
Ghaston membalas: Larry benar-benar ya, pas ada masalah malah ngak bisa dihubungi. Dre, menurutmu, PT. Atish mampu bersaing dengan kita?
Andreas membalas: Susah dibilang, tapi aku rasa perusahaan konstruksi kita pasti jauh lebih berkualifikasi.
Ghaston tiba-tiba mengetik: Gimana kalau kasih mereka peringatan malam ini?
Andreas membalas: Oke.
Semenjak orangnya Alex mengambil alih PT. Atish, gedung perusahaan pusat PT. Atish hampir menjadi kota yang tak pernah tidur.
Karena hampir semua karyawan di sini lembur untuk meneruskan pekerjaan di siang hari, dan tentu saja gajinya dinaikkan.
Termasuk bagian keamanan juga berpatroli di siang dan malam hari, selain Hengky, Rega, dan Martin yang punya ilmu hebat, sekarang Keano juga bergabung dalam tim keamanan PT. Atish.
Malam ini, kebetulan Jasmin keluar dari dalam gedung dan berpapasan langsung dengan Hengky.
“Nona Jasmin, Anda lagi nyari udara segar?” ujar 4 orang satpam di sisi Hengky pada Jasmin sambil tersenyum.
Jasmin mengangguk, “Iya nih, udara di luar lebih segar. Gimana? Ngak ada masalah, kan?”
Hengky mengangguk, “Sementara ngak ada.”
Jasmin tiba-tiba berkata, “Hm? Kok banyak mobil di sana?”
Ckiit! Saat suara rem mobil terdengar, Jasmin langsung berteriak waspada, “Ada yang ngak beres! Segera berkumpul!”
Hengky segera berteriak lewat walkie-talkie, “Semua petugas keamanan PT. Atish segera berkumpul di depan pintu utama! Ada musuh! Cepat!”
Jasmin khawatir pihak lain punya senjata, dia segera mundur ke pintu utama kantor pusat.
Sebanyak 40 lebih satpam berkumpul di depan pintu utama setelah menerima perintah dari Hengky, masing-masing dari mereka bersenjatakan tongkat dan sebagainya.
Rombongan mobil pihak lainnya perlahan bertambah banyak, begitu juga dengan jumlah anggotanya.
Mata Keano berbinar, “Wah! Udah ada ratusan orang nih! Akhirnya bisa mulai juga!”
Jasmin berkata, “Kita belum tahu situasi lawan, semuanya jangan bertindak gegabah, kita cukup jaga baik-baik gedung ini.”
__ADS_1
Ratusan orang di pihak lawan terbagi menjadi 2 kelompok dan perlahan mendekat ke pintu utama gedung.
Jasmin segera berkata, “Ken, Kamu dan Hengky urus bagian kiri. Aku, Rega sama Martin urus bagian kanan! Ingat, jangan sampai ada seorang pun yang menerobos masuk!”
“Oke!” ujar Keano, kemudian berteriak kepada tim kecil lawan di sebelah kiri, “Ayo sini! Aku udah ngak sabar! Aku mau mulai hajar orang! Cepat sini!”
Jasmin memegang 2 tongkat pendek dan berdiri bersama dengan Rega dan Martin.
Rega berkata, “Nona Jasmin, jangan berdiri terlalu depan, bahaya di sini.”
Jasmin berkata sambil mengamati pergerakan lawan, “Mereka ngak punya senjata, semuanya jangan khawatir. Rega, Martin, kalian bawa orang untuk jaga pintu bagian kanan.”
“Baik! Anda kembali masuk saja. “ ujar Rega.
Namun, baru saja ucapannya selesai, dia melihat sosok Jasmin sudah menerjang ke sana?
“Nona Jasmin! Jangan!” ujar Rega kaget, seorang gadis menerjang ke dalam pelukan puluhan orang musuh, kalau misal terluka, mau taruh di mana muka kami?
“Tin, jaga pintunya baik-baik! Aku maju dulu!” Rega juga sontak jadi semangat, dia membawa sebuah pipa besi dan berlari ke arah Jasmin secepat mungkin.
Awalnya Hengky merasa ilmu bela diri orang seperti Keano yang temperamennya biasa saja dan tampak kalem pasti juga biasa saja. Namun, siapa sangka malam ini pemahamannya mengenai orang ini berubah drastis.
