Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Hati-Hati


__ADS_3

“Baik! Besok sebelum pukul 00.00, aku pasti akan mengumpulkan 30 milyar, itu nggak ada masalah bagiku!” Richard menggertakkan gigi dan hanya bisa setuju. Karena dia tahu jelas kalau orang Myanmar tidak melihat berat hubungan persahabatan, yang mereka pentingkan adalah keuntungan!


Borez tersenyum dengan mata berbinar, “Bos Richard. Kudengar bahwa ada PT. Atish di kota Tomohon baru-baru ini, lalu kemampuan Alex itu cukup hebat! Jika ada kesempatan, aku ingin bertemu dengan Alex untuk melihat apakah ada kesempatan untuk bekerja sama.”


Meskipun dia tahu kalau Borez hanya mementingkan keuntungan, tapi Richard masih saja bisa mengatakan ini secara langsung, “Apa? Ba… bagaimana kamu bisa menjual barang kepada orang lain tanpa memperdulikan persahabatan kita?”


Saat ini, anak buah kedua belah pihak sedang menyerahkan barang dan uang tunai sambil berkata dengan gemetar, “Bos Richard, aku nggak takut memberitahumu kalau kami membutuhkan uang! Jika kamu bisa memberikan kami keuntungan, maka kami akan bekerja sama denganmu, kalo gak semuanya nggak usah dibahas.”


Borez tentu saja nggak bodoh karena dia sudah memberi dirinya jalan keluar sebelum masuk ke dalam.


Borez nggak peduli ketika melihat orang-orang Richard membawa pedang dan tongkat. Karena dia tahu jelas kalau Indonesia melakukan pengontrolan ketat pada senjata. Jika Richard nggak memiliki senjata yang kuat, maka Borez tidak perlu khawatir terhadap efektivitas pertempuran Richard.


Mata Richard melirik ke pistol di sekitar Borez, lalu mengangguk, “Iya, kata Bos Borez memang benar.”


Aldo marah sampai wajahnya memerah, “Tuan Richard…” Maksudnya adalah bunuh mereka sekarang dan tinggalkan barang-barang ini!


Tuan Richard melambaikan tangannya dan nggak memberi perintah seperti itu.


Richard pun menghela napas ketika melihat Borez berjalan ke garasi dengan angkuh, “Dia pasti melakukan penyergapan di luar! Jadi, Aldo janganlah meremehkan lawanmu.”


“Ya. Apa yang dikatakan Tuan Richard benar,” jawab Aldo sambil memberi hormat.


Mereka melihat Raja Kaki Utara berdiri sendirian dalam kegelapan di angin dingin ketika mereka keluar. Aldo bergegas menyambutnya, “Tuan Besar?”


Dodo mengangguk sambil melihat ke arah Richard, “Borez sudah menyiapkan pasukannya di luar. Setidaknya ada dua penembak jitu di kejauhan, lalu ada mesin penembak di dekat sini. Kekuatan tembakan itu sangat hebat, lalu mereka semua adalah master seni bela diri yang hebat. Selain itu, kita harus terus bekerja sama dengannya dan nggak boleh bermusuhan dengan mereka.”


Richard tersenyum, “Benar kata Tuan Besar. Borez bukanlah bos terbesar. Jika terjadi masalah pada dirinya di kota Tomohon, maka kekayaan kita akan terputus.”


Dodo mengangguk, “Selain itu, kalian akan memiliki dendam dengan pemasok di Myanmar.”

__ADS_1


Richard menengadahkan kepala melihat ke arah Aldo, lalu berkata, “Tuan Richard, Aldo sudah mendapat pelajaran yang baik.”


Richard berkata, “Kamu segera menyuruh orang untuk menyelidiki tujuan Borez datang ke kota Tomohon untuk apa.”


“Baik, aku akan segera menyuruh orang menyelidikinya,” jawab Aldo dengan bangga.


Richard menepuk bahunya, “Iya. Aldo, kamu memang anak buah yang baik.”


Aldo merasa sangat senang karena bisa mendapatkan pujian dari Tuan Richard, “Terima kasih atas pujiannya, Tuan Richard.”


“Apa? Gala diculik dari mobil tahanan dan kabur?” Ketika Alex mendapatkan kabar dari Nova, itu sudah keesokan paginya.


“Gala memang sudah kabur! Untung saja pihak polisi nggak terluka,” kata Nova dengan menghela napas.


Alex berkata dengan dingin, “Setidaknya hal ini berkaitan dengan Richard, meskipun bukan dia yang melakukannya.”


Nova yang berada di ujung telepon menghela napas, “Iya. Aku jelas-jelas tahu ini berkaitan dengan Richard, tapi kami nggak ada bukti sehingga nggak bisa melakukan apapun pada Richard!”


