Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Kedatangan Riska


__ADS_3

Alex menghela napas, lalu memberikan surat perceraian tersebut kepada Lasmi.


 


 


Setelah melihatnya, Lasmi juga tertegun, “Apa-apaan ini, Alex? Bukannya kalian sangat saling mencintai, beberapa waktu lalu kalian bahkan melewati hidup mati bersama. Kenapa tiba-tiba bilang cerai? Apa jangan-jangan ini ulah Saras?”


 


 


Alex berkata setelah mengingat kembali, “Tidak mungkin. Aku juga menjaga keluarga Ibunya Erika dengan baik. Mereka tidak mungkin punya dendam denganku. Nek, aku benar-benar tidak habis pikir kenapa Erika melakukan ini?”


 


 


Alex memberikan beberapa lembar foto kepada Lasmi, dan menjelaskan asal usul foto-foto tersebut, Lasmi berkata, “Kalau kamu sudah menjelaskannya kepada Erika, kenapa dia tetap begitu? Dia bukan orang yang suka marah tanpa sebab. Alex, apa kamu pernah memikirkan siapa yang memberikan foto ini kepada Erika?”


 


 


Alex mengangguk, lalu berkata, “Benar juga kata Nenek. Orang yang memberikan foto ini kepada Erika pasti ingin memisahkan kami! Aku akan segera memeriksanya.”


 


 


Alex pergi ke villa tempat keluarga Erika tinggal sebelumnya, tapi dia ditolak di luar pintu.


 


 


Ferdi berbisik kepada Alex, “Lex, Erika lagi emosi sekarang. Kamu juga tidak usah khawatir. Pulanglah dulu dan istirahat, kamu sudah capek. Aku dan Ibumu akan membujuknya, mungkin saja setelah dua hari berlalu, saat Erika sudah tenang dan memikirkan perasaanmu padanya, dia akan memaafkanmu.”


 


 


Alex mengangguk dan berkata, “Baiklah. Yah, kalau begitu tolong bantu aku jaga Erika, aku akan pulang dulu.”


 


 


Alex kembali ke villa no.9, dia berbaring kelelahan di sofa, lalu berpikir sejenak mengenai masalah Erika, kemudian perlahan tertidur.


 


 


Saat bangun hari sudah sore, langit di luar mulai menggelap, Alex memasak sedikit makanan karena lapar, dan meminum arak hingga mabuk.


 


 


Tiba-tiba bel pintu berbunyi, Alex membuka pintu menggunakan remote kontrol, terlihat seorang wanita berpakaian dress hitam berjalan masuk. Dilihat sekilas wanita itu tampak seperti Erika, tapi saat dia semakin dekat, rupanya orang itu adalah Nova.


 


 


Alex bertanya, “Ada apa mencariku, Nov?”


 


 


Nova duduk dan berkata, “Tadinya aku berencana membuat perayaan untukmu, eh tadi pas nelpon Erika, aku baru tahu kalau kalian bertengkar. Aku ke sini untuk melihatmu, kamu sendirian di rumah, kenapa minum banyak begini?”


 


 


Alex kembali menuangkan minuman, lalu berkata, “Nov, temani aku minum.”


 


 

__ADS_1


Nova bertanya, “Apa yang terjadi dengan kalian?”


 


 


Alex mengeluarkan foto tersebut dan memperlihatkannya kepada Nova, setelah melihatnya, Nova melemparkan foto tersebut dengan marah, “Siapa yang melakukannya? Aku akan menjelaskannya pada Erika.”


 


 


Alex menggelengkan kepala dan berkata, “Dia lagi marah sekarang, tidak ada gunanya menjelaskan apapun. Dia juga menyuruhku menikahimu setelah bercerai dengannya, katanya kamu lebih cocok daripada dia…”


 


 


Nova juga marah, “Erika benar-benar, kenapa dia bisa begitu? Bisa-bisanya dia mencurigai kita begitu saja, bener-bener bikin emosi saja. Kalau begitu ceraikan saja dia, aku akan menikah denganmu!”


 


 


Alex tersenyum pahit, “Jangan sembarangan bicara. Sudahlah, temani aku minum dulu, lupakan semua masalah ini setelah mabuk.”


 


 


Nova menghela nafas, lalu kembali duduk dan menemani Alex minum. Tidak lama kemudian, Alex sudah benar-benar mabuk, dia tidak menggunakan tenaga dalamnya untuk mengontrol kadar alkohol dengan sengaja. Alex yang telah mabuk sama sekali tidak ada bedanya dengan orang biasa, tubungnya bergoyang ke sana ke mari, bahkan tidak bisa duduk tegak lagi.


