Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Buat Mereka Bercerai


__ADS_3

"Pak Harun, terima kasih telah menjengukku dalam waktu Anda yang padat."


Sekretaris Harun berkata: "Sudah seharusnya aku datang, apalagi kamu sudah menyelamatkan 24 gadis itu."


Dia juga mengingatkan Dokter Yenny untuk menggunakan obat terbaik untuk Erika selama dirawat di rumah sakit untuk memastikan pemulihan kesehatannya. Pemkot akan menanggung semua biayanya.


Dokter Yenny segera mengiyakan, Sekretaris Harun dan pemimpin lainnya berbicara sebentar dengan keluarga Erika di bangsal, dan kemudian berpamitan.


Setelah para pemimpin pergi, Erika baru sadar kalau  Gisella juga ada di sana.


"Eh, kak, kapan kamu datang? Kok aku tidak melihatmu?"


Gisella tersenyum, "Aku sudah sampai dari tadi. Barusan benar-benar menyentuh, aku juga sangat terharu, jadi aku tidak tega mengganggu."


Gisella memilah-milah gambar yang baru saja diambil, "Ka, aku sudah merekam seluruh kejadianmu, terutama foto-foto yang baru saja diambil di bangsal. Aku akan membawanya kembali dan memilahnya, lalu melaporkannya kepada para pimpinan stasiun TV."


Erika tersenyum canggung, "Umm ... benar-benar tidak ada yang perlu dilaporkan kok."


Alex menghabiskan banyak tenaga saat menggunakan jurus cisum untuk membantu Erika membersihkan 90% dari penyumbatan di otaknya.


Dokter Yenny dan beberapa ahli kembali mendiagnosa, mereka menggunakan metode infus untuk menghilangkan 5% penyumbatan darah di kepala Erika. Bagian yang tersisa tidak lagi menjadi bahaya. Erika hanya perlu dirawat di rumah sakit sekitar 2-3 hari sebelum sembuh total.


Semua anggota keluarga Buana merasa lega. Hanya Satria yang berada di rumah saja yang kesal, "Ih, kenapa Erika begitu susah dilenyapkan? Bisa-bisanya dia masih tidak mati juga kali ini. Sekarang, Devan juga sudah mati, dan Rangga si pengecut itu tidak berani balas dendam. Bahkan Wakil Walikota Herman dan saudaranya juga dipanggil oleh KPK. Sangat mungkin mereka akan diberhentikan dari jabatannya. Mungkinkah Alex benar-benar tidak bisa dilawan?"

__ADS_1


Satria berpikir sepanjang sore, tiba-tiba dia seakan menyadari sesuatu, "Dasar bodoh. Mengapa aku tidak bisa menyelesaikan masalah dengan berpikir berlawanan?"


"Lawan utamaku adalah Erika! Mengapa aku harus melawan Alex? Sebenarnya, aku bisa saja menyogok Alex. Bagaimanapun, dia adalah orang luar, bukan dari keluarga Buana. Jika dia dan Erika bercerai, Erika tidak akan punya bala bantuan lagi, kalau sudah begitu, bukankah aku bisa dengan mudahnya menyingkirkan dia?"


Satria mengambil beberapa lembar foto dari laci. Foto-foto ini menunjukkan Alex dan Nova berjalan bergandengan tangan di Danau Runju. Atau, adegan pelukan mesra di tepi danau.


Foto-foto ini diserahkan kepada Satria oleh Mega beberapa hari yang lalu, dan Satria tidak tahu apa yang dimaksud Mega. Namun, dia akhirnya sadar hari ini.


"Yah, aku akan mengeluarkan bom dulu. Akan lebih baik jika bisa memisahkan mereka. Erika, suamimu selingkuh, aku mau lihat apa kamu bisa menerimanya?"


Tentu saja, dia tidak bisa melakukannya sendiri, jadi Satria mencari adiknya, Riska.


"Dek, coba lihat foto-foto ini."


Satria berkata, "Ris. Kamu memanggil Alex kakak ipar sekarang? Kok kamu berubah gitu?"


