
Friska dan Hengky yang dalam kondisi koma dibawa masuk dengan segera.
Sebagai orang terpercaya di didi Jasmin, Keano tentu saja harus ikut andil di dalamnya, tapi dia dia sudah diceramahi berkali-kali oleh Jasmin untuk tidak melakukan hal yang keterlaluan di saat-saat terpenting.
Keano tak berdaya menghadapi dua orang yang terbaring koma, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kondisi seperti ini.
“Silakan masuk, Tuan Alex.” ujar Jasmin sopan kepada Alex.
Larry yang mengalami cedera di kaki tidak bisa berdiri, jadi dia hanya bisa duduk di kursi roda dan didorong oleh Alex ke dalam kamar.
Alex tidak menggeledah tubuh Larry mengingat dia adalah seorang senior.
Dia mendorong Larry hingga ke hadapan Friska, lalu berkata, “Larry, sebagai Ketua Aliran Elang, kamu harusnya mengerti apa yang terjadi padanya. Kurasa, kamu harusnya bisa mengatasi masalahnya ‘kan?”
Sebenarnya, Larry sudah tahu kalau Friska terkena racun penta hanya dalam sekali lihat, tapi dia sengaja berkata, “Alex, gimana kamu bisa berjanji aku masih bisa hidup setelah menyembuhkannya?”
Alex melihatnya dengan sinis, “Kamu kira, kenapa kamu masih bisa hidup? Larry, kuberitahu ya, kalau kamu berhasil menyembuhkan mereka, paling banyak kamu sudah mengusahakan kesempatan untuk hidup lebih lama. Aku tidak perlu berbohong padamu.”
“Hah?” Larry sama sekali tidak menyangka Alex akan memblokir jalan hidupnya!
Meskipun dia punya ilmu, tapi menghadapi pilihan hidup dan mati juga sangat sulit.
Manusia hanya bisa hidup sekali, soal kehidupan yang akan datang, itu hanya tipuan saja.
Mata Larry berbinar sekejap, lalu berkata, “Terima kasih sudah berkata jujur, Alex. Namun, dengan kekuatanku, ditambah dengan kondisi terluka, aku hanya bisa menyelamatkan 1 orang, silakan buat keputusan.”
Alex berkata setelah terdiam sejenak, “Selamatkan Hengky dulu.”
“Hah?” Rega terkejut seketika, “Kak Alex, tentu saja selamatkan Nona dulu!”
Martin segera mengangguk dan berkata, “Benar! Selamatkan Nona dulu! Walaupun Hengky bangun sekarang, dia juga pasti akan setuju dengan usul kami!”
Rega menjawab dengan lantang, “Benar! Hengky pasti akan setuju!”
Mata Jasmin dan Keano dibanjiri air mata secara tak sadar: Alex sungguh berhati baik! Dia tidak menyelamatkan wanita yang menyukainya, melainkan menyelamatkan seorang pengawal yang tidak punya kaitannya?
__ADS_1
Alex berkata, “Larry, dengar baik-baik. Selamatkan Hengky dulu! Kalau ngak, aku akan membunuhmu sekarang juga.”
“Kak Alex! Jangan! Selamatkan Nona dulu!” Rega dan Martin berlutut di hadapan Alex sambil memohon, “Kak Alex, bagaimanapun, kamu harus berjanji pada kami! Selamatkan Nona dulu, harus.”
Alex tidak mau tahu, dia berdiri di antara keduanya dan menarik mereka masing-masing dengan kedua tangannya dari sana, “Minggir! Selamatkan Hengky dulu! Kalau Friska sedang sadar, dia pasti akan mendukung keputusanku!”
“Tidak! Jangan, Kak Alex! Anggap saja kami memohonmu atas nama Hengky!” Keduanya tidak mau bangun, air mata sudah berlinangan di wajah mereka! Kemudian disusul oleh suara benturan kepala ke lantai.
Lihatlah sikap Alex, dia bukan membeli kebaikan hati mereka, melainkan itulah pemikirannya!
Larry kembali menghela nafas, “Hei, siapa yang mati atau hidup ngak ada urusannya denganku! Lagipula aku ini sudah pasti mati.”
Dia menatap Alex sekilas, “Katakan, apa yang harus kulakukan biar punya kesempatan hidup?”
