
Damian seharusnya termasuk sebagai pengusaha besar, maka dari itu dia tahu jelas bahwa dana sebanyak ini sangat sulit untuk ditransfer! Jika ditransfer dari luar negeri, maka akan lebih sulit karena ini melibatkan pencucian uang!
Bisakah Andi mengalihkan 10 miliar dolar AS ke kota Tomohon dalam waktu lima hari?! Metode dan proses yang terlibat dalam hal ini sangat rumit, kecuali ada lembaga keuangan yang berdedikasi di wilayah perbatasan yang bertanggung jawab untuk mengelolanya…
Jika Andi bisa melakukan hal ini, maka kepercayaan Damian terhadap Alex akan semakin meningkat banyak! Pada saat yang sama, dia juga akan lebih setia lagi padanya.
Tentunya, dia juga tahu bahwa kemampuan Andi lebih hebat darinya, selain itu Andi sangat menghormati dan mematuhi Alex.
Mungkin Sang Pencipta mengirim sosok hebat seperti Alex ke sini untuk membantunya balas dendam?
Setelahnya, Damian nggak berani mencurigai omongan Andi lagi dan segera meminta Marvel memberikan nomor rekening.
Kemudian, Damian berkata, “Bu Erika, Bu Friska, kalian berdua hanya perlu mengurus masalah penggabungan perusahaan saja. Mengenai tender dan informasi kedua proyek akan diselesaikan olehku, Marvel dan Markus. Kalian nggak usah terlalu khawatir, saat itu kalian hanya perlu menandatangani dokumen saja.”
Erika menghela nafas lega dan berkata, “Baguslah! Karena Kak Damian sudah berkata begitu, maka ini sama saja telah membantuku menyelesaikan masalah besar.”
Alex mengangguk, “Oke. Damian, Erika dan Friska akan bertanggung jawab atas masalah perusahaan. Sedangkan aku akan memimpin dalam urusan menangani Richard. Itu saja.”
Damian berkata, “Tuan Alex, aku nggak pernah mengurus masalah perusahaan secara spesifik, jadi aku punya banyak waktu. Jika Anda ingin melawan Richard, maka aku tentunya juga nggak bisa duduk diam! Jika Tuan Alex butuh bantuan kami bertiga, maka silakan katakan saja!”
Marvel juga berkata dengan semangat, “Tuan Alex! Kami berdua dan guru memiliki banyak kenalan di Tomohon dan juga familiar dengan prosedurnya. Kami jamin bisa melaksanakan perintahmu dengan baik!”
Alex merasa senang mendengarnya, lalu dia berkata, “Oke, kalau begitu, Kak Damian dan kalian perlu memperhatikan gerak-gerik Richard secara menyeluruh, amati apa yang dilakukan Richard. Selain itu, kumpulkan bukti kejahatan Richard, kalau bisa bukti yang lengkap.”
“Oke!” jawab mereka secara serentak. Gerakan sederhana ini menyatakan pengakuan mereka yang tulus terhadap Alex dari dalam hati.
__ADS_1
Marvel tiba-tiba berkata, “Tuan Alex, Richard punya seorang pemukul yang hebat, namanya Gala. Orang-orang di Tomohon memanggilnya Kak Gala, lalu akhir-akhir ini dia juga sudah mengatasi banyak orang bersama anak buahnya. Sepertinya kematian Rusell dan Rico berkaitan dengan Kak Gala.”
“Hm? Gala? Jadi dia yang membunuh Rusell dan Rico? Apa kamu ada bukti?” tanya Alex.
Marvel menggelengkan kepala, “Semua orang tahu dengan seluk beluk masalah seperti ini, jadi mau cari bukti ke mana? Apalagi Gala sudah lama mempelajari jurus telapak beracun dari klan jahat. Dengan adanya jurus itu, dia bisa membunuh seseorang hanya dengan memukul dada atau punggung orang itu, kemudian pergi begitu saja. Orang yang terkena pukulan nggak akan ada reaksi pada saat itu, tapi 10 menit kemudian dia akan mati karena gagal jantung.”
“Jurus telapak beracun? Begitu rupanya!” Alex mengangguk, “Marvel, makasih udah memberitahuku hal ini, informasi ini sangat berguna.”
Andi membelalak mata, “Aku akan menemui si Gala!”
Alex mengerutkan kening, “Jurus telapak beracun sangat hebat! Andi, kamu sebaiknya jangan sok hebat, gimana kalau kalian beneran berpapasan? Sebaiknya aku saja yang bertemu dengannya.”
