Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 618 Lewat


__ADS_3

Setelah Alex menyesuaikan mobil ini, dia melihat ke arah Yosen yang sudah menyetel mobilnya ke kondisi terbaik, jadi dia sama sekali tidak perlu melakukan penyesuaian.


Inilah yang telah mereka lakukan sejak lama. Selain lintasan, ada jarum tusukan di kedua sisinya. Siapa pun yang keluar dari lintasan, mereka tidak akan bisa menyelesaikan balapan.


Sampai ada risiko bisa membuat mobil terbalik.


Lintasannya juga penuh dengan tikungan. Ini demi menunjukkan keterampilan mengemudi para pembalap.


Kalau tidak, tidak akan ada cara untuk menunjukkan kesenangan yang mereka dapatkan di sini.


Balapan pun dimulai. Di awal balapan, mobil Yosen melaju lebih cepat. Lagi pula, mobilnya jauh lebih baik daripada mobil Alex.


Akan tetapi, Alex sama sekali tidak terburu-buru. Dia hanya menekan pedal gas untuk menambah kecepatan mobil. Akan tetapi begitu Yosen melambat dan berniat untuk melewati tikungan, semua orang sangat terkejut melihat mobil Alex sama sekali tidak melambat sedikit pun.


"Apa-apaan ini? Cari mati, ya? Mustahil bisa melewati tikungan dengan kecepatan seperti itu!"


"Apakah dia seorang pemula yang lupa cara mengemudi?"


"Siapa tahu? Sepertinya ini balapan yang sangat membosankan. Kukira dia setuju untuk balapan dan setidaknya bisa bertahan lebih lama. Nggak kusangka balapan akan berakhir tanpa bisa melewati tikungan pertama."


Yosen terkejut begitu melihat mobil Alex akan segera menyusulnya, tetapi dia tetap merasa tenang. Bagaimanapun, dia tahu adalah hal yang mustahil untuk melakukan drift dengan kecepatan Alex saat ini.


Nanti mobil akan keluar lintasan dan dialah yang akan menjadi pemenang dalam balapan ini.


Pikiran tentang Roselline yang berbaring di kasurnya malam ini membuat hatinya membara.


Dia paling suka dengan wanita cantik yang cuek dan paling ingin menaklukkan wanita seperti itu.


Hanya saja saat melewati tikungan, terdengar suara ban yang bergesekkan dengan tanah dan semua orang melihat mobil Alex melayang keluar, melewati tikungan pertama dengan berbahaya.


Semua orang terbelalak melihatnya. Mereka benar-benar tidak percaya Alex telah berhasil mengemudikan mobil dalam situasi barusan.

__ADS_1


Kecepatan seperti itu seharusnya sudah di luar batas. Saat itu, mereka juga sudah menguji kecepatan di mana mereka bisa melayang melalui tikungan.


Kecepatan Alex barusan telah melampauinya.


Mata Yohan berbinar. "Ternyata masih ada hal seperti ini. Sepertinya Alex juga sangat berpengalaman dalam balapan."


Yosen hampir mengalami kecelakaan di tikungan pertama. Kalau dia tidak mengerem tepat waktu, kemungkinan mobilnya akan keluar dari lintasan.


Saat ini, dia tidak lagi ingin balapan karena kagum dengan keterampilan Alex. Dia tahu drift yang Alex lakukan tadi sangat mustahil untuk dilakukan, tetapi Alex malah berhasil melakukannya.


Yosen tidak bisa bersaing dengan keterampilan semacam ini. Meskipun dia sombong, dia bukanlah orang bodoh dan tahu keterampilan Alex telah jauh melampaui dirinya.


Walaupun mobilnya lebih baik dari yang lain, tetap saja tidak ada cara untuk menang.


Alex mengemudikan mobilnya melintasi garis akhir dengan mulus. Pada saat itu, semua orang di sekitar terdiam. Alex turun dari mobil dan berjalan ke arah Roselline sambil tersenyum, "Bagaimana? Nggak mempermalukanmu, 'kan?"


Roselline malah mengernyitkan dahinya, "Apa kamu nggak salah? Apa aku memintamu datang ke sini untuk balapan?"


Roselline menggertakkan giginya. Meskipun tidak rela, tetap saja dia tahu yang Alex katakan itu benar.


