Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 611 Cara Lain


__ADS_3

Alex menyipitkan matanya dan berkata, "Sebenarnya aku tahu kamu ingin melampaui kakakmu. Sekarang aku memiliki kesempatan untukmu. Selama kamu melakukannya, maka PT. Mega akan mendapatkan perkembangan yang lebih baik di Provinsi Sulawesi Tenggara. Itu tergantung pada apakah kamu berani melakukannya atau nggak."


Zarif mencibir, lalu dia berkata dengan nada dingin, "Jangan mengira aku nggak tahu itu. Kamu ini sedang mencoba untuk memenangkan hatiku. Kamu tahu kalau PT. Mega dan keluarga Bazel masih dalam keadaan bekerja sama dan masih sangat sulit bagi PT. Atish untuk menjatuhkan keluarga Bazel. Bagaimanapun juga, bisnis Provinsi Sulawesi Tenggara selalu dikendalikan oleh keluarga Bazel."


Alex berkata dengan acuh, "Kamu benar, aku memang berpikiran seperti itu. Kalau kamu setuju, aku pasti bisa bekerja sama denganmu."


Zarif tersenyum sinis. "Kamu benar-benar naif. Keluarga Bazel dan PT. Mega senantiasa bekerja sama dengan baik dan telah bekerja sama selama bertahun-tahun. Kenapa aku harus memilih PT. Atish?"


Alex berkata dengan datar, "Ini bukan karena PT. Mega, aku hanya ingin bekerja sama denganmu. Waktu ayahmu pasti sudah nggak lama lagi dan nggak mungkin bagi kakakmu untuk mewarisi PT. Mega setelah menjadi seperti itu. Nggak akan lama lagi, PT. Mega akan jatuh ke tanganmu."


Zarif langsung terkejut setelah mendengar ini. "Apa maksud ucapanmu itu?"


Alex menggelengkan kepalanya dan berkata sambil tersenyum, "Nggak ada arti apa pun. Aku hanya mengungkapkan pendapatku sendiri. Lalu apa kamu tahu seperti apa PT. Mega dulu?"


Zarif berpikir sejenak dan berkata, "Tentu saja aku tahu. Dulu PT. Mega adalah sebuah toko kecil, kemudian toko kecil tersebut menjadi pusat perbelanjaan besar dan sebuah jaringan sebelum akhirnya menjadi sebuah bisnis. Setelah itu, semua industri yang terlibat disempurnakan dan direncanakan. Semua ini ada di situs web perusahaan kami. Kamu bisa masuk untuk mencarinya."


Alex menggelengkan kepalanya dengan tenang. "Itu semua ditulis untuk dibaca orang lain, tapi kebenaran selalu terkubur di dalam tanah dan kamu belum menggalinya. Mustahil bagimu untuk bisa mengetahui situasi sebenarnya. Sepertinya kamu juga nggak tahu apa sebenarnya awal dari PT. Mega?"


Zarif langsung merasa sangat kesal setelah mendengar ini, "Katakan dengan jelas. Kenapa PT. Mega yang dulu nggak seperti yang kusebutkan?"


Alex melambaikan tangannya. "Aku nggak ingin berdebat denganmu. Aku hanya ingin memberitahumu kalau dulu PT. Mega kamu adalah perusahaan di industri ilegal. Kenapa bisa menjadi begitu besar, itu akan menjadi sesuatu yang harus ditanyakan kepada ayahmu."


Tentu saja Zarif tidak percaya, tetapi sekarang dia mulai merasa ragu terhadap pengarahan yang dia lihat tentang PT. Mega setelah Alex membicarakannya.


Akan tetapi, dia juga tahu meskipun dia ingin kembali dan bertanya pada Anwar, dia masih harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu dan sekarang Alex masih ada di sisinya.

__ADS_1


Setelah melihat raut wajah Zarif yang kebingungan, Alex tahu dia tidak akan bisa mencari tahu apa pun darinya. Jadi, dia terpaksa membiarkan Zarif pergi.


"Lupakan saja, kamu bisa pergi. Kurasa kamu juga bukan orang dalam." Alex melambaikan tangannya.


Zarif tidak menyangka Alex akan melepaskannya begitu saja dan menatapnya dengan ragu.


"Ada apa? Masih nggak ingin pergi setelah kusuruh pergi?"


Alex agak penasaran dengan ekspresi wajah Zarif ini. Ada apa? Apakah dia malah tidak ingin pergi setelah dia menyuruhnya pergi?


