
Setelah memahami gerakannya, Eddie pun nggak berani bertindak gegabah! Dia adalah orang terhebat di Dojo Sky! Kalau dia juga kalah dengan satu serangan, mau taruh di mana mukanya?
Setahunya, meskipun dirinya mau mengalahkan putranya, Dannie, dia juga perlu mengeluarkan belasan serangan baru bisa menang dari putranya.
Eddie yang sudah mencapai tingkat master merupakan pesilat terbaik di kota AL. Ketika menghadapi tantangan dari dunia persilatan, dia tidak pernah takut.
Tapi malam ini, dia merasa tidak percaya diri.
“Serang dia!” Eddie melambaikan tangannya untuk memberi isyarat pada keenam muridnya agar membentuk formasi kepung.
Wu wu wu! Enam tombak yang terus dilambaikan membuat orang tidak dapat melihat dengan jelas pukulan mereka.
Eddie juga pernah mencobanya. Kalau enam muridnya menyerang secara bersamaan, meskipun ada senjata juga nggak bisa keluar dari formasi kepung ini. Karena setiap kali, serangan mereka akan membuat orang bingung mau menghindar ke kiri atau ke kanan. Ini benar-benar formasi yang berbahaya.
Enam tombak itu menyerang pada saat yang sama secara abstrak dan dari sudut yang berbeda!
Alex tiba-tiba melintas untuk mendekati salah satu dari enam murid itu, lalu memukul tangan lawan dan merebut tombaknya.
Lalu, Alex menggunakan sikunya untuk menjatuhkan murid itu, kemudian menendangnya keluar dari formasi kepung ini!
Sebenarnya, Alex melakukan hal ini untuk menolongnya. Kalau murid itu berada di dalam formasi kepung ini, kemungkinan besar murid itu akan terluka parah.
Alex sekarang memiliki tombak, jadi dia langsung menyerang lima orang itu dengan tongkatnya sekaligus hingga terdengar jeritan sakit. Tombak yang di tangan mereka pun jatuh satu per satu, lalu mereka terus mundur seperti kelinci yang ketakutan!
“Aduh!”
“Au!”
“Sakit!”
“Astaga!”
“Tanganku patah!”
Mereka berlima berlari ke lima arah yang berbeda, memperlihatkan kehebatan Alex.
Alex berdiri memegang tongkat sambil melihat Eddie dengan tenang, “Pak Eddie, nggak usah menyuruh murid-muridmu untuk menyerangku lagi, sebaiknya kamu sendiri yang melawanku.”
Eddie tercengang! Dia tahu Alex akan memecahkan formasi kepung itu, tapi dia tidak menyangka Alex akan mengalahkan mereka dengan begitu cepat dan mudah!
Bahkan ada beberapa dari gerakan yang Alex gunakan tidak dapat dimengerti oleh Eddie!
Kenapa master hebat seperti ini tiba-tiba muncul di sini?
Eddie tahu dirinya tidak bisa mencari alasan untuk tidak bersaing dengan Alex. Wajah Eddie berkedut, lalu dia berkata dengan senyum, “Bolehkah aku tahu namamu?”
__ADS_1
Alex menggeleng sambil berkata, “Kamu seharusnya menanyakan hal ini sebelum berkelahi. Kalau sekarang perkelahian sudah dimulai, maka nggak ada artinya menanyakan hal itu lagi! Pak Eddie, silakan.”
Eddie mengeluarkan pedangnya. Pedang ini adalah pedang pusaka. Dulu dia pernah menggunakan pedang ini untuk memotong enam koin, hasilnya tidak ada sedikit pun goresan pada permukaan pedang!
Oleh karena itu, Eddie telah mengerahkan banyak upaya untuk berlatih Pedang Moon selama beberapa tahun ini.
Ketika dia bertanding dengan teman-teman di dunia persilatan, dia juga sering menggunakan Pedang Moon ini. Lalu, pedang ini seringkali memberikan efek yang menakjubkan sehingga menyebabkan senjata lawan tertebas, bahkan membuat lawan kewalahan dan pada akhirnya lawan pun kalah.
Selain itu, dia juga pernah menggunakan Pedang Moon ini untuk mematahkan tombak di tangan Alex menjadi dua!
Eddie perlahan berjalan ke depan, lalu membuat postur memegang pedang yang keren sambil menatap Alex, “Ayo!”
Alex memutar tombak di tangannya seperti kincir angin, lalu sosok Alex dengan kecepatan tercepat menghampiri Eddie.
“Serangan bagus!” Eddie menjadi semangat, bahkan gerakannya terus berubah sehingga mengerahkan keterampilan tingkat masternya dengan baik. Ketika dia menggunakan pedangnya menyerang tombak di tangan Alex, tombak Alex pun terpotong.