Wajah Riska memerah: "Kak, aku tidak mengerti. Kenapa kamu ingin melawan Alex? Dulu kita tidak tahu kenyataannya, kita semua mengira dia benar-benar seorang sampah. Menertawakannya, mengejeknya, menghinanya, menggodanya. Tapi lihatlah? Jangankan Rangga,  bahkan tim tentara bayaran yang terkenal sekalipun tidak bisa melawan Alex."


"Satu lagi, dia memang kakak iparku. Selama kita mematuhinya, dia juga tidak akan menyulitkan kita. Di bawah kepemimpinannya, keluarga Buana secara bertahap akan menjadi lebih kuat. Setidaknya, akan melampaui Rangga dan menjadi keluarga terkaya di Jakarta. Kak, dengarkan aku. Jangan melawan kakak ipar lagi. Akui kesalahanmu, mungkin, dia akan memaafkanmu dan mempekerjakanmu kembali."


Satria menghela nafas, "Ris, hanya ada satu kemungkinan agar Alex memaafkanku."


Riska bertanya: "Apa itu?"

__ADS_1


Satria berkata: "Kecuali, Alex menjadi suamimu, adik iparku! Dengan begini, aku baru bisa bangkit kembali."


Riska berkata dengan cemas: "Apa yang kamu bicarakan, kak? Bagaimana ini mungkin?"


Satria berkata: "Mengapa tidak mungkin? Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan? Aku tahu kamu mengagumi Alex Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan ini, gadis manapun akan mengagumi sosok pahlawan. Sekarang, aku hanya membenci kakek. Mengapa dia tidak membiarkan Alex menikahimu dulu? Dia hanya memberikan yang terbaik pada Erika."


Riska menghela nafas, "Awalnya, semua orang mengira dia sampah."


Satria berkata: "Ris, aku merasa Alex sangat baik padamu. Dia tidak pernah membencimu karena ejekan saat itu. Sebaliknya, dia malah menyembuhkanmu tanpa peduli bahaya."


"Jika kamu ingin menjadi istri Alex, satu-satunya cara adalah membuatnya bercerai dengan Erika."


Riska menggelengkan kepalanya, "Ini tidak mungkin. Dia begitu menyukai Erika, orang bodoh saja bisa melihatnya. Kemarin, dia kelelahan sampai muntah darah demi merawat Erika di rumah sakit. Aku saja sedih melihatnya. Dia sangat menyukai Erika, bagaimana dia bisa menceraikannya?"


Satria tersenyum jahat dan mengeluarkan foto-foto itu, "Lihat. Foto-foto ini adalah foto-foto saat Alex selingkuh. Ris, Alex memang seorang pahlawan. Tapi pahlawan mana yang tidak menyukai wanita cantik? Nova jelas mengetahui Alex sudah menikah, tapi dia masih saja menggodanya, benar-benar tidak tahu malu."


Riska berkata dengan heran: "Erika masih tidak tahu, kan?"


Satria berkata, "Ya. Erika tidak tahu. Jika kita membocorkan foto-foto ini ke Erika. Jika dia tahu, dia pasti akan bercerai dengan Alex. Alex kemungkinan akan bercerai dengannya juga. Dengan begitu, kamu akan punya kesempatan."


Riska terlihat gembira, tetapi kemudian menjadi khawatir. "Tidak. Alex selingkuh dengan Nova sekarang. Bahkan jika dia dan Erika bercerai, bagaimana dia bisa bersama denganku? Bukankah aku malah membantu Nova?"


Satria berkata: "Salah. Menurut penilaianku, Nova sekarang adalah Kapten kriminal, dan peluang promosinya sangat tinggi. Jika dia menanggung cap sebagai pelakor, akan sulit baginya untuk dipromosikan lagi. Dia pasti tidak akan menikah dengan Alex, paling-paling hanya jadi kekasih gelapnya.”

__ADS_1


Kata-kata Satria ini menggerakkan hati Riska. Dengan kekaguman yang tak terbatas pada Alex, dia bertekad untuk membuat badai dengan tangannya sendiri!


__ADS_2