Setelah Keano menerobos masuk ke dalam kerumunan musuh, dia tampak seperti seekor macan gila yang menghajar pihak musuh secara habis-habisan sampai berpencar. Sejauh yang dia lewati, 2 baris musuh di masing-masing sisinya pasti tumbang.
“Gila! Mana ada yang bisa melawannya!” Hengky ingin pergi membantunya, tapi malah melihat Keano menghajar orang-orang itu hingga berpencar, dan dirinya sama sekali tidak perlu turun tangan.
Para satpam PT. Atish juga dibuat kaget oleh kemampuan berkelahi Keano, “Buset! Keano hebat banget.”
Rega yang menerjang ke sana juga mengalami hal yang sama dengan Hengky.
Meskipun sosok Jasmin terlihat sangat langsing, tapi kemampuan berkelahinya sungguh bukan main-main. Sesampainya di antara kerumunan, dia segera memasang kuda-kuda dan menyerupai angin puyuh, musuh yang mendekatinya akan langsung dihajar dan terjatuh ke tanah tanpa sempat bereaksi.
Tak perlu waktu 1 menit, Jasmin pun sudah menjatuhkan setengah dari pihak musuh, dan sisanya langsung melarikan diri!
Pemikirannya dan Keano sama, mereka harus membuat Alex menyadari nilai mereka kalau sudah memutuskan untuk bekerja sama.
Sepasang kakak adik yang berada di tingkat master seperti pria kekar yang melawan anak tk saat berurusan dengan preman kelas teri seperti ini, sama sekali tidak sebanding. Selain itu, setelah menghajar bubar musuh, kedua orang ini masih saja terlihat biasa saja dan tidak terengah-engah.
__ADS_1
“Hebat sekali, nona Jasmin.” Rega menghela nafas berulang kali dan melambaikan tangan ke belakangnya, “Semuanya, ikat mereka!”
Hengky juga merespon, “Bener! Ikat mereka! Mereka jadi tawanan kita sekarang!”
Andreas tentunya tidak berada di dalam kerumunan preman ini, melainkan melihat lewat teropong dari kejauhan.
Tidak akan terpikirkan olehnya kalau ratusan orang preman yang dia pilih dengan teliti akan habis dikalahkan oleh lawan.
“Dasar bego! Bener-bener idiot!” Ingin rasanya Andreas membunuh sekelompok preman itu.
“Tuan, mereka memang ahlinya!” Kapten dalam tindakan kali ini juga seorang ahli, saat ini dia sedang memegang benjolan di dahinya dan kembali ke sisi Andreas dengan menyedihkan, “Kami sama sekali ngak bisa menghadapi mereka! Aku dipukuli wanita itu begitu berpapasan!”
“Mundur semua!” Andreas memerintahkan untuk pergi karena tahu malam ini dia tidak akan bisa berhasil.
Meskipun Jasmin dan Keano menghajar musuh dengan senang, tapi mereka tidak mengejar keluar. Inilah letak kewaspadaan mereka, tidak setimpal jika mereka masuk dalam jebakan musuh.
“Kak Ken, kamu hebat banget! Lebih hebat dari kapten Hengky!”
“Kak Ken, gila sih tadi itu, buset dah, hebat banget!”
“Eh, nona Jasmin lebih jago!”
“Bener tuh, mereka pasti ahli top.”
Keano tertawa puas di tengah pujian orang-orang.
Jasmin berkata, “Kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan, mereka pasti ngak akan menyerah begitu saja. Atur jadwal patrolinya nanti, jaga-jaga mereka akan kembali lagi.”
Hengky mengangguk, “Benar kata nona Jasmin! Ayo semua, semangat, tangkap mereka ini dan tahan baik-baik!”
Pada saat ini, Alex baru keluar dengan santai dari balik pintu utama, “Eh? Jasmin, hebat lho tadi itu!” ujar Alex sambil mengacungkan jempol kepada keduanya.
Keano hanya menyeringai, sedangkan Jasmin berkata, “Kami hanya melakukan yang terbaik saja, tuan Alex. Maaf jika ada yang kurang.”
Jasmin tahu, meskipun Alex keluar terlambat, tapi dia pasti melihat pertarungan sedari tadi, jika mereka berdua mengalami bahaya, Alex pasti akan muncul tepat waktu.
Alex berkata, “Kalian berdua pulang saja dulu, istirahat yang awal. Aku yang akan berjaga nanti.”
__ADS_1