
Alex berbalik, melewati bangunan pabrik yang terbengkalai di depan, dan datang ke halaman belakang pabrik.Tembok setinggi dua meter tidak bisa menghentikannya sama sekali.
Alex melangkah melompati tembok. Di bagian luar tembok ada sebuah selokan yang bau. Lebar selokan itu sekitar lima meter, kelihatannya juga cukup dalam, tapi aromanya sangat menyengat.
Alex melompat ke depan dan melewati selokan itu.
“Berhenti!” Nova mengikuti secepat mungkin, setelah memanjat ke atas dinding halaman belakang, dia melirik selokan yang bau itu, lebarnya hanya 5 meter. Dia rasa dia bisa melompati.
Jadi, Nova mengumpulkan kekuatan yang cukup dan melompat ke depan.
Alex khawatir dia akan menyusul lagi. Untuk menghilangkan masalah, dia mematahkan sebuah cabang pohong dan melemparkannya ke arah Nova.
Cabang itu mengenai lutut Nova, Nova meringis kesakitan, dan kemudian jatuh ke selokan yang bau.
Tidak sulit bagi Nova jika hanya ada air di dalam selokan. Namun, dasar airnya penuh dengan lumpur, selokan ini tidak dibersihkan selama bertahun-tahun, dan lumpur di bawahnya sudah lebih dari 1 meter.
Kedua kaki Nova langsung tenggelam ke dalam lumpur dan tidak bisa ditarik keluar, dan tenggelam, “Ahhh!” Nova berteriak dengan cemas.
Alex yang awalnya berencana untuk pergi, menghentikan langkahnya ketika melihat Nova jatuh ke dalam selokan dan tidak bisa keluar, lalu menatapnya sambil tertawa.
“Alex, dasar brengsek ... cepat tolong aku.” Nova tahu jika tidak ada yang membantunya, dia akan mati.
Alex malah duduk sambil menyeringai, "Kapten Ardiansyah, apakah air yang bau itu tidak nyaman? Jika kamu berjanji untuk tidak menangkapku, aku akan menolongmu."
Meskipun Nova sangat membenci Alex, tapi dia harus meminta bantuan Alex jika dia ingin selamat. Jadi, lebih baik mengatakan sesuatu yang baik dan menipunya. Belum terlambat untuk membereskannya nanti.
Jadi Nova mengesampingkan amarahnya, "Alex, mengemudi dalam keadaan mabuk bukanlah masalah besar. Aku mencarimu untuk memahami kasus Danau Runju. Untuk apa kamu lari? Jika kamu menolongku, aku berjanji untuk tidak mengejar masalah mabuk ini. Cepatlah, jika tidak, aku akan mati. "
Alex menatapnya, tapi masih tenang dan berkata: "Maaf, di dunia ini, kata-kata wanita adalah yang paling tidak bisa dipercaya. Maafkan bajingan sepertiku karena terlalu banyak menonton drama mata-mata. Kapten Ardiansyah, aku bisa menolongmu jika kamu bersumpah. Jika tidak, jika kamu berhasil kuselamatkan, dan menangkapku. Bukankah aku mencari masalah sendiri? "
__ADS_1
Nova gemetar karena marah, dalam hatinya, "Aku tidak akan memaafkanmu saat aku naik nanti."
Sekarang jika tidak mengikuti kata-kata Alex, air kotor akan segera melewati lehernya, Nova harus mengalah, "Aku bersumpah ... jika kamu menyelamatkanku, aku tidak akan memeriksamu karena mengemudi dalam keadaan mabuk, jika tidak, aku akan mati tragis! "
Alex sangat puas, "Oke. Tunggu aku."
Alex mematahkan cabang besar dari pohon terdekat dan menyerahkan salah satu ujungnya kepada Nova.
Nova meraih cabang itu, dan Alex menariknya keluar dari lumpur.
Setelah Nova naik ke darat, dia menarik napas panjang, dan mengabaikan bau lumpur. Swush, mengeluarkan pistolnya.
Nova berkata, "Jangan bergerak! Jika kamu berani melangkah lagi, aku akan membunuhmu."
Alex tersenyum, "Kapten Ardiansyah, kamu salah paham. Aku lihat pakaianmu terlalu kotor, jadi aku ingin mencucinya untukmu ..."
Nova melirik pakaiannya dan merasa mual. Dia memendam amarahnya dan berkata, "Alex, kamu memang hebat ya."
Alex berkata dengan cemas: "Kita sudah sepakat tadi, kamu tidak boleh menangkapku. Kamu sudah bersumpah."
