Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bagai Tiang


__ADS_3

Tapi, ketika Seno bersiap berlari dari tangga ke lantai pertama, dia pun menyadari kalau tangga itu sudah sangat padat!


Sedangkan ada juga banyak pelanggan yang mengantri turun dengan naik lift.


Di bawah kerumunan terdengar beragam tangisan tanpa henti, juga kacau, tidak teratur. Semuanya menjadi kacau.


Seno sangat panik, tapi dia nggak bisa berbuat apa-apa terhadap orang-orang ini!


Dor! Terdengar suara tembakan dari belakang, Seno pun tercengang, lalu menoleh untuk melihat Nova berguling ke arah kerumunan di sekitarnya. Ini jelas kalau Nova tidak terluka!


Meskipun Nova ada pistol, tapi ini tidak bisa mengancam penembak yang berada di dalam kerumunan.


Karena penembak itu tersembunyi di antara kerumunan, jadi dia memiliki perlindungan alami!


“Tetap di sini dan jangan bergerak!” Alex memberi tahu Darma, “Putramu sudah aman.”


“Apa?” Darma belum sadar dan sangat kaget, “Putraku? Bagaimana dengannya?”


“Dia sudah aman, kamu tetap di sini dan jangan bergerak!” Setelah Alex meninggalkan Darma, dia segera berjalan ke kerumunan.


Di sudut aula lantai pertama, ada beberapa anak muda yang melihat Alex menolong orang, jadi mereka sangat kagum pada Alex sampai berteriak ketika melihat Alex keluar, “Pahlawan, aku kagum padamu!”


“Pahlawan!”


Alex benar-benar tak berdaya, dia sebenarnya tidak ingin menjadi pusat perhatian di tempat begini. Kalau tidak, dia akan sulit menangkap musuh itu!


Alex dengan cepat berjalan melewati polisi yang jatuh dari atas itu. Dia sudah tahu kalau polisi berpakaian biasa ini sudah meninggal.


Orang-orang bergegas menuju pintu keluar di lantai pertama dengan tergesa-gesa. Persepsi apa yang harus dimiliki untuk menemukan pembunuh dalam kerumunan seperti ini?


Alex sangat marah, tapi dia juga nggak bisa menolong Nova yang di lantai empat. Hal terbesar yang bisa dia lakukan adalah segera menemukan pembunuh yang ikut serta dalam aksi hari ini agar bisa menghibur polisi yang telah meninggal.


Dia pelan-pelan berjalan ke arah pintu keluar, tapi dia berhenti di jarak sepuluh meter dari pintu keluar. Lalu dia menoleh untuk melihat orang-orang yang keluar, kemudian dia mengulurkan tangan untuk mendorong pelanggan yang ada di depannya.


Tiba-tiba, mata seorang pelanggan melintas, lalu belati menusuk ke punggung Alex!


Alex menjongkok tanpa menolehkan kepalanya, seolah-olah dia memiliki mata yang tumbuh di belakang punggungnya. Lalu sepasang tangannya meraih lengan kanan pembunuh, kemudian menjatuhkannya ke lantai!

__ADS_1


Bang! Pelaku itu langsung pingsan di depan Alex, sedangkan pisau itu jatuh ke tangan Alex.


Shhh! Pelanggan lain yang melihat adegan ini tidak berani melewati sisi Alex lagi.


Semua orang sengaja menghindari Alex, jadi adanya sebuah lorong kosong yang terbentuk di sini.


Beberapa pemuda yang bersembunyi di sudut pun membelalakkan mata mereka dan mengacungkan jempol pada Alex!


Mungkin jarang dalam kehidupan mereka bisa melihat pahlawan seperti ini, oleh karena itu para pemuda yang berani itu, meskipun tidak berani membantu Alex tapi mereka tetap berdiri di sudut tembok untuk menyemangati Alex.


Ketika Nova berlari ke dalam kerumunan itu, penembak itu sudah hilang!


Benar, dia sudah hilang! Karena pelanggan yang ramai itu memberi kesempatan padanya untuk kabur.


Tentu saja, Nova juga tahu pasti ada rekannya yang membantu penembak itu kabur! Tempat kejadian ini terlalu rumit, Nova juga sangat panik dan dia sudah meminta bantuan dari Marvin.


Tapi dengan kerumunan yang begitu ramai, meskipun ada banyak polisi yang tiba, juga  hanya bisa menakut-nakuti para pelaku itu dan sangat sulit bagi mereka untuk menemukan pelaku dalam kerumunan.


