
Bego tertawa terbahak-bahak. “Benar-benar kurang ajar, beraninya ingin bertarung denganku? Kalau begitu, aku akan membiarkanmu tahu kalau membunuhmu hanya perlu beberapa jurus saja!”
Bego berlari ke arah Leo. Sedangkan Leo hanya berekspresi masam sambil melempar pisau itu ke leher Bego.
Plak!
Bego memukul pisau itu hingga terbang, lalu menendang dada Leo hingga Leo terbang jauh.
Leo terhantam di sebuah mobil, bahkan membuat kaca depan mobil pecah.
Leo memuntahkan seteguk darah, juga membuat mobil itu penyok. Dia menggertakkan giginya untuk berdiri, tangannya juga sudah memegang pisau. Lalu, dia menatap Bego dengan dingin tanpa ada rasa takut.
Dia sudah menghadapi kematian, juga telah mempertaruhkan nyawanya, jadi dia tidak takut pada Bego.
Bego berkata dengan tidak senang, “Beraninya kamu memelototiku, tampaknya seranganku tadi belum membuatmu takut. Kalau begitu, aku tambah kekuatanku lagi, mati saja kamu!”
Setelah dia berseru, dia langsung menyerang ke arah Leo dengan cepat, sedangkan Leo hanya menggunakan pisaunya untuk menusuk ke leher Bego dengan tenang.
Tapi, kali ini dia secara sadar menghindari serangan Bego.
Cakar elang Bego menggores kaca depan mobil, juga menggores bahu Leo. Tapi, Leo malah tersenyum.
Karena Leo tahu dirinya sudah berhasil menghindari serangan Bego. Meskipun dirinya terluka, serangan Bego tadi itu ke arah jantungnya.
Bisa-bisanya energi yang dia keluarkan pada saat tak terduga melampaui batas kemampuan biasanya.
Leo menarik napas dalam. Setelah dia menghindari serangan Bego, dia tidak menghentikan gerakan sendiri, melainkan mencondongkan tubuhnya ke depan untuk menusukkan pisau di tangan ke leher Bego.
Bego berseru, “Kurang ajar!!! Apa kamu kira kamu bisa menang dengan cara menghindari satu seranganku? Mati saja kamu!”
Bisa-bisanya orang biasa menyerangnya, benar-benar membuatnya merasa malu!
Cakar elangnya meraih pisau Leo, tangan yang satu lagi menepuk ke dahi Leo. Pukulan seorang Alam Grandmaster bisa membuat dahi orang biasa pecah seperti semangka yang pecah.
Namun, Leo tidak khawatir karena dia sudah ada niat untuk mati bersama Bego. Jadi, sejak awal dia hanya melakukan serangan, tapi tidak melakukan perlindungan, sehingga luka di tubuhnya semakin parah.
__ADS_1
Hanya dalam waktu beberapa menit saja, dia sudah tidak bisa mengatasi kondisi saat ini lagi.
“Mati saja kamu!” seru Bego.
Cakar elang Bego sudah menyentuh pisau, tapi ketika Bego mengira dirinya bisa mengambil pisau itu, Leo malah melempar pisau itu ke atas, sehingga tangannya diraih oleh Bego. Pegangan Bego sangat kuat hampir saja membuatnya patah tulang.
Namun, saat ini Leo hanya tersenyum, dia menggunakan satu tangan untuk mengambil pisau, lalu menusuk ke leher Bego.
Bego tidak menyangka Leo bisa begitu kejam pada diri sendiri, bahkan tidak peduli dengan nyawa sendiri. Selain itu, dia masih bisa tersenyum ketika tangannya putus.
Hal ini membuat Bego merasa takut.
Apa ini ekspresi yang bisa ditunjukkan orang biasa?
Tapi bagaimanapun juga, Bego tahu kalau kemampuan lawan sangat kuat.
Jadi, tangan yang awalnya ingin menepuk dahi Leo pun terpaksa mengadang pisau itu, sehingga ada luka goresan di telapaknya.
Meskipun dia adalah ahli seni bela diri Alam Grandmaster, wajar saja dia akan terluka kalau tergores.
Bagaimanapun, ahli seni bela diri Alam Grandmaster tidak punya tubuh anti luka.
