Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 521 Dia Belum Keluar


__ADS_3

Sekuriti sudah melapor polisi. Jadi, tepat di saat mereka selesai berbicara, para polisi sudah tiba di dalam kantor dipimpin oleh Robert. Saat melihat situasi di dalam kantor, Robert langsung mengerutkan keningnya.


Amel memandang ke sekelilingnya dan langsung terkejut saat melihat lubang besar itu. Dia tidak menduga bahwa Alex akan langsung mengambil seluruh brankas karena tidak bisa membukanya. Lagi pula, mungkin tidak ada banyak orang yang akan melakukan hal seperti ini.


Robert bertanya dengan dingin, “Apakah kalian yang melapor polisi? Apa yang sudah terjadi?”


Trevor berjalan mendekati mereka. “Kak Robert, lihatlah! Ini semua adalah ulah Alex. Dia sudah mencuri seluruh brankas kami!”


Morgan juga berjalan mendekati mereka. “Kak ....”


“Panggil aku Pak Robert,” kata Robert dengan dingin.


Morgan berdeham sekali, lalu berkata, “Pak Robert, begini. Tadi malam, Alex datang ke perusahaan ini dan membawa pergi brankas kami.”


Robert bertanya, “Apakah kalian mempunyai bukti?”


“Sebenarnya kami mempunyai CCTV, tetapi datanya telah dihapus oleh Alex. Jadi, kami hanya mempunyai saksi. Sekuriti perusahaan kami juga melihat Alex,” kata Trevor dengan cepat.


Robert menatap para sekuriti yang masih gemetaran itu, “Apakah kalian melihat perawakan orang yang mengangkut pergi brankas itu?”


Semua sekuriti itu mengangguk.


“Baiklah kalau begitu. Ikut kami pergi untuk mengenali pelaku.” Robert dengan cepat membawa pergi beberapa sekuriti itu, sedangkan Morgan dan Trevor mengikuti mereka di belakang.

__ADS_1


Setelah tiba di Hotel Snow, Robert langsung mengetuk pintu kamar Alex.


Alex membuka pintu dengan mengenakan baju mandi. Saat melihat ada begitu banyak orang yang berdiri di depan pintunya, dia bertanya dengan ekspresi kebingungan, “Ada apa kalian mencariku?”


Robert berkata dengan tenang, “Ada orang yang menuduhmu sudah merampok sebuah brankas dan melukai dua karyawan.”


Alex sedikit terkejut, “Nggak mungkin. Aku nggak ke mana-mana hari ini. Setelah makan bersama Amel, aku sudah langsung kembali ke hotel.”


Robert mengerutkan alisnya, “Jadi maksudmu, setelah kamu kembali ke hotel sore tadi, kamu nggak keluar lagi?”


Alex mengangguk.


Morgan melangkah maju dan menunjuk Alex dengan marah, “Omong kosong! Kamu sudah datang ke perusahaan kami tadi malam dan juga mengambil brankas kami!”


Alex mengangkat bahunya, “Kalau kalian memang nggak percaya, kalian boleh mengecek rekaman CCTV. Di sepanjang koridor ini dipenuhi CCTV. Kalau memang aku keluar, kalian pasti bisa menemukan buktinya.”


Robert menunjuk ke dalam kamar dan bertanya, “Bolehkah kami masuk untuk memeriksa?”


Alex tersenyum, “Kalian seharusnya memerlukan surat perintah penggeledahan untuk melakukan hal seperti ini, tapi aku akan mengizinkan kalian masuk untuk membuktikan bahwa aku nggak bersalah.”


Setelah itu, Robert membawa bawahannya masuk ke dalam kamar untuk sekedar menggeledah. Namun, memang tidak ada jejak brankas di kamar ini.


Sementara Argo, petugas polisi yang dia kirim untuk mengecek rekaman CCTV juga sudah kembali, “Pak Robert, kami sudah menyelidiki rekaman CCTV di sini dan menemukan bahwa Alex nggak keluar dari kamar lagi setelah kembali tadi sore.”

__ADS_1


Morgan dan yang lain langsung tercengang karena tidak tahu apa yang sudah terjadi. Mereka tentu saja tahu bahwa hal semacam in sangat tidak masuk akal.


Semua sekuriti itu melihat bahwa Alex yang sudah mencuri brankas mereka tadi malam. Namun, kenapa CCTV hotel tidak menangkap bayangan Alex keluar?


Morgan langsung murka. “Nggak mungkin! Ada begitu banyak sekuriti perusahaan kami yang melihat bahwa dia yang sudah mencuri brankas kami! Alex pasti sudah melakukan sesuatu pada CCTV hotel ini!”


Robert mengangguk setuju. “Apa yang kamu katakan masuk akal. Kalau begitu, kami akan mengopi rekaman CCTV ini untuk dibawa ke kantor polisi. Kami akan menangkapnya setelah menemukan bukti bahwa dia sudah memanipulasi rekaman CCTV.”


Ekspresi Morgan dan Trevor langung berubah dan mereka buru-buru menolak. Morgan berkata, “Pak Robert, cara penyelidikan seperti ini akan menghabiskan banyak waktu. Saat kalian selesai menyelidiki rekaman CCTV, barang di dalam brankas kami sudah pasti hilang!”


Robert mengerutkan keningnya, “Kalau begitu, coba beri tahu aku harus bagaimana. Kalian menuduh Alex sudah mencuri brankas kalian, tetapi Alex bahkan nggak keluar dari kamarnya. Kemudian, kalian mengatakan bahwa rekaman CCTV ini bermasalah, bukankah kami harus mendapatkan bukti bahwa rekaman CCTV ini memang bermasalah sebelum kami bisa bertindak?”


Morgan seketika tidak tahu harus bagaimana membantah.


Sementara Robert berkata dengan tenang, “Kalian harus tahu bahwa polisi adalah pihak netral yang nggak membela pihak mana pun. Jadi, kenapa aku harus memercayai kata-kata sekuriti kalian? Sementara Alex sudah menunjukkan bukti bahwa dia nggak bersalah!”


Morgan dan Trevor akhirnya menyadari bahwa Robert tidak berencana untuk langsung menangkap Alex, jadi mereka juga tidak bisa menaruh harapan pada Robert lagi.


Setelah mengopi rekaman CCTV hotel, Robert memimpin pasukannya kembali ke kantor polisi.


Sementara Morgan menatap Alex yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan pandangan dingin. Wajahnya dipenuhi murka. Mereka tahu bahwa memang Alex yang telah mencuri brankas mereka.


“Jangan pikir kamu sudah menang! Kamu akan menyesalinya!” kata Morgan sambil menggertakkan giginya.

__ADS_1


Sementara Trevor hanya membuat isyarat menggorok leher, lalu berjalan keluar dari kamar.


Setelah mengirim pesan untuk Amel, Alex baru meninggalkan kamarnya. Dia mengetuk pintu kamar Friska dan melihat Friska yang memandangnya sambil tersenyum.


__ADS_2