Tak lama kemudian, Nova yang mengenakan pakaian kasual buru-buru masuk ke salah satu kedai kopi yang di sekitar kantor polisi.


“Gimana ini? Harus gimana ini? Bisa-bisanya Gala diculik! Aku sudah mengerahkan pasukan ke berbagai stasiun, tapi diperkirakan akan sulit menemukan petunjuk. Bagaimanapun juga, kemampuan Richard di kota Tomohon amat besar. Jadi, dia pasti ada banyak cara untuk membantu Gala kabur.” Nova terlihat lelah.


“Kamu ceritakan tentang situasi di lokasi kejadian penculikan itu dulu.” Alex tetap tenang seolah-olah nggak peduli.


“Adegan penculikan? Ini juga cukup aneh…” Nova menceritakan isi laporan Aldi serta Gavin selaku kapten SWAT dengan singkat, kemudian menyimpulkan, “Meskipun aku nggak pernah bertemu Raja Kaki Utara, tapi aku dapat memastikan kalau penculikan kali ini dilakukan oleh Dodo si Raja Kaki Utara!”


Alex memperingatinya, “Kalau begitu pihak polisi pergi dan menangkap Dodo aja! Tentu saja, kamu jangan pergi karena kemampuan bela diri bocah itu sangat hebat. Ia juga merupakan orang yang berbahaya!”


Nova tahu bahwa Alex sedang mengkhawatirkan keselamatan dirinya, tapi dia tetap memberengnya, “Aku gak pergi? Kemampuan seni bela diriku lebih baik daripada petugas polisi di seluruh tim polisi kriminal. Jadi aku harus menjadi orang pertama yang melakukan aksi penangkapan ini.”

__ADS_1


Alex merasa tak berdaya, “Kalau gitu kalian menjadikan Dodo tersangka dulu, tapi jangan buru-buru menangkapnya. Mungkin dia tak lama lagi akan melakukan aksi.”


“Apa rencanamu?” Nova menjadi semangat setelah mendengar Alex berkata begitu.


“Sementara belum ada, tapi nggak lama lagi akan ada.” Alex menatap ke luar, “Dodo memang berani, bahkan berani menculik Gala. Aku benar-benar nggak kepikiran hal ini.”


Nova juga sangat marah, “Iya! Sungguh berani! Orang jahat begini harus diberi hukuman berat!”


Alex menggelengkan kepala, “Jujur saja, dengan kemampuan pihak polisi di kota Tomohon saat ini sungguh nggak mungkin untuk menangkap Dodo. Meskipun semua pasukan SWAT ikut serta, juga bisa membuat Raja Kaki Utara itu kabur.”


Nova melawannya, “Hmm! Apa kamu nggak percaya dengan kami?”


Alex mengangkat bahu, “Ini bukan masalah percaya atau nggak. Dengan kemampuan Raja Kaki Utara, dia pasti bisa menerobos pertahanan kalian.”


“Bukankah dirimu akan membantu?! Kamu nggak boleh menghindari masalah ini, meskipun harus melihat wajahku.” Nova tiba-tiba mengganti topik dan tersenyum pada Alex.


Dia mengulurkan tangannya dan nggak tahan untuk memegang tangan Alex yang ada di atas meja.


Alex pun menghindar secara nggak sadar.


Nova memelototinya, lalu menarik tangannya dengan malu. Alex berkata, “Jangan khawatir, kedatanganku ke kota Tomohon untuk melawan Richard. Sedangkan Dodo adalah sahabat Richard, jadi aku juga akan membasminya.”


“Iya, iya. Kamu adalah pahlawan di hatiku. Apa kamu sudah lapar? Aku traktir kamu makan dulu dan anggap ini sebagai perayaan kemenangan. Gimana?”


Alex bertanya dengan penasaran, “Bukankah kamu sangat sibuk sekarang? Kok ada waktu mentraktirku makan?”


Nova melirik ke luar jendela, “Sebenarnya aku sedang menunggu kabar dari seorang informan. Dia memberitahuku kalau Borez si penjual narkoba dari Myanmar itu datang ke kota Tomohon.”


“Oh?” Alex tahu tentang Borez ini. Di kota Taranesa, Borez serta saudaranya menempati sebuah daerah dan menetapkan diri mereka sebagai raja. Mereka memiliki ribuan pasukan dan sudah membentuk kerajaan kecil.

__ADS_1


Tentu saja, bisnis terpenting mereka adalah mengekspor berbagai produk yang terkait dengan narkoba. Oleh karena itu, empat saudara itu pun kaya akan bisnis itu. Sebelumnya mereka mendapat perlindungan dari Geng Serigala, tapi sekarang mereka telah pelan-pelan keluar dari kekuatan itu.


__ADS_2