Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Terlalu to the Point


__ADS_3

Julian dan lainnya dapat melihat dengan jelas bahwa pakaian pria paruh baya gemuk tersebut sudah basah kuyup meskipun hanya berlari beberapa langkah saja! Keringatnya mengalir menyusuri wajahnya dan jatuh ke lantai.


Alex menghampirinya dan berkata, “Aku Alex.”


“Aduh, Tuan Alex, kenapa tidak bilang padaku kalau datang ke Hotel Royal? Aku Paijo, General Manager Hotel Royal, selamat datang ke Hotel Kami!” sambil berbicara, Paijo membungkuk memberi hormat kepada Alex.


Salma yang tidak bisa mengontrol mulutnya bertanya, “Manager Paijo, kamu yakin masih ada ruang privat di dalam?”


Paijo melihat Alex dengan hormat, lalu berkata, “Taun Alex, maaf sekali membuat Anda menunggu lama di luar. Ayo, silakan masuk!”


Dia tersenyum kepada Salma dengan wajah keringatan, “Tentu saja ada! Tidak hanya ada, tapi juga ruangan privat paling bagus, Starry Jade.”


“Apa?” Salma terkejut! Begitu pula dengan Julian dan Alea!


Karena di seluruh Medan, memang mungkin kalau ada yang tidak tahu Hotel Royal, tapi kalau menyangkut ruang termewah Starry Jade, rasanya semua orang juga tahu!


Starry Jade adalah ruang privat berkelas dan termewah yang terletak di lantai teratas Hotel Royal yang dapat digunakan untuk perjamuan mewah, acara lamaran, dan lainnya. Orang-orang yang dapat memasuki Starry Jade untuk menikmati perjamuan pasti adalah konglomerat teratas di Medan, selain itu, reservasi juga harus dilakukan setengah bulan sebelum acara!


Selain dapat membuat para tamu dalam jarak 10 mil menikmati kemewahan dan pemandangan di dalam, Starry Jade juga mempunyai privasi yang sangat bagus hingga membuat siapapun itu tidak mengetahui siapa yang sedang berada di dalamnya. Berdasarkan kabar yang beredar, pembangunan Starry Jade menghabiskan biaya total sebesar 1 triliun, dengan penggabungan gaya modern dan klasik, teknologi dan kemewahan. Bisa menikmati hidangan di sini bukan lagi sekedar simbol kekayaan, tapi yang terpenting adalah simbol status dan identitas.


Yang membuat Salma dan Julian tercengang tidak hanya ini, yang lebih penting adalah, mereka juga pernah mendengar bahwa biaya untuk sekali makan di Starry Jade terlepas dari berapa jumlah orangnya, setidaknya 2 miliar! Jika tamu tersebut punya permintaan yang lebih tinggi, maka biayanya akan semakin tinggi. Yang mereka khawatirkan adalah, tadi mereka yang bilang akan membayar tagihannya! 2 miliar bukanlah jumlah kecil!


Oleh karena itu, Alex dan Erika berjalan di depan mengikuti Paijo, sedangkan ikut dari belakang dengan perasaan yang tak karuan.


“Tuan Paijo, anu.. kami baru beberapa orang, tidakkah terlalu mewah kalau makan di Starry Jade?” tanya Salma dengan hati-hati.


Paijo berkata, “Tidak sama sekali. Silakan nikmati waktu kalian, aku sudah mengatur semuanya.”


Mereka langsung menuju ke lantai teratas di mana Starry Jade berada lewat lift, sebelum itu mereka tidak berhenti di lantai manapun.


Ini artinya, lift ini dikhususkan untuk Starry Jade!

__ADS_1


Sedangkan, lift ini sangat rapi dan bersih, tak hanya itu, lift ini bahkan bisa dijalankan dengan sound control yang mana menampilkan kegunaan teknologi modern secara menyeluruh.


Lift sudah tiba di lantai teratas dalam waktu kurang dari 1 menit.


“Waah!”


“Astaga!”


“Cakep banget!”


“Mirip dunia dongeng!”


Tadi, saat baru saja keluar dari lift, mereka berseru serentak karena dibuat kagum oleh keindahan dekorasi Starry Jade, bahkan Erika sendiri juga berseru, “Memang cantik sekali! Terus bisa memandang langit juga! Bangunan ini benar-benar ajaib!”


Atapnya disusun dengan kaca berbentuk lingkaran, di sekitarnya terdapat berbagai jenis kolam ikan, patung, barang antik dan lukisan terkenal dengan berbagai gaya, sebagian besar dindingnya juga dibuat dari kaca yang membuatnya terlihat seperti kristal, ditambah dengan efek cahaya yang sangat indah, orang yang berada di dalamnya akan dibuat terpukau oleh keindahannya.


