
“Mereka sudah tahu pihak atasan akan menindak mereka, maka mereka meningkatkan kekuatan pertahanan sampai seperti ini?” tanya Alex dengan heran.
Namun, dia nggak pernah pergi ke rumah Keluarga Bazel sehingga tidak mengetahui seperti apa situasi di sana. Akan lebih baik kalau dia menindak Keluarga Bazel setelah dia menaklukkan PT. Zrank dan PT. Mega.
Dia melambaikan tangannya. “Kalau gak bisa serang ke dalam, tunggu beberapa waktu lagi. Sekarang Roselline belum sampai di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kita pasti akan rugi kalau beraksi sekarang.”
Andi setuju sambil tersenyum, “Iya, Kak Alex. Sekarang aku berpikir untuk tunggu beberapa waktu dulu. Lagi pula Mark sedang mengawasi mereka, mereka nggak akan luput dari lingkup pengawasan kita. Aku akan langsung hubungi kamu kalau dia sudah keluar.”
Alex merasa heran melihat Andi yang belum pergi setelah selesai membahasnya. “Apa kamu punya masalah lain?”
“Kak Alex, jadi begini. Sekarang bukankah aku nggak punya kesibukan? Kalau ada yang mau kamu kerjakan, katakan saja padaku,” jawab Andi sambil tersenyum.
Alex menggelengkan kepalanya. “Nggak apa-apa, aku bisa melakukan semuanya sendiri.”
Namun, Andi masih ragu-ragu untuk berbicara.
Alex mengernyit. “Sebenarnya ada apa?”
Andi berkata sambil menggertakkan gigi seolah-olah membulatkan tekad yang amat besar, “Kak Alex, Lucas berencana menjadi Bos Gang Beruang Hitam.”
Nggak ada perubahan ekspresi di wajah Alex. “Benarkah? Terserah dia. Lumayan bagus juga kalau dia menjadi Bos Gang Beruang Hitam. Meskipun kemampuannya nggak sehebat aku, kecerdasannya lumayan tinggi. Aku juga merasa lebih tenang kalau dia yang memimpin Gang Beruang Hitam.”
Andi tertegun. “Kak Alex, kamu benar-benar nggak berencana kembali ke sana? Semua anggota Gang Beruang Hitam sedang menunggumu! Memangnya kamu nggak tahu seperti apa pikiran mereka?”
Alex berkata acuh tak acuh, “Aku sudah undur diri, maka aku nggak ingin masuk lagi. Sekarang aku sudah berkeluarga dan kehidupanku sangat stabil … hidupku baik-baik saja. Aku nggak perlu melibatkan diri dalam kekacauan lagi.”
Andi berkata sambil menggertakkan gigi, “Akan tetapi, ada begitu banyak orang yang sedang menunggumu. Mereka semua sedang menunggu kepulanganmu!”
Wajah Alex tiba-tiba menjadi muram. Dia menoleh padanya dan berkata dengan sangat serius, “Andi, sebagai 4 Raja Dunia, apakah kamu nggak tahu seperti apa pikiranku? Jabatan ketua Gang Beruang Hitam nggak bisa terus kosong. Bosnya bisa dipilih dari 4 Raja Dunia.”
Andi mengangguk dengan lesu. “Aku mengerti, Kak Alex. Aku nggak akan ungkit masalah ini lagi.”
Selesai bicara, dia langsung berjalan keluar seakan sudah nggak menaruh harapan lagi terhadap kepulangan Alex ke Gang Beruang Hitam.
__ADS_1
Setelah Andi pergi, Alex duduk di sebuah bangku.
“Lucas? Dia memang punya ambisi. Dulu dia selalu menuruti perkataanku untuk menstabilkan kedudukannya sendiri. Pada kenyataannya, dia tetap ingin menduduki posisi tertinggi. Bagaimana mungkin aku nggak mengetahui niatnya?”
Alex sama sekali tidak mau ikut campur dalam masalah di luar sana. Lagi pula sekarang ada banyak masalah yang harus dia lakukan sehingga dia tidak sempat mencampuri urusan di luar negeri.
Sementara apa yang akan dilakukan oleh para anggota Gang Beruang Hitam, itu adalah urusan mereka sendiri.
Alex terus menunggu sampai malam hari tiba. Sebagian besar karyawan PT. Zrank sudah pulang kerja. Lalu dia berjalan menuju PT. Zrank.
Pintu utamanya tidak dikunci, tapi dia tidak berencana masuk dari pintu utama karena ada satpam yang selalu berpatroli di depan pintu utama.
