
“Alex, apakah kamu bisa memberitahuku apa yang sebenarnya sudah terjadi di sini?” Robert menatap Alex dengan sangat terkejut.
Terutama saat melihat ekspresi Alex yang tetap begitu tenang setelah mengalami hal ini, Robert pun tanpa sadar mendesah dalam hati. Pantas saja Alex sama sekali tidak terkejut saat menghadapi hal seperti ini, dia memang adalah anggota Biro Red Shield. Bagi Alex, menghadapi hal ini hanya bagaikan hal biasa seperti makan dan tidur. Menurut Robert, orang seperti ini adalah orang yang sangat hebat.
Alex menyerahkan kontrak yang dari tadi dibawanya kepada Robert, “Ini adalah alasannya. PT. Zrank tahu bahwa masalah kontrak ganda mereka sudah akan terungkap, jadi mereka bermaksud untuk mengambil kembali kontrak-kontrak ini sekaligus menghabisi kami yang mengetahui hal ini.”
Wajah Robert langsung menjadi muram, “Jadi maksudmu, kali ini, PT. Zrank sudah menyerang kalian dan mereka juga memiliki sejumlah besar senjata api?”
Alex mengangguk.
Robert menggenggam erat kontrak itu sambil menggertakkan giginya. Pembuluh darah di dahinya juga sudah muncul.
Morgan adalah adik sepupunya, tetapi dia sama sekali tidak tahu bahwa adik sepupunya itu memiliki begitu banyak senjata api. Saat ini, dia juga curiga bahwa Morgan sudah menyembunyikan banyak hal lain darinya!
“Dasar bajingan!!!” Robert berbalik dan hendak langsung pergi mencari Morgan, tetapi Alex mencegahnya, “Kamu boleh pergi mencari Morgan, tetapi sebelum itu, kamu harus terlebih dulu menyerahkan kontrak-kontrak ini kepada departemen yang bersangkutan.”
Robert menyetujui kata-kata Alex. Jadi, dia membawa kontrak-kontrak itu dan meninggalkan Hotel Snow. Sementara Amel juga mengikuti Robert pergi karena ada begitu banyak hal yang harus disampaikannya pada Robert.
Setelah itu, Alex menarik Friska berjalan keluar.
“Kamu mau bawa aku ke mana?” tanya Friska dengan sedikit penasaran.
Alex tersenyum sambil berkata, “Memangnya kamu nggak ingin mengakuisisi PT. Zrank?”
Setelah mendengar kata-kata itu, Friska langsung menjadi sangat bersemangat, “Menurutmu, kalau kita pergi mencari Morgan dan Trevor, apakah mereka akan langsung menyerahkan PT. Zrank?”
__ADS_1
Alex berkata, “Belum tentu, tapi ada kemungkinan juga. Lagi pula, jika masalah kontrak ganda ini terungkap, mereka juga sudah susah bertahan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Tapi mumpung perusahaan mereka masih bernilai, lebih baik mereka cepat-cepat menjualnya. Kemudian, mereka bisa mengambil uang itu dan cepat-cepat meninggalkan Provinsi Sulawesi Tenggara.”
Friska memutar matanya, “Bukankah ini semua perbuatanmu? Setelah semua ini, kamu masih berpikir untuk pergi mencari dan menasihati mereka. Sementara mereka mungkin akan langsung membunuhmu.”
Alex tertawa, “Masalah kontrak ganda toh bukan ulahku. Mereka sendiri yang sudah melakukan hal seperti ini, memangnya mereka masih mau menyalahkanku? Konyol sekali!”
Friska mendesah, “Aku benar-benar sangat takut Morgan dan yang lainnya akan bertarung mati-matian denganmu. Lagi pula, kamu juga tahu bahwa apa yang terjadi pada mereka sekarang adalah karenamu.”
Tidak lama kemudian, kedua orang itu tiba di PT. Zrank. Saat ini, lampu di PT. Zrank masih menyala. Sepertinya, Morgan dan yang lainnya sudah kembali ke sini.
Saat Alex melangkah masuk, semua pengawal yang melihatnya pun tercengang. Mereka semua tahu kejadian di Hotel Snow tadi. Orang ini yang sudah mempermainkan mereka dan juga menghabisi banyak kawan-kawan mereka yang lain.
Saat ini, Alex malah muncul di hadapan mereka dan datang ke PT. Zrank. Jadi, mereka semua terlihat sangat ketakutan dan sama sekali tidak berani bertindak. Mereka hanya berdiri dan melihat Alex masuk ke dalam gedung, lalu masuk ke dalam lift dan naik ke atas.