Selain itu, banyak di antara fitur-fiturnya yang menggunakan sound control, Paijo memperagakannya secara langsung, dan membuat Erika, serta teman-temannya terpukau.


“Hai Star, nyalakan lampu!”


“Hai Star, matikan lampu!”


Mata Alea menyipit menjadi sebuah garis saat melihatnya, “Wah! Ajaib banget!”


Salma berteriak, “Mewah banget ini!”


Julian dan beberapa teman pria lebih tenang dari mereka, tapi kekaguman di dalam hati mereka juga tak bisa digambarkan.


Mereka bahkan merasa tidak tahu harus meletakkan tangan dan kaki mereka di mana sehingga terlihat sangat waspada.


Hanya Alex yang melihat semua itu dengan tenang di sisi Erika, kemewahan seperti ini seolah-olah tidak dapat menarik perhatiannya.

__ADS_1


“Tuan Paijo, katanya Starry Jade hanya ada satu tirai proyeksi raksasa, seperti apa itu?” ucap Salma dengan tatapan terpana.


Paijo memperkenalkan kepada mereka, “Tirai proyeksi adalah ciri khas terbesar Starry Jade, di mana bisa memproyeksikan tempat mana saja yang berada di dalam restoran ke tirai proyeksi raksasa, semua orang yang berada dalam jangkauan 10 mil dapat melihatnya dengan jelas.”


“Wuah! Bener rupanya!” Salma mendongakkan kepala untuk melihat ke atas, lalu berkata, “Kalau gitu, bisa ngak proyeksikan gambar kami ke sana sekarang?”


“Tentu saja.” Paijo melihat ke arah Alex, lalu bertanya, “Tuan, bagaimana menurut Anda?”


Alex malah melihat Erika, lalu bertanya, “Gimana menurutmu?”


Erika menggelengkan kepala, “Ngak perlu deh ya? Kalau gitu nanti terlalu mencolok.”


Salma dapat melihat kalau Alex sangat mementingkan pendapat Erika, sedangkan Tuan Paijo, dia sepenuhnya mendengarkan perintah Alex!


Meskipun Alea juga belum pernah melihat proyeksi itu dan merasa sedikit kecewa, tapi dia masih saja menggandeng tangan Erika, hubungan keduanya jelas bukan sebatas teman biasa.


Kemudian, Paijo mulai mengajarkan mereka cara menggunakan sound control di dalam Starry Jade, entah itu lampu gantung, meja, kursi, dan juga perabotan lainnya, semuanya bisa dipindahkan atau diatur hingga posisi ternyaman dengan sound control!


Tepat saat Paijo yang dibanjiri keringat sedang memperkenalkan dengan semangat dan yang lain sedang mendengarkan dengan seksama, Alex berkata sambil tersenyum pahit, “Jo, sana kerjakan saja urusanmu, ganti saja dengan gadis cantik untuk memperkenalkannya pada kami.”


Erika yang mendengar perkataan Alex seketika tersenyum.


Julian dan yang lainnya langsung tertawa, dan berkata dalam hati: Alex terlalu to the point, dia ngak takut apa menyinggung Tuan Paijo?


Paijo tersenyum canggung, “Oke, oke, sebenarnya saya mau melayani Andra secara pribadi. Kalau begitu saya permisi dulu, nanti General Manager Starry Jade yang akan memperkenalkannya pada kalian.”


Melihat dia pergi, Alex mengejarnya sampai ke depan lift. Saat memegang pundaknya untuk menghentikannya, Alex merasa tangannya berminyak, dia segera melepaskan pegangannya, “Jo, kami masih punya 1 tamu, dia orang yang mau aku hadapi hari ini, namanya Charles. Kalau dia datang, langsung saja bawa dia kemari.”


“Hah? Charles? Oke, walau dia tidak datang pun saya juga akan suruh orang untuk menemukannya! Hahaha, Tuan Alex, tenang saja. Starry Jade akan memenuhi semua permintaan tamu yang wajar.” Paijo masuk ke dalam lift sambil tertawa, dia juga melambaikan tangan kepada Alex untuk berpamitan.


Belum 3 menit, seorang wanita cantik berseragam profesional keluar dari lift. Wanita ini tidak hanya cantik, tapi juga punya postur tubuh yang sangat bagus, suaranya juga sangat merdu dan jelas yang hampir mencapai standar seorang pembawa acara, ditambah lagi dengan pelafalan bahasa Indonesianya yang sangat tepat, “Tuan Alex, tamu sekalian, saya adalah General Manager Starry Jade, Naura Sugianto. Saya di sini untuk melayani kalian sekalian secara khusus, jika ada permintaan, silakan beritahu saya, saya pasti akan berusaha memenuhinya.”

__ADS_1


__ADS_2