Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Sejumlah Harta


__ADS_3

Sedangkan alasan Keano mengajukan diri untuk menghadapi Sony terlebih dahulu, pertama adalah karena dia ingin menunjukkan kehebatan tempurnya di depan Alex untuk membantu Alex, serta berharap mendapat pengakuan dari Alex. Kedua, dia juga memang ingin bertarung!


Jam 9 pagi, Erika, Jasmin dan Friska datang ke kamar Alex bersama.


“Ngapain kalian?” Alex tidak ikut campur dalam pengoperasian PT. Atish, dia hanya bertanggung jawab atas arahan umum.


Jasmin berkata, “Kami bertiga sudah berdiskusi dan merasa keluarga Mahari pasti ngak akan berhenti di sini saja jika sudah mulai melawan kita. Untuk seterusnya, mereka pasti akan memainkan trik-trik kotor.”


“Uhm.” Alex mengangguk.


Friska memandang Alex dengan tidak senang, “Emang kamu ngak pernah gitu pikirin cara buat menghadapi keluarga Mahari?”


Alex berkata sambil tersenyum, “Aku mikir terus kok.”


Friska berkata, “Kalau gitu, apa lagi yang bakal dilakuin keluarga Mahari?”


Alex menggelengkan kepala, “Entahlah.”


Jasmin berkata, “Mereka sudah gagal 2 kali, mungkin saja akan menggunakan cara lain untuk menekan kita.”


Alex mengangguk, “Uhm.”


Erika berkata, “Mungkin, mereka akan mengakuisisi PT. Atish?”


Alex menggelengkan kepala sambil tersenyum, lalu berkata, “Ngak. Karena PT. Atish yang sekarang ngak bisa diakuisisi seenaknya oleh orang mana saja.”


Tepat di saat ini, ada yang mengetuk pintu dan berjalan masuk, “Manager, Presdir, Nona Jasmin, Andreas datang.”


“Hm?” Ketiga wanita itu berdiri bersama, “Ngapain dia kemari? Emang yang semalam itu bukan suruhannya?”


Alex berkata, “Puluhan orang mereka sudah ditahan oleh kita, jadi sudah pasti Andreas harus menunjukkan batang hidungnya.”


Jasmin berkata, “Nona Friska, nona Erika, kalian pergi saja dulu. Aku, Keano dan tuan Alex akan menghadapi Andreas!”

__ADS_1


Alex berkata sambil tersenyum, “Mereka punya permintaan pada kita, ngak perlu seserius itu.”


Belasan menit kemudian, kedua belah pihak bertemu di dalam ruangan ini.


“Alex?” Andreas memastikan identitas Alex saat melihat Jasmin dan Keano yang berdiri di sisi Alex.


Alex mengangguk pelan, “Andreas ya? Bos gede sepertimu harusnya sangat sibuk kan, kok bisa punya waktu untuk datang bertemu dengan tokoh kecil sepertiku?”


Andreas berkata dengan angkuh, “Alex, beraninya kamu menawan orangku. Harusnya kamu tahu kalau keluarga Mahari ngak akan berdiam diri.”


Alex melihatnya dengan sedikit terkejut, “Andreas, otakmu bermasalah ya?”


“Brengsek! Beraninya berbicara seperti itu pada tuan Andreas!” ujar Sony yang berada di belakang Andreas, dia langsung berdiri dan kursi kayu yang didudukinya tadi seketika hancur berkeping-keping! Lihatlah betapa dahsyat kekuatannya.


Keano segera maju dan memelototinya dengan marah, “Hei gede, kamu sudah merusak harta kami, cepat ganti rugi!”


Alex mengangguk, “Kursi ini setidaknya seharga 100 juta, Sony, ganti dulu uang kursi ini, baru kita lanjutkan pembicaraannya.”


“Apa? Alex, kamu nyuruh aku ganti rugi kursi bobrok untuk kalian? Pelit banget jadi orang!” ujar Andreas mengerutkan dahi.


“Oke! Tuan Alex, mood ku lagi bagus sekarang! Hahaha!” Orang-orang yang dihajar oleh Keano semalam sekarang jadi ketakutan sampai gemetaran begitu melihat wajah Keano.