“Ha?” Alex merasa tombak di tangannya menjadi ringan, jadi dia segera menyadari ada sesuatu yang aneh. Dia segera mundur selangkah ke belakang untuk menjaga jarak dengan Eddie. Kemudian dia menggunakan cahaya hotel untuk memeriksa tombak di tangannya.
Dikarenakan Pedang Moon Eddie memotong dari sisi miring, jadi bentuk tombak itu menjadi tajam!
“Haha, pedang yang bagus.” Meskipun tombak di tangan Alex sudah pendek, dia juga nggak sempat mengambil tombak yang lain, hanya bisa menganggap tombak pendek ini sebagai pisau. Alex mengangkaat tombak itu dengan satu tangan sambil melambaikannya, seolah-olah dia sedang beradaptasi dengan panjang dan berat tongkat ini.
“Baik!”
“Guru hebat sekali!”
“Guru, nanti potong tangannya!”
“Jangan, potong saja kakinya biar dia menjadi pendekar satu kaki!”
“Guru, potong saja perutnya biar kita bisa melihat organ dalamnya!”
“Iya, buka perutnya lebih mengasyikkan!”
“Terimalah ajalmu!” Eddie mengira dirinya menang, jadi dia melambaikan pedang di tangannya dengan cepat sambil mendekati Alex.
Setelah Alex mengetahui Pedang Moon ini sangat tajam, dia pun diam-diam mempersiapkan cara melawannya.
Alex seolah-olah berada di posisi tidak menguntungkan, jadi dia terus mundur dua langkah. Sementara tombak yang diputarnya pun dipotong 16 sentimeter lagi.
“Bagus!” teriak murid-murid Eddie untuk memberi semangat pada gurunya.
Gerakan Alex tiba-tiba berubah menjadi sangat aneh dan tak menentu. Tombak pendek di tangannya tidak lagi bertabrakan dengan pedangnya dan setiap kali Eddie menyerang, dia pasti bisa menghindar dengan tepat waktu.
Eddie pun tidak lagi ragu, dia segera menyerang ke arah Alex dengan melambaikan pedangnya.
__ADS_1
Bruk! Alex tiba-tiba menggunakan tombak pendeknya sebagai pedang, lalu dia menggunakan gerakan sederhana, yaitu menusuk!
“Aaa!” teriak Eddie kaget, lengan kanannya pun tertusuk!
Trik kedua orang berhenti dalam sekejap.
Tombak pendek Alex menusuk tepat di siku Eddie.
“Aduh!”
“Guru!”
“Astaga! Bisa-bisanya dia menusuk guru!”
Ketika para murid itu berseru kaget, Pedang Moon Eddie pun jatuh ke lantai.
“Kamu sudah menang,” kata Eddie.
Setelah Alex mencabut keluar tombak pendek itu dari siku Eddie, darah segar pun muncrat keluar.
Eddie berteriak sambil buru-buru mundur, lalu dia memerintah pada saat yang sama, “Serang dia! Pukul dia sampai mati!”
Pada saat ini, Dannie sudah bangkit, dia melambaikan tombak rumbai merahnya seperti naga. Setelah dia melambaikan tombaknya, para murid Eddie pun ikut menyerang!
Eddie memberi isyarat pada kedua murid di sampingnya, “Ben, di dalam masih ada seorang wanita …”
Ben mengerti maksudnya, dia segera mengeluarkan pisau dan berlari ke lantai pertama hotel.
Tujuan Eddie sangat mudah, yaitu membiarkan Ben menangkap wanita muda itu, lalu menggunakan wanita itu untuk mengancam Alex!
Alex yang dikepung nggak bisa melakukan serangan yang besar, hanya bisa melawan satu per satu.
“Aduh!”
“Aduh!”
“Au!”
Terdengar berbagai jeritan sakit yang disertai dengan suara senjata jatuh. Murid yang dilewati oleh Alex pasti akan jatuh dan ada juga yang kabur.
Bang bang… tombak pendek di tangan Alex terus-menerus memukul kaki, dahi dan kepala orang-orang itu.
Bunyi gedebuk terus-menerus terdengar. Hanya butuh waktu kurang dari dua menit, murid-murid Eddie pun kalah, juga ada yang kabur. Total ada 20 murid, selain yang kabur, ada 17 atau 18 orang yang jatuh ke tanah!
“Brengsek! Ben itu memang nggak bisa mengatasi masalah! Perlukah waktu begitu lama untuk menangkap seorang wanita?” kata Eddie dengan kesal.
__ADS_1
Dannie bersembunyi dengan cepat, saat ini dia sudah berlari ke dalam hotel!