
Kata-kata Alex membuat Lasmi sedikit tidak senang. Kali ini, perkataan Satriya masuk akal. Hari ini adalah hari dimana Rangga bernegosiasi dengan keluarga Buana. Sebagai seorang junior, berbicara seperti itu sungguh tidak sopan.
Namun, ada banyak orang di sekitarnya, Lasmi tidak bisa marah kepada Alex seenaknya.
Satriya tidak bisa menahan lagi, lalu berteriak: "Alex! Kamu benar-benar tidak menghormati nenek. Jangan lupa, hotel Emperor juga dibagikan untuk Erika ketika kakek masih hidup. Semua yang ada di keluarga Buana adalah hasil kerja keras Kakek dan nenek. Kamu tidak lebih hanya menantu yang tak berguna. Apakah kamu layak untuk berbicara di saat seperti ini? Keluar dari sini. "
Rangga mendeham beberapa kali dan berkata, "Semuanya, tetap tenang. Maaf, apakah ini menantu keluarga Buana yang sering dibicarakan?"
Bagaimanapun juga, Rangga adalah orang yang berstatus, walaupun dia tahu bahwa Alex disebut sampah oleh semua orang, dia juga tidak bisa mengatakannya secara langsung.
Alex menjawab: "Ya, aku Alex!"
Rangga mengangguk dan berkata, "Alex, menurutmu, bagaimana seharusnya masalah ini diselesaikan?"
Devan berteriak dan berkata, "Paman! Aku tidak setuju. Mengapa Alex memiliki keputusan terakhir? Awalnya, kita dapat memberi kompensasi kepada keluarga Buana atas kejadian ini sudah merupakan kehormatan besar bagi mereka. Alex, kamu pikir keluarga Utama kami benar-benar takut pada kamu? Kamu salah! "
Tuan kedua juga berkata, "Rangga! Devan benar. keluarga kita telah berada di Jakarta selama beberapa dekade. Apa yang belum pernah kita lalui? Hari ini, alasan mengapa kami dapat memberi kompensasi dan menyelesaikan masalah adalah karena Nona Friska. Alex, memangnya siapa kamu? "
Melihat situasi yang mulai memanas, Friska tidak bisa terus berdiam diri, "Tuan kedua! Kata-katamu agak keterlaluan. Alex adalah suami sah Erika, mengapa dia tidak punya hak untuk membicarakan kompensasi denganmu? Tuan Rangga, Nyonya Buana, dan aku, kami semua adalah orang luar, tujuan kehadiran kami adalah untuk membantu Alex dan Devan menyelesaikan masalah mereka. "
Erika juga berdiri dan berkata, "Aku adalah perwakilan hukum dari hotel Emperor! Alex adalah suami sah ku! Aku takut Presdir Utama akan menyiram teh ke wajahku lagi. Oleh karena itu, suamiku, Alex, akan mewakili diriku untuk bernegosiasi. Tuan Rangga, Tuan kedua, apakah kalian masih punya pertanyaan? "
Kata-kata ini membuat raut wajah Devan dan ayahnya terlihat buruk. Siapa yang menyuruh Rangga untuk berjanji pada Friska dan berencana untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya?
Devan menggertakkan giginya, "Alex, coba katakan apa solusimu?"
Tatapan mata Alex seketika menjadi dingin, dia tiba-tiba mengangkat cangkir teh di tangannya dan menyiramnya ke arah Devan yang berada di depannya.
Cangkir teh tersebut diisi oleh air mendidih. Dengan keahlian Alex, secangkir teh ini tersiram tepat ke wajah Devan.
Akh! Devan menjerit, menutupi wajahnya dengan tangannya, lalu berteriak: "Alex, apa kamu cari mati?"
__ADS_1
Seketika puluhan orang dari keluarga Utama mengepung mereka, bahkan ada yang mengeluarkan pisau, dan ada yang mengambil kursi. Mereka akan segera mengeroyoki Alex.
Alex melirik orang-orang ini dengan jijik, dan berkata dengan nada datar, "Beberapa hari yang lalu, kamu menyiramkan secangkir teh pada istriku. Hari ini, aku mengembalikannya!"
“Alex, kamu memang cari mati.” Tuan kedua menggulung lengan bajunya, memegang sebuah pisau, lalu menyerang ke arah Alex, “Sebelumnya kamu melukai putra kedua ku, dan hari ini kamu menghina putra sulungku di depan umum. AKu akan membalasnya! "
Tuan kedua bergegas menyerang Alex dengan ganas. Sebelum Alex bertindak, Friska mengangkat kakinya dan menendang tepat di pergelangan tangan Tuan kedua yang menyebabkan pisau itu terjatuh!
Friska mencengkeram leher Tuan kedua segera setelah mengangkat tangannya, sedangkan Tuan kedua juga pernah berlatih ilmu bela diri. Akan tetapi, dia ditahan oleh Friska hanya dengan satu gerakan. Terlihat jelas jika ilmu Friska jauh lebih tinggi daripada dia.
