Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Lemas Sejenak


__ADS_3

Oleh karena itu, dia bisa memeriksa kondisi tubuh Alex dengan cara mengalihkan energinya ke tubuh Alex. Pada saat yang sama, dia juga bisa membantunya melancarkan meridian. Ini adalah idenya Roselline.


Tapi, setelah ia mengalihkan energinya ke tubuh Alex, semua itu malah menghilang dalam sekejap!


Bahkan, Roselline juga tidak bisa memeriksa kondisi tubuh Alex, karena semua energi yang dia alirkan telah kehilangan kontak dengannya.


Ketika melihat Alex masih memejamkan mata dan tidak ada tanda-tanda akan bangun, Roselline pun terus mengeluarkan lebih banyak energinya ke tubuh Alex.


Alhasil, semuanya lenyap begitu saja! Roselline kebingungan dengan situasi ini, namun satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya adalah untuk terus mengalihkan lebih banyak energi. Sampai setengah energinya habis, tiba-tiba Roselline terkejut.


Karena ada yang aneh! Tapi, saat dia mau menarik tangannya, dia merasakan seolah-olah sepasang tangannya menempel di dada Alex dan tidak bisa ditarik.


Tidak tahu sudah berapa lama waktu yang terbuang dan Roselline hanya bisa terdiam pasrah.


Pengalaman Alex malam ini bisa dikatakan seperti menaiki roller coaster.


Dia yang sekarang masih berada di tahap awal emas, tapi pada malam ini mengeluarkan seluruh tenaga untuk melawan Dodo sehingga menyebabkan tahap emasnya menjadi tidak stabil dan hampir saja gagal.


Oleh karena itu, dia pingsan. Ini juga merupakan perlindungan alami oleh tubuhnya.


Tapi, penyelamatan Roselline dengan mengalihkan energinya memberi Alex tenaga tambahan!


Jadi, tahap emas yang baru terbentuk itu seperti spon yang menyerap air, lalu energi itu berubah menjadi miliknya sendiri sehingga tahap emas Alex menjadi stabil. Ini benar-benar kesempatan yang langka.


Awalnya Alex mengira dirinya tidak bisa hidup lama lagi, tapi dia malah membuka mata, lalu segera merasakan ada seorang wanita yang bersandar di dalam pelukannya.


Persepsinya langsung pulih, kemudian dirinya tahu bahwa dia masih di hutan tempat dia bertarung dengan Dodo, sedangkan wanita yang di dalam pelukannya adalah Roselline.


Alex nggak mengerti, ketika dia bertarung dengan Dodo, Roselline nggak keluar. Sekarang dia malah bersandar di dalam pelukannya, apakah dia ingin melakukan hubungan intim di sini? Apa ini nggak terlalu buru-buru?


Alex memegang tali pinggangnya, lalu dia langsung sadar bahwa dirinya berpikir terlalu banyak.

__ADS_1


“Roselline, bangunlah.” Alex mendorongnya, tapi malah mendorong di bagian dada Roselline.


“Hmm?” Roselline bangun dengan kaget, lalu dirinya merasa sedang berbaring di dada Alex, sedangkan baju Alex masih terbuka!


Roselline segera duduk, tapi dia merasa tubuhnya sangat lemas sampai hampir jatuh.


Alex nggak tahu kondisinya, jadi dia segera berdiri untuk merenggangkan tubuhnya, “Hahaha, keterampilanku meningkat lagi! Tampaknya aku harus berterima kasih pada Dodo!”


Sedangkan Roselline duduk di lantai sambil menarik napas dengan perlahan. Tak lama kemudian, dia masuk dalam kondisi kultivasi.


“Eh?” Alex baru menyadari keanehannya, tapi dia tidak bertanya secara rinci, hanya menarik resleting bajunya dan berdiri di sampingnya.


Sebagian besar energi Roselline yang hilang dapat sepenuhnya pulih setelah latihan beberapa hari.


Tapi sekarang, dia tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang. Setelah latihan sejenak, hidung Roselline pun muncul keringat.


Alex tanpa sadar mengamatinya dan merasa bahwa Roselline yang tenang seperti ini benar-benar cantik.


Setelah berlalu setengah jam, Roselline baru membuka matanya. Energinya telah pulih kembali, kemudian dia berdiri dengan perlahan. “Alex, kenapa kamu tadi?”