Orang di Sun Plaza sungguh banyak, jumlahnya hampir puluhan ribu. Meskipun gerbang dirancang cukup lebar, tapi masih saja sulit mengevakuasi begitu banyak pelanggan dalam waktu singkat.


Karena dia tidak dapat menemukan lawan, Nova pun berteriak keras, “Semuanya perhatikan, di sini ada seorang pria bersenjata!” Orang itu mengambil senjata Aksel, jadi hal ini sangat berbahaya.


Telinga Alex dapat mendengar sangat jauh, meskipun lingkungan ini sangat kacau, dia juga bisa mendengar teriakan Nova.


Baginya, dapat mendengar teriakan ini menyatakan bahwa Nova masih aman dan hal ini membuatnya merasa lebih lega.


Tiba-tiba Alex berlari ke arah kerumunan untuk menarik keluar seorang pemuda, lalu menendangnya hingga jatuh ke tumpukan pelaku sebelumnya.


“Apa yang kamu lakukan? Ngapain kamu menangkapku?” Orang itu tidak melawan, hanya melawan dengan kata-kata.


Bang! Alex membuatnya pingsan dengan satu tinjuan tanpa berbicara omong kosong padanya.


“Wow! Ganteng sekali!”


“Kak polisi, aku mencintaimu!”


“Kak polisi, kamu ada pahlawanku!” Beberapa pemuda yang di sudut bersorak gembira, meski mereka sekarang juga sangat gugup!

__ADS_1


Ada lebih dari selusin pemuda ini, baik pria maupun wanita. Mereka terlihat seperti mahasiswa, tapi mereka sangat hebat karena memiliki nyali seperti itu.


Tiba-tiba, Alex menyipitkan matanya! Dia memiliki persepsi yang hebat. Ketika dia melihat ekspresi seorang pria berjaket biru tua terlihat aneh di tengah kerumunan.


Alex pun berpura-pura tidak melihat, hanya tetap berdiri diam di depan kedua pelaku yang sedang pingsan seperti tiang!


Namun, pria berjaket biru tua itu sudah menyadari kalau Alex mengetahui keberadaannya. Dia berpikir sejenak, lalu memutuskan untuk mengikuti orang-orang berjalan ke arah depan pintu, tapi tangannya tetap memegang pistol.


Alex tiba-tiba mengulurkan tangan untuk mengambil koper pelanggan di antara kerumunan.


“Ih? Kak polisi, ngapain dia merebut koper orang?”


“Entahlah, tapi pasti ada gunanya.”


“Wow, pahlawanku! Kamu hebat sekali, aku mau menikah denganmu!”


“Kak polisi hati-hati, pelaku masih ada di dalam kerumunan!”


Pemuda yang di pojok melihat semua adegan ini dengan mata membelalak. Tapi, mereka tidak menggunakan ponsel untuk merekam semua ini, mungkin mereka tahu bahwa pihak polisi tidak berharap video begini tersebar keluar.”


Ketika Alex berjarak lima hingga enam meter dengan penembak itu, penembak itu pun tidak tahan lagi! Dia tiba-tiba mengeluarkan pistol dan menembak ke arah Alex!


Tapi, di aula sangat ramai, sementara penembak itu bisa saja menembak pelanggan yang tidak bersalah kapan saja!


Saat ini, koper yang di tangan Alex pun berguna. Dia tiba-tiba mengangkat koper di depannya, lalu dia menyusut tubuhnya sambil bergegas menuju ke pria bersenjata itu!


Dor dor! Bang bang! Koper di tangan Alex menjadi perisai. Setelah terkena tembak beberapa kali, baju di dalam koper pun keluar!


“Wow! Kak polisi ganteng sekali!”


“Wow! Kak polisi keren sekali!”


Pemuda yang di dekat tembok sangat gugup, tapi mereka berusaha menepuk tangan dengan keras dan mereka sangat bersemangat! Ini benar-benar pertarungan tembak dan nyali kak polisi ini sungguh besar!


Pemilik koper yang direbut itu juga seorang pemuda. Saat ini, dia sedang berada di belakang Alex. Ketika Alex merebut kopernya, dia masih sangat marah bahkan tidak tahu kenapa Alex merebut barangnya. Tapi, setelah dia menggunakan kopernya menjadi perisai, lalu menghadang peluru penembak itu dengan koper. Pemuda itu segera menyusutkan kepalanya dan bergegas berlari ke depan pintu!


Koper? Nggak mau lagi!

__ADS_1


__ADS_2