Dia pergi ke sisi gedung dan menemukan ada sebuah pintu jalur evakuasi. Pintu jalur evakuasi terkunci dan hanya bisa dibuka dengan kunci. Namun, ini sama sekali tidak sulit baginya.
Setelah membuka pintu jalur evakuasi menggunakan sebatang kawat, dia masuk ke dalam dan sampai di depan tangga dengan mulus.
“Lantai tujuh.” Dia mendongak ke atas. Seharusnya tidak ada orang di tangga.
Kemudian, dia naik ke atas. Akan tetapi, dia mendengar ada suara di atas saat sampai di lantai enam.
“Menurutmu, mengapa kita masih harus patroli malam di dalam? Ini seharusnya nggak penting. Di dalam perusahaan juga nggak ada simpanan harta.”
“Entah, lagipula kita terima gaji, lakukan saja tugas kita. Aku nggak mau tahu tentang urusan mereka.”
“Menurutmu, apakah ada rahasia di dalam perusahaan ini? Waktu itu aku lihat ada kotak brankas yang sangat tersembunyi di kantor bos.”
“Kamu menemukan kotak brankas? Apa isinya?”
“Siapa yang tahu? Aku juga nggak punya sandinya. Dilihat dari tingkat privasinya, mungkin itu adalah barang yang sangat penting.”
“Lalu di mana kotak brankas itu?”
“Di atas rak buku. Nggak kepikiran, kan? Itu ada di dalam dinding di belakang rak buku.”
__ADS_1
Dua satpam itu berbicara sambil merokok, sama sekali nggak tahu percakapan mereka telah didengar oleh Alex yang berada di tangga lantai enam.
Alex tersenyum. Dia benar-benar nggak menyangka akan mendapatkan petunjuk tak terduga seperti ini. Sekarang dia bisa langsung pergi ke kantor Morgan dan Trevor tanpa perlu mencarinya.
Dua satpam itu langsung pergi setelah selesai merokok. Alex juga sampai di ujung tangga lantai tujuh dengan mulus. Dia nggak langsung masuk ke dalam, melainkan memeriksa keadaan sekeliling di lantai tujuh dengan sangat waspada.
Setelah masuk dari pintu tangga, sampailah di area perkantoran PT. Zrank. Pada kenyataannya, seluruh gedung ini adalah milik PT. Zrank. Tingginya 9 lantai, tapi area perkantoran berada di lantai tujuh, sedangkan lantai yang lain memiliki kegunaan tersendiri.
Sebagian besar adalah ruang latihan dan tempat gym. Gym adalah bisnis sampingan PT. Zrank, tapi profit dari gym PT. Zrank lumayan tinggi karena mengenal banyak orang kaya di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Alex tersenyum. Tanpa berpikir panjang, dia menyelinap ke dalam kantor setelah dua satpam itu pergi.
Sangat lancar!
Berdasarkan percakapan satpam tadi, dengan cepat dia menemukan kotak brankas yang sangat tersembunyi itu.
Kotak brankas itu memiliki kunci sandi. Alex memutar kunci sandi sambil mendengarkan bunyi dari kotak brankas dengan penuh konsentrasi.
Nggak lama setelah itu, dia berhenti memutarnya.
Ada dua satpam yang berpatroli ke sebelah sini.
Alex bersembunyi di samping. Melihat dua satpam itu memasuki kantor, dalam hati dia semakin yakin terhadap isi kotak brankas tersebut.
Satpam bahkan berani masuk ke ruangan ini. Bagaimana mereka berani kalau nggak diizinkan oleh bos mereka?
Dua satpam itu berjalan ke depan kotak brankas. Satpam yang mengetahui letak kotak brankas merasa heran saat melihatnya. Lalu dia memiringkan kepalanya.
“Kamu kenapa?” tanya satpam yang lain dengan penasaran.
“Tadi saat kita patroli ke dalam, letak buku-buku ini nggak seperti ini. Kotak brankas ini juga sudah diputar,” kata satpam dengan sangat yakin.
“Bagaimana mungkin? Tadi kita patroli di sepanjang jalan juga nggak melihat ada orang. Lalu bagaimana kamu tahu kotak brankas ini sudah diputar?” tanya rekannya dengan penasaran.
__ADS_1
“Itu karena aku sudah melihat angka yang ditunjuk oleh tombol kotak brankas, nggak sama dengan yang sekarang!” Satpam itu menatap rekannya dengan ekspresi yakin.