“Tuan Alex!” Andreas berdiri dengan cemas, lalu mengulurkan tangan untuk menghentikan Keano, “Tolong sopan sedikit pada orang kami.”


Jasmin tertawa dalam hati melihat adegan di depan matanya, dia juga semakin suka pada Alex.


Alex berkata dengan santai, “Aku ini kayak cermin. Biasanya kalau orang itu sopan padaku, aku juga bakal sopan sedikit sama dia. Tapi kalau orang ini cari masalah sama aku, maka aku bakal lebih brutal lagi.”


Keano mengangguk sekuat tenaga, “Bener banget, begitulah tuan Alex!”


Sony yang berdiri di sisi kepingan kursi terengah-engah saking emosinya, tapi dia tidak tahu harus berkata apa.


Otot wajah Andreas berkedut, dia bisa merasakan kalau Alex sulit dihadapi.

__ADS_1


Orang ini tampaknya sangat kejam, dia tidak peduli pada harga diri yang diungkit oleh orang biasa, dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Orang seperti ini sangatlah menakutkan!


Andreas menggertakan gigi, “Tuan Alex, ngak masalah untuk ganti rugi sebuah kursi! Aku ngak akan menyangkalnya.”


“Oke kalau gitu.” Alex langsung menunjuk mesin POS yang ada di atas meja, “Silakan tepati janji Anda sekarang juga, aku ngak suka ngutang pada orang dan sebaliknya.”


Jasmin dan Keano merasa puas dalam hati melihat Andreas tak berdaya dipaksa oleh Alex, mereka saling melihat dan sorot mata masing-masing penuh dengan kekaguman terhadap Alex!


Andreas sungguh tak berdaya melihat Alex menutup mata dan sikapnya yang tak lagi menghiraukan orang, dia mau tak mau meminta asistennya membayar 100 juta.


Kemudian berkata dengan wajah masam, “Alex, tak akan ada akhir baik bagi orang yang melawan keluarga Mahari di kota Medan.”


Alex tiba-tiba menyeringai, menunjukkan senyum minta dipukul, “Andreas, perkataanmu ini tidak bisa diandalkan! Aku sungguh ngak mengerti, jadi selama ini kamu bertahan dengan IQ seperti ini? Semalam, kalian datang 2 kali untuk memprovokasi, jadi keluarga Mahari lah yang melawan kami! Hingga detik ini kami hanya melakukan pembelaan diri yang sesuai dengan hukum!”


“Jadi, menangkap tawanan saat membela diri merupakan harta bagi kami.”


“Harta?” Andreas mengernyitkan dahi, “Alex, kalau kamu berani menahan orang kami, kamu ngak akan bisa menanggung pembalasan kami.”


“Eh!” Alex tiba-tiba berdiri, “Lepas! Pasti dilepasin dong! Tapi, aku sudah membuat aturan untuk diriku, kalau lewat dari 24 jam belum juga ada yang datang membawa mereka, maka aku akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian, biar mereka yang urus. Bagaimanapun juga, aku punya semua rekaman cctv semalam, jadi mereka juga harus dijatuhi hukuman meskipun tutup mulut di tangan polisi.”


“Kamu!” Raut wajah Andreas berubah karena Alex menutup semua jalan keluarnya!


“Mau apa kamu supaya bisa melepaskan mereka?” Gigi Andreas hampir rontok digertak.


Sony yang merusak sebuah kursi saat ini hanya bisa berdiri di sisi Andreas seperti seorang murid yang melakukan kesalahan.


“Setiap orang 100 juta, kamu bisa membayar untuk mereka.” ucap Alex tenang.


“Apa? Kamu ini ngerampok namanya! Keterlaluan!” Ini bukan pertama kalinya Andreas menangani masalah seperti ini di seluruh kota Medan, setiap kali pasti keluarga Mahari yang menang, mana pernah harus menahan marah begini?


Mendengar nada bicara Andreas yang semakin nyaring, Sony juga segera mengepalkan kedua tangannya dan memelototi Keano.


Keano merasa puas karena Alex berada di pihak unggul, senyuman di wajahnya benar-benar senyum meremehkan, “Haha, ayo sini gigit aku! Hahahaha!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2