Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Membantunya Balas Dendam


__ADS_3

“Umm,” jawab Oktavia singkat.


Nova bertanya, “Bibi, dulunya suaramu begitu bagus, tapi sekarang berubah jadi begini. Apakah ada yang meracunimu?”


Mata Oktavia memerah setelah mendengarnya.


Alex berkata, “Bibi, nggak usah khawatir, di sini nggak ada orang luar. Kami nggak akan membocorkan hal ini entah siapa itu orangnya.”


Oktavia menghela nafas, lalu berkata, “Ceritanya panjang, sebenarnya aku juga nggak tahu siapa yang meracuniku.”


“Apa kamu nggak melapor polisi saat itu?” Nova sebagai polisi sangat percaya dengan kemampuan polisi.


Oktavia berkata sambil mengingat kembali, “Aku ingat dengan jelas bahwa aku merayakan ulang tahun ke-60 Betrand Pohan selaku CEO PT. Senan. Aku ke rumahnya untuk melakukan pertunjukan, saat itu penghasilan satu pertunjukan adalah 100 juta, dan itu sudah dua tahun yang lalu…”


Dalam ingatan Oktavia, setelah selesai pertunjukan itu, dia dan aktor utama yang bernama Wilson Pardede akan merayakan keberhasilan pertunjukan mereka seperti sebelumnya. Alhasil, waktu itu dia mabuk setelah minum sedikit wine, tapi biasanya dia nggak akan mabuk meskipun minum setengah botol bir!


Keesokan paginya, suaranya langsung berubah menjadi seperti ini.


“Kalau begitu, coba ingat-ingat lagi siapa yang telah kamu singgung sesudah dan sebelum itu?” ujar Nova.


“Bagaimana mungkin aku ada menyinggung orang! Paling-paling orang yang berada di dalam lingkaran kami… mungkinkah Catherine Iskandar?” Oktavia tersenyum pahit, “Saat itu, Catherine masih hanya peran figuran, tapi sekarang dia sudah menjadi artis terkenal di Tomohon! Sekarang aku hanya bisa kerja kasar saja meskipun diminta oleh mereka.”


“Wilson yang kamu sebutkan itu, gimana situasinya sekarang?” tanya Alex.


“Hah!” Oktavia nggak tahan untuk menghela napas ketika mengungkit Wilson, “Sebenarnya, aku dan Wilson bukan hanya rekan ketika pertunjukan, tapi kami juga pasangan, hanya kurang surat nikah saja. Sayangnya setelah suaraku rusak, dia jadi nggak tertarik denganku lagi. Kemudian, rekannya saat ini adalah Catherine. Kudengar Catherine adalah putri angkat Richard…”


“Bentar!” Alex tiba-tiba merasa mengetahui intinya, “Putri angkat Richard?”


Mata Nova berbinar, “Maksudmu keracunannya Bibi Oktavia ada hubungannya dengan Richard?”


Alex berkata dengan pelan, “Jika suara Bibi Oktavia tiba-tiba rusak, maka orang yang bisa menggantikannya adalah Catherine, benarkan? Kemudian, Catherine berhasil terkenal dalam dua tahun belakangan, jadi ini pasti ada hubungannya dengan Richard. Selain itu, Bibi Oktavia adalah batu sandung bagi Catherine untuk sukses. Jika Bibi ada, maka dengan kemampuan dan suara Bibi waktu itu, mungkin Catherine nggak ada punya kesempatan untuk naik ke atas panggung, kan?”


Bibi Oktavia menganggukkan kepala, “Benar! Sebenarnya Catherine juga pernah naik panggung di pertunjukan sebelumnya, tapi dia diusir oleh penonton. Sedangkan para penonton berteriak senang ketika aku naik panggung, jadi saat itu aku-lah yang bisa mengendalikan kondisi.”

__ADS_1


Cherish berkata, “Aku sudah mengerti. Bibi, teman sebidang adalah musuh, jadi mungkin saja Catherine yang meracunimu.”


“Bagaimana mungkin?!” Bibi Oktavia menggelengkan kepala, “Saat itu aku menganggap Catherine sebagai putri kandungku sendiri ketika di kelas, aku akan mengajarinya jika ada waktu. Bagaimana mungkin dia mencelakaiku?”


Nova berkata, “Kalau begitu, apakah Catherine ada menghubungimu setelah dia terkenal?”


Oktavia berkata, “Catherine pernah datang sekali untuk memberikanku uang 10 juta. Tapi karena ibuku sakit, uang itu pun habis.”