Roselline berkata, “Kamu mematahkan kaki kanan Dodo, kemudian dirimu langsung pingsan. Aku sudah membantumu memeriksanya, tapi nggak menemukan yang aneh, jadi aku menggunakan kemampuanku untuk menyembuhkanmu. Tak disangka… aduh, bisa-bisanya kamu menyerap sebagian energiku seperti di cerita novel. Sekarang, aku merasa tubuhku sangat lemas.”


“Apa?” Alex segera merenggangkan kaki dan tangannya. Lalu, ia dapat merasakan kalau tubuhnya penuh dengan energi.


Alex pun merasa bersalah ketika menghadapi Roselline yang lemah, lalu berkata dengan ragu, “Jenderal Roselline, kalau aku telah menyerap setengah energi, bagaimana kalau aku membantumu mengalihkan energi lagi.”


Roselline menggelengkan kepala, “Nggak usah, aku harus latihan dalam dua hari ini, baru bisa pulih.”


“Ini…” Alex merasa tak berdaya, lalu dia menggaruk kepala sambil berkata, “Jenderal Roselline, aku benar-benar nggak sengaja. Kalau kamu nggak bilang, aku bahkan nggak akan tahu apa yang terjadi. Kamu jangan khawatir, sekarang tubuhku sangat sehat! Jadi mengalihkan energiku padamu nggak akan menyakiti tubuhku. Biar aku mencobanya! Kalau gak, aku benar-benar nggak bisa tenang, terlebih lagi master sepertimu dapat jatuh dalam bahaya kalau kehilangan sebagian energi dalam dua hari.”


Roselline menggelengkan kepalanya dengan keras kepala, “Nggak usah.” Dalam benaknya muncul adegan dia bersandar di pelukan Alex sehingga jantungnya berdebar cepat. Ia langsung memalingkan tatapannya ke bawah karena nggak berani melihat Alex.

__ADS_1


Alex melihat dia bersikeras menolak, jadi Alex berjalan ke depannya sambil meraih tangannya, “Duduklah!” Kemudian, Alex memegang bahunya.


Roselline merasa sepasang tangan Alex sangat berat seperti gunung sehingga dirinya nggak bisa menolak!


Setelah dipaksa Alex untuk duduk, Alex pun segera memegang sepasang telapak tangannya. Lalu, Alex menyalurkan energinya melalui telapak tangan.


Ketika Roselline merasakan energi kuat dari telapak tangan Alex, Roselline pun hanya bisa menerima energinya secara pasif. Setelah semua energi itu memasuki meridiannya, dia merasa meridiannya hampir meledak, jadi dia segera mengingatkan Alex, “Apa? Pe… pelan sedikit.”


“Oh.” Alex mengangguk, lalu segera memperlambat pengeluaran energinya.


Roselline menutup matanya untuk menyalurkan energi yang diberikan Alex. Tak lama kemudian, sekujur tubuhnya merasa nyaman dan memasuki tahap melupakan segalanya.


Dalam situasi ini, tenaga Roselline pun pulih dengan cepat. Setelah berlalu lebih dari setengah jam, Roselline pun mendorong telapak Alex dengan kuat, lalu dia melompat ke atas, “Aku sudah sembuh! Ayo kita pergi.”


Alex pun berdiri, lalu dia merasa dirinya tidak kehilangan banyak energi karena dia dapat memulihkan tenaganya melalui pertukaran energi dengan alam.


“Apa kamu yakin kamu sudah pulih?” tanya Alex dengan prihatin.


Roselline mengangguk, “Tentu saja sudah sembuh.”


Di bawah pertukaran energi ini, Roselline pun berpikir: Apakah ini dianggap sebagai kita saling suka?


Tapi, Roselline nggak bisa mengatakan perasaan ini.


“Apa Dodo akan meninggalkan kota Tomohon?” Roselline dengan cepat mengganti topik pembicaraan.


“Mungkin saja.” Alex berkata dengan yakin, “Meskipun dia nggak pergi, aku juga akan menghajarnya kalau bertemu lagi!”


Setelah pertempuran malam ini, Alex yakin kalau dia bisa dengan mudah mengalahkan Dodo.


Roselline mengingatkannya, “Oke. Apa kamu masih ingat misimu ke Tomohon?”

__ADS_1


Alex tertawa terbahak-bahak, “Tentu saja nggak akan lupa! Misi Jenderal Roselline adalah lukisan ‘Hari Esok’. Selama Richard bangkrut, maka aku pasti akan mencari cara untuk mendapatkan lukisan itu dan memberikannya padamu.”


“Baiklah.” Roselline merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dikatakan, maka ia pun hanya bisa berjalan dengan cepat.


__ADS_2