Saat Alex sudah lenyap dari pandangan mereka, para pengawal itu baru mengeluarkan walkie talkie mereka dan melaporkan kejadiannya kepada orang yang berada di lantai atas.
“Apa sebenarnya maunya? Kita sudah menjadi seperti ini, tapi dia masih nggak mau melepaskan kita. Memangnya dia benar-benar ingin bertarung sampai mati?” Morgan sangat murka.
Sementara Trevor hanya mengatupkan giginya. Meskipun dia tidak berbicara, dia juga sangat murka hingga seluruh tubuhnya bergetar.
Semua pengawal mengawasi pintu kantor dengan penuh waspada.
Tidak lama kemudian, Alex dan Friska melangkah dengan santai ke depan pintu kantor. Saat melihat ada sekitar delapan orang pengawal yang langsung menodongkan pistol mereka ke arahnya, Alex hanya tertawa.
“Sudah begitu malam, tapi kalian masih belum pulang kerja, ya. Sepertinya Pak Morgan dan Pak Trevor sangat suka bekerja.” Alex seperti tidak melihat pistol-pistol yang ditodongkan ke arahnya dan berjalan dengan santai ke hadapan Morgan dan Trevor. Kemudian, dia menarik sebuah kursi dan duduk. Saat matanya melirik ke arah lubang yang digalinya di dinding, dia hanya tersenyum.
__ADS_1
Alex menunjuk ke arah pengawal-pengawal itu dan berkata, “Aku nggak suka ada orang yang menodongkan pistol ke arahku.”
Morgan menggertakkan giginya, tetapi Trevor menahan Morgan dengan telapak tangannya. Trevor tahu bahwa kedatangan Alex bukan untuk menghabisi mereka. Jadi, dia merasa sepertinya mereka mempunyai kesempatan untuk bernegosiasi.
Para pengawal hanya bisa meletakkan pistol mereka dengan ekspresi ketakutan.
Trevor berjalan ke hadapan Alex dan bertanya dengan dingin, “Untuk apa kamu datang kemari? Aku nggak percaya kamu datang ke sini hanya untuk menertawakan keadaan kami yang mengenaskan.”
Alex tersenyum dan berkata, “Sebenarnya, kedatanganku adalah untuk memintamu menjual perusahaan ini.”
Morgan melambaikan tangannya, “Nggak mungkin! Saat ini, PT. Zrank sedang naik daun. Kamu nggak akan bisa membayangkan berapa banyak penghasilan PT. Zrank dalam setahun!”
Alex tersenyum dan berkata, “Memang benar, tapi hanya dengan asumsi kalian nggak menimbulkan masalah. Saat ini, hal mengenai kontrak ganda kalian sudah terungkap. Apakah kalian merasa perusahaan ini masih bisa seperti dulu?”
Morgan menunjuk ke arah Alex, “Kalau bukan gara-gara kamu, memangnya PT. Zrank bisa begini?!”
“Tapi, kalau kalian nggak melakukan hal semacam ini, kejadian seperti ini juga nggak akan terjadi. Bukankah begitu?” Alex tersenyum.
Sangat tidak masuk akal jika mereka ingin menyalahkan Alex karena masalah ini. Morgan dan Trevor benar-benar tidak memiliki kesadaran. Jelas-jelas mereka sendiri yang tamak!
Morgan masih ingin membantah, tetapi Trevor langsung menahan bahu Morgan dan menatap Alex dengan dingin.
“Kalau kamu ingin membeli perusahaan kami, cara akuisisi seperti apa yang akan kamu tawarkan? Kalau syaratmu bisa memuaskan kami, kami akan menjual PT. Zrank kepadamu. Semua orang juga hanya ingin menghasilkan uang. Kalau kami bisa menghasilkan uang, kami juga bersedia mengikuti cara kalian.”
Alex bertepuk tangan, “Bagus sekali! Aku sangat senang bisa berunding dengan orang yang rasional. Duduk dan berunding bersama barulah cara yang paling baik. Hidup rukun akan membuatmu kaya!”
__ADS_1
“Huh! Apanya yang hidup rukun! Aku bahkan nggak pernah melihat ada sikap seperti itu darimu! Kalau bukan gara-gara kamu, PT. Zrank nggak akan menjadi begini. Semuanya gara-gara kamu!” Morgan masih sangat marah.
Namun, Trevor tidak memedulikannya. Dia tahu rekan kerjanya itu masih sangat marah, tetapi saat ini, dia perlu berunding baik-baik dengan Alex. Dia harus berusaha untuk menghasilkan lebih banyak kekayaan untuk dirinya dan Morgan.