
Kedua satpam itu sedikit terkejut, dia dengan cepat berkata, “Kalau begitu, mari kita telepon bos, hal semacam ini sangat serius.”
Alex tahu bahwa dia tidak bisa menyembunyikannya lagi. Kalau Morgan tahu brankas itu pernah disentuh, mereka pasti akan memindahkan isi brankas itu.
Jadi, dia juga tidak ragu-ragu. Ketika kedua satpam mengeluarkan ponsel, dia langsung menyerang keluar.
Kecepatannya sangat cepat, dua satpam hanya menunjukkan ekspresi kaget dan mereka langsung dibuat pingsan oleh Alex.
Alex menghela napas sambil menggelengkan kepala, “Kalian memang hebat, bisa-bisanya mengetahui hal ini. Tapi, aku nggak boleh membiarkan kalian merusak rencanaku.”
Setelah membuat pingsan kedua satpam, Alex terus melihat brankas. Pada saat ini, alarm perusahaan sudah berbunyi.
Ekspresi Alex berubah, ketika tadi siang dia datang, dia sudah mengamati lingkungan sekitar dan tempat ini tidak ada CCTV.
Tapi sekarang ada bunyi alarm, ini berarti aksinya malam ini sudah terbongkar. Jadi dia bisa memastikan, di dalam ruangan ini ada CCTV tersembunyi.
“Aduh, masuk jebakan lagi.” Ekspresi Alex menjadi masam, tapi dia tahu dia harus mendapatkan barang yang ada di dalam brankas.
Namun, sebelum itu, dia harus menghapus CCTV ini.
“Seingatku ruang CCTV ada di lantai 5, saat itu aku sengaja melihat struktur bangunan.” Alex berpikir sejenak, lalu memutuskan untuk membawa brankas ini.
Jadi semua karyawan di ruang CCTV membelalak mata, seperti melihat hantu.
Dalam video, Alex menjulurkan jari-jarinya untuk menusuk, dinding yang ditusuk seperti tahu yang lembek dan langsung tembus.
Alex menghancurkan dinding di sekitar brankas, kemudian mengeluarkan barang di dalam dari dinding brankas.
Semua orang menarik napas. “Ini monster apa?”
Ketika melihat Alex menoleh untuk melihat posisi CCTV, dia menunjukkan senyuman mengerikan.
Hati semua karyawan pun ketakutan dan tidak tahu bagaimana Alex bisa menemukan letak CCTV itu.
Tapi mereka tahu, Alex datang untuk mencari mereka.
__ADS_1
Mereka semakin panik, empat hingga lima karyawan mengeluarkan pistol. “Kalian semua jangan takut, meskipun dia sangat hebat seperti monster, kita ada pistol, jadi bisa membunuhnya!”
Selesai kapten berbicara, semua orang pun tenang.
Tapi pada saat ini, terdengar suara ketukan pintu yang membuat semua orang kaget.
Alex meletakkan brankas di lantai, lalu berkata dengan acuh tak acuh, “Bisakah kalian membuka pintu? Aku nggak akan membunuh kalian.”
Pistol kapten mengarah ke pintu. Semua karyawan juga mengikuti gaya kaptennya.
Alex berkata lagi, “Tampaknya aku perlu dobrak deh. Tapi aku nggak suka tindakan yang kurang sopan ini, kalian seharusnya juga nggak suka, kan?”
Sekelompok orang di dalam ruang CCTV menatap pintu dengan tenang.
Alex mengumpulkan semua energinya di kakinya, lalu menendang pintu.
Hanya melihat pintu itu terbuka dengan satu tendangan, bahkan terbang ke ruang CCTV bersama dengan kusen pintu dan terbang ke arah kapten.
Orang yang lain terkejut dan menembak ke arah pintu.
Tapi, Alex sudah melihat pistol di tangan mereka, jadi dia bersembunyi di belakang dinding sampingnya.
Semua peluru tidak berhasil menembak Alex. Alex mengangkat brankas dengan senyum, lalu melempar ke dalam.
Bang!
Brankas seberat dua ratus pon yang dilempar ke arah karyawan, tentu saja bisa membuat karyawan itu pingsan, bahkan membuat beberapa tulang di tubuhnya patah.