Andi enggan mengalah, “Dia doang mau embunuhku dengan satu pukulan? Kalau dia bisa melakukannya, maka aku akan menerima nasib!”
Alex memberengnya, “Sembarangan! Aku nggak mengizinkanmu cari resiko!”
Alex berkata, “Andi, kamu sebaiknya terus bertindak sebagai turis yang nggak ada hubungannya denganku! Begitu meninggalkan gedung ini, maka kamu nggak akan ada hubungannya lagi dengan PT. Atish.”
Andi mengangguk kepala, “Mengerti!”
Mereka melakukan ini untuk bekerja sama dengan sebaik mungkin sehingga Richard nggak mengetahui kemampuan asli Alex.
Alex kembali melihat Damian dan berkata, “Masalah perusahaan kita digabungkan nggak usah diumumkan dulu, nggak boleh sampai anak buah Richard tahu soal ini. Atau, Richard akan membuat persiapan dan membuat kita lebih sulit untuk melawannya.”
“Oke!” Damian dan muridnya mengangguk.
__ADS_1
Alex berdiri, “Semuanya harus bekerja sama, tapi harus dilakukan secara diam-diam dan kalian harus meninggalkan tempat ini dengan diam-diam.”
Damian dan Andi mengangguk bersama, “Baik.”
Andi dan Damian bertukar kontak ketika sampai di parkiran bawah tanah, kemudian pergi dengan selang waktu yang berbeda.
“Gala? Kak Gala yang di Tomohon?” Nova sangat kesal ketika mendengar Alex mengatakan bahwa Gala bisa jurus telapak beracun, “Bagus sekali! Dengan adanya petunjuk begini, maka aku akan segera mengajukan surat penangkapan atas Gala!”
“Jangan!” Alex segera melarangnya, “Gala adalah pria yang bisa membunuh orang tanpa jejak, sudah pasti dia sangat kejam. Jika pihak polisi menangkapnya, maka pasti akan terluka parah. Kamu tenang dulu, aku akan mencari cara untuk menangkapnya.”
“Kamu? Alex, jika jurus telapak beracunnya bisa membunuh orang dengan satu pukulan, emang kamu punya cara untuk melawannya? Kamu nggak boleh ambil risiko!” Kata Nova mengkhawatirkan keselamatan Alex.
“Em, oke deh. Aku nggak akan mengambil risiko, tapi aku pasti bisa menangkapnya. Kamu tenang saja,” kata Alex setelah merasakan perhatiannya.
Sebenarnya hati Alex berpikir begini: Gala doang ditakuti? Apa jurus telapak beracun sehebat itu? Aku sudah melewati banyak peperangan yang sengit tahu!
Alex nggak membiarkan Nova menangkap Gala karena takut Nova yang terbiasa menaklukkan orang biasa akan terbunuh setelah berhadapan dengan Gala dan kemungkinan Nova terbunuh sangat tinggi!
Damian dan dua muridnya datang ke rumah Damian, lalu Markus berkata dengan hati-hati, “Guru, menurutmu Alex bisa diandalkan, kah?”
Marvel membereng saudaranya. Sedangkan Damian mengangguk, “Kus, apa kamu takut kalau Tuan Alex adalah penipu?”
Markus tersenyum, “Yang jelas aku merasa Alex dan Andi terlalu hebat dalam membual. Emang benar kalau mereka memborong proyek rekonstruksi pelabuhan besar di kota Medan, tapi proyek itu juga membutuhkan investasi yang besar! Proyek di sana saja masih dalam proses pembangunan, sedangkan mereka sudah datang ke sini untuk membangun usaha, dan juga menginvestasi dana yang banyak untuk bisa melaksanakan semua hal ini. Emangnya mereka sekaya itu? Jika benar begitu, terus buat apa mereka datang ke tempat kecil begini buat mengembangkan usaha?”
Damian berkata sambil mengerutkan kening, “Kus, katamu memang masuk akal. Tapi, kamu harus yakin pada Tuan Alex! Kalian juga sudah menyelidiki Tuan Alex dan tujuannya ke sini memang untuk melawan Richard! Hal ini saja sudah cukup! Mengenai alasan kenapa Tuan Alex melawan Richard, kita nggak perlu tahu terlalu jelas, karena musuhnya musuh adalah teman kita.”
__ADS_1
“Jadi, alasan kita mengorbankan PT. Makmur adalah untuk mendapatkan kepercayaan dari Tuan Alex. Adapun apakah kita bisa menjadi pemimpin sesungguhnya atau tidak di masa depan, aku benar-benar nggak peduli,” jawab Damian.