“Sudah berapa lama?” tanya Nova.


“Satu tahun lalu.” Oktavia berkata, “Saat itu, Catherine sudah sangat terkenal, sedangkan aku juga pernah diam-diam melihat pertunjukannya, kemampuannya memang meningkat pesat.”


Alex menganggukkan kepala, “Ini berarti ada orang yang membantunya, mungkin orang yang membantunya adalah Richard.”


Cherish berkata, “Iya! Di satu sisi menghilangkan hambatan, di sisi lain menjadikannya artis papan atas, ini seharusnya hal yang direncanakan oleh Richard!”


Nova berkata, “Tapi semua ini adalah tebakan kita, nggak ada bukti.”


Oktavia berkata, “Iya! Kita nggak boleh memfitnah Catherine, sebenarnya dia anak yang baik.”


“Gaji satu bulan di teater hanya satu juta, aku nggak bisa hanya mengandalkan itu! Biaya obat ibuku saja hampir dua juta!” ucap Oktavia menghela napas.


Alex menganggukkan kepala, “Berapa penghasilan Catherine ketika dia menjadi peran figuran?”


Oktavia berkata, “Sepertinya dua juta. Kemudian dia juga akan mendapatkan bonus jika ada pertunjukan.”


Nova mengerutkan dahi, “Ini jelas-jelas ada orang yang ingin mengusirmu.”


Alex tersenyum, “Catherine tidak bersedia melihatmu setiap hari, karena dia merasa bersalah dan nggak nyaman berpapasan denganmu terus.”


Cherish membelalakan mata, “Jadi mereka mengusir Bibi Oktavia dan membiarkannya berjuang sendirian?”


Alex menganggukkan kepala, “Oh ya, apa Wilson masih menghubungimu?”

__ADS_1


Oktavia menggelengkan kepala, “Wilson nggak menemuiku lagi setelah mengetahui suaraku rusak.”


Cherish berkata dengan kesal, “Pria memang sangat kejam dan biadab!”


Alex meliriknya, lalu Cherish tersenyum, “Aku nggak mengataimu.”


Oktavia menghela napas, “Wajar saja, bagaimanapun setiap orang akan terus melangkah maju, nggak mungkin akan berjalan mundur.” Tampaknya seluruh hidupnya hancur setelah mengalami insiden ini sehingga dia juga lebih jelas terhadap perasaan manusia.


“Sudah sampai.” Alex menghitung jarak perjalanan, jarak sampai di sini sekitar 5 km.


Tampaknya Oktavia memang sulit menemukan pekerjaan setelah suaranya rusak.


Tempat ini adalah sebuah rumah yang sangat bobrok. Rumahnya terbuat dari batako dengan atap yang terbuat dari jerami dan sangat berantakan. Di pintu juga terdapat beberapa lubang, sehingga bisa rusak meskipun ditendang pelan.


Selain itu, di sini juga tidak ada listrik, sehingga hanya bisa menggunakan senter ponsel untuk menyinari ruangan ketika masuk rumah, apalagi ponsel Oktavia adalah ponsel lama!


Ibunya Oktavia sedang berbaring di tempat tidur, rupanya beliau sudah lumpuh!


“Maaf Nova, aku harus bekerja di luar seharian dan nggak ada waktu untuk menjaga ibuku sehingga aroma di rumah sangat bau. Kalian sebaiknya jangan masuk,” kata Oktavia sambil menyalakan lampu minyak!


“Via sudah pulang ya?” Terdengar suara ibu Oktavia.


Nova yang berdiri di depan pintu juga dapat mencium bau pesing, sehingga dia mengerutkan dahi dan berkata pada Alex, “Bantu dia ya?”


Alex menganggukkan kepala, “Telpon 119!”


“Umm.” Nova mengeluarkan ponsel untuk menelpon.


Alex merasa iba. Penghasilan Oktavia pasti sangat baik saat dia terkenal. Namun, sekarang setelah tidak lagi menjadi artis, ditambah dengan suara yang juga rusak, serta mengalami banyak kesulitan, ini semua benar-benar sulit dipikirkan.


Sedangkan, dalang yang berbuat jahat itu tentu saja orang yang meracuni Oktavia! Orang seperti itu patut dipotong berkeping-keping!


Nova berkata, “Gimana ini?”

__ADS_1


Alex berkata, “Antar ke rumah sakit dulu, kemudian baru bantu dia balas dendam! Jika dengan kemampuannya sendiri, dia nggak mungkin bisa melakukannya.”


__ADS_2