Bisa-bisanya dia disakiti oleh orang biasa, hal ini tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.
“Bajingan kamu!” Tatapan Bego penuh dengan kebencian. Bagaimanapun juga, dia merasa sangat marah karena telah dilukai oleh orang biasa.
Meskipun itu hanya luka gores saja.
“Aku harus membunuhmu! Kamu harus mati!” seru Bego sambil menyerang Leo. Tapi, saat ini Leo menunjukkan senyum sinis, lalu berlari ke samping.
Leo berencana kabur.
Bego mendengus dingin. “Apa kamu kira kamu bisa kabur dengan selamat? Mimpi kamu!”
Bego menghentakkan kakinya, lalu mengejar Leo dengan cepat. Sedangkan Leo tahu seberapa cepat seorang ahli seni bela diri Alam Grandmaster, jadi dia segera bersembunyi ke samping.
__ADS_1
Bisa-bisanya dengan cerdik lolos dari serangan Bego.
Bego mengerutkan kening untuk mengejar Leo lagi. Kali ini, Leo tidak begitu beruntung seperti sebelumnya bisa menghindari serangan dengan belokan. Oleh karena itu, punggungnya terkena pukulan Bego, bahkan terbang menabrak truk.
Kotak kargo truk pun penyok, saat ini Leo tidak bisa lagi melawan.
Bego tersenyum dingin, karena dia tahu serangan dia tadi sudah membuat arteri jantung Leo patah. Saat ini, Leo hanya bisa menunggu mati.
“Beraninya orang biasa sepertimu melawan ahli seni bela diri Alam Grandmaster sepertiku? Kamu sudah seharusnya mati, kamu itu hanya bisa bermain trik licik saja, tapi kamu tetap nggak bisa lolos dari akibat kematian.”
Bego dengan senang melihat Leo yang sudah memuntahkan darah di depannya. Saat ini, tampak Leo sangat kasihan, tapi dia tetap tersenyum.
“Untuk apa kamu tersenyum?” Bego mengerutkan dahi.
Leo menarik napas dalam. “Apa ahli seni bela diri Alam Grandmaster sangat hebat?”
Bego melipat tangannya di belakang dengan sombong. “Aku bisa memberitahumu, ahli seni bela diri Alam Grandmaster kalau sudah mencapai tingkat lebih tinggi dapat menggunakan tubuh sendiri untuk menghadang peluru. Meskipun peluru menembak ke tubuh kami, juga nggak akan menjadi luka parah, palingan hanya luka ringan.”
Leo tertawa. “Tukang membual.”
Ekspresi Bego menjadi dingin. “Bocah, sekarang kamu sudah mau mati, jadi untuk apa aku membual padamu. Meskipun aku belum kebal, kalau ada peluru yang menembak ke tubuh kami, juga nggak akan masuk ke organ tubuh kami!”
Ekspresi Leo terlihat tenang. “Bagaimana kalau ahli seni bela diri Alam Dewa?”
Bego tersenyum dingin. “Hebat juga kamu, bisa-bisanya tahu Alam Dewa. Tapi, nggak aneh, bagaimanapun kamu adalah anggota Biro Red Shield, jadi bisa tahu Alam Dewa. Kalau ahli seni bela diri Alam Dewa, peluru nggak bisa menembus ke tubuh mereka, hanya bisa mengenai tubuh mereka, itu baru luka ringan.”
Tiba-tiba Leo bertanya, “Apa kalian bisa menghindari serangan bom?”
Bego tercengang, juga ingin bertanya apa maksudnya Leo. Tiba-tiba di sekeliling Bego terjadi ledakan besar.
Bego pun tidak mungkin bisa melarikan diri.
Bego memaki, “Bajingan!”
Namun, suara ledakan itu langsung memusnahkan Bego.
__ADS_1
Angel masuk dari luar. Ketika dia melihat ledakan ini, dia pun menghela napas lega, lalu membuka laptop untuk mengetik kata-kata “Leo Sudah Meninggal”, kemudian mengirim pesan itu.
Setelah Biro Red Shield mendapat kabar ini, mereka akan mengirim beberapa ahli kemari.