Ketika karyawan lain melihat Alex berjalan ke dalam dengan bertepuk tangan, mereka seketika lupa untuk menembak.
Bahkan mereka juga tidak berani bergerak.
Membuat kapten mereka pingsan karena pintu yang ditendangnya, lalu menghindari banyak peluru dan brankas juga dilempar ke arah satu karyawan.
Setelah melihat serangkaian tindakan yang mengejutkan mereka, lalu melihat ekspresi Alex yang santai, mereka semakin tidak berani bergerak.
__ADS_1
Sekarang mereka baru menyadari senjata di tangan mereka tidak berguna dan tidak akan memberinya ancaman.
Alex berkata dengan tak berdaya, “Kalian memang nggak patuh, bukankah lebih baik kalau membuka pintu dengan patuh? Tapi, kalian malah mau aku turun tangan. Aku datang ke sini bukan untuk membunuh kalian. Aku hanya datang untuk menghapus rekaman CCTV tadi.”
Dia berjalan ke depan meja CCTV, kemudian menghapus semua gambarnya. Setelah melakukan hal ini, dia baru tersenyum pada karyawan yang ketakutan, lalu mengangkat brankas dan terus berjalan ke depan.
Setelah memastikan Alex pergi, para karyawan ini baru buru-buru melapor polisi, juga memberi tahu hal ini pada bos. Lalu, membantu para karyawan terluka untuk memanggil ambulans.
Seketika, PT. Zrank menjadi ramai di malam hari.
Morgan dan Trevor melihat lubang yang lebarnya setengah meter di dalam kantor pun terdiam.
Wajah mereka sangat masam.
Satpam PT. Zrank berdiri di belakang mereka, lalu menunduk dengan ketakutan.
“Brengsek! Apa yang ingin dia lakukan?!” Morgan menggertakkan gigi, karena sangat marah.
Trevor lebih marah lagi. Dia tidak menyangka Alex akan berbuat seperti ini. Ini bukan cara yang bisa dilakukan seorang pengusaha formal.
“Aku mau membunuhnya!” Morgan tak bisa tahan lagi. Dia mendengar satpam bilang Alex sudah mengangkat brankas itu dan itu membuatnya semakin marah.
Apakah masih ada logika atau hukum?
“Biarkan semua orang berkumpul, hari ini kami harus bertarung habis-habisan dengan Alex. Cepat kepung Hotel Snow,” teriak Morgan.
Tapi, Trevor malah menghalang Morgan di saat ini. “Tunggu dulu, sekarang bukan waktunya melakukan hal semacam ini. Kita bisa membiarkan polisi untuk membantu kita mengatasi hal ini.”
Wajah Morgan terlihat dingin. “Apa kamu sudah kehilangan akal? Bisa-bisanya ingin membiarkan pihak polisi masuk? Kalau begitu, bukankah itu sama saja dengan memamerkan barang dalam brankas ini? Apa kamu tahu apa isi di dalam?!”
Trevor tersenyum. “Saat itu, kita bisa mengambil brankas itu, juga nggak usah buka di depannya. Mereka juga nggak ada hak membiarkan kita berbuat begitu.”
Ekspresi Morgan menjadi masam, tapi dirinya juga memikirkan kemungkinan hal ini. Namun, dia tetap merasa membiarkan pihak polisi akan membawa risiko besar. Lebih baik dirinya bawa orang ke sana dan bunuh Alex.
Lagian keluarga Bazel tidak akan membantu, lalu semua perbuatan yang dilakukan di hotel Snow tidak akan dipersoalkan, jadi PT. Zrank masih bisa semena-mena.
__ADS_1
Trevor berkata, “Apa kamu tidak merasa malu kalau semua hal perlu meminta bantuan pada keluarga Bazel? Meskipun kita ada kaitan dengan keluarga Bazel, tapi bukan setiap terjadi sesuatu harus minta bantuan keluarga Bazel. Bukankah dengan begitu, akan menunjukkan sikap ketergantungannya?”
Morgan paham kalau apa yang dikatakan Trevor sangat masuk akal, akhirnya hanya bisa setuju dengan pemikiran Trevor dan berkata. “Kalau begitu, telepon dan biarkan mereka masuk.”