Alex sendiri juga sangat emosional, dia berkata dengan kesal, “Ini memang ulah Aliran Elang kalian! Jadi, kembalikan seperti semula, ini adalah kewajiban kalian! Jangan bahas syarat denganku!”
Dia sudah menggunakan kekejamannya untuk membuktikan keputusannya.
Jika Larry tidak bekerja sama, dia bersedia membunuh Larry! Bahkan mati bersamanya!
Tentunya, yang dipertaruhkannya adalah Larry pasti tidak akan berani menolak kerja sama ini, kalau ngak, nyawanya akan sulit dipertahankan.
Dia mendekatkan kursi roda ke samping kasur dan berkata, “Alex, aku mungkin hanya bisa menyelamatkan 1 orang dengan kekuatanku, jadi kamu tidak boleh menyalahkanku.”
“Jangan banyak bicara, cepat mulai!” ucap Alex yang sebenarnya juga sangat gelisah.
Larry berdiri dengan menahan rasa sakit di kaki kanannya dan mulai menyembuhkan Hengky.
Setelah ritual yang sangat rumit, dia kemudian mengeluarkan sebuah kertas panjang dari saku pakaiannya dan mengibasnya, kertas itu langsung terbakar dengan sendirinya dan terbang ke arah Hengky!
Rega dan Martin sama-sama melihat ke arah Alex, mereka semua sangat gugup.
Tiba-tiba! Kertas yang terbakar sudah berubah menjadi abu, tapi abu itu terlihat membawa sebuah kekuatan dan memasuki tubuh Hengky!
Abunya tertinggal di luar, sedangkan kekuatan itu masuk ke dalam tubuh Hengky.
__ADS_1
Larry kembali berdiri setelah selesai, lalu perlahan duduk kembali ke kursi roda dengan penuh keringat.
“Sudah?” tanya Rega bingung karena Hengky tak kunjung bereaksi.
Hengky yang terbaring di kasur tiba-tiba duduk, matanya membelalak lebar, dia terlihat seperti tidak punya kesadaran, tatapan matanya sangat kosong.
“Akhh!” teriak histeris Hengky, kemudian di dalam tubuhnya seperti dipenuhi oleh puluhan ribu semut yang bergerak ke sana kemari, dia merobek bajunya dan berguling di atas kasur beberapa kali, lalu terjatuh ke lantai dan kembali berguling.
“Brengsek!” Alex mencengkram kerah pakaian Larry, lalu menamparnya 2 kali, “Apa yang kamu lakukan padanya, hah?”
Larry tersenyum dingin, “Aku menggunakan Ilmu hidup mati padanya, sekarang nyawanya ada di tanganku, kami sudah terikat satu sama lain. Kalau aku mati, maka dia juga akan langsung mati.”
“Apa?” Rega dan Martin yang sedang memeriksa kondisi Hengky seketika jadi marah, urat-urat di kepala mereka bahkan sampai terlihat jelas, tapi tidak ada yang berani menghajar Larry.
Karena, saat Alex menampar Larry 2 tamparan, Hengky juga sepertinya terkena tamparan! Ini benar-benar aneh!
Ini sepertinya adalah semacam ilmu sihir misterius? Apa yang dialami oleh Larry, juga akan berpindah ke tubuh Hengky?!
Alex juga tidak berani lagi memukul Larry, saat ini Hengky sudah kembali tenang dan tidak lagi merobek pakaiannya, tapi dia terlihat tidak bertenaga.
“Bagaimana ini, Tuan Alex?” tanya Jasmin yang juga tidak pernah melihat hal aneh semacam ini.
Alex tidak menjawab, melainkan segera merobek pakaian Larry. Dan benar saja, ada sebuah tas kain kecil di dalam pelukannya yang terbalut sangat rapat, Alex mengambilnya dan membukanya selapis demi selapis.
“Kembalikan! Sialan! Itu milikku!” teriak histeris Larry pada Alex.
“Diam!” Keano memukul kepala Larry.
Hengky yang berada di samping juga seolah-olah kena pukulan tersebut.
“Keano, hentikan!” Jasmin terkejut, dia langsung mendorong Keano.
“Itu milikku! Kembalikan!” teriak Larry lagi.
Jari Alex secepat kilat, dia lagi-lagi mengunci titik akupuntur Larry, lalu berkata, “Jasmin, orang ini sangat berbahaya. Geledah semua barang di badannya, lalu ikat jadi mumi!”
__ADS_1