Yosen turun dari mobil dengan wajah sedih. Setelah sampai di hadapan Alex, dia mengeluarkan ponselnya dan berkata, "Berapa nomor rekeningmu? Aku akan mentransfer 1 miliar yang telah kita sepakati."


Alex memberi tahu Yosen nomor rekeningnya, kemudian berjalan pergi dari sana. Dia tahu kali ini penangkapan Stevan telah gagal. Meskipun ini sangat disayangkan, mereka tidak punya pilihan selain kembali dulu.


Dia harus membicarakannya dengan Ilody. Bagaimanapun, penyamaran Stevan terlalu hebat. Dia sendiri tidak bisa menanganinya, apalagi Ilody.


Setelah transfer uangnya, Yosen baru mengetahui ternyata akun bank yang dia transfer adalah panti asuhan di Provinsi Sulawesi Tenggara dan langsung merasa kesal. Dia pun menatap punggung Alex dengan sangat marah.


Akan tetapi, dia tetap mendatangi Yohan. "Tuan Muda Yohan, aku telah melakukan semua yang kamu suruh."


Yohan menganggukkan kepalanya. "Kamu telah melakukannya dengan sangat baik. Aku sangat puas."

__ADS_1


Yosen buru-buru tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, perpanjangan kerja sama perusahaan kita ...."


Yohan menganggukkan kepalanya. "Suruh ayahmu datang ke tempatku besok. Aku akan menyuruhnya memperbarui kontrak."


Yosen langsung menganggukkan kepalanya dan berterima kasih pada Yohan, sementara Yohan berkata sambil tersenyum, "Sebenarnya, PT. Ferion senantiasa bekerja sama dengan kami. Meskipun kamu nggak menyebutnya, kami tetap akan tetap memperbarui kontraknya."


Yosen berkata sambil tersenyum menyanjung, "Aku nggak hanya melakukannya demi Fuyang, aku juga ingin memiliki hubungan yang baik denganmu. Bagaimanapun juga, aku tahu sekarang Tuan Harry sangat menghargaimu."


Yohan berkata dengan datar, "Aku suka kejujuranmu. Sangat mudah untuk mengobrol dengan orang sepertimu. Aku juga sangat menghargaimu. Tenang saja, begitu saatnya tiba, akan lebih banyak keuntungan yang PT. Ferion peroleh."


Senyuman Yosen pun semakin melebar.


Setelah Alex dan Roselline meninggalkan kota, Roselline merasa sangat kesal. Kalau bukan karena Yosen, keberadaan mereka tidak akan terungkap.


Semua ini benar-benar menyebalkan.


Alex berkata dengan datar, "Aku tahu kamu marah, tapi kita juga nggak bisa mencegahnya kalau tadi ada orang yang melakukan ini dengan sengaja."


Roselline tertegun ketika mendengarnya. "Apa katamu?"


"Kubilang tadi ada orang yang melakukan sesuatu untuk menghentikan kita, jadi kita nggak akan bisa menemukan Stevan secara diam-diam." Alex menjelaskan sambil menatap Roselline.


Roselline menyipitkan matanya. "Maksudmu seseorang mencoba menyelamatkan Stevan? Apakah dia masih memiliki kaki tangan di Provinsi Sulawesi Tenggara?"


Alex menggelengkan kepalanya. "Kurasa nggak. Seharusnya itu adalah orang yang nggak mengenal Stevan dan mengincarku atau kamu."


Roselline menjadi lebih bingung. "Kita baru datang ke Provinsi Sulawesi Tenggara selama sebulan. Kapan kita menyinggung perasaan begitu banyak orang?"


Alex berkata dengan agak sungkan, "Sebenarnya wajar kalau kamu nggak menyinggung siapa pun, tapi aku telah menyinggung beberapa orang. Saat menghentikan Yosen tadi, aku mengambil kartu nama dari sakunya. Nggak kusangka ini memang takdir. Ternyata orang itu berasal dari PT. Ferion."


Roselline juga tahu sekarang Alex sedang memikirkan cara untuk mengacaukan bisnis di Provinsi Sulawesi Tenggara dan dimulai dari PT. Ferion.

__ADS_1


"Kalau begitu, sepertinya PT. Ferion yang mengincar kita. Perusahaan ini benar-benar keterlaluan. Aku nggak akan pernah mengampuninya," Roselline berkata dengan sangat kesal.


__ADS_2