 


 


“Lex, kamu sudah mabuk, jangan minum lagi… Aku papah kamu istirahat ke kamar ya.”


 


 


Saat terbangun, Alex merasa kepalanya sangat sakit seperti pecah, dia sudah lama tidak mabuk begini. Alasan utamanya adalah dia tahu jika kebanyakan minum akan memperlambat urusan, meskipun hadir pada acara yang diharuskan untuk minum, dia juga akan menggunakan tenaga dalamnya untuk menetralkan kadar alkohol di tengah-tengah acara. Mabuk hingga tidak sadarkan diri seperti ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun ini.


 


 


 


 


Alex terkejut, dia segera membuka mata dan mengucek matanya untuk melihat dengan jelas, rupanya wanita yang tidur di sampingnya adalah Nova.


 


 


Dia mengingat kembali kejadian semalam di mana Nova datang saat dirinya sedang minum. Lalu Nova duduk untuk menemaninya minum, tak disangka…


 


 


Alex segera membangunkan Nova, wajah Nova merona saat bangun, dia terlihat sangat patuh, kemudian mengulurkan tangan dan memeluk Alex.


 


 


Alex berkata dengan wajah muram, “Nov, semalam aku mabuk. Kita sudah melakukan kesalahan yang tidak seharusnya terjadi, kita.. harus menjelaskan masalah ini pada Erika!”


 


 


Nova malah berkata, “Alex, dengan kondisi saat ini, kita juga tidak bisa menjelaskannya lagi meskipun mau.”


 


 


“Alex, aku juga bukan sengaja melakukannya. Semalam aku tidak ingin minum lagi, tapi kamu malah memaksaku minum. Karena khawatir dengan perasaanmu, jadi aku ikutan mabuk denganmu. Terus jadi begini…”

__ADS_1


 


 


Alex sudah selesai berpakaian, dia berkata, “Nova, aku hanya bisa meminta maaf! Aku tidak bisa bertanggung jawab terhadapmu. Aku harus meminta maaf pada Erika, jaga dirimu baik-baik.”


 


 


Air mata Nova tidak terbendung lagi melihat kepergian Alex, “Di hatinya hanya ada Erika! Semalam saat melakukannya denganku, dia juga terus memanggil nama Erika. Alex, apa benar-benar tidak ada tempat untukku di hatimu?”


 


 


Alex datang ke Hotel Emperor untuk mencari Erika, tapi Clara mengatakan bahwa Erika sudah dua hari tidak datang, semua pekerjaan diserahkan kepadanya.


 


 


Alex kembali ke villa lama untuk bertemu Erika, tapi Erika menolak membukakan pintu. Alex sangat tidak berdaya, dia tampak seperti anak terlantar, dia mengemudikan mobil berkeliling di jalanan kota.


 


 


Selama 3 hari Alex sama sekali tidak bertemu dengan Erika, telponnya juga tidak bisa dihubungi, sepertinya Erika bersikeras ingin bercerai dengannya.


 


 


Sore ini, Alex duduk melamun di sofa, tiba-tiba Riska berjalan masuk.


 


 


“Kakak ipar, kudengar Kakakku bertengkar denganmu, jadi aku datang mengunjungimu.” ucap Riska sambil meletakkan tas dan melepaskan jaketnya, kemudian duduk di sebelah Alex.


 


 


Alex mengangguk dan berkata, “Entah ada apa dengan Kakakmu itu sampai bersikeras ingin bercerai denganku.”


 


 


Riska berkata, “Kudengar kamu punya hubungan mesra dengan Nova?”


 


 


Alex mencibir, “Itu cuma rumor.”


 


 


Riska kembali berbicara, “Kak, apapun yang terjadi antara kamu dengan Kakakku, kamu juga tetap harus menjaga diri. Keluarga Buana masih memerlukanmu. Nenek menyuruhku kemari untuk menjagamu karena mendengar tubuhmu tidak fit.”


 


 


Alex mengangguk dan berkata, “Sampaikan pada Nenek, aku baik-baik saja, walaupun aku dan Erika bercerai, tidak akan ada yang terjadi pada keluarga Buana.”


 


 


Ting Tong! Bel pintu berbunyi.


 


 


“Kak, kamu belum makan, kan? Aku memesan makanan saat kemari.” ucap Riska sambil pergi membuka pintu.

__ADS_1


__ADS_2