Friska tampak galak, "Tuan Kedua! Hari ini aku datang ke tempatmu sebagai tamu, bukan untuk keroyokan. Jika kamu ingin berkelahi, aku akan menemanimu dengan senang hati!"
Hengky, Rega, Martin, dan tujuh hingga delapan pengawal terbaik lainnya yang datang bersama Friska, segera bergerak.
Belasan orang membentuk sebuah lingkaran dan melindungi Friska.
800 orang saja tidak bisa apa-apa! Apalagi hanya ada puluhan orang hari ini. Raut wajah Hengky dan yang lainnya penuh percaya diri.
Siapa yang berani membantah perkataan Rangga? Semua orang dari keluarga Utama mundur.
Friska mengedipkan mata, Hengky dan yang lainnya juga kembali ke tempat duduk mereka.
Friska berkata dengan tenang: "Devan! Sungguh memalukan. Karena tidak bisa mengambil alih hotel secara paksa, jadi kamu menyirami teh ke wajah orang? Apakah ini sesuatu yang boleh dilakukan seorang pria? Hari ini, Alex terlalu sopan dengan hanya membalasmu secangkir air panas. Jika itu aku, aku akan segera mengebirimu!
Devan mendeham karena marah, tetapi tidak berani melawan.
Alex melanjutkan: "Aku memiliki surat yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Ini adalah surat diagnosis cedera dari lima petugas keamanan yang terluka di hotel kami. Silakan dilihat." Alex mengeluarkan 5 surat diagnosis.
"Aku pikir 4 miliar tidak bisa menunjukkan ketulusanmu. Seharusnya 4 miliar per orang."
Seketika tempat itu gempar! Para pengusaha kaya dari 10 Keluarga Besar di Jakarta semuanya merasa bahwa Alex sama sekali tidak tahu diri. Semua orang menduga bahwa Devan tidak akan berkompromi.
__ADS_1
Bukannya keluarga Utama tidak bisa memberikan uang senilai 20 miliar, tapi mereka tidak bisa mempermalukan diri sendiri.
Rangga memandang Alex sambil tersenyum, mendengarkan setiap syarat Alex.
Dari diri Alex, dia tiba-tiba melihat bayangan dirinya saat masih muda. Sama-sama berpendirian teguh.
Menurut perkataan kakak keduanya, dia berhasil mengalahkan Leonardo dengan sempurna. Tidaklah banyak yang bisa mengalahkan ahli seperti Leonardo. Dengan kehebatannya itu, bagaimana mungkin dia menjadi menantu tak berguna di keluarga Buana?
Saat ini, keluarga Buana ingin menghentikannya, tetapi mereka tidak bisa menghentikannya. Untungnya, posisi Friska sangat jelas, dengan adanya dia, keluarga Utama tidak berani berurusan secara terbuka dengan keluarga Buana.
Saras tidak bisa duduk diam, dia menarik sudut pakaian Erika dengan kuat, "Erika, apakah suamimu minum obat hari ini? Apakah dia akan memberontak? Ini adalah Restoran Akira Back milik Rangga."
Erika menjawab: "Bu, kamu hanya perlu menonton saja. Tidak perlu mempedulikan yang lain."
Setelah berpikir lumayan lama, Rangga angkat bicara: "Devan akan membayar 20 miliar."
Devan tampak sedih dan menganggukan kepala. Semua orang tahu bahwa dia pasti tidak terima.
Alex melanjutkan: "Yang terkahir, ini tentang tiga gudang hotel Emperor. Ketiga gudang tersebut dirobohkan oleh ekskavator perusahaan kalian. Kita juga harus menghitung persoalan ini."
"Hotel Emperor diperkirakan bernilai 176 miliar! Gudang ini mencakup seperempat area hotel Emperor. Jadi, kalian cukup membayar 44 miliar."
"Kamu, kamu! Alex, kamu terlalu keterlaluan." Yang dulu menindas orang adalah Devan, sekarang gilirannya ditindas hari ini, dan dia benar-benar tidak bisa menerimanya.
Terutama, jika Alex tidak meminjam kekuatan Friska, bagaimana mungkin dia bisa menginjak-injaknya?
Devan selalu merasa bahwa Andi yang muncul di tengah pertempuran di hotel Emperor pasti dikirim oleh keluarga Wibowo untuk membantu keluarga Buana secara diam-diam.
"Aku tidak akan membayarnya! Aku tidak akan pernah membayarnya bahkan jika aku mati. Termasuk yang barusan, Alex, jangan harap bisa emndapatkan sepersenpun dariku."
Melihat Devan mengaum seperti anjing gila, Alex melangkah maju dan meraih tangan kiri Devan. "Bagaimanapun juga, kamu harus membayarnya hari ini. Kamu punya uang untuk menyewa pembunuh untuk membunuh kami. Apakah kamu tidak punya uang untuk membayar kompensasi? Tidak apa jika kamu tidak mengaku tentang 2 pembunuh di Danau Runju, tapi kamu harus membayar kompensasi karena merobohkan gudang hotel Emperor. "
__ADS_1