadi, tidak ada orang asing yang mengetahui nomor mereka.

__ADS_1


__ADS_2