Nova berkata dengan datar: "Ya. Aku memang bersumpah tidak akan memperpanjang kasus mengemudi dalam keadaan mabuk. Namun, kamu masih perlu menjelaskan kasus Agus yang terjadi di hotel Emperor waktu itu."
Alex berkata, "Apa hubungannya denganku? Bukankah kamu pernah menyatakan sebelumnya bahwa kematian Agus tidak ada hubungannya denganku?"
"Situasinya berbeda sekarang."
Nova merasa mual lagi saat melihat tubuhnya yang kotor, "Lepaskan pakaianmu."
Alex melepas pakaiannya dengan patuh dan memberikannya pada Nova.
__ADS_1
Nova memerintahkan: "Berbaliklah. Jangan melihat ke belakang."
“Ya.” Alex menebak bahwa dia akan berganti pakaian, jadi membalikkan badan dengan patuh.
Nova melepas pakaian luarnya yang kotor, lalu memakai baju Alex. Melihat plang sebuah hotel kecil tidak jauh dari sana, Nova berencana untuk booking kamar dan mandi. Dia tidak mungkin kembali ke kantor polisi dalam keadaan seperti ini, jika dilihat oleh rekan-rekannya, bukankah dia akan menjadi bahan tertawaan?
Nova menarik Alex ke hotel dan membuka kamar.
“Alex, tunggu aku di sini. Kita akan bicarakan urusannya nanti. Aku akan mandi dulu.” Nova berpikir sejenak, kemudian memborgol Alex ke tiang besi di dekat tempat tidur besi di ruang tamu.
Setelah mandi, Nova mencuci pakaiannya dan menjemurnya di jendela, lalu membungkus tubuhnya dengan handuk dan berjalan keluar dari kamar mandi.
Alex duduk di sisi tempat tidur dengan patuh, "Kapten Ardiansyah, tolong cepat tanyakan jika ada sesuatu, aku masih ada urusan."
Nova mencibir, "Alex, jangan buru-buru pergi. Aku punya dua kasus besar baru-baru ini, dan belum menemukan penjahatnya sampai sekarang. Pertama: Pihak kepolisian telah menyelidiki kasus perdagangan narkoba selama lebih dari setahun, menurut informasi pemerintah provinsi, sekelompok besar pembuat narkoba dan penyelundup narkoba beroperasi di provinsi ini, dan telah menyediakan sumber narkoba ke kota Medan, serta kota-kota sekitarnya selama tiga tahun berturut-turut.
Yang bertanggung jawab atas peredaran narkoba adalah orang yang dijuluki Hering. Hering ini terkenal kejam dan telah membunuh banyak orang. Orang ini telah terdaftar sebagai buronan penting di Internet oleh pihak kepolisian. Menurut informan, Hering telah tiba di Jakarta dalam beberapa hari terakhir dan sedang bersiap untuk menjual barang.
Tahun lalu, aku pernah bertarung melawan Hering, sayangnya karena persiapan yang kurang memadai dan meremehkan musuh, Hering tidak hanya melarikan diri, tapi juga mengorbankan nyawa seorang polisi. Ini membuat diriku selaku kapten merasa sangat bersalah. Aku bersumpah akan menangkap Hering dengan segala cara."
Alex bertanya: "Kapten Ardiansyah, apakah kamu curiga kalau aku adalah Hering?"
Nova berkata: "Dan kasus kedua. Terjadi kasus berturut-turut gadis muda menjadi korban di Danau Runju. Korbannya dilecehkan, di antaranya ada satu kasus yang terjadi pada siang hari."
Alex memandang Nova dan berpikir: "Jangan bilang kamu mencurigaiku sebagai si mesum itu?"
Nova mencibir dan berkata, "Bisa jadi."
Alex dengan marah berkata, "Kamu adalah seorang polisi, kamu harus menunjukkan bukti ketika berbicara dan melakukan sesuatu. Mengapa kamu mengatakan bahwa aku adalah si mesum itu?"
__ADS_1
Nova berkata dengan pelan: "Itu karena keberadaanmu mencurigakan. Itu karena ada yang kamu sembunyikan. Terakhir kali, aku selalu mengira Agus meninggal karena alasan lain. Sebenarnya, saat iitu aku juga berpikir bahwa kamu mungkin membunuhnya dengan ilmu bela dirimu yang tinggi ketika bersentuhan dengannya, tetapi aku sangat yakin bahwa di Jakarta tidak mungkin bisa menampung ahli hebat seperti itu. Sekarang tampaknya aku salah. Alex, siapa sebenarnya dirimu? "