Apa dia punya Sindrom Stockholm?


Seketika, Alex agak tidak yakin dengan apa yang dipikirkan Zarif.


Zarif bertanya, "Apakah kamu yakin akan melepaskanku begitu saja? Kamu harus tahu, ini adalah saat yang genting. Kalau kamu menangkapku untuk mengancam ayahku, PT. Mega mungkin nggak akan bekerja sama dengan keluarga Bazel."


Meskipun Zarif agak tidak yakin, begitu mendengar Alex akan menyerang, dia pun buru-buru berbalik dan meninggalkan tempat itu. Dia sadar akan situasi ini. Lebih penting untuk segera pulang dan bertanya kepada ayahnya tentang PT. Mega.


Alex menatap si gendut yang mengikutinya dan menyunggingkan senyuman setelah melihat wajah si gendut yang begitu ketakutan, "Ada apa? Kok begitu takut padaku?"


Si gendut melihat ekspresi Alex yang tidak berbahaya ini dan memaksakan sebuah senyuman, "Master, jangan bicara seperti itu. Awalnya aku begitu buta dan mengira kamu hanyalah seorang pencari kerja biasa. Siapa sangka kamu begitu kuat. Aku juga bisa melihat Zarif mengenalmu dan takut padamu."


Alex menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Benar, aku memang mengenal Zarif dan dia memang takut padaku."


Si gendut berkata sambil tersenyum pahit, "Ternyata begitu. Sebenarnya, status seperti kami nggak begitu memiliki hal yang bisa dikomunikasikan dengan orang yang memiliki status tinggi sepertimu, juga nggak berada dalam lingkaran yang sama."

__ADS_1


Alex berkata dengan tenang, "Aku nggak tahu ada lingkaran apa saja. Aku baru berada di Provinsi Sulawesi Tenggara selama sebulan, jadi aku nggak tahu lingkaran apa pun."


Mata si gendut membelalak setelah mendengar ucapan Alex. "Kamu baru berada di sini selama sebulan?"


Alex menganggukkan kepalanya dan bertanya, "Apa yang aneh dengan itu?"


"Tapi kamu mengenal Zarif dalam waktu satu bulan?" Si gendut itu menjadi lebih terkejut.


Alex menggelengkan kepalanya. "Nggak seperti itu juga. Aku nggak kenal Zarif, tapi aku punya masalah dengan PT. Mega serta keluarganya."


Si gendut itu terkejut setelah mendengar ini dan melongo. Dia tidak bisa mengungkapkan keterkejutan yang dia rasakan di dalam hatinya.


Dia tahu dirinya telah bertemu dengan master yang hebat. Hanya master hebat seperti itu yang akan meremehkan hal-hal seperti itu. Dia bisa menyebutkan dirinya menyinggung PT. Mega dengan mudah.


Harus diketahui selain keluarga Bazel, PT. Mega adalah yang terkuat di Provinsi Sulawesi Tenggara. Setiap tahun, perusahaan yang maju pastinya adalah PT. Mega.


Ini terjadi setiap tahun.


Pada saat ini, Alex benar-benar mengatakan kalau dia telah menyinggung PT. Mega hanya dalam waktu satu bulan setelah datang ke Provinsi Sulawesi Selatan. Sebenarnya siapa orang ini?


Alex tersenyum sambil menatap si gendut. "Tahukah kamu untuk apa aku mencarimu?"


Tentu saja si gendut menggelengkan kepalanya. Bagaimana dia bisa tahu? Lagi pula, dia selalu berpikir Alex menjadi pengikutnya hanyalah pilihan orang biasa.


Siapa yang tahu hal ini akan terjadi dan membuatnya bingung.

__ADS_1


Alex berkata dengan datar, "Kamu sudah mendengar apa yang kukatakan kepada Zarif tadi. Apa kamu ingin berkarir di Provinsi Sulawesi Tenggara?"


Si gendut menatap Alex dengan aneh. Dia tidak tahu mengapa Alex tiba-tiba mengatakan ini, tetapi dia tetap menjawab dengan jujur, "Tentu saja aku mau, tapi kamu juga tahu peraturan di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah kalau ingin memulai bisnis, kamu harus memberi tahu keluarga Bazel. Meskipun PT. Ferion telah menjalin hubungan baik dengan keluarga Bazel, aku nggak benar-benar ingin melakukan itu."


__ADS_2